Le Refuge des Héritiers: l'Eau

Le Refuge des Héritiers: l'Eau

last updateLast Updated :
By:  Alexandra A. TouzetCompleted
Language: French
goodnovel4goodnovel
Not enough ratings
34Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Il est des choses qui nous échappent dans la vie, au moment même où l’on pense enfin pouvoir les saisir. C’est le cas de cet improbable bonheur que partagent Annabelle et Lucas, les héros de L’Air. Mais la mystérieuse forêt d’Utoh souffle une invisible influence sur les créatures qui parcourent ses terres, attirant ainsi les convoitises de l’étrange et glacial Victor. Avec L’Eau, Annabelle va découvrir à ses dépens qu’elle n’est pas aussi seule qu’elle le croyait et que certains dons se paient au prix du sang.

View More

Chapter 1

Prologue

Aku terbangun terengah-engah, tanganku mencengkeram dadaku.

"Milady?"

Colette bergegas menghampiriku, setumpuk pakaian terlipat di lengannya, kekhawatiran terukir di wajahnya.

"Aku baik-baik saja," gumamku, meskipun suaraku bergetar. "Hanya mimpi buruk."

"Mimpi buruk? Kamu basah kuyup, Nak."

Dia menarik selimut, memperlihatkan kakiku yang telanjang ke udara dingin ruangan. "Kamu harus berpakaian. Raja sedang menunggumu."

Perutku terasa mulas. Ayahanda hanya memanggilku untuk memarahiku karena pelanggaran yang telah kulakukan. Sepertinya aku selalu gagal memenuhi harapannya. Berbicara terlalu berani di istana, mengajukan pertanyaan yang seharusnya tidak kutanyakan, atau sekadar bersikap tidak menyenangkannya. Di matanya, aku tak pernah menjadi putri yang berbakti seperti yang dia inginkan.

‘Apa salahku sekarang?’ tanyaku dalam hati.

Air mandi terasa dingin di kulitku yang hangat. Aku tenggelam ke dalam bak mandi dengan penuh syukur, menikmati momen-momen kesendirian ini. Colette selalu menghargai kebutuhanku akan privasi, bentuk kasih sayangnya padaku yang setiap momennya selalu dia perhatikan. Ayahanda tak pernah menugaskan dayang-dayang untuk putri-putri lainnya, dengan alasan pelayan kamar sudah cukup. Aku menduga alasan sebenarnya lebih berkaitan dengan sifatku yang tak terkendali. Aku terlalu kasar, terlalu canggung untuk ditemani orang yang lebih beradab.

Tapi aku beruntung memiliki Colette. Bijaksana di balik ubannya, dia telah menjadi teman setiaku sejak kecil, ibu yang tak pernah kukenal. Ratu Gisela wafat ketika aku baru berusia beberapa bulan, disebabkan oleh demam yang tak dapat disembuhkan oleh tabib mana pun. Mereka mencoba segalanya: ramuan, salep, ritual, persembahan hewan kurban, doa-doa yang putus asa.

Tak ada yang berhasil.

Hanya itu yang kutahu tentang ibuku. Ayahanda jarang bercerita tentang ibuku, meskipun potretnya di ruang kerjanya menunjukkan bahwa kami memiliki rambut pirang dan mata yang sama. Ayahanda pernah berkata dia bisa melihat ibuku menatap melalui mataku.

Andai saja aku mengenalnya seperti seorang putri mengenal ibunya, bukan lewat cerita orang lain, melainkan lewat kenangan dan kasih sayang. Memikirkannya selalu membuatku merasa hampa, seolah ada bagian penting diriku yang hilang.

"Mimpi tentang apa?" tanya Colette sambil membantuku mengenakan gaun, jari-jarinya dengan cekatan membuka ikatan korsetku.

Perasaan dingin menjalar di tulang punggungku mengingat kenangan itu. Kali ini terasa begitu nyata, lebih nyata dari sebelumnya.

"Sama seperti biasanya—kekalahan Arles dari Imperium Romulan. Tapi kali ini..."

Aku terdiam, tanganku tanpa sadar menyentuh dadaku. "Kali ini, aku mati di tangannya."

"Oh, Nak," suara Colette penuh makna. "Kamu harus berhenti bermimpi sebelum mimpi-mimpi ini jadi kenyataan."

"Mimpi-mimpi itu takkan jadi kenyataan," kataku dengan keyakinan yang lebih besar daripada yang kurasakan. "Romulan tak akan berani menyerang Arles begitu aliansi dengan Kievan menguat. Dia mungkin kuat, tapi aku ragu dia bodoh."

