Chapter: Bab 150. Kecurigaan LeoLeo menarik Aurora dengan cepat setelah sang istri berada di hadapannya. Ia langsung menyusul ke tempat ini ketika dihubungi oleh bodyguardnya jika Aurora dibawa oleh seseorang.“Kamu tidak apa-apa kan, Sayang?” tanya Leo memastikan keadaan sang istri.Leo melihat seluruh tubuh Aurora dengan teliti, ia takut Aurora terluka sedikit saja.Aurora sedikit syok melihat kedatangan suaminya, ia yang masih melamun, tubuhnya kaku ketika dipeluk.“A-aku gak apa-apa, Mas. Tadi—”“Pria brengsek itu yang membawa kamu pergi, kan?!” ucap Leo memotong ucapan istrinya dengan cepat.Suaranya datar, dingin dan sama sekali tidak bersahabat.Aurora menelan ludahnya dengan kasar mendengar suara suaminya yang seperti vonis mati untuk dirinya. Kenapa suaminya cepat sekali mengetahui semuanya? Bahkan ia belum bercerita sama sekali.“D-dari mana Mas tahu?” tanya Aurora dengan terbata.“Kamu lupa suamimu ini siapa, Sayang?” Suara Leo bertambah dingin. Ia menarik Aurora dengan pelan untuk masuk ke dalam mobil,
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Bab 149. Mencoba meyakinkanAurora meringis, ia mencoba melepaskan cekalan tangan papanya, tetapi kekuatannya tidak sebanding dengan Darma.“Lepas!” ucap Aurora dengan kesal. Ia mencoba memberontak, langkahnya sampai terseok-seok mengikuti langkah Darma yang terburu-buru.Hingga mereka sampai di tempat sepi barulah Darma melepaskan tangannya. Namun, ia masih berjaga-jaga agar Aurora tidak melarikan diri dari dirinya.Aurora memegang pergelangan tangannya yang terasa perih. Ia menatap Darma dengan datar, menahan emosi yang bergejolak di dalam dirinya.“Apa maumu?” tanya Aurora dengan tajam—berusaha untuk tidak menangis di hadapan papanya yang sudah lama tidak ia temui.Darma melotot, sudah lama tidak bertemu dengan sang anak ternyata Aurora sudah sangat berani berbicara dengan dirinya.“Nadamu terdengar sangat sombong Aurora. Kita sudah lama tidak bertemu. Apa kamu tidak merindukan Papa?” tanya Darma menatap Aurora dengan serius.Aurora terkekeh sinis. “Rindu? Hahaha… Apa yang harus aku rindukan dari sosok Papa
Last Updated: 2026-08-08
Chapter: Bab 148. Pertemuan Tak TerdugaTiga bulan berlalu, semua tampak berjalan seperti biasa. Hidup Aurora dan Leo bertambah bahagia apalagi melihat Alvaro yang semakin berisi dan menggemaskan.Suara ocehan Alvaro terdengar setiap pagi, alarm yang membangunkan kedua orang tuanya.Teriakan Alvaro membuat Aurora dan Leo yang masih tertidur akhirnya terbangun.Aurora menggeliat, ia membuka mata dengan perlahan. Merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku.“Iya, Sayang. Sebentar,” ucap Aurora menyahut ocehan anaknya.Leo juga ikut terbangun, ia mengucek matanya yang masih terasa sangat mengantuk. Ia baru saja tidur sehabis pulang dari rumah sakit, tetapi ia tidak bisa melewatkan pagi harinya bersama sang anak yang semakin hari semakin menggemaskan.“Anak Mama sudah bangun. Emm bau asem nih,” ucap Aurora menggendong anaknya dan mencium leher sang anak dengan gemas.“Hahaha…” Alvaro tertawa riang ketika diajak bercanda dengan mamanya.Tangannya bergerak menyentuh rambut Aurora dan menariknya. Entah kenapa Alvaro sangat suka me
