Share

Chapter 86

Author: Dewa Amour
last update publish date: 2026-05-07 12:02:41

Ruang tamu utama Kediaman Fortman yang biasanya dianggap sebagai puncak kemewahan di distrik elit Westalis, pagi ini mendadak terasa sempit dan pengap.

Lima orang pria paruh baya dengan stelan jas seharga mobil mewah duduk di sofa beludru, mata mereka yang tajam memindai sekeliling dengan tatapan merendahkan.

Bagi para investor AMVERA yang terbiasa dengan aula marmer di Milan atau kastel di Swiss, interior rumah ini tampak seperti kotak mainan yang sumpek.

Keheningan yang mencekam pecah saat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 87

    Langit San Alexandria sore itu tampak seperti kanvas yang terbakar, semburat oranye dan merah darah menghiasi ufuk barat. Helikopter AgustaWestland milik Dave Alen Parker terbang rendah, membelah angin dengan deru mesin yang ritmis. Dari ketinggian, gedung kantor gubernur lama tampak seperti raksasa beton yang sedang tertidur di tengah hamparan ilalang yang mulai mengering.Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana. Di sekeliling gedung, puluhan tentara elit VEGA berdiri dalam formasi perimeter yang rapat. Mereka bukan sekadar penjaga; mereka adalah tembok hidup dengan senjata terkokang, mata yang tajam di balik kacamata taktis, dan kesiapan untuk melenyapkan ancaman apa pun yang berani mendekat dalam radius satu kilometer.Dave berdiri di ambang pintu helikopter yang terbuka, membiarkan angin kencang mempermainkan rambut hitamnya. Satu pekan telah berlalu sejak Carlos Stanza tewas di depan pusara orang tuanya. Satu pekan, dan pintu baja itu masih membisu, menolak setiap kombinasi

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 86

    Ruang tamu utama Kediaman Fortman yang biasanya dianggap sebagai puncak kemewahan di distrik elit Westalis, pagi ini mendadak terasa sempit dan pengap. Lima orang pria paruh baya dengan stelan jas seharga mobil mewah duduk di sofa beludru, mata mereka yang tajam memindai sekeliling dengan tatapan merendahkan. Bagi para investor AMVERA yang terbiasa dengan aula marmer di Milan atau kastel di Swiss, interior rumah ini tampak seperti kotak mainan yang sumpek.Keheningan yang mencekam pecah saat Dave Alen Parker melangkah masuk. Luca Cassano berjalan selangkah di belakangnya dengan tas kerja kulit buaya yang eksklusif. Di belakang mereka, Edward dan Arthur mencoba mengekor, memasang senyum paling ramah yang mereka miliki, berharap mendapat lirikan dari para "Dewa Uang" Eropa tersebut."Selamat pagi, Tuan Muda Alen Parker."Seketika, kelima investor itu bangkit berdiri serempak. Mereka membungkukkan badan dengan hormat yang amat dalam—sebuah pemandangan yang membuat rahang Edward nyaris

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 85

    Sinar matahari pagi di Westalis menyelinap masuk melalui celah gorden sutra Kediaman Fortman, menyinari debu-debu yang menari di udara yang kini sarat dengan aroma kemewahan. Di dapur yang luas, kesibukan telah mencapai puncaknya sejak fajar menyingsing. Aroma roti tortilla dengan lelehan mentega yang gurih menyeruak, bersaing dengan aroma smoky dari daging steak wagyu yang sedang dipanggang sempurna di atas grill.Theresia keluar dari kamarnya dengan langkah anggun namun terburu-buru. Wajahnya yang terpoles make-up tipis tidak bisa menyembunyikan gurat kecemasan. Semalam, tanpa peringatan, jet pribadi bertanda klan Parker mendarat di Westalis. Dave—atau sekarang lebih dikenal sebagai Tuan Muda Alen Parker—kembali ke rumah ini. Kedatangannya yang mendadak membuat seisi rumah bak tersengat listrik; mereka kikuk, tak siap, dan merasa berdosa.Sambil menggendong Molly, anjing pudel putihnya, Theresia menghampiri Silvester. Matanya menyapu meja saji. "Silvester, bagaimana dengan spagh

