Chapter: Bab 32. Salah TingkahTubuh Aurora remuk redam, bahkan ia kembali ke kamar Shopia dengan kaki bergetar hebat. Sangking lemas dan lelahnya melayani Leo yang sangat beringas malam ini.Gadis itu seperti maling yang takut ketahuan. Sialnya, Leo sama sekali tidak membantu dirinya. Lelaki itu tertidur setelah mereka membersihkan diri bersama.Karena lelahnya itu juga, ia terlelap dengan nyenyak di samping Shopia. Dengkuran halusnya terdengar mengisi kamar Shopia yang bernuansa putih gading itu.Sayup-sayup ia mendengar suara yang memanggil namanya. Matanya terasa berat untuk terbuka tetapi cahaya matahari menyilaukan pandangannya, hingga Aurora kembali menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.“Aurora, ini sudah siang. Kamu gak mau bangun?” teriak Shopia dengan kesal ketika Aurora tidak kunjung bangun.Padahal mereka tidak terlalu larut untuk tidur, tapi mengapa Aurora sangat susah dibangunkan?“Sebentar lagi, Shopia,” jawab Aurora dengan malas karena sungguh ia baru tidur hampir menjelang pagi.“Ck… Ya
Terakhir Diperbarui: 2026-02-08
Chapter: Bab 31. Di Kamar LeoAurora mendongak, ia menggigit bibir bawahnya ketika Leo mengecup lehernya. Pria itu memainkan lidahnya di leher dan telinga Aurora tergesa-gesa dan penuh gairah. Anehnya, sentuhan kali ini berbeda, Aurora menggeliat bukan karena kesakitan, melainkan karena kegelian yang disusul oleh gelombang gairah seperti sengatan listrik di tubuhnya. Jantungnya berdebar kencang bukan hanya sekedar ketakutan, tetapi sensasi yang ia nikmati berbeda dari percintaan pertama mereka. “Eugh…”Tubuhnya melanggar batas, matanya terpejam erat. Namun, kali ini bukan untuk melarikan diri melainkan untuk fokus pada sensasi baru yang asing dan memabukkan. Tubuhnya yang tadinya kaku karena rasa jijik. Kini, bergerak luwes merespon setiap sentuhan Leo. Tanpa disadari oleh Aurora. Kini, keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhnya. “Indah sekali,” gumam Leo dengan serak. Aurora gugup, ia mencoba menutupi bagian dadanya. Tetapi rasanya percuma karena tangan Leo sudah bermain di san
Terakhir Diperbarui: 2026-02-07
Chapter: Bab 30. Aku Menginginkanmu, Aurora!Aurora menatap langit-langit kamar Shopia, berkedip perlahan dan hembusan napasnya terdengar, sejak tadi ia sudah menguap, tetapi matanya tidak bisa terpejam.Padahal di sebelahnya ada Shopia yang tidur dengan nyenyak dan memeluknya dengan erat.Malam semakin larut, rintik hujan mulai terdengar turun. Aurora mencoba menyingkirkan tangan Shopia yang ada di perutnya, tenggorokannya terasa kering..Perlahan ia turun dari kasur tanpa mengganggu tidur sahabatnya itu.“Padahal hujan tapi kenapa aku merasa gerah dan haus ya?” tanya Aurora pada dirinya sendiri.Ia melangkah keluar kamar tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Rumah ini terlihat sangat sepi bahkan pencahayaan lampu dibuat remang, ia mengusap lengannya, merasa takut turun ke bawah sendirian.“Sepi banget. Kok serem ya,” gumam Aurora mengusap tengkuknya dengan pelan.Ia semakin merinding ketika merasakan ada yang sedang mengawasinya di belakang tetapi ia sama sekali tidak berani menoleh sedikit pun.Hingga genggaman di tangannya me
Terakhir Diperbarui: 2026-02-07
Chapter: Bab 29. Tidak Suka“Papa, Aurora. Kalian ini terlihat canggung sekali ya. Padahal cuma tabrakan doang,” ucap Shopia tertawa kecil melihat ekspresi papa dan sahabatnya itu. Aurora langsung melepaskan diri dari Leo. Ia salah tingkah dengan membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan. “M-maaf, Om. Aku gak sengaja nabrak,” ucap Aurora dengan terbata. “Hmmm…”Kedua pipi Aurora memanas, ia langsung merangkul lengan Shopia untuk menutupi kegugupannya. Leo meninggalkan dua gadis itu begitu saja, tidak ada satu orang pun yang tahu jika saat ini detak jantungnya menggila, ia tidak bisa mengontrol jantungnya sendiri. Tetapi Leo masih bisa mengendalikan ekspresi wajahnya. “Dia cantik sekali. Terlihat polos dan menggemaskan,” gumam Leo tanpa sadar yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Leo menepuk-nepuk pipinya, menyadarkan dirinya karena telah memuji Aurora. “Sadar Leo! Jangan terbawa perasaan, hubungan kalian hanya sebatas saling menguntungkan satu sama lain. Kamu menyelamatkan ibunya, dan dia mem
