Mag-log inKayla Robinson is at her breaking point. After catching her boyfriend and her best friend, in the backseat of her own car, her world shatters. To make matters worse, she's broke and in dept. Just when she thinks she has hit rock bottom, her powerful, and intimidating boss, Damien Blackwood, CEO of Blackwood Industries makes her an offer she can’t refuse. Damien needs a wife to secure his corporate empire, and he’s chosen Kayla for the role. She must play the part of the powerful Mrs. Blackwood while fighting her growing attraction to a man who is as dangerous as he is handsome. Now she's part of a high stakes game. When secrets unfold and traitors are revealed, would she be able to see it through? How long will it take for her to fall for Damien and breach her contract? Or will Damien fall for her first?
view moreBRAK!
“Istriku, kenapa kamu…” Plastik yang berisi beberapa kopi gula aren terjatuh dari tangannya.
Sebagai seorang barista yang diminta menjadi petugas delivery, pesanan itu harusnya ia antarkan untuk seorang pelanggan bernama Kevin Ng. Namun, alamat pengiriman mengarahkannya pada rumah tempat ia menemukan fakta yang membuat tubuhnya lemas seketika.
Di hadapannya, Lucy Setiawan, istri yang ia kira tengah menunggunya di rumah dengan setia, kini tengah bersama seorang pria tanpa busana. Wajah Xander memucat.
Jantungnya berdegup kencang, tubuhnya gemetar. Kakinya tak sanggup menopang tubuhnya ketika ia melihat istrinya dipeluk pria yang ia yakini adalah sosok bernama Kevin itu. Xander bahkan sudah tak mampu berkata-kata.
Namun, sosok Kevin Ng itu bukannya terkejut atau merasa malu, justru berbicara santai.
“Wah, wah, Lucy. Sepertinya suamimu memergoki kita!” ucap pria bertubuh tinggi besar itu sambil melepas pelukannya dari tubuh Lucy, wajahnya menyungging senyum menggoda yang membuat Xander kalap.
Sementara itu, Lucy dengan wajah memerah menahan hasrat yang terjeda, menatap tajam ke arah Xander dengan seulas senyum, lalu berteriak, “Apa yang kau lakukan, Xander bodoh? Pergi! Ini bukan urusanmu!”
“Jawab dulu, Lucy! Kenapa kamu melakukan ini!?” bentak Xander, masih mencoba menjaga kesadarannya meski rasanya ia ingin pingsan saja.
Lucy, sambil menyampirkan selimut untuk menutupi tubuhnya, tersenyum sinis. “Kenapa? Kamu masih bertanya? Ayolah jangan bodoh. Jelas sekali sebabnya karena Kevin lebih kaya darimu! Bagaimana bisa kamu membandingkannya dengan dirimu yang hanya seorang barista? Aku bosan hidup miskin denganmu!”
Tiba-tiba, sebuah tawa menyeruak. Pria bernama Kevin itu melangkah ke arah Xander sambil menatapnya penuh provokasi.
“Ah, Xander. Sesungguhnya aku prihatin, Lucy selama ini tidak bahagia bersamamu. Kamu terlalu miskin, bahkan untuk membeli sebuah sepatu seharga satu juta rupiah. Sedangkan denganku, dia bisa menikmati semua hal dengan mudah.” Kevin Ng dengan kurang ajar, mengedipkan mata genitnya ke arah Lucy.
Seketika, Lucy tersenyum cerah.
Ia menyambut lirikan maut Kevin, seolah-olah Xander tidak ada di depan mata. Bahkan, tidak ada raut penyesalan, apalagi ekspresi malu sedikit pun atas perbuatan perselingkuhannya yang dipergoki Xander.
Dengan suara merdu yang dibuat-buat, ia berbicara penuh kelembutan, “Kevin baru saja membelikanku mobil mewah keluaran terbaru. Bahkan, ia berjanji proyek besar dari perusahaan ayahnya akan diserahkan pada perusahaan keluarga Setiawan kami.”
Jika aku mau melayaninya di ranjang, aku akan diangkat menjadi direktur Setiawan Group dan memperoleh status yang tinggi di kota ini! Sedangkan denganmu, yang kudapat hanyalah kesengsaraan, Xander!”
Xander hanya menelan ludah mendengar ini. Selama menjadi suaminya, Xander selalu berusaha sekuat tenaga memenuhi segala permintaan Lucy. Namun, segala usahanya justru tak dihargai sama sekali oleh Lucy. Bahkan, ia membalasnya dengan perbuatan yang tercela!
Melihat keadaan genting itu, Kevin masuk dan menambah keruh suasana. “Sebenarnya, aku memesan kopi itu agar kamu sendiri yang akan mengantarkannya, melihat sendiri kejadian ini. Dan, sepertinya rencanaku berhasil!” ucap Kevin seraya menyunggingkan senyum picik.
Xander mendelik, bajingan ini telah merencanakan semuanya? “Sebaiknya kamu enyah dari sini, sampah! Orang sepertimu tidak pantas hidup layak seperti kami para orang kaya!” ejek Kevin Ng.
