Share

MENUJU CHINA

Pukul 15.30 WIB

Awan terlihat keluar dari dalam salah satu kamar yang ada di sana. Dia baru saja terbangun dari tidur siangnya yang hanya memiliki durasi lebih sebentar dari pada biasanya. Laki-laki itu menggaruk belakang kepalanya ketika mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan dan tidak mendapati siapapun di sana. Awan mengembuskan napas kesal. Rumah ini seperti pemakaman, pikirnya.

Kedua kakinya kini melangkah maju ke arah dapur. Kerongkongannya terasa kering setelah 

bangun tidur. Beruntung, kulkas di dapur rumah ini terisi penuh dengan makanan. Saking penuhnya, Awan sampai sempat kebingungan harus memilih merk minum yang mana yang 

harus ia minum. 

“Akhh! Air mineral memang selalu jadi yang terbaik!” Puji Awan setelah dirinya selesai 

menenggak habis satu botol air mineral dingin.

Laki-laki itu terlihat tengah memamerkan 

senyum sumringah miliknya, ketika tiba-tiba ia mendeng
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status