Share

Bab 56. Mencari Jawaban

Author: Magnolia Lily
last update publish date: 2026-10-10 20:54:31

Deg.

Deg.

Deg.

Lambat dan berat.

Aku merasakan perubahan besar dari detak jantungku semenjak mendengar perkataan Abigail.

Gita Sekar.

Pantas saja ketika pertama kali mendengar namanya, rasanya tidak asing. Sekarang aku sudah tahu dari mana aku mendengar nama itu.

Namun, hamil dengan suami orang, mungkinkah pria itu adalah... Romi?

"Raline! Raline!"

Suara Abigail terasa menjauh lalu mendekat secara perlahan. Aku tersentak dan menatapnya seperti orang linglung. Kulihat Abigail sangat khawa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 62. Melihat Ranjang Itu Lagi

    Di rumah sakit Bima memandang hampa ke arah tembok rumah sakit yang entah kenapa terasa lebih dingin. Di sampingnya, Romi teridam tak mampu mengangkat suara ataupun wajahnya. "Padahal tugas yang aku berikan padamu sangat mudah. Hanya perlu menjaga wanita itu suapaya tidak berulah," kata Bima dengan suara rendah. "Ma, maafkan saya... Ini salah saya."Bima menghela napas panjang. Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Bima segera berdiri menghampirinya. "Bagaimana keadaannya, Dok?""Kita sudah tahu kandungan Bu Gita memang sudah lemah dan bermasalah sejak awal, jadi sebisa mungkin lebih perhatikan lagi kondisinya. Jangan sampai membuat Bu Gita stress.""Baik, Dok. Terima kasih."Setelah kepergian dokter dan perawatnya, Bima menoleh sejenak ke arah Romi lalu berkata, "Pulanglah. Besok kita bicarakan lagi masalah ini.""Baik, Pak."Di dalam ruangan, senyuman Gita melebar saat Bima masuk ke dalam ruangan. Hatinya membuncah bahagia ketika pria itu ternyata masih mengkh

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 61. Sebenarnya Apa Salahku?

    Pertanyaanku menggantung di udara. Matthias tidak langsung menjawab. Hanya menatapku dari sofa dengan ekspresi sulit kubaca. Apa dia sedang mempertimbangkan sebanyak apa kebenaran yang sanggup aku terima?Keheningan ini menekan dadaku semakin sesak. Aku menghampirinya dan berdiri dengan menyedihkan di hadapannya. Wajahku merah dan bengkak. Aku bisa merasakan betapa panasnya kulitku. Matthias mendongak menatapku, menutup dan menaruh buku yang saat itu dia baca. "Jawab aku, Matthias. Apa kamu tahu semuanya?"Suaraku bergetar dan tersendat-sendat. Aku menghapus air mataku dengan kasar. "Kenapa diam saja? Apa kamu berubah jadi bisu, ha? Kau tahu segalanya, kan? Segala permasalahan yang tidak aku tahu, kau tahu semuanya kan?"Aku terus mendesaknya. Entah kenapa aku malah marah padanya. Melihat wajahnya yang begitu tenang, malah semakin menghancurkanku. Semua orang membohongiku. Pria ini juga sama. "Itulah kenapa kamu mendekatiku karena aku terlihat menyedihkan dan menyenangkan un

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 60. Kehancuran Di Matanya

    Kalimat itu masih terngiang-ngiang di kepalaku meskipun Bi Kasih sudah berhenti bicara. "Jadi hanya aku yang nggak tahu?"Tubuhku lemas. "Non Raline..." Bi Kasih duduk di bawah kakiku, menatapku khawatir ketika tatapanku tiba-tiba kosong. Jiwaku seolah berhasil dicabut keluar."Maafkan, Bibi. Harusnya Bibi ngasih tau Non Raline sejak lama. Maafkan Bibi."Bi Kasih menangis. Dia terkulailemas sambil memegang lututku. Air matanya membasahi kakiku. Aku tetap tidak bereaksi. Jadi yang aku lihat selama ini adalah kebohongan? Ciuman manis suamiku, pelukan hangat ibu mertuaku, rasa percaya, rasa aman, rasa ketika aku dianggap berharga, mungkinkah semuanya juga palsu? Bahkan setelah aku mendapatkan seorang saksi, sebagian dari hatiku masih menyangkalnya. Mungkin saja Bi Kasih salah melihat. Mungkin ada alasan lain di balik ini semuanya. Mungkin saja itu bukan Bima melainkan Romi. Mungkin saja... Mungkin saja... Mungkin... Aku yang terlalu bodoh. Aku terus mencari kemungkinan keci