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 84

    Pasukan bantuan klan Wilson tiba bagai badai yang menyapu daratan. Mobil-mobil baja menerjang barisan pertahanan anak buah Carlos, memuntahkan peluru yang membuat area gedung gubernur lama berubah menjadi ladang pembantaian. Melihat pasukannya berjatuhan satu per satu, nyali Carlos Stanza ciut. Pria tua itu menyadari bahwa hari ini keberuntungan tidak sedang memihaknya.​Dave tersenyum sinis, moncong pistolnya sudah mengunci dahi Carlos. Namun, dalam keputusasaan yang liar, Carlos meluncurkan tendangan keras ke arah perut Dave yang masih terluka. "Shit!"Dave terhuyung sejenak, memberikan celah bagi Carlos untuk berbalik dan lari pontang-panting menuju area parkir.​"Kejar dia!" geram Dave sembari menahan nyeri di perutnya.​Marquez hendak menyusul, namun tiga orang anak buah Carlos yang tersisa menghadang dengan berondongan peluru, memaksa Marquez dan Luca untuk berlindung di balik reruntuhan beton. Sementara itu, aksi kejar-kejaran antara Dave dan Carlos berlangsung brutal. Carlo

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 82

    ​Langit di atas San Alexandria Barat tampak semu, tertutup oleh awan kelabu yang menggantung rendah. Helikopter AgustaWestland berkekuatan ganda membumbung tinggi, membelah angin pesisir dengan deru mesin yang memekakkan telinga. Di bawah sana, sebuah monumen bisu dari masa kejayaan yang telah runtuh berdiri dengan angkuh: gedung walikota lama. Bangunan usang itu kini bukan sekadar reruntuhan beton, melainkan sebuah brankas raksasa yang menyimpan warisan tak ternilai milik mendiang Alex Parker—50 juta Euro uang tunai dan 500 ton emas murni yang terkubur jauh di kedalaman fondasinya.​Dave Alen Parker berdiri tegak di pintu helikopter yang terbuka. Angin kencang menerpa wajahnya yang kaku, tangannya memegang teropong taktis, memantau setiap jengkal pergerakan di antara ilalang liar yang menyelimuti area gedung. Di samping pilot, Luca Cassano duduk dengan waspada, matanya tak lepas dari radar pemindai panas.​Begitu helikopter mendarat, Malik segera menghambur menyambut mereka, diiku

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 82

    Debu dan bau mesiu masih menggantung di udara ruang bawah tanah gedung gubernur lama. Malik dan Luca menyeret Carlos Stanza yang terhuyung-huyung menuju sebuah gerbang baja raksasa yang tertanam di dinding fondasi paling dalam. Pintu itu tampak tidak bisa ditembus oleh ledakan apa pun; sebuah mahakarya keamanan yang dirancang Alex Parker untuk melindungi warisannya."Cepat buka, Carlos! Jangan menguji kesabaranku lagi," desis Dave, matanya berkilat tajam di bawah cahaya lampu senter taktis.Carlos menyeringai, memperlihatkan gigi-giginya yang bernoda darah. Ia pura-pura menurut, jemarinya yang gemetar menyentuh panel digital di samping pintu baja tersebut. Di dalam kepalanya, ia tahu persis sandinya: 2512, tanggal kelahiran Dave Alen Parker. Namun, kelicikan adalah napasnya. Ia sengaja memasukkan angka-angka acak, membiarkan sistem mengeluarkan bunyi error berkali-kali."Sial, sistemnya mengunci karena usiaku yang terlalu tua atau memoriku yang memudar," dalih Carlos, matanya meliri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status