Home / Pendekar / Lahirnya Legenda Ksatria Abadi / Bab 87. PENDEKAR WANITA

Share

Bab 87. PENDEKAR WANITA

Author: MN Rohmadi
last update Last Updated: 2025-12-07 22:05:45

Bab 87. PENDEKAR WANITA

Bugh…!

Hegh…!

Woshh…

Bukannya terdengar suara jeritan kematian yang disusul dengan terpotongnya tubuh Jaka Tole yang tertebas golok warok Buleng, akan tetapi kenyataan yang terjadi tidak seperti yang dipikirkan semua orang.

Nasib Warok Buleng sama seperti ketiga rekannya yang sudah terlebih dahulu ditendang hingga terbang jauh.

Kali Ini Warok Buleng juga mengalami nasib yang sama, hanya saja perbedaannya suara benturan kaki Jaka Tole di dadanya terdengar lebih keras.

Karena tenaga yang dikeluarkan lebih keras, tentu saja tubuh Warok Buleng terbang lebih tinggi dan lebih jauh daripada ketiga rekannya.

Sambil terbang, dari mulut warok Buleng menyemburkan darah segar, begitu kaki Jaka Tole mencium dadanya.

Seperti tidak pernah terjadi apa-apa, Jaka Tole melanjutkan perjalanannya menikmati keramaian kota pesisir jawa, hingga akhirnya matanya melihat kedai makan yang cukup ramai dengan pengunjungnya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 97. KOTA TEGAL DISERANG

    Bab 97. KOTA TEGAL DISERANG Kepergian Jaka Tole yang seperti orang menghilang tentu saja mengejutkan Raden Jayengrana dan para prajurit yang mengepungnya. Kecepatan ilmu meringankan tubuh Jaka Tole sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi, apalagi saat ini kemampuan Jaka Tole yang sejatinya sudah mencapai level Kesengsaraan. Level ini merupakan level tingkat tinggi yang sangat jarang ada pendekar yang menguasainya. Tentu saja Raden Jayengrana tidak mengetahui hal ini, karena Dimata semua orang, pemuda di depannya hanya baru di level prajurit atau level pondasi saja. Maklumlah, selama ini Jaka Tole memang menyembunyikan kemampuan energi Prananya. Dengan metode khusus warisan guru misteriusnya saat di jurang Malaikat. “Loh… kemana perginya pemuda itu?” Kata Raden Jayengrana sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, setelah hening sesaat dalam kebingungan semenjak menghilangnya sosok Jaka Tole. Seketika semua orang tampak bin

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 96. MEMBERITAHU KEDATANGAN BAJUL IRENG

    Bab 96. MEMBERITAHU KEDATANGAN BAJUL IRENG Baru juga Jaka Tole menginjak lantai marmer pendopo, terdengar suara penuh wibawa menegurnya. “Kisanak, siapakah anda? Ada keperluan apa, anda datang ke istana Wali kota?” Jaka Tole segera menghentikan langkahnya dan menatap sosok pria paruh baya yang pernah dilihatnya di alun-alun, memimpin eksekusi sepasang pembuat onar. Segera saja Jaka Tole menangkupkan kedua telapak tangannya di depan wajah sambil menundukkan kepala sebagai tanda hormat. “Maaf atas keberanian saya mendatangi istana Raden,” kata Jaka Tole setelah memberi hormat khas penghormatan tanah jawa dan tanah Nusantara. Raden Jayengrana atau Wali kota Tegal menatap sosok pemuda di depannya dengan tatapan tajam, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke pintu gerbang Pendopo. Seketika ekspresi wajahnya menjadi jelek, sebagai seseorang yang menguasai olah kanuragan, tentu saja Raden Jayengrana sangat tahu, apa yang terjadi dengan kedu

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 95. MENEMUI RADEN JAYENGRANA

