Compartir

Bab 151. Jessica Salah Tingkah

last update Última actualización: 2025-12-26 14:11:39

Jessica mengangguk dengan tersenyum. “Iya, Mas. Suka banget,” sahut Jessica.

“Mau Mas ambilkan atau ikut Mas ke dapur?” tanya Damian membalikkan tubuh istrinya menjadi menghadap ke arahnya.

“Ikut aja.”

Jessica merentangkan kedua tangannya meminta untuk digendong dan dengan senang hati Damian melakukannya, wanita itu bak bayi koala yang menempel pada ibunya.

Perut Jessica sama sekali belum menghalangi, jadi memudahkan Damian untuk menggendong istrinya.

Jessica bergelayut manja, rasa malunya tetap ada tetapi ia yakin semua pelayan akan menyingkir ketika mereka datang.

Suara langkah kaki Damian terdengar menuruni anak tangga, melihat siapa yang datang pelayan yang tadinya bekerja segera menyingkir agar tidak mengganggu kedua majikan mereka yang ingin bermesraan.

“Tuan Damian berubah sekali saat ada Nyonya Jessica di rumah ini ya. Lebih terlihat hangat,” bisik pelayan.

“Huss… Jangan berisik kalau kedengaran Tuan kita bisa dipecat. Semoga saja Tuan dan Nyonya selalu bersama supaya rumah in
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 184. Bertemu Jessica

    Suara Aaron menyambut kedatangan Damian dan Marco dengan menggema mengisi seluruh ruangan kosong di gudang ini.“Tidak usah berbasa-basi di mana istri saya?” tanya Damian dengan dingin.Aaron terkekeh, ia kemasukan kedua tangannya ke kantong celananya dengan perlahan, ekspresinya santai bahkan terkesan sangat bermain-main.“Waw ternyata kamu sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan istri tercintamu ya,” ucap Aaron dengan terkekeh—ada nada cemburu yang tidak disadari oleh Aaron sendiri tetapi sangat kentara di telinga Damian.Tangan Damian meremas tali tas yang ada di tangannya. Apa mungkin Aaron benar-benar mencintai istrinya? “Jangan banyak omong, Aaron! Di mana kamu menyembunyikan istri saya!”“Wait, dia ada di dalam. Berikan berkas itu pada saya!”“Tidak akan sebelum kamu menyerahkan Jessica!”Aaron berdecak kesal, ia bertepuk tangan hingga pintu besi yang sangat tinggi itu terbuka, menimbulkan suara decitan yang memekakkan telinga.Lampu gudang itu hanya satu, menggantung miring,

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 183. Lebih Baik Kehilangan Perusahaan

    “Kamu dengar kan, Jessica? Jika Mas Aaron sudah tidak menginginkanmu! Dia hanya menjadikanmu sebagai alat untuk mendapatkan perusahaan suamimu itu,” bisik Audy dengan penuh penekanan.Jessica sama sekali tidak menjawab, tetapi tatapannya begitu tajam. Sebagai bukti jika ia tidak akan takut dengan Audy, semua perlakuan Audy kepada dirinya masih menyimpan rasa sakit yang menikam dadanya hingga sampai detik ini rasa marah dan benci pada mantan sahabatnya belum hilang sempurna.“Dasar sampah!” hardik Jessica dengan sinis.“Hidupmu tidak akan pernah bahagia karena terus merampas kebahagiaan orang lain, Audy!”Audy geram, ia kembali menjambak rambut Jessica hingga beberapa helai rambut wanita hamil itu rontok di tangan Audy.“Jangan sok suci kamu, Jessica. Mentang-mentang kamu anak kandung dari keluarga Sinclair dan sudah menjadi istri Damian, kamu sudah bisa berbicara sombong kepadaku hmm?” balas Audy dengan mata melotot karena merasa terhina oleh perkataan Jessica.Jessica tertawa pelan,

