Lethal Games: Taming My Mafia Don Stepbrother

Lethal Games: Taming My Mafia Don Stepbrother

last updateTerakhir Diperbarui : 2022-09-13
Oleh:  DeewritesTamat
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
10
42 Peringkat. 42 Ulasan-ulasan
97Bab
42.1KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"And if they take me?" His eyes were burning embers of wrath. "Then I will burn the whole damn world to get you back." **** Bianca Fiori has never backed down from a fight. But she faces her toughest opponent yet in the image of her new stepbrother, the don of the entire Italian mafia, who is intent on stoking the fire between them and seems to trigger a burning desire for him in her. Andre DiMarco has never met a single person that pushed his buttons the way his new stepsister does. With a deadly enemy knocking on his door, the last thing he needs is a rebellious airhead to look after and the undeniable desire welling in his stomach at the sight or thought of her is not helping matters. It's not long before they give in to their lust and passion, playing a lethal game where they go at each other's throats in public but tangle in the sheets behind closed doors. With secrets, lies, betrayal and an impending mafia war, things are quickly becoming a bloodbath. When his enemies realize just how soft a spot he has for his new stepsister, they begin to come for her. And Bianca is about to find out just how far her stepbrother will go to protect what's his

Lihat lebih banyak

Bab 1

1: greek god

Istri Bayaran Sang Opa Menawan

Bab 1 : Malam Pertama

"Mau tidur di atas atau di bawah?"

"Hah, apa, Kek? Aku masih ting-ting loh, Kek, dijamin masih ting-ting, sama sekali belum berpengalaman. Please, jangan unboxing aku sekarang, nunggu udah lulus kuliah dan dapat gelar sarjana saja!" Aku menyimpuhkan kedua tangan di depan wajah dengan mata merem melek, biar doi prihatin.

Pria tua itu melotot dan mendaratkan jitakan di dahiku.

Aduh, kok dijitak?! KDRT nih kakek-kakek. Aku meringis sambil memegangi dahi yang sebenarnya tak sakit benaran, tapi tetap harus berpura-pura sakit biar terkesan drasmatis.

"Siapa juga yang mau unboxing kamu, gak minat saya sama bocah bau ingus kayak kamu! Sana tidur di bawah saja, saya tidur di kasur!" Dia melempar bantal dan selimut ke wajahku lalu menguasai ranjang pengantin dengan taburan kelopak mawar itu. Yeah, ciri khas ranjang pengantin kayak di tv.

Aku melongo sambil mengusap hidung, perasaan lagi gak flu deh, masa iya ada ingus? Dahi ini berkerut menatap pria berwajah kakek-kakek yang kini berstatus suamiku itu.

"Apa lihat-lihat?! Sana bentang selimut tidur di bawah!" omelnya lagi dengan wajah judes.

Duh, nih Kakek-kakek bener-bener gak ada akhlak. Untung udah tua dia, kalau masih muda, udah kuajak duel dia.

Nggak nyangka juga, Si Doi yang udah bau tanah ini kejam bin sadis, gila aja aku yang wanita malah diusir suruh tidur di lantai. Segala omelan, umpatan dan sumpah serapah hanya bisa kupendam dalam hati. 

Sabar, Loly, dari pada kamu diunboxing, mending pelukan ama lantai. Aku menghibur diri dan berusaha tetap jadi anak baik, eh ... istri baik maksudnya. Asem dah dengan segala macam istilahnya.

Dasar Kakek tua kejam, kusumpahi cepat jadi jenazah dia, biar aku bisa segera jadi janda kaya. Duh, otak makin error saja. Kupukul kepala sendiri yang terkadang suka rada konslet, kayaknya ini karena terlalu banyak makan lauk sambel deh. Hizz ... iya, gaes, aku ini miskin, buat lauk sehari-hari, aku nanam cabe buat lauk. Menyedihkan bukan? Tapi kini Loly udah jadi istri pria kaya, hmm ... walaupun Si Dia Yang Renta. Gak apa deh, yang penting gak miskin lagi. Aku udah capek hidup miskin dan selalu dihina orang-orang, baik tetangga atau juga teman di sekolah dulu.

Yeah, saatnya tidur dan berhenti bersungut. Akan kusambut hari esok dengan status baru, Loly istri orang kaya walaupun dia seorang kakek tua.

Alhasil, malam pertama kuhabiskan dengan tidur meleseh di lantai kamar pengantin, sedangkan dia--kakek tua yang telah sah menjadi suamiku itu malah enak-enakan tidur di kasur empuk. Heran juga, jadi kakek-kakek kok galak amat! Pelit banget berbagi ranjang denganku, walau nggak ngapa-ngapain juga.

***

"Hey, bangun kamu! Mau tidur sampai jam berapa kamu? Ini sudah pukul 09.00. Heran, perempuan kok hobynya tidur aja!" 

Samar-samar terdengar suara omelan di dekatku. Kira-kira siapa, ya? Perasaan aku ini tinggal sendiri aja di rumah reok peninggalan Ibu ini.

"Loly, mau bangun sekarang atau saya siram air satu gentong?!" Suara itu kembali terdengar, kubuka mata perlahan dan tampaklah dia yang menatapku dengan wajah jutek.