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 147. BegadangEmma memberikan uang di hadapan Darma setelah mereka selesai bercinta.“Uang apa ini?” tanya Darma dengan ekspresi berpura-pura bingung.“Gak usah banyak tanya ambil saja!” sahut Emma dengan ketus.Wanita itu membenarkan pakaiannya yang masih terlihat berantakan, ia melirik ke arah Darma sekilas.Emma ingin melangkah pergi. Namun, tangannya dicekal pelan oleh Darma. Mata mereka bertemu pandang.“Terima kasih, Sayang. Kalau kamu butuh aku untuk memuaskanmu di atas ranjang panggil saja aku ya,” ucap Darma mengedipkan mata.Emma tak membalas ucapan Darma. Wanita itu langsung melenggang pergi dari hadapan Darma.Setelah pintu tertutup, Darma mengambil uang pemberian Emma di atas meja dan menciumnya diakhiri dengan tawa kebahagiaan karena mendapatkan uang cukup banyak dari wanita murahan itu.“Kalau begitu terus aku bisa kaya,” gumam Darma dengan bahagia.“Dapat enaknya sekaligus uang yang banyak. Hahaha… Wanita itu benar-benar menguntungkan sekali. Tidak menyesal jika aku harus bekerja sa
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 146. Sentuhan DarmaAurora terkekeh mendengar perkataan suaminya, dari nadanya terdengar kecemburuan di sana. Alih-alih bukannya kesal, Aurora malah tertawa geli dan mencubit lengan suaminya. “Baru beberapa hari Alvaro hadir loh, Mas. Kamu sudah secemburu ini? Anak kita baru saja minum asi,” ucap Aurora setelah tawanya reda.Leo merengut. Namun, wajahnya sama sekali tidak pantas menunjukkan ekspresi manja seperti itu di hadapan istrinya. Apalagi jika diketahui orang luar, di mana citra yang ia bangun selama ini akan sirna jika orang lain mengetahui sisi lain dari dalam dirinya.“Kamu sudah gak sayang Mas lagi ya?” tanya Leo dengan sendu—ekspresinya dibuat sesedih mungkin.Aurora menghela napasnya, ia menatap suaminya dengan ekspresi datar. Kemarin anaknya di dalam kandungan ditunggu-tunggu kelahirannya. Sekarang sudah lahir, Leo cemburuan sekali.“Sayang, Mas. Tapi anak kita butuh asi loh.”Leo langsung tersenyum. “Iya, Sayang. Mas tahu kamu sayang sama Mas kok. Maaf ya sudah buat kamu kesal,” ujar Le
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 145. Pulang Ke RumahShopia terkapar lemas di atas kasur setelah percintaan panasnya dengan Raja. Napasnya masih menderu, terasa panas.Bahkan dadanya masih naik turun, ia mencoba mengatur napasnya yang masih begitu berantakan.Rambutnya yang acak-acakan, keringat yang terasa lengket memperlihatkan kulit Shopia yang mengkilap.Begitu juga dengan Raja. Pria itu nampak puas dengan apa yang baru saja mereka lakukan, tak lama ia melirik ke arah istrinya.Raja tersenyum kecil melihat betapa seksinya sang istri.“Sayang,” panggil Raja tepat di telinga Shopia.“Hmmm…”Shopia hanya berdehem saja, ia masih kelelahan. Tenaganya terkuras habis, karena melayani nafsu suaminya.“Kamu seksi sekali,” bisik Raja.Tangan Raja bergerak ke kedua payudara Shopia dan meremasnya dengan lembut.Shopia langsung membuka matanya dan melotot ke arah sang suami.“Mas apa yang kamu lakukan? Singkirkan tangan kamu dari sana,” tanya Shopia sambil menyuruh sang suami menyingkir dari tubuhnya.Tetapi Raja sama sekali tidak bergeming, ia
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Chapter 140. EndSheina sedang memperhatikan kedua anak kembarnya yang berlarian bersama dengan Rayden. Keduanya tertawa bahagia saat papa mereka mengejar.Sheina tertawa melihat Nessa berteriak histeris, mungkin karena geli juga dikejar oleh Rayden. Suaranya begitu melengking padahal di taman ini tidak banyak orang, tetapi karena suara Nessa dan Nevan suasananya menjadi sangat ramai.“Hahaha…Papa geli,” teriak Nessa saat Rayden berhasil mendapatkan anaknya itu.Sedangkan Nevan berlari ke arah Sheina, ia masuk ke dalam pangkuan Sheina bermaksud untuk bersembunyi di sana.Nicholas berada di stroller, anak bayi itu hanya melihat saja tanpa tahu apa yang sedang saudaranya lakukan.“Mama angan acih tau Papa Evan di cini ya,” bisik Nevan dengan napas yang begitu memburu.Sheina mengangguk dengan terkikik geli. Padahal siapa saja bisa melihat Nevan yang ada di pangkuannya, hanya saja anaknya itu benar-benar menutupi wajahnya.“Sayang, kamu ada lihat Nevan gak?” tanya Rayden dengan mengedipkan matanya, berpu
Last Updated: 2025-07-19
Chapter: Chapter 139. Gara-gara Begadang“Nicho sudah mandi iya, Nak? Hmmm…wanginya,” ucap Rayden mencium pipi anaknya.“Ini Mamanya juga sudah cantik banget,” lanjut Rayden yang mencium bibir istrinya.Tentu saja perlakuan Rayden yang seperti itu membuat Sheina mendelik, bukan tidak suka, hanya saja sikap suaminya ini banyak sekali berubah.Dan Sheina suka perubahan itu, Rayden lebih banyak tersenyum bahkan bercanda dengan ketiga anaknya. Waktu lelaki itu juga lebih banyak di rumah daripada di kantor.“Mas, di depan anak loh ini,” protes Sheina dengan pelan.Rayden hanya terkekeh saja, membuat Sheina kesal namun wajahnya memerah seperti ini karena malu adalah hobi terbarunya saat ini.“Ooo…jadi, kalau di belakang anak boleh ya?!” ucap Rayden dengan menaik turunkan alisnya.Sheina mencibik bibirnya tetapi diam-diam ia juga tersenyum dengan tingkah suaminya. Lelaki yang begitu dingin dan kaku kini bisa ia taklukan.“B-bukan begitu,” sahut Sheina dengan gugup.Rayden tertawa pelan. Tetapi Sheina langsung memperingati suaminya
Last Updated: 2025-07-19
Chapter: Chapter 138. Pulang Ke RumahSheina dan Nicholas sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.Anak bayi itu tampak anteng di dekapan papanya. Nicholas sejak tadi belum tidur, ia asyik menggerakkan mulutnya.“Gemes banget kamu, Dek,” ucap Rayden dengan terkekeh.Rayden melihat Sheina yang bangun dari kasur. “Mau ke mana, Sayang?” tanya Rayden dengan cemas.Sheina tersenyum, ia melihat gurat kekhawatiran di wajah Rayden. Padahal ia hanya ingin ke kamar mandi saja, tapi Rayden terlihat begitu berlebihan.“Ke kamar mandi, Mas,” sahut Sheina dengan pelan.“Mas temani ya,” ucap Rayden berdiri dari duduknya dan meletakkan Nicholas di dalam box bayi miliknya.“Aku bisa sendiri, Mas,” protes Sheina yang menganggap Rayden terlalu berlebihan mengkhawatirkan dirinya.Rayden seperti ini karena ia terlalu takut terjadi sesuatu dengan Sheina. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sheina seperti dulu, itu begitu membuat dirinya merasa bersalah sampai sekarang.“Mas temani!” ucap Rayden dengan teg
Last Updated: 2025-07-18
