LOGINBelinda pernah percaya bahwa perceraian akan menjadi garis akhir yang tegas antara dirinya dan Arga Mahardika, mantan suami sekaligus CEO Mahardika Corp yang selalu hidup dalam sorotan. Ia ingin hidup tenang, memilih jalannya sendiri, dan meninggalkan masa lalu yang terlalu menyakitkan. Namun hidup tidak semudah itu. Di tengah kondisi kesehatan yang rapuh, Belinda mengalami keguguran yang mengoyak fisik dan jiwanya sekaligus. Pada saat yang sama, media dipenuhi foto Arga bersama Cantika Maheswari, cinta pertamanya yang kembali setelah bertahun-tahun di luar negeri. Publik mengira mereka pasangan sempurna, tanpa tahu bahwa Arga masih terikat pernikahan dengan Belinda. Puncak luka datang ketika Arga membawa Cantika ke rumah sakit, tepat setelah Belinda keluar dari ruang operasi. Sejak saat itu, Belinda berubah. Ia tidak lagi perempuan yang menunggu. Ketika Arga menyesal dan memohon kesempatan kedua, Belinda justru dihadapkan pada pilihan paling sulit: kembali pada cinta lama, atau memilih dirinya sendiri untuk pertama kalinya.
View More“Papi mengumpulkan banyak kliping koran tentang Om Arga. Semua berita itu bilang kalau dia sangat mencintai mendiang Tanteku, tapi aku sama sekali nggak percaya!” ucap Adinda dengan mata bulat polosnya menatap Tommy. “Kakek adalah sahabat mendiang Tanteku, dan Kakek kelihatan sangat berwibawa. Apa Kakek bisa membalaskan dendam Tanteku? Tante adalah adik kesayangan Mami, jadi aku benar-benar berharap Kakek mau membantu.”“Adinda.” Sebelum gadis kecil itu melanjutkan ucapannya, Damar menghampiri, lalu mengangkatnya ke dalam gendongan. “Sudah, cukup sampai di sini. Kita pulang dulu.”Damar menggendong Adinda dengan mantap, kemudian berjalan menuju lift. Sesaat sebelum pintu lift tertutup, Damar menatap Belinda. “Lakukan apa yang memang harus kamu lakukan. Tapi ingat, pulanglah lebih awal malam ini.”
Tommy menundukkan kepala. “Bu Aksara, kuharap kamu nggak menyimpan dendam kepada orang tua sepertiku. Tolong lupakan kejadian saat pertemuan kita sebelumnya. Aku sungguh minta maaf atas sikapku yang kasar dan terburu-buru waktu itu.”Bagaimana mungkin Belinda tidak tersentuh oleh permintaan maaf setulus itu? Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan air mata lalu menggeleng pelan. “Nggak apa-apa, Kakek Tommy. Aku benar-benar nggak menyimpannya di hati. Aku nggak datang menemui Kakek karena alasan pribadiku sendiri, bukan karena marah kepada Anda.”“Asalkan kamu nggak marah kepadaku, itu sudah lebih dari cukup…” Suara Tommy bergetar ketika ia menyeka sudut matanya. “Aku takut kamu nggak akan pernah memaafkanku. Kalau sampai begitu, aku nggak akan bisa merasa tenang bahkan sampai akhir hayatku.”
“Damar.” Melihat pria itu menggendong Adinda, Belinda kembali menarik napas panjang. “Arga mencariku karena Kakek Tommy. Hanya itu. Jangan berpikir macam-macam.”Langkah Damar terhenti sesaat. Keheningan singkat menggantung di antara mereka. Kemudian sudut bibirnya terangkat membentuk senyum samar. “Aku tahu,” katanya pelan tanpa berbalik.“Perasaanku terhadap Arga sudah lama berakhir. Aku sudah melewati semua itu.” Belinda melanjutkan penjelasannya. “Aku nggak akan pergi bersamanya atau menginap dengannya. Tadi sebenarnya aku hampir meneleponmu untuk memberi tahu kalau mungkin aku nggak pulang malam ini. Arga bilang Kakek Tommy melihat siaran langsung dari kafe sore tadi dan ingin menemuiku.”Pegangan Damar pada Adinda sedikit mengencang. “Lalu kenap
Ucapan itu membuat tangan Belinda yang hendak menekan tombol panggil langsung terhenti. Ia mendongak dengan tatapan tidak percaya. “Jangan bilang kamu berharap aku berpura-pura menjadi saudari yang akur dengan Keisha.”Arga tidak menjawab. Namun diamnya sudah cukup menjadi jawaban.Belinda mengerutkan kening, merasa geli sekaligus tidak percaya. Apa situasi ini bisa menjadi lebih konyol lagi?Ia adalah Belinda yang sebenarnya. Setelah selamat dari kematian hampir sepuluh bulan lalu, ia terpaksa hidup menggunakan identitas saudarinya.Dalam rentang waktu itu, seseorang yang dulu dianggap sahabat terbaik justru menyerah pada ambisi dan keserakahan, lalu menyamar menjadi dirinya demi menipu seorang pria lanjut usia.
“Belinda, aku lega kamu udah move on,” ucap Manda memecah keheningan, lalu menggenggam tangan sahabatnya erat. “Kalau nggak, pasti rasanya menyiksa sekali.”Belinda menolehkan kepalanya lalu ters
“Sepertinya dia sudah sampai,” ucap Belinda pada Manda yang ada di ujung telepon. Meskipun setengahnya untuk dirinya sendiri.Di ujung telepon, Manda tertawa kecil. “Nah, sekarang kamu paham kan kenapa
Ruangan itu mendadak langsung sunyi.Tommy menghantam meja dengan telapak tangannya. “Dasar bocah! Kamu selingkuh dari Belinda, dan sekarang menolak bercerai? Sebenarnya kamu mau apa?”
“Belinda dan Arga akan bercerai hari ini?” Suara Cantika bergetar, nyaris seolah sulit menahan kegembiraan yang muncul mendadak. “Kalau begitu aku…” Dengan cepat ia tersadar. Cantika langsung diam dan menundukkan kepalanya, lalu mengu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore