Se connecterBelinda pernah percaya bahwa perceraian akan menjadi garis akhir yang tegas antara dirinya dan Arga Mahardika, mantan suami sekaligus CEO Mahardika Corp yang selalu hidup dalam sorotan. Ia ingin hidup tenang, memilih jalannya sendiri, dan meninggalkan masa lalu yang terlalu menyakitkan. Namun hidup tidak semudah itu. Di tengah kondisi kesehatan yang rapuh, Belinda mengalami keguguran yang mengoyak fisik dan jiwanya sekaligus. Pada saat yang sama, media dipenuhi foto Arga bersama Cantika Maheswari, cinta pertamanya yang kembali setelah bertahun-tahun di luar negeri. Publik mengira mereka pasangan sempurna, tanpa tahu bahwa Arga masih terikat pernikahan dengan Belinda. Puncak luka datang ketika Arga membawa Cantika ke rumah sakit, tepat setelah Belinda keluar dari ruang operasi. Sejak saat itu, Belinda berubah. Ia tidak lagi perempuan yang menunggu. Ketika Arga menyesal dan memohon kesempatan kedua, Belinda justru dihadapkan pada pilihan paling sulit: kembali pada cinta lama, atau memilih dirinya sendiri untuk pertama kalinya.
Voir plusNamun sebelum Belinda sempat membukanya, suara Damar menghentikannya. “Tunggu.”Belinda menoleh ke arah Damar dengan sebelah alis terangkat, menunggu penjelasan.“Jadi kamu benar-benar mau menemui dia di luar sana?” tanya Damar dengan nada penuh keraguan.Belinda mengangguk pelan sambil melirik kerumunan yang semakin padat di depan mobil. “Memangnya kita punya pilihan lain? Kita juga nggak mungkin pergi dari sini.”Baru saat itu Damar menyadari banyak orang telah mengerubungi mobil mereka. Rupanya kehadiran Keisha berhasil menarik perhatian warga dan para pengguna jalan. Beberapa orang bahkan mengangkat ponsel untuk merekam kejadian itu.“Sebenarnya apa lagi yang sedang dia renc
“Tatapan seperti ini dibilang penuh cinta? Aku sama sekali nggak melihatnya.”Di dalam mobil yang melaju meninggalkan rumah sakit, Damar yang duduk di kursi belakang mengernyit sambil memperhatikan cuplikan video yang sedang viral. Video itu menampilkan tatapan Arga kepada Belinda.“Menurutku biasa saja. Kenapa orang-orang menganggap ada cinta di situ? Imajinasi mereka benar-benar kelewatan.”Belinda ikut menatap layar ponsel itu. Ada sesuatu yang terasa berbeda.Dulu, setiap perubahan ekspresi Arga selalu bisa Belinda pahami. Ia mampu menebak isi pikirannya hanya dari sorot matanya dan selalu berusaha menyenangkan pria itu. Namun sekarang, meski ribuan komentar memuja tatapan penuh cinta tersebut, Belinda tidak melihat apa pun selain pandan
Tommy hanya tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang mulai memutih. “Itu hartaku. Aku yang bekerja keras mengumpulkannya selama puluhan tahun. Saat menyerahkan Mahardika Corp. kepada Hendra, sebagian aset memang sengaja kusisihkan sebagai milik pribadiku. Sekarang aku ingin menggunakannya sesuai keinginganku. Apa ada yang salah?”Tatapannya kemudian beralih kepada Karolina. “Atau kau juga keberatan dengan keputusanku, Karolina?”Karolina mengenal betul sifat keras kepala ayahnya. Begitu Tommy mengambil keputusan, tidak seorang pun mampu mengubah pendiriannya. Semakin dipaksa, semakin kuat pula ia mempertahankan pilihannya.Ekspresi Karolina pun berubah lebih lembut. “Papi, semua aset itu memang milik Papi. Sebagai anak, tentu kami berharap mendapat perhatian dan kasih sayang. Nam
Belinda tersenyum tipis sambil menggulir layar ponselnya, membaca setiap komentar yang terus bermunculan. Kini keadaan benar-benar berbalik.Kemarin, Keisha memanfaatkan opini publik sebagai senjata untuk menyerangnya. Hari ini, senjata yang sama justru berbalik menghantam Keisha. Benar kata orang, karma memang datang lebih cepat dari yang diduga. Belum genap dua puluh empat jam, Keisha telah menjadi sasaran amarah warganet.Dengan senyum penuh arti, Belinda menekan tombol suka pada sebuah komentar yang menuduh Keisha sebagai wanita licik karena menyamar sebagai dirinya sekaligus merebut hasil kerja kerasnya. Kali ini, ia masih menggunakan akun milik Hesti. Hanya dengan satu tanda suka, api perdebatan kembali berkobar.Dukungan yang tampak berasal dari akun Hesti membuat komentar itu semakin dipercaya dan langsung m
Begitu Belinda berdiri dari kursinya, perhatian seisi ruangan secara otomatis terarah ke gadis itu.Merasakan bahwa tatapan orang-orang terarah ke mereka, Mega pun memutar bola matanya lalu berucap dengan suara sengaja
Di ruang rawat VIP lantai atas RS Sejahtera Internasional Jakarta, Cantika yang wajahnya pucat tengah bersandar pada sandaran ranjang. Gadis itu menatap Arga yang duduk di sisi ranjang. Dengan suara lemah, ia bertanya, “Arga… kamu sudah bertemu Belinda
Dan seperti yang sudah diduga, Belinda yang tengah mengaduk teh dalam cangkirnya pun menjawab dengan senyum anggun. “Nggak masalah, aku nggak akan mempermasalahkannya.”Helena menjulurkan lidah ke arah Belin
Melihat Nathan yang bergandengan dengan Belinda, Arga langsung teringat dengan ucapan Manda ketika berada di rumah sakit.Kalau saja Arga nggak muncul, mungkin kamu sudah punya keluarga besar yang bahagia sama Nathan.Rasa kesal mulai naik perlahan ke kepala Arga. Sebuah pertanyaan langsung muncul d


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentairesPlus