Share

Bab 992

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2025-03-16 22:07:56

"Sialan!" Kaidar mengumpat, tangan yang menggenggam pedang mulai berkeringat.

Di atas sana, tubuh Naga Yang bergetar sejenak, dan dalam satu hentakan, pedang Kaidar terlempar begitu saja dari tubuhnya. Seiring dengan itu, tekanan yang tak terbayangkan menyapu tempat itu, menekan semua yang ada di bawahnya.

Langit dan bumi seolah melebur menjadi satu di bawah kekuatan Naga Yang.

BAM! BAAM!

Seperti boneka rapuh, Kaidar dan Ramos jatuh tersungkur ke tanah, tak mampu bergerak. Otot-otot mereka bert
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Jonny Gosari
aduh Serunya Min, Kok tdk di tambah Bab Update sih Min ........., Sebentar Malam Update Jangan Tanggung kalo di Upload Min, susah tidur kalo Cerita Namgung karena Seru2nya di putus ...‍♂️...‍♂️...‍♂️
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2129

    Sekitar satu jam kemudian, Nathan dan Velisa Senatria akhirnya tiba di kaki Pegunungan Langit Purba.Saat itu, banyak praktisi bela diri berkumpul tidak jauh dari sana. Raut wajah mereka dipenuhi kepanikan, seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang mengerikan.Melihat pemandangan itu, Nathan sedikit mengernyit. Ia tidak mengerti apa yang telah terjadi hingga membuat para praktisi tersebut ketakutan seperti itu."Tuan Nathan!"Tiba-tiba seseorang memanggilnya.Nathan menoleh dan melihat seorang pemuda bergegas menghampiri. Setelah memperhatikannya dengan saksama, ia langsung mengenali sosok itu.Raze dari Keluarga Morden di Celeste, salah satu keluarga perwakilan yang berada di bawah kekuasaan Aurora Hall di Sektor Bayangan."Raze, kenapa kau berada di sini?" tanya Nathan heran.Celeste berjarak ribuan kilometer dari tempat ini. Secara logika, mustahil Keluarga Morden bisa menerima kabar tentang fenomena di Pegunungan Langit Purba secepat itu.Raze menghela napas panjang. "Sayang sekal

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2128

    Di saat yang sama, Nathan dan Velisa juga sedang menuju tempat yang sama.Kini, ratusan orang telah memadati Pegunungan Langit Purba, masing-masing berusaha mencari keberadaan Reruntuhan Kerajaan Luminus.Tak sedikit yang telah menemukan gua raksasa yang baru muncul akibat runtuhnya gunung. Namun, bagian dalam gua begitu gelap gulita sehingga tak seorang pun berani memasukinya sembarangan.Tak lama kemudian, Levan tiba bersama lebih dari sepuluh anggota Ordo Tempest. Begitu melihat kerumunan orang-orang, ia melompat ringan ke udara dan melayang di atas mereka.Dengan suara lantang, ia berteriak, "Mulai saat ini, wilayah ini berada di bawah kendali Ordo Tempest! Semua orang yang tidak berkepentingan harus segera pergi. Siapa pun yang tetap tinggal akan dibunuh tanpa ampun!"Ucapan arogan itu langsung memancing kemarahan banyak praktisi bela diri."Ordo Tempest? Faksi macam apa itu? Berani sekali bicara sebesar itu!""Bocah itu masih bocah, tapi mulutnya sudah setinggi langit.""Aku bah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2127

    Mendengar jawaban tersebut, semangat Levan langsung berkobar. "Ayah, jangan khawatir! Aku pasti akan menemukan Reruntuhan Kerajaan Luminus. Sekalipun harus menerobos lautan api atau mendaki gunung penuh bilah pedang, aku tidak akan mundur!""Bagus!" Harland menepuk bahu putranya dengan puas. "Itulah sikap yang pantas dimiliki putraku."Tatapannya kemudian berubah dingin. "Bawa lebih banyak orang bersamamu. Kalau ada kultivator dari dunia luar Sektor Bayangan yang berani memperebutkan reruntuhan itu..."Harland berhenti sejenak, lalu mengucapkan perintahnya dengan nada tanpa ampun. "Habisi mereka semua dan jangan sisakan satu pun!""Ayah, bolehkah aku mengajak Tetua Eksel ikut bersamaku?" tanya Levan kepada Harland.Levan mengajukan permintaan itu bukan tanpa alasan.Kekuatan Tetua Eksel sangat tinggi. Terlebih lagi, pria itu adalah ayah kandungnya. Levan tentu berharap Tetua Eksel juga memperoleh kesempatan mendapatkan warisan atau harta dari Reruntuhan Kerajaan Luminus.Mendengar per