Chapter: Chapter 137. Kembar Sayang Adik BayiRanti menggendong cicitnya dengan tersenyum bahagia, lalu ia meletakkan Nicholas di dalam pangkuan Nessa yang ingin sekali memangku adiknya itu. “Adik bayinya tidul telus,” keluh Nessa saat melihat sang adik tidur dengan begitu nyenyak karena habis minum asi dengan Sheina. “Ngantuk adiknya, Kak,” sahut Ranti dengan terkekeh melihat ekspresi Nicholas saat pipinya dipegang oleh Nessa. “Nenek Uyut,” panggil Nevan mendekat. “Iya Kak Nevan,” sahut Ranti dengan sabar. Ranti tahu Nevan juga ingin menggendong sang adik. Ia harus sabar menghadapi cicitnya yang begitu aktif itu. “Antian dong,” ucap Nevan dengan cemberut. “Cabal Neca dulu.” Nevan mendelik ke arah kembarannya, ia merasa tidak suka ketika Nessa tidak mau gantian kepadanya. “Kamu teyus yang angku. Evan uga au,” protesnya. “Cabal-cabal,” ucap Nessa dengan santainya tak mau melepaskan adiknya begitu saja untuk dipangku oleh kakak kembarannya itu. Nevan yang kesal mendekati papa dan mamanya. Ia meminta gendong pa
Last Updated: 2025-07-18
Chapter: Chapter 136. Kebahagiaan Keluarga KecilHari demi hari berlalu begitu sangat cepat. Kini, usia kandungan Sheina sudah 9 bulan. Selama kehamilannya, Sheina benar-benar sangat manja dengan Rayden.Perutnya yang sudah membesar begitu sangat menggemaskan di mata Rayden. Bahkan kedua anak kembar mereka sangat suka mencium perut Sheina dan berakhir mereka tertawa bahagia ketika adik mereka merespon dengan sebuah tendangan.“Sudah siap semua, kan?” tanya Rayden yang tampak sibuk mempersiapkan semua keperluan persalinan Sheina.Bahkan Sheina hanya duduk diam bersama dengan kedua anak kembarnya, mereka memakan camilan. Sedangkan Rayden sibuk sendiri karena lelaki itu yang melarang Sheina.“Sudah, Mas,” sahut Sheina yang melihat semua barang yang sudah dipersiapkan oleh Rayden.Dokter menyarankan Sheina caesar kembali, karena tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal.Rayden sudah membooking kamar untuk Sheina di rumah sakit. Bahkan yang menangani Sheina adalah dokter yang terbaik.“Kalau gitu ayo kita berangkat ke rumah sakit s
Last Updated: 2025-07-17
Chapter: Chapter 135. Rosa Telah PergiSheina menatap nisan Rosa dengan pandangan yang begitu sulit diartikan, wanita itu sama sekali tidak menangis atau pun terlihat bahagia.Hanya menatap nama Rosa dengan helaan napas yang begitu berat. Pada akhirnya ia juga kehilangan Rosa, saat itu setelah memaafkan kakaknya, Sheina berharap hubungan mereka bisa seperti kakak dan adik pada umumnya.Tetapi takdir berkata lain. Setelah kemarin ia pulang dari rumah sakit, malam harinya ia dikabarkan oleh pihak rumah sakit jika Rosa sudah menghembuskan napas terakhirnya malam itu ditemani oleh Reno.“Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi,” ucap Baskoro menatap sendu ke arah nisan itu.Ada rasa penyesalan di hatinya karena semenjak Rosa lahir ke dunia dan sampai Rosa dewasa ia tidak pernah menganggap Rosa sebagai cucunya, bahkan ia tidak pernah menggendong Rosa kecil.Tetapi setelah kepergian wanita itu, ia merasa berdosa bahkan meminta maaf di jasad Rosa yang sudah tidak bernyawa.“Ya, Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga dia baha
Last Updated: 2025-07-17
Chapter: Bab 206. Akhir Yang Bahagia5 tahun kemudian…Salju turun begitu tebal, suasana di hotel semakin terasa dingin, tetapi tidak membuat dua insan yang sedang menatap langit itu masuk ke dalam kamar. Keduanya asyik memandang langit dengan saling memeluk satu sama lain di balkon kamar. Sedangkan ketiga anak mereka sudah tidur di kamar masing-masing yang ada di sebelah kamar mereka bersama dengan pengasuh mereka.“Gak kerasa pernikahan kita sudah berjalan hampir 7 tahun ya, Mas,” celetuk Jessica dengan tersenyum.Tubuhnya hangat walaupun udara sangat dingin. Karena pakaian tebal dan pelukan Damian mampu menghangatkan dirinya.“Iya, Sayang. Sudah sejauh ini ya ternyata. Bahkan si kembar sudah berusia lima tahun, padahal baru kemarin rasanya Mas gendong, Mas timang-timang mereka sekarang sudah besar saja,” gumam Damian terkekeh membayangkan ketika anak kembar mereka masih bayi, ternyata waktu cepat sekali berlalu.Jessica juga menerawang, sekarang Oliver dan Olivia sudah berlarian, suara cerewet Olivia. Tingkah jahil O
Last Updated: 2026-01-25
Chapter: Bab 205. Rencana HoneymoonKebahagiaan David dan Crystal sudah sampai ke Jessica. Karena Jessica sudah sebagai kakak untuk Crystal, orang tuanya sama sekali tidak peduli.Dan menanggapi kehamilan Crystal, Jessica tampak sangat bahagia sekali. Mereka terus mengirimkan pesan hingga Jessica mengabaikan suaminya.“Kamu chattingan sama siapa, Sayang? Sampai Mas kamu cuekin,” tanya Damian dengan mengeluh karena Jessica sama sekali tidak melihat ke arahnya.Jessica melirik sekilas, ia meletakkan ponselnya di selimut yang ia pakai. “Sama Crystal, Mas. Tahu gak, Mas? Crystal hamil lagi. Aaa… Senangnya aku, semoga anaknya cewek deh,” ucap Jessica dengan hebohnya.Damian menghela napasnya dengan pelan. “Kamu masih mau menjodohkan Aland dengan anak Crystal, Sayang? Ya ampun, itu masih lama banget loh.”“Kita juga gitu kok sudah dijodohkan dari Mama hamil aku dan kamu langsung jatuh cinta juga, kan?”Damian terdiam. Kata-kata istrinya sangat telak untuk dirinya karena memang benar, ia langsung jatuh cinta dengan mata indah
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 204. Kabar BahagiaKetika Jessica membuka pintu kamar, ia sudah disambut dengan tangisan kedua anak kembarnya.Damian yang berada di belakang sang istri langsung panik melihat kedua wajah anaknya yang sudah berlinang air mata.“Uluh-uluh sedihnya anak-anak Mama,” ucap Jessica dengan kasihan tetapi juga gemas.Yang lucunya tangan Oliver terulur meminta digendong Mamanya sedangkan Olivia menatap sang Papa seperti memelas ingin segera digendong.Kedua pengasuh Oliver dan Olivia merasa tidak enak hati, apalagi melihat bekas kissmark begitu banyak di leher Jessica yang tidak disadari oleh wanita itu sendiri.Mereka menunduk dengan malu, sedangkan Aryana memaklumi karena bagaimana pun ini adalah hari bahagia anak dan menantunya, seperti pengantin baru tentu saja.Keduanya langsung menggendong si kembar. Dan benar saja Oliver dan Olivia seketika berhenti menangis.“Kangen Mama sama Papanya ternyata,” celetuk Aryana dengan terkekeh.“Bawa masuk saja. Mama dan Mbak-Mbak ke sana dulu. Pengantin baru tidak lapar?
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 203. Kamu belum puas Mas?“A-aku bersihkan make up dulu, Mas.”Damian menatap wajah istrinya, perlahan ia menjauh dari Jessica dan tidak lagi mengukung sang istri di tembok.“Mas bantu,” bisik Damian memeluk Jessica dari belakang.Jessica merasa merinding ketika Damian sudah seperti ini, suaranya berat dan ia dapat merasakan milik suaminya yang menegang.“M-mas bisa lepasin dulu gak? Aku gak akan kabur kok,” bujuk Jessica dengan tersenyum tipis—merasa lucu dengan tingkah suaminya.“Aku risih banget sama gaunnya, mau aku lepas dulu,” rengek Jessica dengan manja.Damian terkekeh, akhirnya ia melepaskan pelukannya. Menunggu dan menatap istrinya tanpa berkedip.“Lepasin aja di sini, Sayang. Kenapa diam?” tanya Damian dengan menaikkan satu alisnya.Jessica mendengus. “Mesum banget udah punya tiga anak juga,” gumam Jessica.Damian tidak menimpali ucapan istrinya, ia menikmati wajah kesal Jessica.Jessica melepaskan gaun pengantin yang ia pakai di hadapan Damian. Sebenarnya ia malu, tetapi toh mereka sudah sering mel
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 202. Pesta PernikahanDamian terpanah, bahkan ia tidak berkedip sama sekali ketika melihat istrinya memakai gaun pengantin pengantin berwarna putih.Di gedung besar ini, dekorasi bunga putih cream memenuhi ruangan. Cahaya lampu yang tamaran semakin membuat suasana romantis.Kursi-kursi tamu undangan sudah terisi penuh, suara tepuk tangan gembira ketika tangan Damian terulur ke hadapan Jessica karena ingin menjemput pujaan hatinya, begitu menyentuh para tamu undangan yang hadir.Jessica menyambut tangan suaminya, keduanya berjalan beriringan menuju pelaminan.Di kursi paling depan ada keluarga inti yang turut hadir. Senyuman bahagia terpancar di wajah mereka semua.Aland dan Oliver memakai baju yang senada dengan Papa mereka sedangkan Olivia memakai gaun yang senada dengan Jessica. Kedua bayi itu digendong masing-masing oleh Adithama dan juga Arthur.“Cantik sekali kamu hari ini, Sayang,” bisik Damian dan mencium punggung tangan Jessica di hadapan semua orang, tentu saja tindakan suaminya mampu membuat waja
Last Updated: 2026-01-22
Chapter: Bab 201. Hiduplah Lebih LamaAland tampak cemberut melihat ekspresi terkejut kedua orang tuanya.Apa yang salah?Itu hanya keinginan kecil dirinya karena memang Crystal seperti barbie baginya, apalagi wanita itu sangat baik dan menjadi dokter serta sahabat mamanya.“Kenapa Mama dan Papa bengong?” tanya Aland sedikit kesal.Jessica dan Damian saling berpandangan, tidak menyangka jika Aland akan meminta menikah dengan anak Crystal dan David ketika dewasa nanti.Apakah benar kisah cinta mereka berdua akan terulang kembali kepada Aland nantinya?“Sekolah yang benar dulu kamu, Aland. Lalu bekerja di perusahaan menggantikan Papa baru bahas nikah,” ucap Damian dengan datar.“Iya, Papa. Aland akan bekerja dengan giat nanti supaya istri Aland bahagia.”Damian menghela napasnya dengan berat. Kenapa pembahasan anaknya terasa begitu berat untuk dirinya sih? Padahal semua itu masih sangat lama tapi mampu membuat dirinya kepikiran.“Oke… Untuk hari ini stop membahas nikah ya, Aland. Papa tiba-tiba pusing,” keluh Damian memijat
Last Updated: 2026-01-22