Share

Mulai Perhatian

🏵️🏵️🏵️

Kejadian malam itu masih tidak dapat Revan percaya. Minuman memabukkan yang ia tenggak telah membuatnya tidak sadarkan diri hingga melakukan hubungan yang sebelumnya tidak pernah ia inginkan sama sekali. Bagi Revan, semua itu terjadi karena unsur ketidaksengajaan.

Revan masih sangat ingat kenapa dirinya harus berada di bar malam itu. Ia tidak terima kalau Lani—sang mantan kekasih, benar-benar telah jatuh dalam pelukan laki-laki lain hingga mengandung. Dirinya merasa tidak memiliki harapan lagi untuk memperjuangkan wanita tersebut.

Kini, Revan hanya ingin mencoba untuk melupakan wanita yang dulu selalu mengisi hari-harinya. Cinta mereka tidak dapat bersatu karena takdir tidak mempertemukannya dalam ikatan sakral. Kini, Lani sudah hidup bahagia bersama laki-laki pilihannya.

Bayangan Lani kembali memasuki pikiran Revan saat mereka masih berstatus sebagai sepasang kekasih. Hubungan kala itu masih sangat harmonis dan penuh dengan kebahagiaan, juga keromantisan. Dua insan yang sedang dimabuk asmara merasakan kesenangan yang sangat luar biasa.

“Kamu janji nggak akan pernah ninggalin aku, ya, Sayang,” pinta Revan saat itu kepada Lani.

“Iya, Sayang. Bagiku, kamu calon suami terbaik yang harus aku pertahankan.” Jawaban Lani membuat Revan sangat bahagia.

“Aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku.” Revan mendaratkan ciuman di dahi Lani. 

Akan tetapi, hubungan mereka kala itu sama sekali tidak diketahui oleh keluarga Revan karena saat itu, dia sudah resmi bertunangan dengan Ratu, wanita yang tidak ia cintai.

Harapan Revan tidak sesuai dengan kenyataan karena kebenaran yang ia hadapi saat ini bahwa dirinya telah resmi menjadi suami dari wanita yang tidak pernah ia harapkan. Hubungan masa lalu bersama perempuan yang sangat Revan cintai, hanya akan menjadi kenangan yang akan ia lupakan dari bayangan dan pikiran.

“Maaf, Mas … aku boleh minta waktunya sebentar?” tanya Ratu mengagetkan Revan dari lamunannya tentang Lani.

Revan sedang asyik menikmati waktu santainya di kursi taman belakang rumah. Ia terkejut karena tiba-tiba mendengar suara wanita yang telah mendampingi hidupnya saat ini. Ratu dengan wajah menunduk sekarang berdiri di depan suaminya.

“Mau ngapain?” tanya Revan dengan nada datar.

Semenjak kejadian malam itu, Revan tidak mengerti kenapa dirinya tidak mampu lagi bersikap kasar kepada Ratu. Ia sangat bingung dengan hati dan perasaannya untuk menghadapi Ratu.

“Aku boleh duduk, Mas?” Ratu kembali bertanya.

“Duduk aja.”

“Terima kasih.” Ratu akhirnya duduk kursi yang ada di depan Revan.

“Mau ngomong apa?” tanya Revan kepada wanita itu.

“Ini, Mas … aku ada tugas dari kampus. Dalam tugas tersebut terdiri dari tiga orang. Intinya berkelompok gitu ….” Ratu menjeda kalimatnya.

“Terus?” tanya Revan masih dengan suara datar.

“Selama dua malam, aku nggak tidur di rumah, tapi nginap di rumah Cinta.”

“Gitu aja.” Jawaban Revan sangat santai.

“Iya, Mas. Kamu ngizinin?”

“Pergi aja. Nggak masalah.”

“Terima kasih, Mas.” Ratu sangat bahagia mendapat izin dari suaminya. Ia merasakan adanya perubahan pada diri Revan akhir-akhir ini. Ratu sangat bahagia.

