Share

Chapter 17

Author: Dewa Amour
last update publish date: 2026-03-15 07:58:35

Malam kian larut di Westalis, namun Bungalow Fortman justru benderang oleh cahaya lampu kristal yang memantul pada gelas-gelas anggur yang terus terisi.

Di ruang tengah, atmosfer dipenuhi oleh aroma kemenangan yang prematur. Gelak tawa Jolie dan Jesica yang melengking pecah, menggema hingga ke lorong-lorong rumah yang sunyi.

Celina, yang baru saja melangkah gontai menuju kamarnya, terhenti. Langkahnya tertahan oleh pemandangan di ruang tengah.

Di sana, Nyonya Fortman duduk dengan keanggunan s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 31

    Langit di atas Westalis menggantung rendah, kelabu dan mengancam, seolah-olah awan-awan itu menyimpan rahasia gelap yang siap ditumpahkan. Awal Februari membawa angin menggigil yang menusuk tulang, namun di kedalaman pelataran parkir kediaman Fortman, kesibukan liburan akhir pekan mulai memuncak.Edward berdiri tegak di samping Mercedes hitamnya, telinganya menempel pada ponsel mahal sementara matanya yang dingin mengawasi Dave. Dave, sang penguasa Eropa yang sedang menyamar, dalam balutan jaket kerja yang tipis, tampak sibuk mengangkat kotak-kotak pendingin dan joran pancing karbon ke dalam bagasi. Gerakannya efisien, namun punggungnya yang sedikit membungkuk memberikan kesan seorang pelayan yang patuh dan tak berdaya.Tak lama kemudian, Arthur muncul bersama Jesica. Arthur menenteng dua tas besar berisi peralatan teknis—umpan buatan, sensor sonar, dan pisau-pisau filét profesional."Heh, Pelayan! Taruh ini di paling atas. Jangan sampai tertumpuk barang Edward," teriak Arthur tanp

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 30

    Februari menyapa Westalis dengan udara yang lebih segar, namun di dalam ruang makan kediaman Fortman, udara terasa berat oleh aroma kesombongan yang menyengat.Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca besar, memantul pada setelan jas Edward dan Arthur yang tampak licin tanpa cela. Gelak tawa Jesica dan Jolie memecah keheningan, nada suara mereka melengking riang saat membahas rencana pesta malam Valentine di atas kapal pesiar mewah milik Group Miracle."Lihat ini!" Jolie memamerkan layar ponselnya dengan mata berbinar. "Sudah sepuluh ribu orang menyukai fotoku saat aku mengunggah kartu undangan eksklusif dari Alen Parker. Semua teman sosialita ku langsung menelepon semalam, aku sampai tidak bisa tidur karena melayani rasa iri mereka!"Jesica tertawa puas, menyesap kopi mahalnya dengan anggun. "Tentu saja mereka iri. Menjadi tamu terhormat Alen Parker adalah simbol status tertinggi di kota ini. Benar kan, Sayang?"Arthur tersenyum lebar, mengangguk pada istrinya. "Bisnisku meledak,

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 29

    Malam di Westalis semakin larut, menyisakan kesunyian yang mencekam setelah kepergian Luca Cassano. Di kamar kecilnya yang terletak di sudut terpencil kediaman Fortman, Dave baru saja meletakkan ponsel rahasianya ke dalam laci meja kayu yang sudah usang. Laporan tentang pelarian Carlos Stanza dan munculnya nama Pabio Castaro terus berputar di kepalanya seperti pusaran badai. Ia harus bergerak cepat, sebelum bayang-bayang masa lalu itu menyentuh gerbang rumah ini.Baru saja ia hendak merebahkan tubuhnya di atas dipan sempit, pintu kamar didorong dengan kasar dari luar. BRAAK!Dave terlonjak berdiri, jantungnya berdegup kencang. Ia mengira musuh telah tiba, namun sosok yang muncul di ambang pintu justru menghancurkan pertahanannya lebih telak daripada peluru manapun. Celina berdiri di sana, napasnya memburu, matanya sembab dengan sisa air mata yang masih mengalir di pipinya yang pucat. Ia menyeret sebuah koper besar dengan tangan gemetar."Celina? Apa yang terjadi?" Dave segera mengh

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 28

    Malam telah menyelimuti New San Alexandria dengan kegelapan yang elegan, namun di kediaman Fortman, lampu-lampu kristal benderang seolah menantang pekatnya langit. Suasana begitu formal; udara terasa berat oleh aroma parfum mahal dan ambisi yang meluap-luap. Di pelataran, sebuah sedan mewah berwarna hitam legam berhenti dengan presisi.Luca Cassano melangkah keluar dari kabin mobil yang sejuk. Ia merapikan setelan jas custom-made miliknya, memastikan setiap lipatan tampak sempurna. Di belakangnya, dua orang pengawal bertubuh tegap menjaga jarak aman, sementara Liliana, sekretaris pribadinya yang cerdas dan anggun, berjalan dengan langkah ritmis sambil mendekap tas kulit berisi dokumen-dokumen berharga.Keluarga Fortman telah berbaris di teras bagaikan prajurit yang menunggu inspeksi jenderal. Theresia berdiri paling depan dengan senyum paling manis yang pernah ia buat seumur hidupnya. Di belakangnya, Celina tampak bagaikan mawar yang layu. Matanya yang indah sedikit sembap, pikiran

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 27

    Semburat cahaya jingga yang meredup di ufuk barat New San Alexandria menembus jendela-jendela besar kediaman Fortman, menciptakan bayangan panjang yang seolah-olah merangkak di sepanjang lorong. Suasana rumah terasa lebih tegang dari biasanya. Desas-desus tentang kedatangan Luca Cassano, sekretaris utama dari Group Miracle sekaligus orang kepercayaan Alex Parker, telah menyebar ke seluruh penjuru rumah seperti api di atas jerami kering.Celina Fortman melangkah dengan terburu-buru menuju sayap kiri bangunan, tempat kamar suaminya, Dave, berada. Jantungnya berdegup kencang. Ia tidak ingin Dave mendengar berita ini dari mulut orang lain dan mulai membangun asumsi yang menyakitkan. Celina tahu betapa rendah diri suaminya itu, dan kedatangan utusan dari pria sekuat Alex Parker pasti akan mengguncang harga diri Dave yang sudah rapuh.Di depan pintu kamar, Celina berhenti sejenak untuk mengatur napasnya yang memburu. Tanpa mengetuk, ia mendorong pintu jati itu dengan sedikit kasar."Dave,

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 26

    Lembap, dingin, dan berbau logam berkarat. Di kedalaman sel tahanan khusus bawah tanah Kejaksaan Westalis, waktu seolah berhenti berputar. Carlos, sang predator yang kini terkurung, duduk bersila di sudut ruangan sempit. Di dinding beton yang dingin, ia mengukir sebuah tanggal dengan kepingan koin perak yang tajam: 14 Februari. Tanggal itu bukan sekadar angka, melainkan sebuah janji kematian yang belum tertunaikan.Langkah sepatu bot beradu dengan lantai granit lorong yang sunyi. Eric, seorang petugas kejaksaan yang seharusnya menjaga keadilan, berdiri di depan jeruji besi. Cahaya lampu yang berkedip memberikan aura suram pada wajahnya."Mata-mata dari Westalis Timur sudah memberikan konfirmasi," ucap Eric rendah. "Tentang putra Alex Parker yang menyamar."Gerakan tangan Carlos terhenti seketika. Ia bangkit dengan kecepatan yang mengerikan, menerjang jeruji besi dan menyambar kerah seragam Eric hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Matanya yang brutal menyala oleh api ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status