Beranda / Fantasi / MY VAMPIRE QUEEN / Bab 12: Kecemburuan dan Lelucon di Hari Minggu

Share

Bab 12: Kecemburuan dan Lelucon di Hari Minggu

Penulis: Dranyyx
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-13 23:58:11

"Kak Jean!"

Teriakan itu memecah kesunyian hari Minggu siang. Jean, yang sedang bersandar di tempat tidurnya dengan mata setengah terpejam, langsung terduduk. Dia mengenal suara ceria itu. Dia menggerakkan tubuhnya yang malas dan berjalan ke pintu, membukanya.

Seorang wanita muda dengan ekor kuda tinggi berdiri di sana, senyum lebar terpancar di wajahnya. Dia mengenakan kaus oblong bergambar karakter game dan celana jeans. Tas ransel ungu tergantung di pundaknya.

"Amel?" kata Jean, suaranya masih serak. "Kenapa bisa ada di sini?"

"Lagi bosan sekali di kos, Kak. Langsung kepikiran main ke sini saja," sahut Amel, energinya seakan memenuhi koridor. Dia melompat kecil dan memeluk Jean erat-erat. "Kangen nih!"

Jean menepuk punggung Amel perlahan. Dia melangkah mundur untuk memberi jalan. Amel melesat masuk, matanya langsung menyapu seluruh ruangan kos yang sempit. Dia melepas tas ranselnya dan menjatuhkannya ke lantai dengan suara gedebuk.

"Wah, tempat Kakak masih sama seperti kapal pecah,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MY VAMPIRE QUEEN   Bab 85 : My Queen

    Para tamu yang tadinya elegan dan tenang kini berteriak ketakutan dan berlarian menyelamatkan diri. Beberapa bangsawan vampir langsung berubah wujud - mata mereka memerah, taring panjang muncul, cakar tajam keluar dari ujung jari. Bangsa naga mengeluarkan sisik pelindung dan beberapa ada yang mulai mengeluarkan api dari mulut mereka."Iblis! Iblis Darkworld!" teriak salah satu bangsawan vampir sambil menghunus pedang peraknya."Mereka menyerang istana! Lindungi raja-raja!" teriak yang lain.Kekacauan langsung melanda seluruh balairung. Para iblis kecil mulai menyerang tamu-tamu, cakar dan gigi tajam mereka merobek pakaian mewah dan menusuk daging. Suara jeritan kesakitan bercampur dengan teriakan perang dan geraman iblis.Raja Dragneel dan Raja Artarius segera berdiri back to back, siap menghadapi ancaman. Wajah Raja Dragneel berkerut marah."Mereka berani mengganggu pernikahan putriku!" geram Raja Artarius, mata kuningnya menya

  • MY VAMPIRE QUEEN   Bab 84 : Invasi

    Langit malam Transylvania bergelimang cahaya ungu dan biru keperakan. Bulan purnama menggantung besar di antara awan-awan tipis, memancarkan sinar keperakan yang menyapu puncak-puncak menara kastil batu hitam. Ribuan lentera ajaib melayang di udara sekitar kastil, berputar-putar dalam formasi yang rumit, masing-masing memancarkan cahaya hangat kuning keemasan. Dari dalam kastil, suara orkestra klasik terdengar - biola, cello, dan harpa memainkan melodi yang indah namun muram, sesuai dengan tradisi bangsa vampir.Di dalam balairung utama istana, lantai marmer hitam berkilau memantulkan cahaya dari lampu-lampu kristal keemasan raksasa yang menggantung di langit-langit setinggi dua puluh meter. Pilar-pilar batu hitam berukir detail rumit menjulang hingga ke langit-langit, setiap ukiran menceritakan sejarah panjang kedua klan. Aroma anggur merah tua yang mahal bercampur dengan wangi bunga mawar hitam yang menghiasi setiap sudut ruangan. Ada juga aroma dupa yang dibakar dalam te

