MasukBelinda pernah percaya bahwa perceraian akan menjadi garis akhir yang tegas antara dirinya dan Arga Mahardika, mantan suami sekaligus CEO Mahardika Corp yang selalu hidup dalam sorotan. Ia ingin hidup tenang, memilih jalannya sendiri, dan meninggalkan masa lalu yang terlalu menyakitkan. Namun hidup tidak semudah itu. Di tengah kondisi kesehatan yang rapuh, Belinda mengalami keguguran yang mengoyak fisik dan jiwanya sekaligus. Pada saat yang sama, media dipenuhi foto Arga bersama Cantika Maheswari, cinta pertamanya yang kembali setelah bertahun-tahun di luar negeri. Publik mengira mereka pasangan sempurna, tanpa tahu bahwa Arga masih terikat pernikahan dengan Belinda. Puncak luka datang ketika Arga membawa Cantika ke rumah sakit, tepat setelah Belinda keluar dari ruang operasi. Sejak saat itu, Belinda berubah. Ia tidak lagi perempuan yang menunggu. Ketika Arga menyesal dan memohon kesempatan kedua, Belinda justru dihadapkan pada pilihan paling sulit: kembali pada cinta lama, atau memilih dirinya sendiri untuk pertama kalinya.
Lihat lebih banyakUcapan Belinda membuat ruangan mendadak sunyi.Wajah keempat perempuan itu mengeras. Kemarahan, rasa malu, dan kegelisahan bercampur menjadi satu, tetapi tak seorang pun mampu membalas perkataannya.Saat itulah pintu Instalasi Gawat Darurat terbuka.Belinda refleks melangkah maju, ingin segera menanyakan kondisi Tommy. Namun baru beberapa langkah, pergelangan tangannya ditahan dengan genggaman kuat Damar.Belinda sempat terkejut, tetapi ia segera menguasai diri. Ia berhenti melangkah dan mengalihkan pandangannya ke arah dokter yang baru keluar dari ruang IGD.Tak lama kemudian, Keisha muncul dari dalam ruang tindakan dengan mengenakan pakaian pelindung medis. Di belakangnya, Arga juga keluar dengan pakaian serupa.
Bagi keluarga Mahardika, kasih sayang kepada orang tua seolah tidak pernah ada. Yang mereka pedulikan hanyalah uang. Tidak lebih dari itu.Dari kejauhan, Belinda melihat Rosiana berteriak-teriak kepada Karolina. Sikap wanita itu lebih menyerupai preman pasar daripada anggota keluarga terpandang. Belinda hanya bisa menghela napas lirih.Belinda telah berkali-kali mendengar cerita tentang Hendra, ayah Arga, baik dari Tommy maupun Arga sendiri. Menurut mereka, Hendra adalah pria yang baik hati, lembut, dan penyabar, hampir sama seperti Tommy. Karena itulah Belinda tak pernah mengerti bagaimana pria seperti Hendra bisa jatuh cinta kepada Rosiana yang kasar dan tidak tahu sopan santun.“Atas dasar apa kamu meminta bagian sebanyak itu?” desis Karolina tajam, menatap Rosiana penuh amarah. “Keluarga Mahard
“Papi mengumpulkan banyak kliping koran tentang Om Arga. Semua berita itu bilang kalau dia sangat mencintai mendiang Tanteku, tapi aku sama sekali nggak percaya!” ucap Adinda dengan mata bulat polosnya menatap Tommy. “Kakek adalah sahabat mendiang Tanteku, dan Kakek kelihatan sangat berwibawa. Apa Kakek bisa membalaskan dendam Tanteku? Tante adalah adik kesayangan Mami, jadi aku benar-benar berharap Kakek mau membantu.”“Adinda.” Sebelum gadis kecil itu melanjutkan ucapannya, Damar menghampiri, lalu mengangkatnya ke dalam gendongan. “Sudah, cukup sampai di sini. Kita pulang dulu.”Damar menggendong Adinda dengan mantap, kemudian berjalan menuju lift. Sesaat sebelum pintu lift tertutup, Damar menatap Belinda. “Lakukan apa yang memang harus kamu lakukan. Tapi ingat, pulanglah lebih awal malam ini.”
Tommy menundukkan kepala. “Bu Aksara, kuharap kamu nggak menyimpan dendam kepada orang tua sepertiku. Tolong lupakan kejadian saat pertemuan kita sebelumnya. Aku sungguh minta maaf atas sikapku yang kasar dan terburu-buru waktu itu.”Bagaimana mungkin Belinda tidak tersentuh oleh permintaan maaf setulus itu? Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan air mata lalu menggeleng pelan. “Nggak apa-apa, Kakek Tommy. Aku benar-benar nggak menyimpannya di hati. Aku nggak datang menemui Kakek karena alasan pribadiku sendiri, bukan karena marah kepada Anda.”“Asalkan kamu nggak marah kepadaku, itu sudah lebih dari cukup…” Suara Tommy bergetar ketika ia menyeka sudut matanya. “Aku takut kamu nggak akan pernah memaafkanku. Kalau sampai begitu, aku nggak akan bisa merasa tenang bahkan sampai akhir hayatku.”
“Belinda, aku lega kamu udah move on,” ucap Manda memecah keheningan, lalu menggenggam tangan sahabatnya erat. “Kalau nggak, pasti rasanya menyiksa sekali.”Belinda menolehkan kepalanya lalu ters
“Sepertinya dia sudah sampai,” ucap Belinda pada Manda yang ada di ujung telepon. Meskipun setengahnya untuk dirinya sendiri.Di ujung telepon, Manda tertawa kecil. “Nah, sekarang kamu paham kan kenapa
Ruangan itu mendadak langsung sunyi.Tommy menghantam meja dengan telapak tangannya. “Dasar bocah! Kamu selingkuh dari Belinda, dan sekarang menolak bercerai? Sebenarnya kamu mau apa?”
“Belinda dan Arga akan bercerai hari ini?” Suara Cantika bergetar, nyaris seolah sulit menahan kegembiraan yang muncul mendadak. “Kalau begitu aku…” Dengan cepat ia tersadar. Cantika langsung diam dan menundukkan kepalanya, lalu mengu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak