MasukDari bayangan kehinaan hingga puncak balas dendam, kisah Tian Zhi menantang nasib dengan tenaga bela diri yang ganas dan ilmu medis yang mematikan. Seorang murid rendah kasta yang dipermalukan, ia diretas oleh konspirasi hingga kehilangan semua, kemudian ditinggalkan sebagai sampah di antara klannya. Dikhianati oleh sahabat, hampir kehilangan nyawanya. Tian Zhi menemukan cahaya dalam bayang-bayang saat bertemu mahaguru terkenal. Setelah bertahun-tahun latihan, sang Master wafat, meninggalkan wasiat yang mengubah hidupnya: tujuh nama wanita yang disebut sebagai tunangan. Kini Tian Zhi bangkit dengan kekuatan yang membara, bertekad membalas setiap luka—mereka yang menertawakannya, mereka yang menginjaknya saat rapuh, mereka yang membuangnya tanpa belas kasihan. Ia tidak lagi sekadar bayangan murid rendah, melainkan seorang pematon balas dendam yang siap menuntaskan wasiat sang gurunya. Setiap langkahnya adalah ujian: kekuatan, kasih sayang, pengkhianatan, dan rahasia yang akan membentuk takdirnya. Apakah tujuh nama tunangan itu menyimpan kunci jalan keluar atau tirai rahasia yang akan mengguncangkan semuanya? Sebuah odise balas dendam, pengkhianatan, dan cinta yang menantang batas antara kegelapan dan cahaya.
Lihat lebih banyakLEFT AT THE ALTAR
The church doors were already open. The music had started. "Angela," the wedding coordinator whispered with a smile. "It's time." My fingers tightened around my bouquet. This was it. The day I had dreamed about since I was a little girl. The day I would become Mrs. Ethan Cole. I took a deep breath, forcing myself to ignore the butterflies dancing wildly in my stomach. "How do I look?" I asked my father. His eyes glistened as he smiled. "Like your mother on our wedding day." A lump formed in my throat. "If Mom were here..." "She'd be the proudest woman in the room." I nodded quickly before the tears could ruin my makeup. Not today. Today was supposed to be perfect. The music swelled. The guests stood. The massive wooden doors slowly opened. Hundreds of faces turned toward me. I smiled. One step. Then another. My heels clicked softly against the polished floor as my father walked beside me. I searched for only one face. Ethan's. But... He wasn't there. My smile faltered. Maybe he was standing behind the flowers. Maybe I just couldn't see him. We walked farther. Still no Ethan. The whispers began. "Where's the groom?" "Wasn't he supposed to be waiting?" I looked toward the altar again. Empty. Completely empty. The priest looked as confused as I felt. The musicians stopped playing. Silence spread through the church like a disease. "Dad..." My voice barely came out. "Where is he?" Before my father could answer, someone hurried toward us. It was Ethan's best man. His face was pale. His hands shook. "I'm... I'm sorry." The bouquet slipped from my fingers. "What happened?" He swallowed. "Ethan isn't coming." The words didn't make sense. "What?" "He left." "No." "He left an hour ago." "No!" I stepped backward so quickly I nearly fell. "You're lying." "I wish I was." "Call him!" "I have." "He'll answer me." With trembling fingers, I grabbed my phone and dialed Ethan's number. It rang once. Twice. Then... The number you are trying to reach is unavailable. Again. Unavailable. Again. Unavailable. No. No. No. This couldn't be happening. I dialed again. This time, a message appeared. You have been blocked. The phone nearly