author-banner
Syafitri Wulandari
Syafitri Wulandari
Author

Novels by Syafitri Wulandari

Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin

Malam Terlarang : Mengandung Anak Presdir Dingin

Warning : Mengandung konten dewasa 21+ “Pak Damian, saya mohon lebih dalam lagi!” pinta Jessica menjerit. Dijebak oleh seseorang yang menginginkan Jessica tidur dengan seniornya, gadis itu berakhir menghabiskan malam terlarang dengan sang presdir. Jessica hamil, tetapi Damian sama sekali tidak mengenalinya, karena dirinya juga dalam pengaruh alkohol yang tinggi. Damian mencari gadis itu dengan bermodal cincin yang ditinggalkan Jessica untuk ia nikahi karena desakan sang papa yang ingin ia segera menikah dan memiliki pewaris. Namun, bukan Jessica yang Damian nikahi melainkan Audy—sahabat Jessica sendiri. Jessica yang marah dan kecewa akhirnya mengungkapkan yang sebenarnya jika dirinya lah yang tidur dengan Damian. Tetapi bukti itu sama sekali tidak ada hingga Jessica diusir oleh Damian begitu saja. Jessica yang sakit hati memutuskan untuk pergi membawa anak yang masih di dalam kandungannya tanpa memberitahu jika dirinya hamil dengan Damian. Dan 5 tahun kemudian takdir mempertemukan mereka kembali. Mengapa bisa Audy yang dinikahi Damian? Bagaimana reaksi Damian jika ternyata anak Jessica sangat mirip dengan dirinya?
Read
Chapter: Bab 206. Akhir Yang Bahagia
5 tahun kemudian…Salju turun begitu tebal, suasana di hotel semakin terasa dingin, tetapi tidak membuat dua insan yang sedang menatap langit itu masuk ke dalam kamar. Keduanya asyik memandang langit dengan saling memeluk satu sama lain di balkon kamar. Sedangkan ketiga anak mereka sudah tidur di kamar masing-masing yang ada di sebelah kamar mereka bersama dengan pengasuh mereka.“Gak kerasa pernikahan kita sudah berjalan hampir 7 tahun ya, Mas,” celetuk Jessica dengan tersenyum.Tubuhnya hangat walaupun udara sangat dingin. Karena pakaian tebal dan pelukan Damian mampu menghangatkan dirinya.“Iya, Sayang. Sudah sejauh ini ya ternyata. Bahkan si kembar sudah berusia lima tahun, padahal baru kemarin rasanya Mas gendong, Mas timang-timang mereka sekarang sudah besar saja,” gumam Damian terkekeh membayangkan ketika anak kembar mereka masih bayi, ternyata waktu cepat sekali berlalu.Jessica juga menerawang, sekarang Oliver dan Olivia sudah berlarian, suara cerewet Olivia. Tingkah jahil O
Last Updated: 2026-01-25
Chapter: Bab 205. Rencana Honeymoon
Kebahagiaan David dan Crystal sudah sampai ke Jessica. Karena Jessica sudah sebagai kakak untuk Crystal, orang tuanya sama sekali tidak peduli.Dan menanggapi kehamilan Crystal, Jessica tampak sangat bahagia sekali. Mereka terus mengirimkan pesan hingga Jessica mengabaikan suaminya.“Kamu chattingan sama siapa, Sayang? Sampai Mas kamu cuekin,” tanya Damian dengan mengeluh karena Jessica sama sekali tidak melihat ke arahnya.Jessica melirik sekilas, ia meletakkan ponselnya di selimut yang ia pakai. “Sama Crystal, Mas. Tahu gak, Mas? Crystal hamil lagi. Aaa… Senangnya aku, semoga anaknya cewek deh,” ucap Jessica dengan hebohnya.Damian menghela napasnya dengan pelan. “Kamu masih mau menjodohkan Aland dengan anak Crystal, Sayang? Ya ampun, itu masih lama banget loh.”“Kita juga gitu kok sudah dijodohkan dari Mama hamil aku dan kamu langsung jatuh cinta juga, kan?”Damian terdiam. Kata-kata istrinya sangat telak untuk dirinya karena memang benar, ia langsung jatuh cinta dengan mata indah
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 204. Kabar Bahagia
Ketika Jessica membuka pintu kamar, ia sudah disambut dengan tangisan kedua anak kembarnya.Damian yang berada di belakang sang istri langsung panik melihat kedua wajah anaknya yang sudah berlinang air mata.“Uluh-uluh sedihnya anak-anak Mama,” ucap Jessica dengan kasihan tetapi juga gemas.Yang lucunya tangan Oliver terulur meminta digendong Mamanya sedangkan Olivia menatap sang Papa seperti memelas ingin segera digendong.Kedua pengasuh Oliver dan Olivia merasa tidak enak hati, apalagi melihat bekas kissmark begitu banyak di leher Jessica yang tidak disadari oleh wanita itu sendiri.Mereka menunduk dengan malu, sedangkan Aryana memaklumi karena bagaimana pun ini adalah hari bahagia anak dan menantunya, seperti pengantin baru tentu saja.Keduanya langsung menggendong si kembar. Dan benar saja Oliver dan Olivia seketika berhenti menangis.“Kangen Mama sama Papanya ternyata,” celetuk Aryana dengan terkekeh.“Bawa masuk saja. Mama dan Mbak-Mbak ke sana dulu. Pengantin baru tidak lapar?
