LOGINDi usianya yang masih sangat muda dan berhasil mencapai puncak dunia bela diri di Alam Asal-nya. Fang Han pergi melintasi dimensi lain—Alam Tiga Puluh Delapan Provinsi Dao Surgawi. Ini dilakukan demi mencari keberadaan orang tua dan kekasihnya yang sudah terlebih dahulu pergi ke dimensi itu. Namun, bakat bela diri Fang Han yang menantang langit membuat keberadaan si Pemuda ditolak oleh hukum langit dan bumi. Keberadaannya mengundang petaka petir kesengsaraan surgawi yang bersifat memusnahkan. Fang Han tidak rela dan memilih untuk berjuang dan mengacungkan pedangnya ke langit. “Lalu kenapa?! Jika dunia ini menolakku, aku akan menebas dunia ini. Jika matahari membakarku, aku akan meledakkan matahari.” “Niat bela diriku kokoh. Dengan Pedang Petir Hitam di tangan kanan. Aku akan menebas apapun yang menghalangi.”
View MoreBeing a female Alpha meant that Emmaline Stone had to do extraordinary things to impress her parents, pack members and other nearby Alphas. It wasn’t an easy feat for her but with every passing day she convinced herself that she could to it and so the adage that said ‘what a man can do, a woman can do better’ became her personal motivation and fuel whenever she was faced with an impossible task.
But that wasn’t the only reason why she threw herself into work to impress her parents and everyone else, the other reason was the fact that she didn’t have a mate yet. Okay scrap that statement rather it was Emmaline hadn’t found her mate yet.
Ever since she turned eighteen which was the normal age where mates found themselves she had hoped and waited that one day her mate would come look for her like all of those Disney princes. Unfortunately for the past five years nothing of such had happened and poor Emmaline was left to bear the burden of not having a mate at twenty years of age.
So because of this reason, she did everything she could to make the talks about her circulate around town less, but none of it mattered – the people would continue to talk and she had since realized that the only thing that would make them stop gossiping about her was if she found her mate.
The sun shone brightly above the pack painting everything below in a golden hue and the birds chirped and danced in the air at the arrival of a new day. The sun had just risen and believe it or not but Emmaline was the only one awake well except for the guards on duty to see the beautiful sunrise.
It was around this time every day that she did her 3km run. She chugged some more water from her water bottle before discarding it on the kitchen counter and walking out through the backdoor to start her run.
Emmaline Stone had that kind of beauty that caught anyone off guard, if you walked past her you’d glance at her involuntarily then turn around to catch one more glimpse of her over your shoulder. She was blessed with grey eyes that told every emotion by just glancing at them along with what you would describe as a cute button nose. Her cheekbones were rather pronounced and gave her this unexplainable sophisticated look. Her long blonde hair flowed behind her back like peaceful waves of water equally soft and silky.
The girl had the kind of body other girls wished for and appropriate curves in the right places. Her daily run and extra training made sure that not a single fat was in the wrong place.
Her features weren’t the only thing attractive about her, as she was beautiful she was fiercely determined to do anything and everything she put her mind to. She was hard-working, brilliant, clever and very good in making crucial decisions that concerned her and the pack.
About an hour later she came back to the house that she had moved into when she turned twenty. She found it hard to live in the pack house because of the rumors that spread about her mate-less situation, her parents told her to ignore them and keep doing what she did but they didn’t understand how she felt because they had never been put in a position like hers.
She closed the backdoor of the kitchen and removed the earpods from her ear. A familiar scent wafted through her nostrils from the kitchen, it was the weirdly flowery scent of her Beta, her best friend from childhood Lincoln Park.
“Hey Emma,” Lincoln greeted facing the flat screen TV that was displaying some comedy show. Emma sighed and resisted the urge to knock his head instead she collected the bowl of popcorn in his hands and took the seat adjacent to his own.
“Why are you so here so early in the morning?” she asked picking among the popcorn to find the one that was covered in more caramel than the others. Lincoln rubbed his eyes and looked at Emma, it was only then she noticed his red eyes.
“Elaine said she wanted to do some spring cleaning around the house so she kicked me out after I begged her to let me stay and help.”
Elaine was Lincoln’s mate who he had found few months after his eighteenth birthday. He surprised everyone when he introduced Elaine as his mate because everyone thought Emma and Lincoln were going to be mates judging by how close they had been since they were pups. Now Lincoln’s wife was six months pregnant and was expecting a healthy baby boy in three months’ time.
Emma chuckled after painting a vivid picture of small Elaine literally kicking Lincoln out of the house, for humor purposes she asked Lincoln, “Aren’t we in summer?”
Lincoln threw the small pillow beside him at Emma but she caught it without even looking at it. As expected Lincoln thought, there was no one he knew that could beat Emma’s face reflexes.
“I think it’s cute though, I should pay her a visit and buy those sour pickles she likes so much.”
Lincoln grimaced and picked up the remote to change the station of the TV, “Buy her anything else but that please or she’ll make me eat it with something just as weird to satisfy her cravings.”
Emma put popcorn into her mouth and shivered involuntarily as she thought of the time Elaine mixed chicken soup with mangoes, it was the most disturbing thing she had seen in her life. Emma passed Lincoln the bowl and stood to her feet after making a mental note to buy something for Elaine and visit her later in the day precisely in the evening when she wasn’t so active.
Before she went to her room to freshen up she asked Lincoln, “Today is the day we question that rogue right?” Noticing the change in Emma’s tone, he stood up and faced her, “Yes Alpha Emma.”
Begitu Fang Han memasuki kondisi meditasi, dunia di sekitarnya seketika lenyap.Tekanan spiritual yang semula terus menghantam lautan kesadarannya tiba-tiba berubah menjadi pusaran yang menelan seluruh kesadaran.Wussh!Dalam sekejap mata, Fang Han mendapati dirinya telah berdiri di sebuah dunia yang sama sekali asing.Di hadapan Fang Han menjulang sebuah gunung raksasa yang diselimuti kabut kelabu. Dari kaki hingga puncaknya, ribuan bahkan puluhan ribu pedang tertancap di tanah. Ada pedang yang masih utuh dan memancarkan cahaya dingin, ada pula yang telah berkarat, patah, bahkan hanya menyisakan gagangnya saja.“Tempat ini ...” gumam Fang Han dalam hati. Tatapannya perlahan menyapu seluruh gunung. “Kuburan Pedang.”Begitu pikiran itu muncul, hawa dingin langsung menjalari punggung Fang Han.Walaupun tempat ini dipenuhi pedang-pedang yang telah lama tertancap di tanah, aura yang dipancarkan setiap bilahnya masih sangat mengerikan. Niat pedang yang tajam berpadu dengan aura membunuh
Melihat Fang Han terus melesat tanpa sedikit pun memperlambat langkahnya, Song Yifeng segera menggertakkan gigi. Rasa malu akibat bentrokan sebelumnya berubah menjadi amarah yang membakar akal sehat Song Yifeng. “Jangan harap kau bisa kabur!” bentaknya sebelum segera mengejar.Boom!Song Yifeng mengerahkan energi spiritualnya hingga batas yang mampu ia kendalikan. Sosoknya melesat dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya dengan kecepatan tinggi.Namun, baru beberapa langkah ia melangkah, wajah Song Yifen kembali berubah.Tekanan pada setiap anak tangga terus meningkat secara bertahap. Setiap kali berpindah ke tangga berikutnya, ia masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tekanan baru yang menghantam tubuh.“Sial!” kutuk Song Yifeng dalam hati.Song Yifeng memaksa melangkah lebih cepat, tetapi tubuhnya tidak mampu mengikuti keinginannya. Semakin terburu-buru, semakin besar pula energi spiritual yang harus dikeluarkan untuk melawan tekanan Tangga Menembus Langit.S
Dalam beberapa tarikan napas berikutnya, Fang Han telah menyusul hingga mencapai anak tangga yang sama dengan Song Yifeng. Karena memilih mempercepat pendakiannya, fokus Fang Han kini lebih tertuju pada tekanan Tangga Menembus Langit daripada keadaan di sekelilingnya. Tanpa disadari, kewaspadaan Fang Han terhadap orang lain sedikit menurun.Akan tetapi, tepat ketika telapak kakinya menginjak anak tangga ke-285 ….Wussh!Sebuah telapak tangan berwarna keperakan tiba-tiba melesat dari samping dengan kecepatan luar biasa. Angin panas yang dibawa pukulan telapak itu langsung mengoyak udara, sementara di dalam serangan itu terselip jejak aura Hukum Logam yang tajam dan mendominasi.Serangan itu datang tanpa peringatan, keji, dan jelas ditujukan untuk membunuh.“Ha ha ha! Fang Han, orang sepertimu tidak pantas berdiri di anak tangga ini!” teriak Song Yifeng dengan senyum sinis.Tanpa sedikit pun menahan kekuatannya, Song Yifeng mendorong telapak tangannya semakin kuat.“Turunlah dengan p
Tiba-tiba cahaya emas yang menyilaukan muncul di tangga ke-300, kemudian ada sebentuk gumpalan awan terbang ke arah Mo Yang. Gumpalan awan itu pecah dan memperlihatkan sebuah pil yang dilapisi rune keemasan.“Tidak sia-sia aku bergegas naik dan menjadi yang pertama, di sini aku bahkan mendapatkan sebuah pil yang terlihat sangat istimewa.” Mo Yang tidak menunggu sedetikpun dan langsung mengambil pil itu sambil memperhatikannya dengan lebih teliti.Sementara para kultivator lain yang melihat Mo Yang mendapatkan keberuntungan seperti itu juga menjadi terkejut.Beberapa orang bahkan mulai memberikan penilaian lain terkait Tangga Menembus Langit. Mereka mulai berbicara dengan penuh semangat.“Tangga ini … tidak sesimpel yang kita pikirkan sebelumnya.”“Benar sekali. Mungkin saja di setiap perhentian 300, 600, dan 900 akan ada hadiah tertentu.”“Aku juga berpikir seperti itu. Kemungkinan besar di tingkat ke-600 dan 900 akan memberikan hadiah yang lebih baik dari tingkat 300.”“Ah, itu sudah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore