ANMELDENAmanda, seorang ibu tunggal anak satu, tampak seperti ibu biasa pada umumnya. Mengantar-jemput anak sekolah, pergi ke warung, hingga bekerja dari rumah. Tak ada yang tahu kalau dahulu, Amanda merupakan pemimpin organisasi gelap pemerintah, Red Eyes, yang bertugas memberantas para pejabat kriminal dalam bayang-bayang. Amanda kira, dia bisa hidup tenang setelah resign. Namun, seseorang rupanya telah mencarinya sejak lama untuk memberikan pelajaran bagi Amanda yang telah berani mengusik kehidupan gelap para pejabat. Mereka sampai menyeret Clara, putri semata wayang Amanda, ke dalam masalah tersebut. Demi keselamatan anaknya, Amanda harus memutuskan satu dari dua pilihan. Antara menyerahkan kasus ini ke pihak berwajib, atau kembali menghadapi masa lalunya untuk menyelesaikan semuanya sendiri.
Mehr anzeigen“Sampai jumpa, Mama!” Clara berseru dari di depan kereta, melambai-lambaikan tangan pada Amanda. Di sebelah kanan-kirinya, Lukas dan Miria ikut melambai serta mengucapkan selamat tinggal. Mereka semua membawa koper besar dan tas ransel. Sementara Amanda berada beberapa meter dari mereka, menyaksikan mereka masuk ke kereta tanpa dirinya. “Jaga dirimu, Clara! Kita akan bertemu lagi nanti,” balas Amanda dengan senyum terlebarnya. Amanda tidak berhenti melambai sampai Clara dan orang tuanya menghilang dari pandangannya. Hari ini mereka memang berpisah, tapi itu sama sekali tidak meninggalkan kesedihan dalam hatinya. Karena dia tahu, perpisahan sementara ini adalah jalan terbaik agar hidup Clara tetap terjamin aman. Malam sebelumnya, Amanda sudah membulatkan tekad setelah berdiskusi dengan Lukas dan Miria. Demi keselamatan Clara, mereka akan mengungsikan Clara ke kota sebelah Ibu Kota. Lukas dan Miria akan menemaninya tinggal di apartemen dengan sistem keamanan yang ketat, sehingga
“Sampai jumpa, Mama!” Clara berseru dari di depan kereta, melambai-lambaikan tangan pada Amanda.Di sebelah kanan-kirinya, Lukas dan Miria ikut melambai serta mengucapkan selamat tinggal. Mereka semua membawa koper besar dan tas ransel. Sementara Amanda berada beberapa meter dari mereka, menyaksikan mereka masuk ke kereta tanpa dirinya.“Jaga dirimu, Clara! Kita akan bertemu lagi nanti,” balas Amanda dengan senyum terlebarnya. Amanda tidak berhenti melambai sampai Clara dan orang tuanya menghilang dari pandangannya. Hari ini mereka memang berpisah, tapi itu sama sekali tidak meninggalkan kesedihan dalam hatinya. Karena dia tahu, perpisahan sementara ini adalah jalan terbaik agar hidup Clara tetap terjamin aman.Malam sebelumnya, Amanda sudah membulatkan tekad setelah berdiskusi dengan Lukas dan Miria. Demi keselamatan Clara, mereka akan mengungsikan Clara ke kota sebelah Ibu Kota. Lukas dan Miria akan menemaninya tinggal di apartemen dengan sistem keamanan yang ketat, sehingga ti
Bukan Amanda namanya kalau hanya pasrah dan menyerahkan diri. Dia berontak hingga lepas dari tanah pria tadi. Berbagai pukulan dia arahkan ke titik-titik lemah si pria, membuat lawannya terhuyung dan menunduk dalam. Kalau saja lawannya hanya tidak lebih dari dua orang, Amanda sudah meringkus mereka dari tadi. Dilihat dari sisi mana pun, , tidak akan bisa menang melawan lima orang sekaligus. Setiap dia membuat mereka terpukul mundur selangkah, mereka akan maju dua langkah. “Mama!” jerit Clara ketika tangan Amanda tertangkap dan tubuhnya dijatuhkan ke lantai. Meski begitu, Clara tidak gegabah langsung menghampiri ibunya. Dia tetap berdiri di balik dinding toilet dengan mata melebar. Amanda menggigit bibir, tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang tertelungkup di lantai tertekan oleh lutut salah satu penyerangnya. Belum ada sebulan sejak Clara diculik, trauma dalam diri Clara pastilah belum pulih sepenuhnya. Amanda seketika merasa bersalah pada Clara yang harus mengalami penganca
“Dasar pengganggu!” bentak salah satu pria yang membanting tubuh Viktor ke lantai, “padahal tinggal sebentar lagi, kami bisa dapat bayaran.” Viktor dengan cepat bangkit, memegangi tulang rusuknya yang terasa sedikit nyeri. Dia terkekeh, “Ya ampun, tukang pukulnya Julias semelarat itu, ya? Tak bisa cari uang sendiri?” “Keparat!” Satu pukulan melayang ke arah Viktor, tapi dia dengan mudah menghindar. Meski begitu, bukan berarti yang seterusnya akan mudah. Lumayan sulit baginya menghindari serangan dari empat orang sekaligus. Amanda yang paham kondisi Viktor tidak memungkinkan untuk menang, ragu-ragu ingin membantunya atau Clara. “Ma ... Mama ....” panggil Clara dengan suara terpatah. “Jangan bicara dulu, Nak! Atur napasmu dulu, mama di sini,” ucap Amanda. Mata Clara bergerak ke samping, melihat Viktor yang sedang bergelut dengan empat orang. Clara perlahan mengangkat tangannya yang masih gemetar, menunjuk Viktor. Dia berkata lirih, “Mama ... bantu saja ... paman Viktor. Di
Tiana yang hendak menarik pelatuk pun bergeming, menoleh pada Irene. Wanita itu tahu. Dia tahu siapa Clara, bukan sekadar anak yang asal diculik. Dia tahu soal Red One.Dengan seluruh informasi yang Irene punya, dia kemungkinan bukan hanya seorang manajer di Kupu Malam. Melainkan kaki tangan langs
Sudah lima menit Tiana mondar-mandir di lorong depan kamarnya. Dia baru saja meminta izin pada seorang wanita yang entah harus dia panggil apa, yang bertugas memanggil para Kupu Malam yang dipesan, kalau dirinya ingin ke kamar mandi.Sejujurnya, dia beralasan seperti itu agar memiliki waktu untuk
“Cek, cek. Kiara, bagaimana situasi di sana?” Suara Viktor terdengar di alat komunikasi yang terpasang di telinga Kiara. Namun, tidak ada jawaban yang keluar. “... Kiara? Halo, apa kamu sudah—” “Berisik!” tukas Kiara dengan ketus, “aku baru saja menyembunyikan dia di kamar! Jangan ngomong t
‘Michelle katanya?’ batin Tiana dengan mata melebar, tidak percaya bahwa nama samaran Clara menjadi yang pertama. ‘Sialan,’ umpatnya dalam hati.Irene telah selesai menyebutkan enam nama untuk malam ini, kemudian beralih ke lembar berikutnya, membacakan enam nama selanjutnya, “Untuk besok malam, a


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rezensionen