로그인I was still holding moma in my hand, I was clouded with tears and was soaked in a pool of blood. Suddenly one man walked in and saw the pool of blood on the ground while I was crying. "W..what have you done?" I looked up to meet his gaze "n..no I didn't do anything" "You killed her!!!" "You evil child!!" He screamed and suddenly other men troop in "What!!!!? They all chorused to the occurrence, I stood trying to defend myself but they didn't believe and conspired to kill me " No, I am innocent" I cried, but they don't believe me and teamed up against me as they have always done. I was dragged out to the street like an animal to be killed "Leave me alone!" "Somebody help me..." I cried out "Evil child!!" "Witch!!" "Bastard" they all screamed at my face "No please, I am innocent I didn't kill her" i said "Go away, is that how you could repay someone who has to help you all through your life? You must pay for what you have done" he smirk "Somebody help me" I cried out. But to no avail, I was dragged on the ground like a nobody, I was bleeding, bruised and weak from the tortures, i lay helplessly waiting for my death. Just through the crowed I saw a ray of a light from a car then I mount up a small energy I ran away from the crowed but they followed me. As I screamed the accelerated car came in halt in front of me, but my vision was blurry and I could only see a glimpse of a man Find out what happened to Lisa when she wakes up in a house of a stranger
더 보기Bab 1
Aldo menghentikan aktivitasnya dan menghempaskan tubuhnya di samping sang istri. "Sudah ya, Dek. Mas lelah," ucap Aldo dengan napas yang tersengal-sengal.Sinta. Wanita muda yang baru berusia 27 tahun itu menghela napas dengan pasrah. Dengan wajah masam, dirinya menarik selimut bermotif bunga dan menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang."Aku kan belum puas, Mas! Kamu sudah keluar saja!" sungutnya dengan kesal, lalu membalikkan badan memunggungi sang suami."Maafkan Mas, Dek. Waktu 20 menit untuk bercinta itu sudah cukup lama. Coba kamu membaca artikel dan internet tentang hubungan badan. Di sana tertulis bahwa waktu yang normal itu sekitar 5-8 menit," ucap Aldo memberi pengertian dan berusaha membujuk sang istri.Setiap malam sehabis melakukan ritual suami istri, Aldo harus bersusah payah membujuk Sinta agar tidak marah karena belum puas dan tak ingin berhenti.Mereka bukanlah pengantin baru. Aldo dan Sinta sudah berumah tangga selama 11 tahun. Memiliki seorang putra bernama Rafa yang baru berusia 9 tahun dan Sheila yang baru menginjak usia 7 tahun.Mereka hidup di sebuah desa yang terdapat hutan besar yang masih asri dan banyak binatang buas. Di desa ini sudah masuk sinyal internet. Akan tetapi, terkadang sinyal itu kuat dan tak jarang pula tiba-tiba menghilang. "Mau ke mana, Dek?" Aldo bertanya saat Sinta beranjak bangun dan melilitkan selimut ke badannya."Aku mau menuntaskan hasratku, Mas!" sahut Sinta dengan ketus."Jangan berbuat yang tidak-tidak. Aku sudah bilang hal-hal seperti itu adalah perbuatan yang tidak baik," ucap Aldo mencegah. Namun, Sinta sudah duduk di kursi panjang yang menghadap ke jendela."Besok pagi kita main lagi. Mas janji. Ayo kita tidur dan jangan lakukan itu." Suara Aldo terdengar pelan. Dirinya beranjak dan mengajak sang istri kembali ke ranjang."Aku tidak tahan menunggu sampai pagi. Aku tersiksa, Mas! Tidak bisa tidur dengan nyenyak." Sinta menyentak tangan Aldo dengan kasar."Aku mohon. Perbolehkan aku melakukan kesenangan sendiri seperti biasanya. Dari pada aku selingkuh, lebih baik aku bermain sendiri, bukan?" pinta Sinta dengan penuh permohonan.Aldo akhirnya membiarkan sang istri melakukan kesenangannya. Dengan langkah gontai, dirinya berjalan menuju ranjang dan kembali membaringkan tubuhnya yang begitu lelah. Kerja di ladang seharian dan malamnya harus di peras lagi untuk memenuhi keinginan sang istri.Sinta dahulu tidak seperti itu. Ini semua terjadi sejak 2 tahun belakangan. Mungkin istrinya mengalami puber kedua atau bagaimana, Aldo sendiri pun tak tahu. Tiba-tiba saja Sinta memiliki libido tinggi dan