เข้าสู่ระบบBelinda pernah percaya bahwa perceraian akan menjadi garis akhir yang tegas antara dirinya dan Arga Mahardika, mantan suami sekaligus CEO Mahardika Corp yang selalu hidup dalam sorotan. Ia ingin hidup tenang, memilih jalannya sendiri, dan meninggalkan masa lalu yang terlalu menyakitkan. Namun hidup tidak semudah itu. Di tengah kondisi kesehatan yang rapuh, Belinda mengalami keguguran yang mengoyak fisik dan jiwanya sekaligus. Pada saat yang sama, media dipenuhi foto Arga bersama Cantika Maheswari, cinta pertamanya yang kembali setelah bertahun-tahun di luar negeri. Publik mengira mereka pasangan sempurna, tanpa tahu bahwa Arga masih terikat pernikahan dengan Belinda. Puncak luka datang ketika Arga membawa Cantika ke rumah sakit, tepat setelah Belinda keluar dari ruang operasi. Sejak saat itu, Belinda berubah. Ia tidak lagi perempuan yang menunggu. Ketika Arga menyesal dan memohon kesempatan kedua, Belinda justru dihadapkan pada pilihan paling sulit: kembali pada cinta lama, atau memilih dirinya sendiri untuk pertama kalinya.
ดูเพิ่มเติมPengacara itu mengangguk, meski raut wajahnya tampak ragu. Pandangannya bergantian mengarah kepada Rosiana, Karolina, lalu kembali pada Tommy. “Pak Mahardika, apakah Bapak benar-benar yakin dengan keputusan ini? Sangat jarang seseorang yang masih memiliki banyak ahli waris memutuskan untuk menyumbangkan seluruh hartanya.”“Saya yakin.”Mega yang sejak tadi menahan diri akhirnya melangkah maju. Ia berdiri di samping Keisha sambil menggenggam lembut lengannya. “Kakek, sepuluh bulan yang lalu Kakek membuat surat wasiat yang menyatakan seluruh harta akan diberikan kepada Belinda. Apa yang membuat Kakek berubah pikiran? Apa Kakek sudah nggak menyayanginya lagi? Bukankah Belinda adalah cucu yang paling Kakek sayangi?”Setelah berkata demikian, Mega melirik Keisha dengan penuh arti
“Tunggu dulu.” Arga tiba-tiba menyela sebelum Tommy melanjutkan ucapannya. Ia duduk di kursi roda tepat di belakang Tommy.Semua orang yang berdiri di lorong itu serentak menoleh ke arahnya dengan wajah tidak senang.Bahkan, tatapan Rosiana kini dipenuhi nada menyalahkan. Kenapa Arga memilih momen seperti ini untuk memotong ucapan pria tua itu?Keisha mengatupkan bibirnya rapat. Ia sama bingungnya dengan semua orang atas interupsi mendadak yang dilakukan Arga. Sejak tadi, Keisha juga menanti pengumuman warisan Tommy dengan perasaan campur aduk, sama seperti Rosiana.Saat Tommy dulu menyatakan bahwa seluruh hartanya akan diwariskan kepada Belinda, Keisha memang masih terbaring di ruang perawatan sehingga tidak mendengar langsung keputusan itu. Namun, Can
Pria yang ada di hadapan Belinda itu tampak jauh lebih pendiam dan kehilangan semangat.“Sudahlah.” Arga tersenyum tipis. “Aku sudah cukup puas dengan kehidupanku yang sekarang.”Kehilangan seseorang yang paling berharga memang mampu merenggut seluruh harapan hidup. Bagi Arga, berdiri maupun terus duduk di kursi roda tidak lagi memiliki banyak perbedaan.Mendengar nada bicaranya yang begitu tenang, Belinda menggigit bibir bawahnya. Ia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menarik napas panjang. “Kalau sebenarnya masih ada kemungkinan untuk berdiri lagi, menurutku kamu sebaiknya menjalani rehabilitasi. Itu akan jauh lebih baik untuk masa depanmu.”Usai mengatakan itu, Belinda melangkah melewati kursi roda Arga dan meninggalkan ruangan
Air mata menggenang di pelupuk mata Tommy. “Sepanjang hidupku, aku membaut dua kesalahan yang nggak bisa dimaafkan. Yang pertama terjadi lebih dari dua puluh tahun lalu. Yang kedua adalah saat aku membujukmu menikah dengan Arga.”Ucapan Tommy menghancurkan seluruh pertahanan Belinda. Ia memeluk pria tua itu semakin erat sambil menangis tersedu-sedu.Di luar ruang perawatan, Andri berjaga di depan pintu, menahan siapa pun yang hendak masuk.Tak jauh dari sana, Arga duduk di kursi roda sambil memandangi Belinda yang menangis dalam pelukan Tommy. Sorot matanya perlahan meredup. Meski suara mereka nyaris berbisik, pendengaran Arga masih cukup tajam untuk menangkap setiap kata. Ia mendengar dengan jelas penyesalan sang kakek karena telah membiarkan Belinda menikah dengannya tiga tahun lalu.
Di ruang rawat VIP lantai atas RS Sejahtera Internasional Jakarta, Cantika yang wajahnya pucat tengah bersandar pada sandaran ranjang. Gadis itu menatap Arga yang duduk di sisi ranjang. Dengan suara lemah, ia bertanya, “Arga… kamu sudah bertemu Belinda
Di ambang pintu, Cantika masih berdiri dengan tangan memegangi bahu. Wajahnya dibuat seolah-olah tengah mengalami sakit. Suaranya dilembut-lembutkan berharap dikasihani.“Aduh… sakit…”
Udara di ruang tamu apartemen itu seketika penuh dengan keintiman. Menjelang fajar, Belinda merasa tenaga di tubuhnya benar-benar terkuras, nyaris tak sanggup bergerak.Ketika Belinda membuka mata di pagi harinya, badan
Arga menyipitkan matanya.Ia tidak bodoh.Tentu saja ia tahu Fajar berbohong dengan sengaja, bukan sekadar membela Belinda, tapi juga untuk memancing Arga. ia yakin akan itu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็นเพิ่มเติม