Astaga, wajahku langsung ditimpuk handuk sama nih kakek-kakek. Bener-bener galak dia, isshh! Dasar tua renta bau tanah, awas saja! Nanti kusmakdown langsung koit nih calon almarhum.

"Buruan mandi! Pukul 10.00 cucuku akan datang, kita akan ada acara sarapan pagi bersama!" ujarnya sambil duduk kembali di atas tempat tidur, dengan tablet di tangannya.

Dengan malas, aku meluruskan badan sejenak, ternyata gak ada bedanya juga kemarin ama hari ini, aku tetap aja tidurnya di lantai.

Aku memajukan bibir dan bangkit juga dari lantai, lalu melipat selimut dan meletakkan bantal di atasnya.

Kuedarkan pandangan ke sekitar, kamar milik orang kaya itu memang boros, masa kamar aja seluas ini, lalu di mana kamar mandinya? Aku celingukan.

"Kamar mandi ada di pojokan kanan, bawa pakaian ganti sekalian! Jangan sampai mata saya ternoda oleh pemandangan tak indah darimu itu!" ujarnya lagi dengan mata yang tetap fokus dengan benda pipih di tangannya itu.

Ishh ... kata-katanya makin pedas aja Si Kakek Tua berstatus suamiku ini. Sumpah, gaes, kalo gak mikir gak takut kualat, udah kujambak rambutnya yang sudah bisa dihitung pakai jari itu.

Dengan mendengus sebal, aku melangkah menuju bungkusan kresek yang isinya ada beberapa bajuku yang paling bagus dibandingkan baju buluk lainnya. Yeah, gini deh nasib orang miskin dan sebatang kara. Demi bisa meraih cita-cita, aku rela melamar jadi istri Si Kakek Galak ini. Hahhh, iya, gaes, aku yang melamar lowongan jadi istri Si Kakek sebab aku tergiur dengan gajinya yang lumayan buat bisa dijadikan ongkos kuliah. Gak apa deh jadi istri Si Tua Renta itu, yang penting aku bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

Yeah, bagiku yang hanya punya otak pas-pasan, hanya mimpi saja mau dapat beasiswa bisa kuliah gratis. Karena kesadaranku itu, maka mengisi lowongan jadi istri Si Pria Tua kaya raya inilah jalan yang kutempuh.

***

"Xeon, kenalkan ini Lolyta, Oma barumu--istri baru Opa. Panggil dia Oma Loly dan kamu harus sopan kepadanya! Ayo, salim sama dia!" Kakek Tua itu menunjuk aku di sampingnya, padahal Si Lawan Bicara sedang membelakangi kami saat ini.

Pria berjaket hitam itu menoleh dan tatapannya langsung tertuju kepadaku.

"What? Jadi dia wanita yang mengisi lowongan jadi istri Opa?!" Dia melotot sambil menatapku dari ujung rambut sampai ujung sandal.

Tak hanya dia saja yang kaget, aku pun juga. Aku tak menyangka saja ternyata dia itu cucunya Si Kakek kaya raya ini. Dia musuh bebuyutan yang selalu membullyku di sekolah, aku membencinya sampai ke tulang sumsum. Kutatap tajam dia sambil mengangkat dagu, kini aku istri opanya, yang tentunya harus dia hormati.

"Ayo salim pada Omamu, Xeon!" perintah Si Kakek lagi, nadanya terdengar meninggi kali ini.

Dengan wajah tak ikhlas, dia--pria yang sebenarnya berwajah tampan namun sangat menyebalkan ini meraih tanganku lalu menciumnya.

"Ternyata ini kerjaan kamu, Cewek dekil, miskin dan bau amis?! Cihh ... bau comberan tangannya Si Oma ini, Opa. Suruh mandi minyak wangi dulu dia, biar bisa sejajar berdiri sama Opa!" Xeon berkata ketus, tatapannya begini bengis kepadaku.

Ya elah, kok gini amat nasibku? Niat hati pengen jadi orang kaya dengan cara instan, eh nggak tahunya malah masuk kandang para singa. Jadi serasa pengen gantung diri di pohon cabe deh ah. Hikzzz

Bersambung ....

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Peringkat

10
100%(42)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
42 Peringkat · 42 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

KLH
KLH
This was an AMAZING read! It genuinely was the perfect blend of mafia and romance and power yet submission and sacrifice and love. Absolutely loved this read! Author - fantastic job! :)
2025-02-25 11:03:19
1
0
Aluvia
Aluvia
This, here ...‍...️ is a good book! Well done Dee ...️
2024-05-29 19:23:16
2
0
Narelle Hill
Narelle Hill
one of my favourite books! well done author, this was an absolutely incredible story and I wish it didn't have to end yet!
2024-03-28 12:13:48
1
0
vg.c
vg.c
exciting reading! couldn't stop reading..... loved it!
2023-06-24 23:11:53
1
0
Renee Cameron
Renee Cameron
wow this masterpiece was amazing a Great storyline kept me very intrigued hot and steamy so good
2023-05-20 10:27:01
1
0
97 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status