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 203. Kamu belum puas Mas?
“A-aku bersihkan make up dulu, Mas.”Damian menatap wajah istrinya, perlahan ia menjauh dari Jessica dan tidak lagi mengukung sang istri di tembok.“Mas bantu,” bisik Damian memeluk Jessica dari belakang.Jessica merasa merinding ketika Damian sudah seperti ini, suaranya berat dan ia dapat merasakan milik suaminya yang menegang.“M-mas bisa lepasin dulu gak? Aku gak akan kabur kok,” bujuk Jessica dengan tersenyum tipis—merasa lucu dengan tingkah suaminya.“Aku risih banget sama gaunnya, mau aku lepas dulu,” rengek Jessica dengan manja.Damian terkekeh, akhirnya ia melepaskan pelukannya. Menunggu dan menatap istrinya tanpa berkedip.“Lepasin aja di sini, Sayang. Kenapa diam?” tanya Damian dengan menaikkan satu alisnya.Jessica mendengus. “Mesum banget udah punya tiga anak juga,” gumam Jessica.Damian tidak menimpali ucapan istrinya, ia menikmati wajah kesal Jessica.Jessica melepaskan gaun pengantin yang ia pakai di hadapan Damian. Sebenarnya ia malu, tetapi toh mereka sudah sering mel
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 202. Pesta Pernikahan
Damian terpanah, bahkan ia tidak berkedip sama sekali ketika melihat istrinya memakai gaun pengantin pengantin berwarna putih.Di gedung besar ini, dekorasi bunga putih cream memenuhi ruangan. Cahaya lampu yang tamaran semakin membuat suasana romantis.Kursi-kursi tamu undangan sudah terisi penuh, suara tepuk tangan gembira ketika tangan Damian terulur ke hadapan Jessica karena ingin menjemput pujaan hatinya, begitu menyentuh para tamu undangan yang hadir.Jessica menyambut tangan suaminya, keduanya berjalan beriringan menuju pelaminan.Di kursi paling depan ada keluarga inti yang turut hadir. Senyuman bahagia terpancar di wajah mereka semua.Aland dan Oliver memakai baju yang senada dengan Papa mereka sedangkan Olivia memakai gaun yang senada dengan Jessica. Kedua bayi itu digendong masing-masing oleh Adithama dan juga Arthur.“Cantik sekali kamu hari ini, Sayang,” bisik Damian dan mencium punggung tangan Jessica di hadapan semua orang, tentu saja tindakan suaminya mampu membuat waja
Last Updated: 2026-01-22
Chapter: Bab 201. Hiduplah Lebih Lama
Aland tampak cemberut melihat ekspresi terkejut kedua orang tuanya.Apa yang salah?Itu hanya keinginan kecil dirinya karena memang Crystal seperti barbie baginya, apalagi wanita itu sangat baik dan menjadi dokter serta sahabat mamanya.“Kenapa Mama dan Papa bengong?” tanya Aland sedikit kesal.Jessica dan Damian saling berpandangan, tidak menyangka jika Aland akan meminta menikah dengan anak Crystal dan David ketika dewasa nanti.Apakah benar kisah cinta mereka berdua akan terulang kembali kepada Aland nantinya?“Sekolah yang benar dulu kamu, Aland. Lalu bekerja di perusahaan menggantikan Papa baru bahas nikah,” ucap Damian dengan datar.“Iya, Papa. Aland akan bekerja dengan giat nanti supaya istri Aland bahagia.”Damian menghela napasnya dengan berat. Kenapa pembahasan anaknya terasa begitu berat untuk dirinya sih? Padahal semua itu masih sangat lama tapi mampu membuat dirinya kepikiran.“Oke… Untuk hari ini stop membahas nikah ya, Aland. Papa tiba-tiba pusing,” keluh Damian memijat
Last Updated: 2026-01-22
Terjerat Pesona Papa Sahabatku

Terjerat Pesona Papa Sahabatku

Karena keterbatasan biaya operasi sang Mama, Aurora terpaksa menerima tawaran gila dari Papa sahabatnya untuk menjalin hubungan terlarang bersama pria itu. "Ini gila, Aurora. Saya tidak bisa melepaskanmu. Selamanya kamu akan terus menjadi milik saya, walaupun dunia menentang hubungan kita." ~Leo Charles Frederick~ Akankah cinta yang melanggar batas itu bisa membuat mereka terus bersama, atau justru menjadi awal kehancuran keduanya?