selalu merasa tidak puas dengan dirinya.Aldo menutup wajahnya dengan bantal karena mendengar suara istrinya yang terdengar sampai ke telinganya.Beberapa menit berlalu, Sinta selesai dengan aktivitasnya dan segera berbaring di samping Aldo."Belum tidur, Mas?" tanya Sinta saat mengetahui Aldo masih terjaga."Belum. Nungguin kamu, Dek. Jangan langsung tidur. Bersihkan dahulu tubuhmu dan segera pakai pakaianmu," perintah Aldo.Sinta mendengus kesal. "Aku kehabisan tenaga, Mas. Tanganku pun juga capek. Lagian, tidak ada yang melihat." Sinta tak menggubris perintah sang suami dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. "Nah, sudah tertutup kan? Ya udah, aku mau tidur."Aldo menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri. "Selimutmu akan terlepas saat kamu tertidur nanti. Kita ini hidup berdampingan dengan mahluk gaib. Jadi, kita juga harus bisa menjaga tubuh kita, Dek. Cepat, pakai bajumu kembali."Ucapan yang Aldo lontarkan tak mendapat respon apa-apa dari Sinta. Perempuan itu sudah tertidur.....Selimut yang menutupi badan polos Sinta tersingkap. Angin tiba-tiba tertiup dan membuatnya kedinginan. Dengan mata yang masih terpejam, Sinta menarik selimut itu untuk menutupi badannya kembali.Seperti ada yang menarik, selimut itu kembali terlepas dari badan Sinta. Berkali-kali Sinta benarkan. Akan tetapi, kain itu terus saja tersingkap."Pakai selimutmu sendiri, Mas!" ucap Sinta dengan suara berat dan sedikit serak.Lagi-lagi selimut itu kembali ditarik, sehingga tubuh polos itu kembali terlihat. Dengan kesal, Sinta terbangun dan mengucek matanya dengan pelan. "Kamu apa-apaan sih, Mas!"Saat mata Sinta sudah terbuka, dia begitu terkejut karena tidak ada siapapun di sampingnya. "Mas ... Mas Aldo?"Sinta meraih baju dan memakainya. Kemudian mencari suaminya ke dapur dan kamar mandi. Namun, ia tidak menemukan siapa-siapa. Sinta kembali ke depan dan menengok ke dalam kamar kedua anaknya, akan tetapi tak ada juga."Kamu kemana sih, Mas?" gumamnya pelan.Sinta menuju ruang depan yang terdapat jam dinding di sana. "Baru jam 2 malam. Gak mungkin Mas Aldo pergi ke masjid."Saat Sinta berbalik, dirinya sangat terkejut melihat suaminya tengah duduk di belakangnya. "Ya ampun, Mas! Kamu dari mana saja? Kenapa tiba-tiba ada di sana?"Dengan kesal, Sinta terus menggerutu dan duduk di samping sang suami. Aldo hanya diam, tak ada senyum yang menghiasi wajahnya. Sinta menyentuh tangan Aldo. "Tanganmu dingin sekali. Kamu dari luar rumah?"Aldo menganggukkan kepala dengan pelan. Tanpa berucap sepatah kata pun, Aldo melenggang pergi menuju kamar. Sinta yang masih terkejut dan juga bingung, lantas mengikuti langkah sang suami.Saat tiba di ambang pintu, Sinta kembali dikejutkan dengan adanya Aldo yang berdiri di sana. "Ya ampun, Mas! Bisa tidak, jangan ngagetin aku?"Aldo hanya menatap datar wajah Sinta. Setelah Sinta masuk, pintu kembali ditutup oleh Aldo."Aaaaaaa ...!"Sinta memekik karena tubuhnya di angkat dan di gendong menuju ranjang. "Kamu mau ngapain, Mas?"Tak ada jawaban dari mulut Aldo. Sinta tersenyum malu saat Aldo mencumbu dirinya dengan penuh semangat.....Pukul 03.30Napas Sinta memburu dan tersengal-sengal. "Kamu minum apa, Mas? Tumben kuat banget. Malah aku yang kewalahan."Sinta memeluk Aldo dengan erat. Dirinya sangat puas dengan performa suaminya itu. Tak seperti biasanya yang hanya mampu bertahan 20 menit. Sinta mengecup pipi Aldo yang terasa dingin."Sinta suka sekali." Sinta pun kembali terlelap di pelukan Aldo.******"Sudah jam berapa ini? Ayo, pulang."Ardi mengeluarkan ponsel yang berada di saku miliknya. "Jam 4, Mas. Ayo!" sahut Ardi sembari berdiri dan menenteng ikan hasil memancing bersama sang kakak di pinggir sungai.Aldo pun membereskan alat pancing. "Gak sia-sia kita mancing malam-malam." Dirinya tersenyum sumringah karena hasil memancingnya mendapat banyak ikan dan besar-besar.Kakak beradik itu pun berjalan berdampingan. Aldo membawa alat pancing, sedangkan Ardi menenteng ikan dan di tangan kirinya membawa senter."Besok mancing lagi ya, Mas?""Jangan setiap hari. Mas harus ke ladang. Hari ini libur karena pemilik sawah pergi ke rumah saudaranya. Jadi, Mas bisa tidur dengan nyenyak."