slipped from my hand. Blocked? On our wedding day? The church exploded into whispers. "Oh my God..." "He abandoned her." "What did she do?" "I heard she cheated." "No, I heard she's pregnant." The rumors spread faster than fire. Each sentence cut deeper than the last. "I didn't do anything," I whispered. No one heard me. Or maybe no one cared. My knees gave out. My father caught me before I hit the floor. Then my phone vibrated. For one desperate second, hope rushed through me. Ethan. With shaking hands, I opened the message. «Don't look for me. I never loved you. You were only a mistake I waited too long to fix.» Something inside me shattered. Not cracked. Shattered. Three years. Three birthdays. Three anniversaries. Thousands of promises. Reduced to three cruel sentences. I couldn't breathe. I couldn't think. I could only hear the laughter... The whispers... The pity... And the sound of my own heart breaking. I ripped off my veil and ran. I didn't stop when people called my name. I didn't stop when my father begged me to wait. I didn't stop until the rain swallowed me whole. By then, my mascara had mixed with my tears. My wedding dress dragged through puddles. Every step felt heavier than the last. I stood alone on the side of the road, staring at the wedding ring still on my finger. Slowly... I pulled it off. "I hate you," I whispered. A pair of headlights appeared through the rain. A sleek black Rolls-Royce stopped inches from me. The rear window rolled down. A deep, calm voice broke through the storm. "Miss..." I looked up. "...if I offered you a way to ruin the man who did this to you..." He paused. "...would you take it?"Bab 291. Teknik Jiwa Iblis.“KKKKRRRRRRAAAAAKKKK!!!”Ruang hitam tempat Tian Zhi berada tiba-tiba bergetar hebat.Retakan-retakan besar muncul di segala arah seperti kaca yang hendak pecah.Aura Taiji yang sebelumnya stabil kini berubah kacau.Tian Zhi langsung menegang.“Apa yang terjadi?!” serunya.Namun sebelum siapa pun menjawab—Ketujuh siluet beast legenda itu tiba-tiba memudar.Tubuh mereka berubah menjadi partikel cahaya yang terhisap kembali ke dalam kehampaan.Long menatap Tian Zhi untuk terakhir kalinya.Wajah naga putih emas itu terlihat serius.“Hati-hati...”“Seseorang telah menyentuh jiwa mereka.”Mata Tian Zhi langsung membelalak.Namun belum sempat ia bertanya—“WUUUSSHHHH!!!”Sebuah daya hisap besar langsung menarik kesadarannya dengan brutal.Pandangan Tian Zhi kembali gelap.Tubuhnya terasa seperti dilempar melintasi ruang tanpa batas.Dan detik berikutnya—“DUMM!”Kesadarannya kembali ke tubuhnya.Tian Zhi langsung membuka mata.Napasnya memburu.Namun begitu meli
Bab 290. Sepenggal kebenaran.Gelombang cahaya dari simbol mata raksasa terus berdenyut semakin kuat. Mu Lan dan yang lainnya masih melayang di udara dengan mata beast legenda yang menyala terang.Namun saat Tian Zhi ingin bergerak—“DUMMM!”Kesadarannya tiba-tiba bergetar hebat. Pandangan Tian Zhi mendadak menjadi gelap.Tubuhnya terasa ringan.Sangat ringan…seolah jiwanya sedang ditarik keluar dari raganya.“Ini...?!”Tian Zhi langsung tersentak. Namun sebelum ia sempat bereaksi kesadarannya benar-benar tercabut....Saat Tian Zhi kembali membuka mata Ia sudah berada di tempat yang sama sekali berbeda.Gelap.Segalanya hitam pekat tanpa ujung.Tidak ada tanah.Tidak ada langit.Tidak ada arah.Jiwa Tian Zhi melayang di ruang kosong yang terasa seperti kehampaan tanpa batas.“Tempat apa ini...?” gumamnya pelan.Namun belum sempat ia memahami situasi—“WUUUSSHHH!”Tujuh bola cahaya tiba-tiba muncul di sekelilingnya.Satu per satu bola cahaya itu membesar.Emas.Merah.Hijau tua.Per