Read
Chapter: Bab 229. End
17 tahun kemudian…Keluarga bahagia itu liburan bersama setelah Alvaro libur bekerja. Pria yang sudah dewasa itu sama seperti papanya sewaktu bujang dulu yang gila kerja.“Akhirnya bisa liburan juga,” ucap Kaluna duduk di kursi dekat pantai bersama keluarganya.“Benar, Kak. Selama ini kita sulit liburan bareng karena Kak Alvaro sibuk kerja gak ada waktu untuk keluarga,” sindir Aluna melirik sinis ke arah kakak lelaki satu-satunya itu.Alvaro hanya tersenyum tipis, semakin beranjak dewasa pria itu berubah drastis, dingin, tegas, dan sama persis seperti Leo. Tidak ada yang membedakan keduanya sekarang, bedanya hanya di usia mereka saja.“Maaf ya adik-adikku sayang. Kakak memang sibuk di rumah sakit tidak bisa sembarangan mengambil cuti,” sahut Alvaro membela diri.Karena memang sejak kepemimpinan rumah sakit jatuh kepada dirinya, Alvaro semakin sibuk. Sedangkan Leo memilih menghabiskan waktunya dengan sang istri di usia mereka yang semakin tua.Kaluna dan Aluna mendengus. “Ya…ya…ya… Man
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Bab 228. Hidup Bahagia
Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari akhirnya Aurora dan kedua anak kembarnya diperbolehkan untuk pulang ke rumah.Kamar sudah dihias orang suruhan Leo secantik mungkin agar Aurora dan kedua anak kembar mereka nyaman berada di dalam kamar.“Mas kamu yang menghias kamar ini?” tanya Aurora dengan mata berbinar bahagia.“Ide aku, Sayang. Tapi orang-orang suruhanku yang mengerjakan semuanya. Gimana, Sayang? Kamu suka?”hawab Leo sambil bertanya kepada sang istri.“Suka banget, Sayang. Kamu memang kreatif sekali,” ujar Aurora dengan terkekeh.Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mendengar pujian istrinya itu.“Mas lakukan semua demi kalian, Sayang,” ucap Leo dengan tersenyum.“Iya, Mas. Aku paham kok.”Keduanya berjalan ke box bayi si kembar dengan Leo yang merangkul bahu istrinya.“Anak kembar kita anteng banget ya, Sayang. Kaluna dan Aluna, jadi anak yang baik dan penyayang keluarga ya, Nak. Kami akan mengusahakan apa pun untuk kalian agar semua anak-anak P
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Bab 227. Lahir Si Kembar
Aurora sudah dipindahkan ke ruang rawat inap dengan fasilitas VVIP. Apalagi Leo adalah pemilik rumah sakit ini, tentu saja ia ingin yang terbaik untuk sang istri.“Gimana keadaan kamu, Sayang?” tanya Leo ingin memastikan jika istrinya dalam kondisi baik-baik saja.Dengan wajah pucat Aurora tersenyum, memancarkan Aurora keibuan yang disukai oleh Leo.“Aku baik-baik saja, Mas. Asal ada kamu di sini semuanya akan baik-baik, Mas. Kamu gak perlu khawatir dengan kondisiku,” jawab Aurora dengan lembut.Leo mengelus pipi Aurora yang terasa dingin. “Mas hanya ingin memastikan kamu gak kesakitan, Sayang. Sudah banyak rasa sakit yang kamu dapatkan. Perjuangan kamu sungguh luar biasa,” ujar Leo dengan tersenyum.Aurora menggenggam tangan Leo dengan erat. Ia bersyukur memiliki Leo di dalam hidupnya yang lebih mengutamakan dirinya.“Iya, Mas. Aku tahu. Aku sudah gak sabar bertemu dengan kedua putri kembar kita, Mas. Kok lama sekali diantar ke sini? Mereka baik-baik saja, kan?” tanya Aurora cemas ka
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Bab 226. Anak kembar