“Keparat kau, Kevin! Aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu!”
Xander tak bisa lagi menahan emosinya. Dengan gegabah, ia menyerbu ke arah Kevin, mengarahkan pukulannya ke wajahnya. Namun, dasar Xander yang dipengaruhi emosi, Kevin yang memang memiliki postur lebih besar dengan mudah menangkis pukulannya.
Ketika Xander lengah, sebuah tendangan menghantam dadanya dan membuatnya terpental membentur dekorasi kuno di kamar itu. Kepalanya tanpa sengaja membentur sebuah patung giok berkarakter wanita yang tersenyum bijaksana, sementara lampu hias di dekatnya memercikkan kilatan saat tegangan listrik rendah putus dan menyengat Xander.
"ARRGH!"
Seketika dunia berubah menjadi gelap. Xander kehilangan kesadarannya.
Namun, tiba-tiba matanya dipenuhi dengan cahaya-cahaya putih yang berkelebat.
Dalam penglihatannya, ia berada di sebuah taman yang sangat luas. Pohon-pohon willow berjajar rapi, sementara daun-daun tanaman wisteria yang berwarna mencolok tampak indah dan memukau.
Namun, ia hanya sendirian di sana. Suasana terasa aneh dan misterius.
“Apakah kamu ingin mengubah hidupmu?” Sebuah suara tiba-tiba terdengar di benaknya.
Xander berpaling dan terkejut.
Seorang perempuan berwajah cantik dengan pakaian zaman kuno berdiri di depannya.
Aneh, wajah perempuan ini mirip dengan salah satu patung giok yang berjejer di meja kamar Kevin.
“Apa yang terjadi? Apakah aku bermimpi?” batin Xander tak percaya.
Suara perempuan itu kembali bergema di benak Xander.
“Selamat! Kamu adalah salah satu manusia yang beruntung bertemu denganku secara tidak sengaja. Aku memberikanmu sistem kekayaan, yang akan membuatmu membalas dendam dan mengubah takdirmu!”
Dia mengusap wajah Xander. Tangannya terasa dingin namun halus seperti pualam. Tiba-tiba, sebuah layar terpampang di depan matanya. Anehnya, ada suara yang terdengar di telinga, mirip suara robot.
[Selamat, Xander Sanjaya. Anda sudah mengaktifkan sistem kekayaan. Silahkan tunggu quest dari Sistem!]
Perasaan gugup memenuhinya, tidak mengerti kenapa semua ini tiba-tiba melandanya.
“Tunggu sebentar. Apa itu sistem kekayaan? Aku tak mengerti!” teriak Xander tidak percaya. “Dan tolong jelaskan siapa Anda!”
Namun, Xander langsung merasa mengantuk dan ingin tertidur. Tak lama kemudian, ia kembali ke posisi semula, tidak sadarkan diri.
Xander seketika terbangun dan menyadari dirinya berada di sebuah jurang pendek dengan tanaman perdu liar mengitarinya.
“Lucy... Lucy Setiawan!” desis Xander, mencoba berdiri sekali lagi. Ingatan tentang pengkhianatan istrinya itu masih membekas di kepalanya.
Kali ini dia berhasil berdiri tegak, meski punggungnya masih menahan sakit.
Saat mendongak ke atas dan melihat kedalaman jurang yang mencapai tiga meter serta ditumbuhi tanaman perdu liar, Xander mengepalkan tangannya marah.
Sejak bertahun-tahun menikah, Lucy tak pernah sekalipun membiarkan tubuhnya disentuh oleh Xander. Ternyata, ia telah menyimpannya untuk orang lain.
Xander seketika putus asa. Harapan untuk hidup langsung sirna saat membayangkan diselingkuhi dan menyaksikan sendiri Lucy bersama Kevin di kamar.
Sambil berbaring lagi di antara rumput tebal, Xander membayangkan kemungkinan terbaik baginya saat ini.
Namun, pelan-pelan bayangan pertemuannya dengan perempuan cantik dan kuno itu kembali muncul di ingatannya. Matanya terbelalak dan ia langsung teringat.
“Sistem kekayaan? Apa maksudnya aku mendapatkan uang begitu banyak?”
Tetapi, seketika Xander menepis anggapan tersebut. Menurutnya, kejadian yang ia alami mungkin saja hanya mimpi.
Kepalanya terbentur begitu kuat ketika ia dihempaskan oleh Kevin. Jadi, wajar saja mimpi seperti itu bisa lolos ke kepalanya.
“Tidak, tidak mungkin. Itu hanya terjadi di novel-novel online yang aku baca. Jangan bodoh, Xander!”
Pria itu kini berdiri dan berusaha memanjat keluar dari jurang itu.
Tuut!
Tiba-tiba, sebuah pesan singkat masuk ke gawainya. Namun, tanah yang menempel menghalangi tulisan yang muncul di layar.
Setelah susah payah membersihkannya, nama bank tempatnya menabung tertera di aplikasi pesan.
