FAZER LOGINDi area inti … angin panas berhembus pelan, namun cukup untuk membuat ujung jubah para kultivator berkibar tak beraturan. Udara terasa berat, seolah-olah setiap tarikan napas mengandung bara halus yang menggores paru-paru. Di hadapan mereka, tiga lapisan penghalang berdiri seperti tiga ujian yang memisahkan dunia luar dari misteri yang tersembunyi di dalam area inti.Dan kini, masalah yang dihadapi oleh semua orang di tempat itu, juga menjadi masalah yang harus dihadapi Fang Han—bagaimana cara memecah tiga lapisan penghalang tersebut dan masuk ke dalam area inti?Tidak ada jalan memutar. Tidak ada celah yang terlihat.Hanya ada penghalang yang harus dihancurkan. Lapisan pertama saja sudah sangat sulit untuk dipecahkan. Itu tidak hanya membutuhkan kerja sama, juga menguras Qi Sejati.Fang Han memandang dengan tenang, tetapi tatapannya tajam.Ia tidak hanya melihat api. Tapi merasakan struktur di baliknya.Energi roh yang menyelimuti kobaran itu bergerak dalam pola teratur—bukan kacau
Setelah menembus ke Ranah Yayasan Inti, Fang Han tidak langsung menghentikan kultivasinya melainkan masih terus duduk di tempat semula dan menstabilkan ranah kultivasi. Aura di sekeliling tubuhnya masih bergetar halus, Qi sejati di dalam dantiannya berputar dalam siklus yang lebih dalam dan lebih padat dibandingkan sebelumnya. Jika Fang Han menghentikan proses itu secara mendadak, fondasi yang baru saja terbentuk bisa menjadi tidak stabil.Fang Han menarik napas perlahan. Setiap helaannya terasa berbeda.Qi Sejati yang ia serap kini seperti memiliki saluran yang lebih luas, aliran meridian terasa lebih lancar dan kuat. Namun justru karena lonjakan itulah, ia tidak berani ceroboh.“Stabilkan dulu … jangan terburu-buru.” Fang Han berkata-kata di dalam.Ia terus memutar Qi, menghaluskan sisa-sisa gejolak energi yang masih bergema akibat penembusan ranah. Inti Yayasan di dalam dantiannya berdenyut lembut, memancarkan cahaya redup namun mantap.Proses itu tanpa disadari Fang Han telah m
Karena telah bersama Su Li Xiu kembali, Fang Han tidak langsung mengajak gadis itu ke area yang paling berbahaya, melainkan terlebih dahulu mempersiapkan segalanya dengan cermat. Fang Han memahami bahwa perjalanan mereka ke depan tidak akan mudah. Bahaya bisa muncul kapan saja, dan jika fondasinya sendiri belum benar-benar kokoh, maka bukan hanya dirinya yang akan terancam, tetapi juga Su Li Xiu.Fang Han menoleh sekilas ke arah gadis itu. Su Li Xiu berdiri tidak jauh darinya, pakaian birunya berkibar pelan tertiup angin lembah, wajahnya tampak tenang namun sorot matanya menyimpan kepercayaan penuh padanya. Justru karena kepercayaan itulah Fang Han semakin tidak ingin bertindak gegabah.“Li Xiu’er, Aku tidak akan masuk terlalu dalam dulu,” ujar Fang Han pelan.Su Li Xiu mengangkat alisnya sedikit. “Fang Han Gege, memiliki rencana lain?” tanyanya ringan, nada suaranya terdengar menggoda.Fang Han tersenyum tipis. “Iya, aku tidak ingin ceroboh.”Dia kemudian menambahkan dengan nada s
Namun, mesti Fang Han telah mengerahkan segenap kemampuan istimewanya itu. Guo Tiandu tetap unggul banyak. Niat pedang yang dikuasai Guo Tiandu walaupun belum mencapai ranah penyatuan manusia dan pedang. Namun, itu hanya satu level di bawah Fang Han. Guo Tiandu diuntungkan oleh kultivasinya yang tinggi. Lagipula, ia juga seorang praktisi yang sanggup bertarung melawan lintas ranah.Di medan es yang telah porak-poranda itu, perbedaan satu level tersebut meski terasa seperti jurang yang dalam. Namun, Guo Tiandu memiliki fondasi kultivasi yang lebih tinggi.Setiap kali pedang mereka beradu, Fang Han dapat merasakan tekanan berat yang bukan hanya berasal dari kekuatan fisik, melainkan dari kedalaman pemahaman. Niat pedang Guo Tiandu stabil, padat, dan bersih. Tidak liar, tidak berlebihan. Justru karena kestabilan itulah, ia menjadi menakutkan.Fang Han mengayunkan pedangnya dengan cepat. Aura hitam bergetar mengikuti gerakan bilah, memecah udara dan memadatkan tekanan di sekitarnya. S
Fang Han yang terdesak hebat akhirnya tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan potensi terbaik yang ia miliki. Di bawah tekanan serangan Guo Tiandu yang semakin menggila, ia memforsir kedalaman Qi Sejati miliknya dengan cara yang hampir tak masuk akal. Aliran energi di dalam tubuh Fang Han berputar cepat, menghantam dinding meridian satu demi satu, menimbulkan rasa nyeri yang tajam seperti jarum menusuk dari dalam. Namun Fang Han tidak peduli. Dalam situasi seperti ini, sedikit kelengahan saja sudah cukup untuk membuatnya terjungkal.Teknik Langkah Dewa Seribu Tapak pun ia kembangkan secara ekstrem.Setiap langkah yang diambil Fang Han hampir tidak lagi meninggalkan jejak. Tubuh Fang Han bergerak dengan kecepatan tinggi, berpindah posisi dalam jarak pendek dengan ritme yang tidak beraturan, seolah-olah ruang di sekitarnya terlipat dan dibuka kembali sesuai kehendaknya. Di mata orang luar, bayangan Fang Han tampak berlapis, sulit ditangkap dengan penglihatan biasa.Untuk terus
Fang Han tersenyum santai. Senyum itu tipis, nyaris tak terlihat, namun cukup untuk memperlihatkan bahwa ia sama sekali tidak tertekan oleh tudingan maupun sikap Guo Tiandu. Tatapan Fang Han tenang, jernih, seolah ia sedang berbincang ringan, bukan berdiri di hadapan dua orang yang jelas-jelas menghalangi jalannya.Dengan nada lugas dan tidak berbelit, Fang Han pun berbicara.“Sebagai seorang Kultivator,” ujar Fang Han dengan perlahan dan santai. “Harusnya Saudara Guo paham, bahwa kita tidak banyak berbicara dan langsung bekerja dengan tindakan.”Kalimat itu terdengar sederhana, namun sarat makna. Fang Han tidak meninggikan suara, tidak pula menunjukkan emosi berlebihan. Justru ketenangannya itulah yang membuat ucapannya terasa lebih tajam.“Karena yang terlalu banyak berbicara,” lanjut Fang Han tanpa ragu dan menyindir. “Hanyalah seorang pengecut. Tidak memiliki kemampuan, lalu sibuk memprovokasi sana dan sini.”Chu Yang yang berdiri di samping Guo Tiandu langsung menegang.Meski F