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 182. Tidak Akan Menyerah

    Jessica hanya bisa menangis dalam diam, ia tidak ingin Damian sampai menyerahkan perusahaan hanya untuk membebaskan dirinya.Perusahaan itu adalah jerih payah keluarga Axelle. Jessica berusaha untuk melepaskan ikatan yang ada di tangannya, tetapi ikatan itu sungguh sangat kencang, tenaganya sudah terkuras habis karena sakit kepala yang dideritanya.“Kenapa? Kamu berusaha untuk melepaskan ikatan itu ya?” tanya Aaron dengan membelai pipi Jessica dengan tersenyum sinis ketika menyadari apa yang Jessica lakukan.“Jika kamu hanya menginginkan aku kenapa kamu melibatkan Mas Damian sejauh ini, Mas?” tanya Jessica dengan pandangan yang sulit diartikan.Aaron berdecak kesal. “Kamu bodoh atau pura-pura lupa hmm? Saya dan suamimu itu bersaing dalam hal apa pun. Dalam bisnis legal maupun ilegal.”“Padahal saya sudah hampir menembak mati Damian tetapi lagi dan lagi ia berhasil selamat dan menggagalkan rencana saya.”Raut wajah Aaron kembali mengeras, emosinya kembali meluap ketika melihat Damian y

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 181. Barter?

    Aaron tertawa melihat Jessica kesakitan ketika ia menekan perut wanita itu, tidak ada rasa kasihan sama sekali di hatinya. Ia sudah mati rasa karena dendam yang menyelimuti dirinya, sisi ibanya tertutup dengan kerasnya hati dan tingginya ego.“L-lepas, Mas. Kamu menyakiti anakku!” ucap Jessica dengan meringis bahkan keringat dingin muncul di dahinya.‘Mama mohon kalian bertahan ya Sayang sampai Papa datang menolong kita,’ gumam Jessica di dalam hati mengajak kedua anaknya berbicara dan semoga mereka merasakan semuanya.Jessica tersenyum samar saat merasakan tendangan kedua anaknya, seperti merespon ucapannya di dalam hati.Wajah Aaron begitu menyeramkan, tatapan mereka bertemu pandang.Mata yang berbinar sayu itu, bibir pucat yang tersenyum manis kepadanya, sedikit menggoyahkan hatinya yang keras.“M-mas Aaron, maaf jika aku menyakiti dirimu sehingga kamu bisa berbuat nekad seperti ini. Terima kasih sudah mau merawatku dan Aland lima tahun lalu, aku tahu kamu tulus menyayangi kami,” g

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 180. Titik Terang?

    “Di mana titik lokasinya Marco?” tanya Damian tidak sabaranWajahnya yang lelah kini tampak bersemangat kembali, ada harapan yang menguar di dalam dadanya tentang keberadaan sang istri walaupun belum sepenuhnya bisa diyakini.“Di sebuah hutan tapi ada gedung terbengkalai di sana, Tuan. Sepertinya saya mengenal tempat ini,” jawab Marco tampak berpikir keras.Karena tempat yang baru saja ia lihat sangat familiar di ingatannya.“Mana saya lihat,” ujar Damian dengan serius.Marco memberikan ponselnya kepada Damian. Pria dingin itu menerimanya, ia mulai menelaah tempat yang dikatakan Marco.“Marco ini gudang senjata api ilegal milik Aaron,” ucap Damian membelalakkan matanya ketika tahu tempat ini sangat berbahaya untuk istrinya.Jantungnya berdetak sangat kencang menatap Marco dengan pandangan yang sulit diartikan. Marco juga terkejut, akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya tadi. Benar itu gudang senjata api ilegal milik.“Tuan kita tidak bisa datang ke sana tanpa persiapan,” ujar Marc

  • Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin   Bab 179. Belum Menemukan Petunjuk

    Kirana hampir pingsan karena kehabisan oksigen, wanita itu meraup udara sebanyak-banyaknya ketika Damian melepaskan cengkeraman di lehernya.Damian semakin tidak terkendali, semua itu karena Kirana yang tidak mau mengakui di mana Aaron membawa istrinya berada.Bahkan rumah sakit sebesar itu tidak ada yang mengetahui kejahatan Aaron. Ia yakin anak buah pria itu juga ikut andil dalam penculikan ini.Tidak mungkin tidak ada yang mendengar keributan di kamar istrinya, tidak mungkin staf rumah sakit tidak mendengar teriakan istrinya maupun Crystal.Ini sangat janggal baginya. Ia harus menyelidiki ini semua sampai tuntas, jika ada yang bermain bersama dengan Aaron, ia pastikan mereka tidak akan bisa lepas dari dirinya.Tidak ada kesabaran!Tidak ada rasa kasihan!Semua orang yang terlibat menyakiti istri dan anaknya harus segera dimusnahkan.“Kali ini kamu bisa bungkam, Kirana. Tetapi nanti kamu akan berteriak ampun dan memohon kepada saya. Untuk kali ini kamu bisa menyelamatkan mereka, tet

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status