  • MY VAMPIRE QUEEN   Bab 84 : Bangkitnya Sang Raja

    "Saya tidak bisa melawan itu," gumam Jean pada Alucard yang berdiri di sampingnya."Anda harus," jawab Alucard. "Atau Anda akan mati, dan kami akan tahu bahwa kami keliru tentang Anda."Jean dipaksa masuk ke arena. Dia berdiri sendirian, menghadapi makhluk raksasa itu. Dia mengambil posisi bertarung, tinjunya terkepal. Itu adalah satu-satunya hal yang dia tahu. Dia bukan kesatia, bukan penyihir. Dia hanya Jean.Iblis itu mendengus, mengirimkan awan asap hitam dari hidungnya, lalu menyerang. Jean berusaha menghindar, berguling di atas batu-batu tajam yang melukai tangannya. Dia mencoba meninju kaki makhluk itu, tetapi seperti memukul batu. Tangannya berdenyut kesakitan."Dasar manusia lemah!" geram iblis itu, suaranya seperti batu bergesekan. Cakarnya yang berapi menyambar, merobek lengan Jean. Jean menjerit kesakitan, darah segera membasahi lengan bajunya. Dia merasakan panas yang membakar dari luka itu.Dia terus berusaha, mene

  • MY VAMPIRE QUEEN   Bab 83 : Takhta yang di paksakan

    Getaran di Transylvania telah membuka portal iblis – Selvia kini tahu Jean adalah raja reinkarnasi, pernikahannya dan mungkin kedamaian dunia terancam. Jean dan Alucard melompat melalui portal merah itu tepat sebelum portal itu menutup sepenuhnya di Eldoria, meninggalkan kekacauan di alun-alun. Entah mengapa, kondisi di Eldoria kembali kondusif dengan cepat setelah kepergian mereka. Getaran berhenti, langit cerah kembali. Raja Dragneel, ayah Selvia, yang mengamati dari kejauhan, memutuskan untuk tidak menunda pernikahan. "Besok akan menjadi hari pernikahan megah untuk putriku," serunya kepada para bangsawan yang berkumpul. Di balkon istananya di Transylvania, Selvia memandang jauh ke arah cakrawala, berbisik pelan, "Jean... selamatkan aku." Jean merasakan sensasi yang aneh dan tidak nyaman saat dia terlempar keluar dari portal. Udara yang dia hirup pertama kali terasa berat, hangat, dan berdebu, dengan aroma belerang dan batu yang dalam. Dia terjatuh keras

  • MY VAMPIRE QUEEN   Bab 82 : Penyelamatan

    Dakwaan sebagai mata-mata iblis dan eksekusinya baru saja dimulai, tapi dunia kegelapan sendiri yang datang untuk merebutnya, menyebutnya sebagai raja yang bereinkarnasi. Alucard keluar dari portal merah darah itu dengan langkah tegas. "Raja kami... kami datang untuk menyelamatkanmu!" Suaranya, dalam dan berwibawa, memotong teriakan panik para elf. Api hijau altar yang mulai membakar kaki Jean mendesis dan mereda seketika, dipadamkan oleh aura kegelapan yang memancar dari sosok baru itu.Kekacauan yang sudah memenuhi alun-alun berubah menjadi histeria murni. Para elf yang tadinya berteriak "bunuh dia!" sekarang berteriak "iblis!" dan berlarian menyelamatkan diri. Portal merah di depan altar berputar seperti pusaran darah, memancarkan energi asing yang membuat kulit merinding.Alucard berdiri di antara Jean dan para Guardian Elf. Pria itu tinggi, dengan rambut perak yang tertata rapi dan mantel hitam yang berkibar-kibar meski tidak ada angin. Matanya, tajam dan

  • MY VAMPIRE QUEEN   Bab 80 : Resonansi Crystal, Petir Hitam, Dakwaan Iblis & Eksekusi

    “Aku, Jean, bersumpah bahwa aku tidak pernah menyentuh Lady Liora dengan niat jahat. Aku tidak memerkosanya.”Suaranya menggema, keras dan jelas, memotong ketegangan yang menggantung di alun-alun. Udara terasa padat, seolah semua oksigen telah disedot keluar. Setiap mata tertuju padanya, pada crystal biru yang berdiri di atas altar batu. Jean menarik napas dalam, ujung jari-jarinya yang berkeringat menyentuh permukaan crystal yang dingin. Dia merasakan butiran halus dan dinginnya batu itu di kulitnya. Lalu, dunia meledak.Saat ujung jari Jean menyentuh permukaan crystal, sebuah getaran kasar dan tidak wajar langsung merambat dari batu itu ke tangannya. Bukannya cahaya biru yang tenang, crystal itu langsung beresonansi dengan warna merah tua, seperti darah. Cahayanya bukan cahaya yang jernih, tetapi gelombang energi merah yang bergolak dan marah."Ada apa ini?" teriak seseorang dari kerumunan.Jean merasakan sesuatu yang aneh dari dalam d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status