Beranda / Rumah Tangga / Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin / Bab 148: Pacarnya Sebenarnya Siapa?

Share

Bab 148: Pacarnya Sebenarnya Siapa?

Penulis: Rizki Adinda
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 13:34:07

Sesakit apa pun tubuhnya, melihat nama itu tetap membuat hati Belinda bergetar. Ia segera menjawab, menggenggam ponsel itu erat. “Arga, aku…”

“Belinda,” potong Arga. Suaranya dingin, datar, seolah tak menangkap nada rapuh di ujung kalimat Belinda. “Rumor tentang Cantika yang Fajar sebarkan semalam kembali viral. Itu ulahmu?”

Bel

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin   Bab 469: Bawa Ke Kantor Polisi!

    Dalam sekejap, seluruh keributan terhenti. Para tenaga medis dan petugas yang sedang mendorong brankar Tommy ikut menghentikan langkah mereka, serempak menoleh ke arah sumber keributan itu.Rosiana terhuyung mundur, nyaris kehilangan keseimbangan akibat kerasnya tamparan Belinda. Bekas telapak tangan merah menyala tercetak jelas di pipinya. Dengan wajah tak percaya, ia menyentuh pipinya sambil menatap Belinda lekat-lekat.“Kamu berani menamparku?” Rosiana tersentak.Belinda mencibir. “Ini bukan pertama kalinya kita berhadapan seperti ini. Memangnya perlu sekaget itu?”Belinda meregangkan kedua tangannya, seolah sedang mempersiapkan diri. “Tommy dan Arga terlalu sibuk untuk mengurusmu, jadi sepertinya aku yang harus turun tangan. Kebetulan ak

  • Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin   Bab 468: Hanya Karena Wajahmu Mirip

    Pada akhirnya, Belinda menyerah karena sadar Tommy memang tak akan mampu menulis lagi. “Kakek Tommy....”Belinda meletakkan pena dan buku catatan ke samping, lalu kembali menggenggam tangan Tommy. “Jangan khawatir. Aku akan tetap tinggal di Jakarta dan memastikan Arga baik-baik saja. Dokter bilang cedera di kakinya nggak permanen. Aku akan menemaninya sampai dia bisa berdiri dan berjalan kembali. Setelah itu, barulah aku pergi. Dan untuk semua hal lainnya, tentang dia yang bukan anak kandung Rosiana, juga... semua kesedihan yang akan datang setelah kamu tiada, Mahesa, Andri, dan aku akan selalu ada di sisinya. Kami akan membantunya melewati semuanya. Aku berjanji.”Mendengar itu, Tommy mengangguk pelan. Sudut bibirnya sedikit terangkat di balik masker oksigen, membentuk senyum tipis. Tatapannya yang tertuju pada Belinda dipenuhi ke

  • Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin   Bab 467: Maaf... Mahardika... Salah...

    Belinda mengembuskan napas pelan. Ia mengeluarkan sebungkus tisu dari saku, lalu menyodorkannya kepada Bima. "Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, Bima. Nggak ada yang akan menyalahkanmu, baik Tommy maupun Arga. Kamu sudah melakukan semampumu. Apa yang terjadi pada Kakek Tommy... adalah keputusan yang beliau ambil sendiri."Ucapan penghiburan itu justru membuat Bima semakin tak kuasa menahan kesedihannya.Air mata kembali mengalir deras di pipinya.Mereka berdiri dalam diam di koridor yang sunyi. Keheningan panjang menyelimuti keduanya.Baru beberapa saat kemudian isak tangis Bima perlahan mereda. "Terima kasih, Bu Wiratama." Ia menerima sebungkus tisu itu sambil menarik napas panjang untuk menenangkan diri.Setelah

  • Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin   Bab 466: Nggak Mungkin Menghentikannya

    Belinda pernah menguji reaksi Damar dan Gresya, ibu angkat Hesti, terhadap keluarga Mahardika dari Jakarta. Begitu nama keluarga Mahardika dari Jakarta disebut, kemarahan Gresya langsung meledak. Tatapannya dipenuhi kebencian, seolah ingin menghancurkan mereka. Setiap nama Hendra muncul, wajah Gresya selalu dipenuhi amarah dan dendam.Kalau begitu, mengapa Gresya justru mau mengembalikan barang-barang milik kakaknya kepada pria yang ia anggap sebagai penyebab kematian sang kakak? Atau jangan-jangan… tawaran untuk menyerahkan barang-barang Salma hanyalah umpan agar Hendra bersedia naik ke kapal itu, padahal sebuah tragedi sudah menunggunya?Pikiran itu membuat bulu kuduk Belinda meremang. Mungkin ia terlalu jauh mencurigai keluarga angkat kakaknya. Namun, ada sesuatu dalam semua kejadian ini yang terasa tidak masuk akal.

  • Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin   Bab 465: Rahasia Keluarga Mahardika

    Belinda baru saja selesai berbicara ketika sebuah pikiran terlintas di benaknya. Senyum licik perlahan menghiasi wajahnya. "Tentu saja aku nggak akan datang menjengukmu lagi. Kalau kamu nggak pernah berhasil keluar dari penjara ini, berarti kita nggak akan pernah bertemu lagi."Belinda meraih tas tangannya lalu mengedipkan sebelah mata dengan santai. "Aku memang nggak akan menyimpan dendam atas semua yang kamu lakukan kepadaku. Tapi apa yang kamu lakukan terhadap Arga dan Mahardika Corp nggak akan pernah luput dari hukuman. Selamat menikmati hari-harimu bersama teman satu selmu. Pastikan saja kamu nggak berakhir mati di sini seperti saudaramu, Cantika."Setelah mengucapkan kata-kata terakhir itu, Belinda berbalik dan melangkah mantap menuju pintu keluar.Saat tangannya hendak menyentuh gagang pintu, suara Keisha yan

  • Kesempatan Kedua untuk Sang CEO Dingin   Bab 464: Hanyalah Orang Asing

    Selama berada di Pulau Karang Putih, Keisha telah menelusuri seluruh latar belakang Belinda dengan saksama. Ia benar-benar yakin bahwa perempuan itu adalah Hesti. Semua informasi yang ditemukannya tampak saling cocok."Kalau identitasku memang palsu, tentu akan ada banyak kejanggalan," jelas Belinda dengan tenang, meski berusaha menyembunyikan luka di dalam hatinya. "Tapi semua informasi yang kau temukan memang milik kakakku. Karena semuanya nyata, kau nggak menemukan satu pun ketidaksesuaian."Keheningan sejenak menyelimuti mereka sebelum akhirnya Keisha memahami semuanya.Belinda ternyata hanya mengambil alih kehidupan kakaknya, Hesti. Karena Hesti memang benar-benar ada, seluruh hasil penyelidikan Keisha tampak masuk akal. Seandainya sejak awal Keisha menyelidiki kehidupan Belinda setelah kematiannya yang dikabar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status