Share

1638

Penulis: Evanscapenovel
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-11 22:39:04

Xiao Tian mengangkat tubuh tua itu tinggi-tinggi seolah sedang mengangkat bangkai hewan buruan yang tidak berharga. Kaki Tetua Suci menggantung di udara, menendang-nendang ruang kosong dengan putus asa, sementara sisa-sisa kesadarannya mulai memudar akibat tekanan pada jalur energi utamanya.

“Lepaskan aku! Lepaskan aku, bajingan!” Tetua Suci berteriak dengan suara serak. Kata-katanya terdengar putus-putus, terhambat oleh kerusakan fisik pada tenggorokannya.

Wajahnya memerah padam karena salur
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kultivator Inti Semesta   1639

    Mata proyeksi Kaisar itu terbuka, menatap Xiao Tian dengan sorot mata yang mengandung keagungan dan penghinaan. Tatapan itu seberat gunung, mencoba memaksa siapa pun yang melihatnya untuk berlutut di bawah kakinya. “Lancang! Seekor semut dari wilayah terpencil berani menyentuh jiwa bawahanku? Kamu benar-benar tidak tahu seberapa tinggi langit dan seberapa tebal bumi!” Suara Kaisar Istana Laut Barat menggelegar, bukan melalui gelombang suara, melainkan langsung menghantam mental setiap orang yang ada di sana. Gema suaranya membawa otoritas yang tidak terbantahkan. Tuo Xun dan Tetua Bayangan yang berada di kejauhan merasakan dada mereka sesak, seolah jantung mereka dicengkeram oleh tangan tak terlihat. Mereka harus mengerahkan seluruh Energi Ilahi untuk menjaga kesadaran mereka agar tidak runtuh di bawah intimidasi mental yang mengerikan itu. Kaisar itu menatap Xiao Tian dengan jijik, seolah sedang melihat kotoran yang menempel di sepatunya. Keangkuhan tersebut terpancar dari setiap

  • Kultivator Inti Semesta   1638

    Xiao Tian mengangkat tubuh tua itu tinggi-tinggi seolah sedang mengangkat bangkai hewan buruan yang tidak berharga. Kaki Tetua Suci menggantung di udara, menendang-nendang ruang kosong dengan putus asa, sementara sisa-sisa kesadarannya mulai memudar akibat tekanan pada jalur energi utamanya. “Lepaskan aku! Lepaskan aku, bajingan!” Tetua Suci berteriak dengan suara serak. Kata-katanya terdengar putus-putus, terhambat oleh kerusakan fisik pada tenggorokannya. Wajahnya memerah padam karena saluran pernapasannya terhimpit, dan aliran Energi Ilahi di tubuhnya telah dikunci total oleh dominasi aura Xiao Tian yang menyusup masuk melalui titik nadi di lehernya. Penetrasi energi tersebut bertindak seperti rantai yang membelenggu setiap pusat kekuatan di dalam tubuh sang tetua. Ia berusaha memukul lengan Xiao Tian dengan sisa tenaga yang ia miliki. Namun, lengan Xiao Tian sekeras artefak dewa, tidak bergeming sedikit pun meski dipukul bertubi-tubi. Setiap pukulan balik dari Tetua Suci justr

  • Kultivator Inti Semesta   1637

    Lalu mata Tetua Bayangan Klan Situ melirik ke arah lain. Ia mengalihkan fokusnya ke titik di mana ledakan-ledakan Energi Ilahi yang lebih besar sedang terjadi secara sporadis. Dimana pertarungan Xiao Tian bersama Tetua Suci Istana Laut Barat sedang berlangsung. “Sial, bahkan dengan ranahku, aku tidak bisa menyaksikan gerakan mereka. Kecepatan dan teknik pergerakan ruang mereka berada di level yang tidak bisa lagi ditangkap oleh indraku secara jernih. Xiao Tian ini benar-benar terlalu biadab, dia bisa meningkatkan ranahnya empat peringkat di ranah Penguasa Dewa. Dan dia masih bisa bertarung dengan peringkat sembilan. Bakat seperti itu belum pernah muncul, bahkan dalam catatan era kuno sekalipun belum pernah ada!” Gumam Tetua Bayangan yang berusaha melihat pertarungan Xiao Tian dengan Tetua Suci Istana Laut Barat. Bahkan teknik observasi khususnya tetap tidak berguna. Dia tidak bisa menangkap pergerakan mereka, hanya bisa melihat jejak distorsi yang tertinggal. BOOM!! Sebuah ledakk