****Back to present****My eyes were clouded with tears while I sobbed uncontrollably, the room was calm while they watched me, I know that they still want me to say more about myself."My name is LISA, am 20 years, my biological mother never had enough time to tell momma where she came from, or who my father is, my life is so shattered it has never been a smooth journey, my everyday life at Daly city has never been easygoing""They feel I am evil, it has not been so easy to be a bastard child, but my momma has always been there for me, she went through a rough path to make me go to school, she made sure I finished college, she did every single thing for me.""Mama has always been there, she cared like I was her daughter, all of this happened because of me"I sobbed..."It...w..was my fault she died...."I slammed my hand on the bed, and squeeze up the bed sheet close to my chest, Adrian and his mom looked at me pitifully, he tugged me into his arms firmly while I cried hyster
"It has never been easy for the two of us. When I finished college I pleaded with mama so that I can work and make more money for us. It took her a very long time before she finally agreed to it." "So I got a job at Specter club as a bartender, we both worked hard to make ends meet." I was still focused on by two pairs of eyes, and I continued... *flashed back* That day when it was still cold in the early hours of the day, just around 6:30 AM I was beneath my woolen blanket receiving the warmth it could offer at the season. I was tired of the extra work I had to do to get paid. Then I heard a resounding blow on the door Bang!.....bang!!......bang!!!..... I got up immediately, turned to my side, and couldn't find moma. She was not back from her shift at work. Could that be her? But she wouldn't knock that way, moreover, she has her keys too. I still heard the heavy knock again, who could that be I thought to myself, I quickly grabbed a closed dress and put it o
Hours later in the evening, I was still sad and glimmered lying on the bed, I heard a knock on the door. Adrian opened the door and came in, he just got back from the company and hadn't even changed his clothes. He came and sat close to me on the bed then I adjusted and sat upright facing him directly."Detective Richard said he came here earlier on to ask you some questions so he could have better information from you to investigate properly, but you wouldn't say anything to him," Adrian asked but I still sat without uttering a word."Hey...you need you to say something, I know how hard and difficult it can be" he replied*silence*"Y....you need to give him all the information you have about those bad guys so he can get some evidence to work with." He grimaced.I was still silent..... And he almost got hetup, I could see it in his eyes."We need to know some things about you, who you are, and what happened that day, the people out there are saying you are vile, you need to say some
The beautiful designed curtain left path opened while the morning light shone in, I didn't even remember how I doze off easily yesterday, I stretched my leg I felt a little bit good and my head felt better than the previous day, I wondered where I had been brought to knowing that I am no longer in Daly city.Where could this place be? Is it Beverly hills? That's one of the best cities I have always wished to go to since I was 7. I have never been out of Daly City in my entire life. I have always been in my small circle of life.So this is not a dream, I flipped my fingers to test if it's reality, and still yes it isn't a dream, my stars have helped me and have taken me out of my nightmares but I don't have an idea of where I am.I pulled out of the Duvet and saw I was still in the skimpy gown I wore the day of the incident. I cupped my hand on my mouth "Aarrhhhhhh...." sniffed my breath and it stinks so badly, have not had a brush for more than 24 hours plus I haven't even opened m
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.