    Bab 95. MENEMUI RADEN JAYENGRANA Mereka tidak menyerang saat siang hari, akan tetapi memilih menyerang saat matahari sudah tenggelam. Sebagai kelompok hitam yang suka membuat kekacauan, menyerang saat malam hari adalah sebuah pilihan yang sangat tepat. Sosok Jaka Tole segera menghilang dari dahan pohon tempat dia bersembunyi, setelah mendengar rencana penyerangan ke kota Tegal, malam nanti. Untuk menghilangkan jejaknya, Jaka Tole menggunakan Ajian lipat Bumi, dan dalam sekejap sudah berada di luar pintu gerbang kota. “Saya harus bertemu dengan sang Wali untuk melaporkan rencana Bajul Ireng ini,” gumam Jaka Tole yang segera memasuki kota Tegal yang sangat ramai dengan lalu lalang warga yang keluar masuk kota. Petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang kota terlihat bekerja dengan santai, karena sudah lama tidak ada perang maupun keributan besar yang membahayakan warga kota. Hanya saja kebetulan tadi malam telah terjadi kebakaran yang m

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 94. SANG KETUA

    Bab 94. SANG KETUA “Ada kabar apa? Apakah sabotase yang kalian lakukan berhasil?” “Maaf ketua, sebelumnya tugas yang kami jalankan telah berhasil membakar puluhan rumah warga kota Pesisir Tegal. Tapi...” perkataan pria itu terhenti, seakan sedang menimbang apakah laporan yang mereka laporkan tidak mendapatkan murka dari sang ketua. “Lanjutkan, bicaralah yang jelas, jangan sedikit-sedikit berhenti,” terdengar suara berat memerintahkan kedua orang yang baru saja masuk ke tenda besar itu. Di Dalam tenda besar itu seketika hening, setelah suara berat itu memberi perintah. Sementara, kedua orang yang baru masuk ke dalam tenda besar tampak saling pandang dengan tubuh dipenuhi keringat dingin. “Mohon maaf ketua, tadi malam telah terjadi sesuatu yang aneh. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras dan memadamkan api yang sedang membakar rumah warga.” “Hujan? Kalau mau berbohong jangan terlalu kontras, bukankah kamu lihat sendiri tanah di tempat i

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 93. ORANG MENCURIGAKAN

    Bab 93. ORANG MENCURIGAKAN Hujan yang turun dari langit bukanlah hujan gerimis, akan tetapi hujan yang sangat lebat, sehingga rumah-rumah warga yang terbakar dan dilalap api, perlahan tapi pasti mulai padam. Asap putih seketika menggantikan api yang berkobar, saat api yang sebelumnya menari liar di kayu yang ada di rumah-rumah warga mulai menghilang. Ekspresi lelah dari warga yang bahu membahu dan bergotong royong berusaha memadamkan api, kini telah berubah menjadi senyuman lega. Di saat semua orang tubuhnya basah kuyup terkena air hujan, terlihat keanehan pada tubuh Jaka Tole. Apanya yang aneh? Tentu saja yang aneh adalah tubuh dan pakaian yang dikenakannya sama sekali tidak basah kuyup. Siapa orangnya yang tidak merasa aneh jika melihat kejadian ini? Tubuh Jaka Tole tidak memakai payung apalagi mantel hujan. Untungnya Jaka Tole berada di kegelapan, lebih tepatnya di bawah pohon besar, sehingga kehadirannya tidak terlalu menarik perhatian wa

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 92. AJIAN UDAN DERES

    Bab 92. AJIAN UDAN DERES Semua orang tampak membisu, mendengarkan setiap perkataan sang Wali daerah pesisir Tegal ini. Nama sang Wali itu sendiri adalah Raden Jayengrana, yang merupakan seorang pendekar yang cukup tangguh dan menguasai ilmu pemerintahan dengan baik. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya eksekusi pun dilaksanakan. Ekspresi kedua jagoan kota tampak pasrah, apalagi mereka sudah menderita luka dalam yang cukup parah. Meskipun mereka tidak dieksekusi mati, kemungkinan mereka bisa hidup normal hanya tinggal empat puluh persen saja. Apalagi kejantanan mereka sudah di potong oleh Ningrum Anggraeni, saat berada di kedai makan. Sebagian penduduk kota pesisir ini, sangat mensyukuri kematian kedua jagoan kota yang sering membuat onar. Setelah acara eksekusi berakhir, penduduk yang sebelumnya menjadi saksi atas kematian kedua jagoan kota, sangat senang dan hidup mereka akan menjadi lebih tenang. Satu persatu mereka meningg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status