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 59. Pengakuan Membawa Kebenaran

    Trang. Garpu yang Ibu pegang tiba-tiba jatuh ke lantai. Semua orang sontak menatap ke arahnya. "Ma, maaf. Ibu kayanya pusing banget. Ibu mau ke kamar aja.""Oh, ya? Ya udah, Ibu ke kamar aja. Lagipula makan malamnya bakal berakhir sebentar lagi."Aku memanggil seorang pelayan untuk membantu Ibu masuk ke kamarnya. Sekarang yang tersisa hanya kami berempat dengan ekspresi dan perasaan yang berbeda-beda. Makanan enak yang ada di atas meja sudah tidak terlihat menggugah selera lagi. Semua orang terdiam hanya karena satu kalimat dariku. "Kenapa nggak dijawab?" Aku menatap wajah mereka satu-satu.Gita menatap kosong piring di depannya, tapi tangannya mengepal kuat. Dia yang mungkin berpikir itu adalah baju biasa yang bisa dibeli di mana saja, pasti tidak menyangka akan ada hal semacam ini dari hanya karena sebuah gaun. Karena semua orang tak mau menjawab pertanyaanku yang sangat mudah itu, aku tak punya pilihan selain melempar bom lain. "Ah, dan Mas Bima, apa nggak ada yang mau kamu

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 58. Benang Yang Perlahan Terurai

    Dari mana aku harus mulai mengurai benang merah ini? Awalnya aku hanya terganggu dengan keberadaan Romi yang selalu menelepon Bima hampir setiap saat. Menjadikan alasan kehamilan istrinya yang bermasalah sebagai pembenaran atas tindakannya. Lalu ketika Matthias seakan mendorongku untuk mencari tahu sendiri apa yang membuatku tidak nyaman, sesuatu yang awalnya tak aku ketahui mulai terbuka. Gita Sekar. Seseorang yang tak sengaja aku temui lewat mertuaku yang diperkenalkan sebagai istri Romi. Menantu dari temannya. Namun justru pertemuan itu mendatangkan banyak sekali pertanyaan. Manakah kebenaran yang harus aku percayai tentang dirinya? Gita Sekar yang adalah karyawan perusahaan lalu mengundurkan diri karena hamil anak suami orang. Atau Gita Sekar istri Romi yang sudah menikah selama dua tahun dan baru pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Apapun kebenarannya, Gita Sekar yang aku lihat sekarang adalah seseorang yang entah mengapa memakai gaun milikku. Berfoto di r

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 57. Tamu Yang Diundang

    Meskipun edisinya terbatas, aku tahu gaun seperti itu tidak hanya ada satu di dunia ini. Bisa saja Gita kebetulan membelinya juga. Namun, ada satu hal yang membuat gaun itu bisa disebut edisi terbatas, karena desainernya sendiri memperbolehkan kita menjahit tanda kepemilikan di setiap gaun yang kita beli. Dan tanda kepemilikan gaunku adalah jahitan bunga lily dengan inisial R yang terletak di bagian pinggang."Raline?" Suara Ibu menyadarkan lamunanku. "Kamu kenapa sayang?"Aku mengangkat wajahku. Tatapan suami istri itu bertemu denganku. Gita tersenyum ramah seperti biasa dan pria di sampingnya, Romi, tak seperti yang aku bayangkan. Dia memiliki postur tubuh sedikit gempal dan tinggi. Ekspresinya canggung. Senyumannya bahkan terlihat ragu-ragu. "Hai, Raline. Kita bertemu lagi. Terima kasih karena sudah mengundang kami."Aku ingin memastikan gaun itu milikku atau bukan, jadi aku menghampiri Gita untuk mengajaknya cipika-cipiki. Sambil melirik ke arah pinggangnya dan seketika jantun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status