"Dari Bank Central Halilintar?" batinnya dengan ekspresi heran.
Xander tak pernah menduga ini ada hubungannya dengan mimpi semalam, sesuatu yang akan membuat impiannya menjadi kenyataan.
Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, tulisan di layar ponselnya terbaca samar-samar.
[Saldo rekening Anda bertambah sejumlah Rp. 1.000.000.000.000.000,-]
Bersambung
Kayla I licked off the thick bead of precum, then suddenly plunged forward, deep-throating Damien for two agonizingly perfect seconds. I felt his pulse thrumming against the back of my throat. I kept sucking him from top to bottom, over and over, my mouth working to keep his cock slick. Every few seconds, he would reach down and grip my hair, pulling my head up so we had to make eye contact. "Fuck Kayla," Damien said, grabbing me by the waist. He lifted me up, his large hands coming down against my bare ass."You're too good to me," he murmured, his voice deep and warm. I couldn't help it; a breathless, excited giggle escaped my lips. The thrill of being held so effortlessly by him was making my head spin.He flipped me over, he helped me shift, guiding my hips up into a comfortable position on my knees, my chest pressed against the pillows. Without warning, he shoved his full lenght inside me. I still wasn't used to how big he was. "FUCK! DAMIEN!" I gasped, my fingers instantly
KaylaDamien pulled me closer, his muscled arm snaking around my waist with a firm grip. The rough fabric of his unbuttoned shirt rubbed against my bare skin, sending a jolt straight to my breasts."Already perky, I see," he said, looking down at me with a smirk.A wave of embarrassment hit me, warming my cheeks. My breath hitched completely as he reached out and traced the very tip of my nipple. His finger moved in slow, teasing circles over the sensitive peak and the skin around it, over and over again."Hmm," I gasped, instantly biting down on my lower lip to stifle the moan building in my throat."Don't resist, babe," he whispered, his hot breath brushing against my skin. "You'll only hurt yourself trying to fight it."I rolled my eyes, trying to look annoyed despite the shivering heat in my belly. "Fuck you.""Yeah, I'm sure you really want to," he quipped, his smile widening.Before I could snap back, his fingers pinched my nipple. The sudden mix of sting and pleasure wrecked my
Kayla “Nothing,” he said at first, then hesitated like he was weighing something heavier than he wanted to admit. The playful expression on Damien Blackwood’s face returned, but it didn’t fully reach his eyes.“We have an event tomorrow,” he finally said.An event?My mind immediately ran in ten different directions. I barely caught myself before I spiraled.“An event?” I repeated, trying to sound calm. “What kind of event?”Honestly, after everything these past few days, all I wanted was to curl up in bed, eat ice cream straight from the tub, and disappear into a long, endless series with no responsibilities attached.“What?” Damien asked suddenly, narrowing his eyes slightly. “Did you just say that out loud?”I blinked. “No. Nothing.”He studied me for a moment longer before letting it go. “It’s fine,” he said gently. “It’s a gala for cancer research this Saturday. We’re expected to attend.”“Oh.” Relief softened my shoulders. “Just a formal event. That actually sounds… nice.”“It’
KaylaThe cool evening air hit my face the second I stepped outside the building, instantly easing some of the tension sitting in my chest.My phone buzzed inside my purse.For one brief second, I thought it might be Jason again.Instead, it was the help: Mrs. Blackwood, your vehicle was delivered to the estate this afternoon. The paperwork has been placed in the kitchen for you.A smile spread across my face before I could stop it.My Porsche was finally here.I quickly sent back a thank-you text, then checked the time. I still had a few minutes before my next meeting. Enough time to breathe and push thoughts of Jason and my dad completely out of my mind.By the time I returned upstairs, my focus was back where it belonged—the Julia Project.The strategy meeting with my team went surprisingly well. David Won organized the presentation materials while everyone shared fresh ideas for rebranding Julia Restaurants. Even Rachel looked genuinely impressed by the progress.“This is strong w
Kayla"Kayla! Kayla!"Damien’s voice finally pierced the thick, suffocating fog in my mind. I barely heard him; it was like listening to a recording playing at the bottom of a deep well. Without a word of explanation, I shoved my chair back and stood up so abruptly it screeched against the floor.
Kayla By the time the workday officially ended, I felt tired and accomplished at the sane time. The team behind the Julia Project had finally dispersed with their new assignments, and my inbox was finally under a semblance of control. I was just clicking my laptop shut when the CEO appeared in th
DamienI let out a short laugh and leaned back against the counter in the refreshment area.“You still haven’t figured it out, have you?” I said calmly. “You don’t beat me, Charles.”Charles smiled, but I caught the irritation hiding underneath it.“Maybe not today,” he replied smoothly. “But event
DamienI stepped away from Kayla near the executive elevators, heading toward my office. Just before the doors closed, I glanced back one last time.She stood confidently in the middle of the hallway, speaking to one of the employees with calm authority. Her fitted skirt and blazer gave her a polis
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Rebyu