  • Kultivator Inti Semesta   1636

    Pedang mereka bukan hanya tidak mampu menghancurkan telapak tangan, tetapi api pedang itu langsung hancur berkeping-keping. Sisa-sisa Energi Ilahi dari pedang itu terserap oleh telapak tangan tersebut, memperkuat serangan yang ditujukan pada mereka. “Kalian pikir karena kalian berasal dari salah satu Istana penguasa, kalian bisa menjadi liar di sini. Aku tidak akan membiarkan itu!” teriak Tuo Xun yang sudah mulai serius. “Mustahil, bagaimana mungkin ranah mu menjadi setinggi ini?” tanya salah satu Tetua Istana Laut Barat. Suaranya gemetar menahan tekanan atmosfer yang tiba-tiba menjadi sangat berat, seolah-olah gravitasi di sekitar mereka telah berlipat ganda dalam sekejap. Tekanan itu tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menindas kesadaran ilahi mereka, membuat aliran energi di dalam meridian tersendat. “Kalian tidak perlu tahu, karena kalian sudah datang, kalian tidak perlu kembali!” balas Tuo Xun. Kata-katanya mengandung vonis mati yang dingin, bergema di tengah kehampaan ko

  • Kultivator Inti Semesta   1635

    Salah satu tetua peringkat tujuh mencoba menggertak, namun otoritasnya sama sekali tidak berwibawa di hadapan lawan yang ia hadapi. Suaranya tenggelam oleh deru energi yang mulai memuncak. Sebelum orang itu berhasil menyelesaikan kata-katanya. Xiao Tian sudah muncul di depan Tetua Suci. Kecepatannya melampaui batas pandangan mata, meninggalkan jejak petir yang masih membekas di jalur yang ia lalui. Bayangan tubuhnya belum hilang di titik awal, tapi tinjunya sudah sampai di tujuan. Begitu juga dengan Tuo Xun. Dia sudah berada di hadapan enam tetua lainnya dengan tatapan buas, seolah mangsa sedang berdiri tepat di mulut serigala. “Senior, aku serahkan mereka kepadamu. Aku akan bersenang-senang terlebih dahulu,” ucap Xiao Tian. Kalimat itu diakhiri dengan pergeseran ruang yang sangat cepat saat ia mengunci target utamanya. Selesai bicara, pukulan Xiao Tian sudah mendarat di dada Tetua Suci. Tinju yang dibalut api petir itu membelah pertahanan pasif sang tetua. Energi destruktif be

  • Kultivator Inti Semesta   1634

    Melihat mereka, wajah Tetua Bayangan sedikit pucat. Perbedaan kekuatan yang sangat mencolok membuatnya harus menahan diri dan bersikap sangat hati-hati. Dia bertanya dengan nada sopan, menekan egonya demi keselamatan tuan muda di sampingnya. “Tuan, aku tidak pernah menyinggung Istana Laut Barat, kenapa tuan-tuan menghentikan kami?” Setelah melihat mereka, Tetua Bayangan dapat mengenali identitas mereka dari lencana yang tergantung di pinggang mereka. Lencana perak berbentuk trisula yang memiliki ukiran simbolis yang sangat dikenal di seluruh penjuru semesta. Ketujuh orang itu adalah petinggi Istana Laut Barat, tokoh agung yang bisa menentukan nasib berbagai alam di Alam Semesta Lautan Kosmik bagian Barat. Tetua Suci mendengus dingin. Suara dengusan itu membawa gelombang tekanan yang membuat udara di sekitar Situ Yu bergetar. “Kamu bertanya kenapa aku menghentikanmu? Bodoh! Seluruh makhluk di Alam Semesta Lautan Kosmik sudah mengetahui semuanya, bahwa Istana Laut Barat bermusuhan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status