Ironi itu tak luput dari perhatianku. Nasib seluruh kerajaan berada di pundakku.

Kurang dari setahun lagi, ketika aku berusia delapan belas tahun, aku akan menikahi orang asing demi menjamin kelangsungan hidup kami.

Pengaturan itu dibuat oleh orang tuaku dan keluarga kekaisaran Kievan, kerajaan dengan pasukan terkuat di Benua Utara. Aku belum pernah bertemu Pangeran Leroy, meskipun gosip istana berbisik bahwa dia tampan mempesona. Kuharap itu benar—demi aku. Membayangkan mengikatkan hidupku pada seseorang yang belum pernah kutemui membuatku takut.

Saat pertama kali mengetahui pertunangan itu, aku berpikir aku akan melarikan diri. Demi mengamankan masa depanku sendiri dan menjalani hidup di mana aku bisa menjadi lebih dari sekadar barang yang bisa ditukar demi keuntungan politik. Tapi aku terlalu muda untuk memahami begitulah cara dunia bekerja, entah itu keluarga kerajaan atau bukan. Itu sebelum aliansi mulai runtuh, sebelum bisik-bisik mencapai musuh-musuh kami.

Otto dari Romulan mewarisi hasrat ayahnya untuk menaklukkan. Raja gila itu telah mencoba mengklaim Benua Barat sebelum ia meninggal dalam wabah yang menghancurkan negeri itu. Kini Otto memerintah Romulan, dan nafsunya akan kekuasaan tak terbatas. Kerajaan seperti Arles—kecil, indah, dengan pasukan yang menyedihkan dibandingkan dengannya—pasti tampak seperti mangsa empuk. Aku tak ragu para prajurit kami akan mati dengan gagah berani demi tanah air, tapi tak perlu sampai seperti itu. Meskipun aku tak suka menikahi orang asing, kalau itu bisa menyelamatkan nyawa rakyat kami dan kerajaan kami tetap merdeka, aku tahu itu pilihan yang tepat.

Suara sepatuku bergema di lorong yang kosong. Suaranya memecah kesunyian yang memekakkan telinga dan bergema di pilar-pilar marmer dan dinding-dinding plesteran. Angin sepoi-sepoi menari-nari di antara tirai-tirai tembus pandang yang menggantung dari jendela-jendela setinggi lantai hingga langit-langit.

Aku bisa melihat halaman melalui tirai-tirai itu. Labirin rumit semak-semak yang dipangkas secara geometris menghiasi jalan setapak di sekitar air mancur besar. Di balik halaman terdapat area favoritku di istana, sebuah hutan pohon ek tua yang mempesona, tempat aku praktis bisa menghabiskan seharian tanpa gangguan. Istana ini tidak terlalu menyukai alam. Mereka tampaknya lebih menyukai halaman, tempat mereka berkumpul untuk bersosialisasi dan bergosip.

Di luar ruang kerja Ayahanda, penjaga pintu membuka pintu kayu yang berat. Engsel-engsel pintu itu berderit ketika terbuka ke ruangan kecil itu.

Aku tak bisa membayangkan kesalahan apa yang telah kulakukan kali ini. Akhir-akhir ini aku bersikap sebaik mungkin, dengan senyum kalem dan opini yang terpendam. Dan semua itu untuk menyenangkannya. Kalau aku anak yang lebih baik, Ayahanda mungkin akan belajar mencintaiku, meski hanya sedikit. Dulu kupikir dia sangat tidak menyukaiku, tetapi sekarang aku tahu dia hanya keras hati. Dia sangat percaya pada sahabat dan penasihat terdekatnya, tetapi tak pernah menunjukkan sedikit pun kehangatan, bahkan kepada pamanku, Viceroy Nivernais.

Aku menarik napas dalam-dalam dan melangkah masuk. Disambut aroma menyengat lilin yang menyala dan buku-buku bersampul kulit, aku menundukkan kepala saat berjalan. Aku tak berani menatap Ayahanda, karena takut akan tatapannya yang tajam. Namun ketika aku tak mendengar apa pun darinya selain gemerisik kertas, aku menggigit bibir dan mengangkat pandanganku.

Membungkuk di atas meja yang tertutup dokumen, Ayahanda mengamati apa yang tampak seperti surat. Sejumput rambut abu-abunya menjuntai tak pada tempatnya, menjuntai di dahinya. Dengan jubah merah yang mewah dan cincin emas besar menghiasi beberapa jarinya, dia memang tampak seperti seorang raja. Aku sadar dia pasti mengabaikanku. Tentu saja dia mendengarku masuk.

Dia tampak gelisah.

"Ayahanda?" ucapku serak.f

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.


No Comments
34 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status