Lima tahun kemudian…. Kehidupan Aurora dan Leo sudah membaik, kedua pasangan itu bahkan terlihat sangat bahagia sekali. Apalagi Alvaro sudah semakin besar bahkan anak itu sudah bersekolah. Ia bertambah bahagia ketika sebentar lagi ia akan mempunyai adik. Ya, Aurora sedang hamil anak kedua setelah beberapa tahun memulihkan keadaannya. Sekarang ia sudah benar-benar sehat, bahkan kandungannya sudah memasuki usia sembilan bulan. Beberapa hari lagi Aurora akan operasi cesar. Sebenarnya Aurora ingin lahiran normal tetapi tidak diizinkan oleh Leo. Lebih baik cesar saja, kata suaminya itu. “Mama kapan adik bayi akan lahir?” tanya Alvaro mengelus perut Aurora yang sudah sangat membesar, karena kata dokter Aurora mengandung bayi kembar makanya besar perutnya melebihi orang hamil pada umumnya. “Seminggu lagi, Nak. Kamu sudah tidak sabar ya?” jawab Aurora sambil bertanya kepada sang anak yang tumbuh semakin tampan saja. Bahkan Aurora tidak menyangka jika anaknya sudah tumbuh secepat
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Bab 225. Kesempatan Kedua
Shopia dan Raja berkunjung di rumah Leo dan Aurora dengan membawa anak mereka. Keduanya datang untuk menjenguk Aurora.“Aurora gimana keadaan kamu sekarang? Aku bahagia sekali kamu sudah diperbolehkan pulang,” tanya Shopia sambil memeluk Aurora dengan rasa bahagia yang luar biasa karena sahabat sekaligus mama sambungnya itu sudah sehat setelah dirawat di rumah sakit karena kecelakaan.“Aku baik-baik saja, Shopia. Berkat doa kalian aku bisa sehat lagi,” sahut Aurora dengan tersenyum.Shopia melepaskan pelukannya, ia menatap Aurora dengan sendu. Wanita kuat seperti Aurora pantas bahagia, walaupun Aurora mama sambungnya ia akan tetap di pihak Aurora selagi wanita itu benar.Dan ia akan melawan mama kandungnya jika mamanya jahat.“Maafkan kesalahan mamaku ya, Aurora. Mamaku sudah menabrakmu dengan sengaja, dan sekarang mama sudah menerima ganjarannya,” ucap Shopia dengan sendu.Walaupun ia tidak ikut melakukan kejahatan seperti yang dilakukan mamanya, tetap saja Shopia merasa bersalah den
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Bab 224. Trauma
Aurora menyaksikan proses pemakaman Darma. Wanita itu sama sekali tidak menangis, ia hanya diam dan melihat bagaimana tanah itu mengubur seluruh tubuh papanya bersama peti di dalamnya.“Mas ayo pulang aku pusing,” ucap Aurora mengajak suaminya untuk pulang.Ia sudah tidak sanggup berada di pemakaman. Tubuhnya terasa sangat lemas, rasanya seperti mau pingsan.Leo dengan sigap menggendong istrinya, apalagi ia melihat wajah Aurora kembali pucat. Padahal sebelumnya wajah istrinya sudah tampak seperti biasa.“Iya, Sayang. Kita pulang sekarang ya,” sahut Leo dengan tegas.Aurora hanya diam di saat Leo menggendongnya, karena ia sudah tidak mampu untuk berjalan.Sebelum benar-benar jauh, Aurora menatap makam papanya yang sudah bertabur bunga.“Aku harap Papa jika papa sudah bertemu mama semoga papa meminta maaf langsung kepadanya,” gumam Aurora di dalam hati.Keduanya sudah masuk ke dalam mobil. Aurora memejamkan matanya, hari ini sangat berat baginya, ia ingin beristirahat sejenak untuk meng
Last Updated: 2026-10-10
Menikahi Om Mantan Pacarku

Menikahi Om Mantan Pacarku

"Dikhianati kekasih dan sahabat. Terlilit utang. Balas dendam adalah satu-satunya pilihan." Saat Sheina mendapati kekasih dan sahabatnya berkhianat di hari perayaan cinta mereka, dunia seolah runtuh. Lebih parah lagi, Reno tak hanya menghancurkan hatinya—ia juga meninggalkan beban utang dan mengambil alih rumah peninggalan ibunya. Di ujung keterpurukan, muncul Rayden—pria dingin sekaligus paman Reno. Awalnya hanya alat balas dendam, kini justru menjadi satu-satunya jalan keluar. Tapi Rayden bukan pria yang bisa dimanipulasi semudah itu… dan Sheina tak tahu bahwa permainan dendam ini bisa berakhir dengan luka yang lebih dalam—atau cinta yang tak terduga.
