author-banner
Magnolia Lily
Author

Novels by Magnolia Lily

Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku

Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku

Terlibat cinta satu malam dengan bos suaminya sendiri membuat hidup Raline berubah total. Dia mulai memainkan peran sebagai asisten pribadi Matthias von Reinhardt di siang hari dan penghangat ranjangnya di malam hari. Raline ingin menyerah karena hatinya menanggung beban rasa bersalah. Namun ternyata, suaminya justru lebih brengsek dari yang dia kira.
Read
Chapter: Bab 7. Kick-off Meeting
Kick-off meeting di mulai tepat pukul sembilan. Semua orang sudah berkumpul sebelum Matthias datang. Dan tak lama kemudian, sang direktur datang diikuti asistennya dari belakang. Ia duduk di ujung meja, menatap dengan tenang wajah tegang semua orang. "Aku sudah memberi kalian waktu sebulan sebelum rapat ini dilaksanakan. Jadi jangan mengecewakanku." Ruangan semakin dingin di bawah tatapan Matthias. "Mari kita mulai." Semua orang membuka laptop. Bersiap dengan bagiannya masing-masing dan yang memulai duluan adalah Sebastian. "Bagaimana keberlangsungan projek per hari ini?" Sebastian berdiri. "Per hari ini progresnya sudah mencapai lima puluh dua persen." "Lima puluh delapan? Menyedihkan." Matthias hampir tertawa. "Pembangunan resort itu sudah hampir tiga tahun dan baru sampai sana?" Semua orang menunduk. Matthias memijit pelipisnya. "Kenapa bisa begitu?" "Itu karena sejak awal kami kesulitan melakukan pembebasan lahan. Baru tahun kemarin seluruh pemilik t
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bab 6. Asupan Gosip Pagi Hari
"Nggak. Emangnya kenapa?"Pertanyaan itu memicu rasa penasaran karena di rumah Bima terlihat baik-baik saja. Sebelum menjawan, ada keraguan dari ekspresi Laras. "Jadi... Tadi aku habis dari ruangan Pak Bima, suasananya nggak enak banget."Semua orang tiba-tiba berkumpul di meja Laras. Asupan pagi ini adalah menggosipkan Pak Bima di depan istrinya."Menurutku sih ya, mungkin karena ada juniornya tiba-tiba keluar. Kalian tahu kan sekarang ini lagi sibuk banget urusan resort," sahut Abigail. "Junior yang mana?" tanya Bastian"Siapa yah... Kalau gak salah namanya Gita Sekar.""Serius? Gita Sekar anak rantau itu?" Laras berseru heboh. Abigail mengangguk. "Sumpah! Kenapa keluar? Aku tuh sering papasan sama dia di lobby. Kelihatan betah banget kerja di sini."Bukannya langsung menjawab, Abigail malah tengok kanan kiri dahulu dan berbisik sambil mencondongkan tubuhnya ke depan. "Denger-denger sih... Hamil duluan.""Haaaa?"Semua orang kecuali Bastian menutup mulutnya dengan tangan. Ral
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 5. Perang Dingin
"Kita sudah sepakat tidak membahas hal ini lagi, Tuan Reinhardt," ujar Raline tajam. "Kapan? Kita tidak pernah menyepakati apapun." Sang direktur menyeringai, menikmati wajah marah asistennya.Tak mau menanggapinya lebih jauh, Raline segera berdiri, mengambil tas dan semua berkas yang hendak ia bawa. "Tuan... Sudah waktunya kita pergi."'Ah, ini menyenangkan.' pikir Matthias.Asistennya yang setiap hari terlihat seperti robot itu akhirnya menunjukkan ekspresi lain. Menarik. Ia pun ikut bangun. Merapikan pakaiannya lalu mengikuti sang asisten dari belakang. Tapi, saat pintu lift hendak terbuka, Matthias menarik Raline dan menyudutkan tubuhnya ke tembok. "Apa yang anda lakukan?!"Kepala Matthias tertunduk. Dengan suara rendah ia berkata. "Raline... Kedepannya kita akan bersama sepanjang hari. Melakukan perjalanan bisnis dan menginap berhari-hari. Kau akan lebih sering melihat wajahku daripada suamimu.""Apa yang mau anda katakan?!" seru Raline kesal dan panik. Pria itu semakin deka