🏵️🏵️🏵️

Dua bulan berlalu setelah kejadian malam itu, di mana Revan telah memadu kasih bersama pendamping hidup yang tidak ia cintai. Seperti biasa setiap pagi, Ratu kembali melakukan tugas sebagai istri untuk menyiapkan sarapan suami yang ia hormati.

Sebenarnya beberapa hari ini, Ratu merasakan keanehan pada tubuhnya. Ia sering merasa lemas, mudah lelah, dan kadang mual sesekali. Ratu berpikir kalau gejala itu karena masuk angin, sebab dirinya terlalu sibuk mengerjakan tugas kuliah yang makin menumpuk hingga larut malam.

Uek!

Ratu tiba-tiba mual setelah menyantap sarapan yang baru masuk dua sendok. Ia sungguh tidak mengerti rasa itu tiba-tiba datang lagi saat sedang berada di meja makan. Dirinya tidak ingin mengganggu Revan yang sedang menikmati sarapan.

“Kamu kenapa?” tanya Revan lalu menghentikan sarapannya.

“Aku nggak tahu, Mas. Maafin aku karena mengganggu sarapan kamu. Aku ke belakang aja, kamu lanjutin sarapannya.” Ratu segera beranjak meninggalkan Revan di meja makan.

Revan sangat heran melihat apa yang terjadi terhadap Ratu. Walaupun ia tidak mencintai wanita itu, tetapi dirinya tetap memperhatikan perubahannya. Revan merasa bahwa akhir-akhir ini, Ratu terlihat lemah dan pucat.

Revan tetap tidak tega membiarkan Ratu yang masih mual. Tanpa pikir panjang, Revan segera menghampiri Ratu karena ingin tahu apa yang terjadi terhadap wanita itu. Tidak mengerti apa yang merasuki dirinya, dengan sadar membawakan air hangat untuk sang istri.

“Masih mual banget?” Ratu terkejut mendengar suara Revan.

“Iya, Mas.”

“Minum air hangat dulu, nih.” Revan menyodorkan gelas berisi air hangat kepada Ratu.

“Terima kasih, Mas.” Ratu menerima gelas tersebut lalu meminumnya.

“Duduk dulu, ya. Kamu pucat banget, tuh.” Revan memapah sang istri kembali ke ruang makan.

Ratu sangat bahagia melihat perubahan yang ia lihat terhadap suaminya. Ia terharu menyaksikan keajaiban yang terjadi pada hubungan mereka. Ratu ingin mengatakan pada dunia bahwa saat ini, dirinya wanita paling beruntung.

“Gimana perasaan kamu setelah minum air hangat?” tanya Revan setelah mereka kembali duduk.

“Agak mendingan, Mas,” jawab Ratu dengan senyuman.

“Syukur, deh.”

“Terima kasih, ya, Mas.”

“Untuk apa?”

“Karena kamu peduli padaku.”

“Jangan baper dulu, itu hanya sebagai rasa kemanusiaan.” Revan berusaha meyakinkan Ratu atas apa yang ia lakukan.

“Nggak apa-apa, Mas. Aku tetap bahagia.”

“Ya, udah. Aku berangkat ke kantor dulu. Kalau ada apa-apa, langsung telpon, ya.”

“Iya, Mas.” Ratu meraih tangan Revan. “Aku boleh cium tangan kamu?” tanya Ratu penuh harap. Ia melihat anggukan suaminya.

Kebahagiaan Ratu saat ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ini kedua kalinya ia berhasil mencium punggung tangan Revan setelah akad nikah beberapa bulan yang lalu. Baginya, ini merupakan suatu keajaiban yang sangat luar biasa.

“Terima kasih, Mas,” ucap Ratu setelah mencium punggung tangan Revan.

“Aku berangkat, ya.” Revan melangkah lalu meninggalkan Ratu yang masih duduk di ruang makan.

===========

Nova Irene Saputra

Apakah hati Revan telah terbuka untuk Ratu?

| Like

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status