Read
Chapter: Chapter 140. End
Sheina sedang memperhatikan kedua anak kembarnya yang berlarian bersama dengan Rayden. Keduanya tertawa bahagia saat papa mereka mengejar.Sheina tertawa melihat Nessa berteriak histeris, mungkin karena geli juga dikejar oleh Rayden. Suaranya begitu melengking padahal di taman ini tidak banyak orang, tetapi karena suara Nessa dan Nevan suasananya menjadi sangat ramai.“Hahaha…Papa geli,” teriak Nessa saat Rayden berhasil mendapatkan anaknya itu.Sedangkan Nevan berlari ke arah Sheina, ia masuk ke dalam pangkuan Sheina bermaksud untuk bersembunyi di sana.Nicholas berada di stroller, anak bayi itu hanya melihat saja tanpa tahu apa yang sedang saudaranya lakukan.“Mama angan acih tau Papa Evan di cini ya,” bisik Nevan dengan napas yang begitu memburu.Sheina mengangguk dengan terkikik geli. Padahal siapa saja bisa melihat Nevan yang ada di pangkuannya, hanya saja anaknya itu benar-benar menutupi wajahnya.“Sayang, kamu ada lihat Nevan gak?” tanya Rayden dengan mengedipkan matanya, berpu
Last Updated: 2025-07-19
Chapter: Chapter 139. Gara-gara Begadang
“Nicho sudah mandi iya, Nak? Hmmm…wanginya,” ucap Rayden mencium pipi anaknya.“Ini Mamanya juga sudah cantik banget,” lanjut Rayden yang mencium bibir istrinya.Tentu saja perlakuan Rayden yang seperti itu membuat Sheina mendelik, bukan tidak suka, hanya saja sikap suaminya ini banyak sekali berubah.Dan Sheina suka perubahan itu, Rayden lebih banyak tersenyum bahkan bercanda dengan ketiga anaknya. Waktu lelaki itu juga lebih banyak di rumah daripada di kantor.“Mas, di depan anak loh ini,” protes Sheina dengan pelan.Rayden hanya terkekeh saja, membuat Sheina kesal namun wajahnya memerah seperti ini karena malu adalah hobi terbarunya saat ini.“Ooo…jadi, kalau di belakang anak boleh ya?!” ucap Rayden dengan menaik turunkan alisnya.Sheina mencibik bibirnya tetapi diam-diam ia juga tersenyum dengan tingkah suaminya. Lelaki yang begitu dingin dan kaku kini bisa ia taklukan.“B-bukan begitu,” sahut Sheina dengan gugup.Rayden tertawa pelan. Tetapi Sheina langsung memperingati suaminya
Last Updated: 2025-07-19
Chapter: Chapter 138. Pulang Ke Rumah
Sheina dan Nicholas sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.Anak bayi itu tampak anteng di dekapan papanya. Nicholas sejak tadi belum tidur, ia asyik menggerakkan mulutnya.“Gemes banget kamu, Dek,” ucap Rayden dengan terkekeh.Rayden melihat Sheina yang bangun dari kasur. “Mau ke mana, Sayang?” tanya Rayden dengan cemas.Sheina tersenyum, ia melihat gurat kekhawatiran di wajah Rayden. Padahal ia hanya ingin ke kamar mandi saja, tapi Rayden terlihat begitu berlebihan.“Ke kamar mandi, Mas,” sahut Sheina dengan pelan.“Mas temani ya,” ucap Rayden berdiri dari duduknya dan meletakkan Nicholas di dalam box bayi miliknya.“Aku bisa sendiri, Mas,” protes Sheina yang menganggap Rayden terlalu berlebihan mengkhawatirkan dirinya.Rayden seperti ini karena ia terlalu takut terjadi sesuatu dengan Sheina. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sheina seperti dulu, itu begitu membuat dirinya merasa bersalah sampai sekarang.“Mas temani!” ucap Rayden dengan teg
Last Updated: 2025-07-18
Chapter: Chapter 137. Kembar Sayang Adik Bayi