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 4. Pertengkaran Setelah Malam Itu
"Sayang... Ayo sarapan dulu."Suara Bima terdengar dari luar kamar. "Iya, tunggu sebentar."Dan Raline sudah siap dengan outfitnya hari ini. Atasan warna maroon tanpa lengan, celana putih tulang, dan kitten heels. Perfect. Wanita itu turun dengan perasaan lebih ringan setelah kemarin menangis sejadi-jadinya. Dan ia pun memutuskan untuk lanjut bekerja, menghadapi situasi tak mengenakan antara dirinya dan Matthias. "Aku udah bilang, jangan bikinin aku sarapan. Istirahat aja."Bima tersenyum, memberi ciuman selamat pagi pada istrinya yang cantik dan harum. "Nggak apa-apa. Aku bisa kok. Ibu masih tidur, jadi kita sarapan berdua yah."Raline menyantap sarapannya sambil sibuk membaca email yang Sebastian—sekretaris Matthias, kirimkan berisi jadwal pria itu seminggu kedepan."Mau aku anterin?" tawar Bima.Tanpa menoleh, Raline menjawab. "Nggak perlu. Kamu tidur lagi aja. Aku mau naik taksi."Percakapan sederhana dengan suasana damai bersama pasangan. Sebagai seorang yatim piatu dari pant
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 3. Bagaimana Aku Menebusnya?
Pagi menyingsing lebih cepat. Malam panas terasa seperti mimpi, tapi jejak yang ditinggalkan keduanya sudah cukup menjelaskan semuanya. Matthias terbangun dengan keadaan bugar. Hal pertama yang dia lakukan adalah menghubungi Julius, tapi karena tak kunjung mendapat jawaban dia akhirnya menghubungi Jose. Namun, pria itu pun tak kunjung mengangkat panggilannya.Dengan kesal, Matthias membanting ponselnya ke atas selimut. Tatapannya kemudian teralih pada punggung Raline yang tak tertutupi apapun. Untung saja dirinya cukup sadar diri untuk tidak meninggalkan bekas apapun. Lama dalam keheningan, Raline bergerak tak nyaman lalu terbangun. Ingatan tadi malam terasa segar di kepalanya bagaikan sambaran petir. Tidak peduli pada kondisi pinggangnya, Raline langsung bangun. Matthias menatap tenang. "Mau minum?" tawarnya.Raline memegang selimut yang menutupi tubuhnya erat dan mengangguk kecil. Pria itu pun turun dari kasur dalam keadaan telanjang. Tak memperdulikan Raline yang malu dan s
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 2. Terjerat Dosa
"Sialan!"Matthias melempar gelas miliknya ke lantai. Bunyi pecahan kaca memekakkan telinga dan sisa wine berceceran di mana-mana.Sementara itu, otak Raline mengirimkan sinyal bahaya. Dia langsung mundur menjauh dari sang direktur yang mulai kehilangan akalnya. "Tuan... Saya harus pulang."Raline buru-buru mengambil barang-barangnya. Dia bukan orang bodoh. Tahu dengan pasti apa yang telah ia minum. Sebelum obat itu semakin meracuni pikirannya, Raline memilih kabur.Namun, saat ia hendak pergi, Matthias mencekal tangannya. Sungguh kesalahan yang fatal karena sekarang, rasa panas itu bahkan menjalar hingga ujung jarinya."Lepaskan saya!" Raline panik berusaha menyentak genggamannya. "Tidak boleh! Kau tidak boleh pergi sendiri. Hubungi suamimu, suruh dia menjemputmu."Membiarkan wanita yang tengah diliputi nafsu pulang sendirian sama saja menjerumuskan pada malapetaka. Meski kepalanya pusing, Matthias masih bisa berpikir rasional. Namun, berkali-kali dihubungi, Bima tak kunjung meng
Last Updated: 2026-08-04
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status