Short
L'Alpha ayant choisi ma demi-sœur, j'ai changé de compagnon

L'Alpha ayant choisi ma demi-sœur, j'ai changé de compagnon

Por:  Alyssa JCompletado
Idioma: French
goodnovel4goodnovel
28Capítulos
7.8Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Une semaine avant notre cérémonie de marquage, j'ai annoncé à Ethan Dubois que je voulais rompre, lors de la fête de son ami. Tout le monde a ri. Tous savaient que, depuis six ans, mon but dans la vie était de devenir sa Luna marquée. Alors qu'il ne restait plus qu'une semaine avant la cérémonie, comment pouvais-je vouloir rompre ? Même Ethan a trouvé que je déraisonnais. « Simplement parce que je dois accompagner Sélène chez le guérisseur pour son suivi le jour de notre cérémonie, tu fais une crise pour rompre ? » « Nous sommes adultes. Peux-tu te comporter de façon plus mature ? Tu pourrais simplement reporter la cérémonie. Pourquoi insistes-tu absolument pour ce jour précis ? Je n'ai pas de temps à perdre avec tes caprices jaloux. » J'ai silencieusement hoché la tête. Oui, quelque chose devait changer. Mais ce n'était pas la date de la cérémonie. C'était lui. J'allais plutôt accepter le marquage de quelqu'un d'autre.

Ver más

Capítulo 1

Chapitre 1

Mey datang ke gym bukan karena pengen langsing atau ngejar goals badan ideal. Bukan juga karena dia suka olahraga. Jauh dari itu. Gym cuma pelariannya, tempat buat narik nafas sebentar, jauh dari rumah yang makin lama, makin asing. Tempat dimana dia bisa pura-pura sibuk sambil dengerin musik keras-keras dan ga di tanya suami. "Kamu kenapa sih?"

Pagi itu Mey datang lebih awal dari biasanya. Langit masih kelabu, udara masih dingin. Rambutnya setengah kering habis mandi, dan dia pakai tanktop abu-abu yang mulai pudar warnanya. Legging hitam favorit, sepatu training yangvudah agak belel. Nggak niat tampil. Nggak mikir akan ketemu siapapun.

Tapi begitu masuk, matanya langsung berpapasan dengan seseorang. Bukan orang yang asing banget. tapi juga bukan wajah yang biasa dia lihat di gym ini.

"Pagi, Kak. Mau latihan apa hari ini? "

Suara cowok. Dalam, tapi santai. Nggak sok akrab, tapi cukup bikin kepala Mey refleks menoleh.

Tinggi, pakai kacamata bening, bahu lebar. Kaos hitam pas badan yang melekuk seluruh otot di tubuhnya, celana training gelap, dan ada name tag tergantung di dada kanannya bertuliskan Rafael.

Mey cuma melirik, lalu jawab sekenanya. "Nggak tahu, liat mood. Bisa aja langsung pulang kalau males. "

Rafael ketawa. Nggak keras tapi tulus. Kaya beneran ketawa karena lucu, bukan karena basa-basi.

"Aku Rafael, pelatih pengganti selama dua bulan ke depan. Kalau butuh bantuan untuk latihan, tinggal bilang aja. "

Mey cuma angguk. Nggak sopan? Mungkin. Tapi hari itu energinya nggak cukup buat basa-basi.

"Nah liat dari histori kamu, program latihannya cukup konsisten, lho. Lumayan rajin. "

"Karena itu pelarian. " ceplos Mey, tanpa mikir.

Rafael menoleh. " Apa? "

" Nggak. Maksudnya, kerjaanku fleksibel, jadi bisa atur waktu. " kata Mey buru-buru.

Dia nggak nanya lebih lanjut. Cuma senyum tipis dan angguk.

Latihan mereka di mulai. Push up, plank, shoulder press, semua gerakan di jalani tanpa banyak bicara. Tapi Rafael kayak tahu kapan harus bantu. Kapan diam. Kapan kasih handuk kecil, waktu keringat mulai netes dari dagu.

"Tiap kamu angkat beban, kayak ada yang pengen kamu tahan. Tapi bukan soal beban latihan. " katanya tiba-tiba.

Mata Mey membulat. Lalu ia menggeleng pelan. "Nggak. Tapi iya. "

Lagi-lagi Rafael nggak nanya apa-apa. Nggak coba korek cerita. Tapi dari cara dia lihat Mey, ada rasa ngerti. Dan entah kenapa, itu cukup bikin bahu Mey sedikit turun. Agak lebih ringan.

---

Setelah latihan, Mey duduk lama di ruang ganti. Nafas sudah stabil, tapi hatinya belum. Ponsel di tangan vibrate pelan. Pesan masuk dari suaminya.

"Jangan lupa bayar listrik. Bulan ini udah dibayar belum? "

Nggak ada kata "selamat pagi." Nggak ada "lagi apa?". Nggak ada "kamu capek?".

Cuma satu kalimat. Dingin dan fungsional.

Mey tatap layar ponsel itu lama. Terus, tanpa balas, dia mematikan layar dan memasukan ponsel ke tas. Dia nggak marah. Nggak nangis juga. Tapi itu justru yang bikin aneh, karena biasanya hal kaya gini, bisa bikin hatinya remuk. Tapi hari ini...dia cuma diam.

Keluar dari gym, langkah kakinya beda. Lebih pelan, tapi juga lebih ringan. Nggak muter lagu, nggak buka medsos. Jalan aja, ngelewatin trotoar yang basah sisa hujan semalam.

Mey tahu, luka di hatinya nggak akan sembuh dalam semalam. Tapi pagi itu, ada yang berubah. Bukan banyak, tapi cukup buat bikin dia sadar.

Dia ga sepenuhnya sendiri.

Mungkin Rafael cuma pelatih pengganti. Mungkin dia cuma peka karena trained to be so. Tapi caranya nggak menghakimi, nggak sok tahu, dan nggak mencoba jadi hero.. justru bikin Mey bisa tarik nafas sedikit lebih panjang.

Dan itu, untuk hari seperti ini, sudah lebih dari cukup.

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.


Sin comentarios
28 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status