Bab 289. Jiwa yang bersembunyi.Azura menatap Tian Zhi dengan sorot mata serius.“Bawa masuk sisanya.”Tian Zhi mengangguk pelan. Dengan satu gerakan tangan, ruang di sampingnya beriak. Tak lama kemudian Mu Lan, Yin Yue, Yang Guan, Shui Xian, dan Huo Yan muncul di dunia kecil tersebut dengan wajah sedikit terkejut.“Kita sudah masuk kembali ke dunia kecil Kakak Zhi?” gumam Yang Guan senang.Namun perhatian mereka segera tertuju pada Azura yang kini berdiri tegak dalam wujud naga hitamnya yang sangat besar.Aura purba yang keluar dari tubuh Azura membuat udara di dunia kecil itu terasa berat. Jelas bagi Mu Lan, Yin Yue, Shui Xian dan Yang Guan jika ada yang berbeda dari Azura yang selama ini mereka kenal.Azura membuka mulutnya perlahan sambil menatap Tian Zhi.“Aku akan membagikan pengetahuan yang selama ini tersegel di kepalaku.”“Perhatikan baik-baik dan pelajari dengan seksama, bocah.”Mata Tian Zhi langsung menyipit.Detik berikutnya, cahaya hitam keemasan keluar dari dahi Azura
Bab 288. Segel Pewaris.Di dalam gua yang sunyi itu, hanya suara api unggun yang terdengar pelan memecah kesunyian malam.Tian Zhi duduk bersila dalam sikap lotus di dekat dinding batu, tampak aura qi emas samar berputar perlahan di sekeliling tubuhnya.Matanya terpejam rapat. Pikirannya terus mencerna seluruh kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir.Tentang Sima Ren.Tentang tujuh klan dan tujuh wanita.Tentang ramalan kuno.Dan tentang dirinya sendiri… Sang Anak Naga.Perlahan Tian Zhi membuka matanya. Tatapannya langsung tertuju pada ketujuh wanita yang kini tertidur berjajar tidak jauh darinya.Mu Lan.Yin Yue.Yang Guan.Shui Xian.Jin XinFei LinDan Huo Yan.Mereka semua terlihat tertidur lelap dengan wajah yang dipenuhi kelelahan.Pertarungan, tekanan mental serta cacing pengendali yang selama ini menekan kesadaran mereka jelas membuat kondisi tubuh dan jiwa mereka terkuras habis.Tian Zhi terdiam cukup lama menatap mereka.Namun bukan itu yang membuat pikirannya terganggu.
Bab 04. Syarat.Satu tahun berlalu….Traaang…traaang…traaang.Master Fan tersenyum lebar sambil menatap seorang pemuda berambut hitam dan bertelanjang dada yang kini sedang menambang kristal hitam di dalam gua.Tampak pemuda berambut hitam panjang dengan tubuh berotot tanpa lemak itu sangat lihai
Bab 03. Potensi.Tian Zhi menelan pil emas yang diberikan Master Fan dengan tangan bergetar. Sesaat setelah pil itu turun ke tenggorokannya, panas menjalar liar dari perutnya, seperti api menyala yang merambat ke seluruh tubuh. Dadanya terasa sesak, otot-ototnya kaku tak karuan.“Jangan melawan...
Bab 02. Master.Tian Zhi membuka matanya perlahan, pandangannya yang kabur mulai berangsur jelas. Matanya terpaku pada deretan bambu merah yang menyangga dedaunan besar sebagai atap pelindung. Aroma obat tradisional bercampur bau darah menusuk hidungnya, membuatnya meringis. Ia mengangkat kepalany
Bab 01. Pengkhianatan.“Senior Tang, apa maksud semua ini?!” Tian Zhi meronta, berusaha melepaskan kuncian tangan dari rekan-rekan Tang Bohu. Matanya menatap tajam penuh kekesalan ke arah Tang Bohu. Namun, pemuda yang dipanggilnya itu hanya membalas dengan pandangan meremehkan, seolah tak peduli






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak