ANMELDENBelinda pernah percaya bahwa perceraian akan menjadi garis akhir yang tegas antara dirinya dan Arga Mahardika, mantan suami sekaligus CEO Mahardika Corp yang selalu hidup dalam sorotan. Ia ingin hidup tenang, memilih jalannya sendiri, dan meninggalkan masa lalu yang terlalu menyakitkan. Namun hidup tidak semudah itu. Di tengah kondisi kesehatan yang rapuh, Belinda mengalami keguguran yang mengoyak fisik dan jiwanya sekaligus. Pada saat yang sama, media dipenuhi foto Arga bersama Cantika Maheswari, cinta pertamanya yang kembali setelah bertahun-tahun di luar negeri. Publik mengira mereka pasangan sempurna, tanpa tahu bahwa Arga masih terikat pernikahan dengan Belinda. Puncak luka datang ketika Arga membawa Cantika ke rumah sakit, tepat setelah Belinda keluar dari ruang operasi. Sejak saat itu, Belinda berubah. Ia tidak lagi perempuan yang menunggu. Ketika Arga menyesal dan memohon kesempatan kedua, Belinda justru dihadapkan pada pilihan paling sulit: kembali pada cinta lama, atau memilih dirinya sendiri untuk pertama kalinya.
Mehr anzeigenTommy hanya tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang mulai memutih. “Itu hartaku. Aku yang bekerja keras mengumpulkannya selama puluhan tahun. Saat menyerahkan Mahardika Corp. kepada Hendra, sebagian aset memang sengaja kusisihkan sebagai milik pribadiku. Sekarang aku ingin menggunakannya sesuai keinginganku. Apa ada yang salah?”Tatapannya kemudian beralih kepada Karolina. “Atau kau juga keberatan dengan keputusanku, Karolina?”Karolina mengenal betul sifat keras kepala ayahnya. Begitu Tommy mengambil keputusan, tidak seorang pun mampu mengubah pendiriannya. Semakin dipaksa, semakin kuat pula ia mempertahankan pilihannya.Ekspresi Karolina pun berubah lebih lembut. “Papi, semua aset itu memang milik Papi. Sebagai anak, tentu kami berharap mendapat perhatian dan kasih sayang. Nam
Belinda tersenyum tipis sambil menggulir layar ponselnya, membaca setiap komentar yang terus bermunculan. Kini keadaan benar-benar berbalik.Kemarin, Keisha memanfaatkan opini publik sebagai senjata untuk menyerangnya. Hari ini, senjata yang sama justru berbalik menghantam Keisha. Benar kata orang, karma memang datang lebih cepat dari yang diduga. Belum genap dua puluh empat jam, Keisha telah menjadi sasaran amarah warganet.Dengan senyum penuh arti, Belinda menekan tombol suka pada sebuah komentar yang menuduh Keisha sebagai wanita licik karena menyamar sebagai dirinya sekaligus merebut hasil kerja kerasnya. Kali ini, ia masih menggunakan akun milik Hesti. Hanya dengan satu tanda suka, api perdebatan kembali berkobar.Dukungan yang tampak berasal dari akun Hesti membuat komentar itu semakin dipercaya dan langsung m
Pengacara itu mengangguk, meski raut wajahnya tampak ragu. Pandangannya bergantian mengarah kepada Rosiana, Karolina, lalu kembali pada Tommy. “Pak Mahardika, apakah Bapak benar-benar yakin dengan keputusan ini? Sangat jarang seseorang yang masih memiliki banyak ahli waris memutuskan untuk menyumbangkan seluruh hartanya.”“Saya yakin.”Mega yang sejak tadi menahan diri akhirnya melangkah maju. Ia berdiri di samping Keisha sambil menggenggam lembut lengannya. “Kakek, sepuluh bulan yang lalu Kakek membuat surat wasiat yang menyatakan seluruh harta akan diberikan kepada Belinda. Apa yang membuat Kakek berubah pikiran? Apa Kakek sudah nggak menyayanginya lagi? Bukankah Belinda adalah cucu yang paling Kakek sayangi?”Setelah berkata demikian, Mega melirik Keisha dengan penuh arti
“Tunggu dulu.” Arga tiba-tiba menyela sebelum Tommy melanjutkan ucapannya. Ia duduk di kursi roda tepat di belakang Tommy.Semua orang yang berdiri di lorong itu serentak menoleh ke arahnya dengan wajah tidak senang.Bahkan, tatapan Rosiana kini dipenuhi nada menyalahkan. Kenapa Arga memilih momen seperti ini untuk memotong ucapan pria tua itu?Keisha mengatupkan bibirnya rapat. Ia sama bingungnya dengan semua orang atas interupsi mendadak yang dilakukan Arga. Sejak tadi, Keisha juga menanti pengumuman warisan Tommy dengan perasaan campur aduk, sama seperti Rosiana.Saat Tommy dulu menyatakan bahwa seluruh hartanya akan diwariskan kepada Belinda, Keisha memang masih terbaring di ruang perawatan sehingga tidak mendengar langsung keputusan itu. Namun, Can
Di ruang rawat VIP lantai atas RS Sejahtera Internasional Jakarta, Cantika yang wajahnya pucat tengah bersandar pada sandaran ranjang. Gadis itu menatap Arga yang duduk di sisi ranjang. Dengan suara lemah, ia bertanya, “Arga… kamu sudah bertemu Belinda
Di ambang pintu, Cantika masih berdiri dengan tangan memegangi bahu. Wajahnya dibuat seolah-olah tengah mengalami sakit. Suaranya dilembut-lembutkan berharap dikasihani.“Aduh… sakit…”
Udara di ruang tamu apartemen itu seketika penuh dengan keintiman. Menjelang fajar, Belinda merasa tenaga di tubuhnya benar-benar terkuras, nyaris tak sanggup bergerak.Ketika Belinda membuka mata di pagi harinya, badan
Arga menyipitkan matanya.Ia tidak bodoh.Tentu saja ia tahu Fajar berbohong dengan sengaja, bukan sekadar membela Belinda, tapi juga untuk memancing Arga. ia yakin akan itu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RezensionenMehr