Ranti menggendong cicitnya dengan tersenyum bahagia, lalu ia meletakkan Nicholas di dalam pangkuan Nessa yang ingin sekali memangku adiknya itu. “Adik bayinya tidul telus,” keluh Nessa saat melihat sang adik tidur dengan begitu nyenyak karena habis minum asi dengan Sheina. “Ngantuk adiknya, Kak,” sahut Ranti dengan terkekeh melihat ekspresi Nicholas saat pipinya dipegang oleh Nessa. “Nenek Uyut,” panggil Nevan mendekat. “Iya Kak Nevan,” sahut Ranti dengan sabar. Ranti tahu Nevan juga ingin menggendong sang adik. Ia harus sabar menghadapi cicitnya yang begitu aktif itu. “Antian dong,” ucap Nevan dengan cemberut. “Cabal Neca dulu.” Nevan mendelik ke arah kembarannya, ia merasa tidak suka ketika Nessa tidak mau gantian kepadanya. “Kamu teyus yang angku. Evan uga au,” protesnya. “Cabal-cabal,” ucap Nessa dengan santainya tak mau melepaskan adiknya begitu saja untuk dipangku oleh kakak kembarannya itu. Nevan yang kesal mendekati papa dan mamanya. Ia meminta gendong pa
Last Updated: 2025-07-18
Chapter: Chapter 136. Kebahagiaan Keluarga Kecil
Hari demi hari berlalu begitu sangat cepat. Kini, usia kandungan Sheina sudah 9 bulan. Selama kehamilannya, Sheina benar-benar sangat manja dengan Rayden.Perutnya yang sudah membesar begitu sangat menggemaskan di mata Rayden. Bahkan kedua anak kembar mereka sangat suka mencium perut Sheina dan berakhir mereka tertawa bahagia ketika adik mereka merespon dengan sebuah tendangan.“Sudah siap semua, kan?” tanya Rayden yang tampak sibuk mempersiapkan semua keperluan persalinan Sheina.Bahkan Sheina hanya duduk diam bersama dengan kedua anak kembarnya, mereka memakan camilan. Sedangkan Rayden sibuk sendiri karena lelaki itu yang melarang Sheina.“Sudah, Mas,” sahut Sheina yang melihat semua barang yang sudah dipersiapkan oleh Rayden.Dokter menyarankan Sheina caesar kembali, karena tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal.Rayden sudah membooking kamar untuk Sheina di rumah sakit. Bahkan yang menangani Sheina adalah dokter yang terbaik.“Kalau gitu ayo kita berangkat ke rumah sakit s
Last Updated: 2025-07-17
Chapter: Chapter 135. Rosa Telah Pergi
Sheina menatap nisan Rosa dengan pandangan yang begitu sulit diartikan, wanita itu sama sekali tidak menangis atau pun terlihat bahagia.Hanya menatap nama Rosa dengan helaan napas yang begitu berat. Pada akhirnya ia juga kehilangan Rosa, saat itu setelah memaafkan kakaknya, Sheina berharap hubungan mereka bisa seperti kakak dan adik pada umumnya.Tetapi takdir berkata lain. Setelah kemarin ia pulang dari rumah sakit, malam harinya ia dikabarkan oleh pihak rumah sakit jika Rosa sudah menghembuskan napas terakhirnya malam itu ditemani oleh Reno.“Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi,” ucap Baskoro menatap sendu ke arah nisan itu.Ada rasa penyesalan di hatinya karena semenjak Rosa lahir ke dunia dan sampai Rosa dewasa ia tidak pernah menganggap Rosa sebagai cucunya, bahkan ia tidak pernah menggendong Rosa kecil.Tetapi setelah kepergian wanita itu, ia merasa berdosa bahkan meminta maaf di jasad Rosa yang sudah tidak bernyawa.“Ya, Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga dia baha
Last Updated: 2025-07-17
You May Also Like
Wanita Kedua
Wanita Kedua
Rumah Tangga · Ajeng padmi
62.1K views
Kami Bisa Tanpamu Mas
Kami Bisa Tanpamu Mas
Rumah Tangga · Didi Mawadah
61.5K views
Karma untuk Suami Pelit
Karma untuk Suami Pelit
Rumah Tangga · Tetiimulyati
61.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status