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2126

    Melihat raut muridnya, ekspresi Mahesa langsung berubah serius. "Apa yang terjadi?""Di Pegunungan Langit Purba tiba-tiba muncul sebuah gua raksasa. Saat ini sudah banyak kultivator yang berbondong-bondong menuju ke sana. Kemungkinan besar fenomena itu berhubungan dengan guncangan yang terjadi sebelumnya."Rael berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Selain itu, berbagai faksi juga telah mengirimkan surat. Mereka meminta Guru menghadiri pertemuan untuk membahas masalah Sumber Kehidupan Abadi."Mahesa menghela napas panjang. "Hal yang memang ditakdirkan terjadi akhirnya tetap datang. Rupanya, kejadian ini benar-benar tidak bisa disembunyikan."Nathan pun melangkah maju. "Tuan Mahesa, semua ini terjadi karena ulahku. Aku akan ikut bersamamu dan bertanggung jawab atas semuanya."Mahesa menggeleng pelan. "Nathan, kalau kau ikut denganku sekarang, kemungkinan besar kau tidak akan bisa kembali dengan selamat. Biarkan aku yang menangani urusan ini."Setelah berkata demikian, ia menoleh kepada

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2125

    Di saat yang sama, Mahesa masih menunggu dengan gelisah.Kini Sumber Kehidupan Abadi telah mengering, ditambah lagi muncul fenomena aneh di Pegunungan Langit Purba. Peristiwa sebesar itu mustahil bisa dirahasiakan lebih lama.Karena Nathan belum kembali, Mahesa tidak mengetahui penyebab sebenarnya sehingga tak memiliki penjelasan apa pun untuk disampaikan kepada berbagai sekte besar."Guru, Tuan Nathan sudah kembali!" seru Velisa sambil bergegas masuk.Mendengar kabar itu, Mahesa segera keluar menyambutnya. Namun, saat melihat tubuh Nathan yang penuh debu dan tampak sangat berantakan, ia tak kuasa menyembunyikan keterkejutannya. "Nathan, sebenarnya kau pergi ke mana? Bagaimana bisa keadaanmu sampai seperti ini?" tanyanya."Nanti akan kujelaskan." Nathan menarik napas panjang. "Biarkan aku minum dulu."Nathan masuk ke dalam ruangan, mengangkat satu gelas penuh air, lalu menghabiskannya dalam sekali teguk. Setelah napasnya kembali teratur, barulah ia mengangkat kepalanya."Nathan," kata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2124

    DUAR!Tiba-tiba ledakan dahsyat mengguncang pegunungan hingga seluruh lerengnya runtuh. Nathan yang masih berada di dalam langsung tertimbun oleh longsoran batu.Di tengah guncangan itu, sebuah kawah raksasa berdiameter lebih dari seratus meter dengan kedalaman puluhan meter muncul di puncak gunung. Pada saat yang sama, Sumber Kehidupan Abadi di kaki gunung mendadak berhenti mengalir sebelum akhirnya mengering sepenuhnya.Nathan yang terkubur di bawah reruntuhan sama sekali tidak menyadari semua perubahan itu.Bonang dan Kieran terbangun dengan kaget. Debu tebal memenuhi udara, sementara Sumber Kehidupan Abadi yang sebelumnya jernih kini telah mengering. Pemandangan itu membuat keduanya terpaku.Meski kesadaran mereka telah pulih, tubuh mereka belum mampu digerakkan. Mereka hanya bisa duduk sambil menatap sekeliling dengan bingung."Tuan Bonang, sebenarnya apa yang terjadi? Apa baru saja terjadi gempa?" tanya Kieran dengan wajah kebingungan. "Lalu... di mana Kak Nathan?"Beberapa saat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 520

    “Tuan Hartley, jangan panik, sebentar lagi putramu akan baik-baik saja!” Wilbert berkata dengan acuh tak acuh. Karena Rizetzy sudah bangun, Wilbert menghela nafas lega dan dengan lambaian tangannya dia menarik kembali semua jarum perak yang ada di tubuh Rizetzy. Melihat Wilbert begitu tenang, Hartle

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 514

    “Tunggu!” Tepat saat Nathan dan Milan hendak berjalan keluar, Frank menghentikan mereka. “Tuan?” Milan menoleh dan menatap Frank. “Kalian boleh tetap disini,” Frank meminta Nathan dan Milan untuk tetap tinggal dan tidak perlu keluar. Sikap Nathan membuat Frank memutuskan untuk membiarkan mereka teta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 480

    “Arina, kamu jangan berpura-pura lagi, kami tidak akan percaya lagi padamu,” Salah seorang gadis itu berkata dengan marah pada Arina. “Arina, kalau kamu menginginkannya, kamu hanya perlu menciumku, kamu pikirkan saja dulu,” Neville berkata dengan nada mempermainkan. “Kamu tidak usah berharap, hanya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 483

    “Dia adalah adik sepupuku,” Nathan memperkenalkan. Jane yang mendengarnya seketika menatap Arina dan tersenyum padanya. “Ternyata adik sepupu ya? Ayo, masuk ke dalam bersaama kakak!” Jane melangkah maju dan meraih tangan Arina lalu menggandengnya masuk ke dalam stadion. Arina menatap Jane yang berad

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status