Terakhir Diperbarui: 2026-02-06
Chapter: Bab 28. Menginap di Rumah Leo“Ayolah Aurora. Papaku gak akan marah kalau kamu menginap di rumah,” bujuk Shopia memegang tangan sahabatnya dengan wajah yang memelas.Aurora melirik ke arah Leo sekilas, pria itu mengangguk dengan tegas. Jika Leo memang mengizinkan dirinya untuk menginap di rumah mewah milik Leo itu.Aurora menghela napasnya dengan pelan, ia tersenyum tipis menatap Shopia. Ia tidak tega untuk menolak ajakan sahabatnya itu, mungkin dengan ia menginap bisa mengurangi rasa kesepian Shopia.“Baiklah, aku akan menginap tapi semalam saja ya. Aku harus menjaga Mamaku di rumah sakit,” ucap Aurora pada akhirnya.“Iya, Aurora. Nanti aku juga akan menjenguk Mamamu. Sudah lama aku gak melihat Tante,” balas Shopia dengan wajah yang sumringah.Gadis itu keluar dari mobil sesudah mengecup pipi Leo sekilas.“Jangan lupa jemput kami nanti ya, Pa.”Shopia memperingati Papanya agar tidak lupa. Ia takut Leo kembali melupakan janjinya seperti yang sudah-sudah.Leo mengangguk, ia melambaikan tangannya setelah pintu mobil
Terakhir Diperbarui: 2026-02-06
Chapter: Bab 27. Diantar Leo ke KampusAurora menatap Leo dengan tegas, sorot matanya sayu tetapi terlihat tidak ada keraguan di dalamnya.“Aku sudah menandatangani perjanjian kita, Om. Dan Om yang hanya bisa menyudahi hubungan kita bukan aku. Mana mungkin aku membeberkan semuanya apalagi di hadapan Shopia,” sahut Aurora dengan lirih.“Bagus jika kamu sadar akan posisi kamu, Aurora.”Leo menyeringai, ia menjauh dari Aurora melangkah menuju balkon. Melihat wajah sendu Aurora, ia merasa tidak tega. Perasaan ingin melindungi semakin menguar kuat, tetapi ia sadar dirinya juga menjadi sumber kesakitan Aurora.Leo mengambil rokok miliknya, menyulut rokok itu dengan korek api yang ada di tangannya. Pikirannya menerawang jauh ke dalam rumah tangganya, ruang kosong itu sudah mulai terisi penuh karena kehadiran Aurora.Gadis kecil yang berada di bawah kuasanya atas perjanjian yang mereka sepakati.“Merokok gak baik untuk kesehatan, Om. Aku gak suka dengan pria yang merokok,” celetuk Aurora mengambil rokok yang ada di tangan Leo.Leo
Terakhir Diperbarui: 2026-02-05
Chapter: Bab 206. Akhir Yang Bahagia5 tahun kemudian…Salju turun begitu tebal, suasana di hotel semakin terasa dingin, tetapi tidak membuat dua insan yang sedang menatap langit itu masuk ke dalam kamar. Keduanya asyik memandang langit dengan saling memeluk satu sama lain di balkon kamar. Sedangkan ketiga anak mereka sudah tidur di kamar masing-masing yang ada di sebelah kamar mereka bersama dengan pengasuh mereka.“Gak kerasa pernikahan kita sudah berjalan hampir 7 tahun ya, Mas,” celetuk Jessica dengan tersenyum.Tubuhnya hangat walaupun udara sangat dingin. Karena pakaian tebal dan pelukan Damian mampu menghangatkan dirinya.“Iya, Sayang. Sudah sejauh ini ya ternyata. Bahkan si kembar sudah berusia lima tahun, padahal baru kemarin rasanya Mas gendong, Mas timang-timang mereka sekarang sudah besar saja,” gumam Damian terkekeh membayangkan ketika anak kembar mereka masih bayi, ternyata waktu cepat sekali berlalu.Jessica juga menerawang, sekarang Oliver dan Olivia sudah berlarian, suara cerewet Olivia. Tingkah jahil O
Terakhir Diperbarui: 2026-01-25
Chapter: Bab 205. Rencana HoneymoonKebahagiaan David dan Crystal sudah sampai ke Jessica. Karena Jessica sudah sebagai kakak untuk Crystal, orang tuanya sama sekali tidak peduli.Dan menanggapi kehamilan Crystal, Jessica tampak sangat bahagia sekali. Mereka terus mengirimkan pesan hingga Jessica mengabaikan suaminya.“Kamu chattingan sama siapa, Sayang? Sampai Mas kamu cuekin,” tanya Damian dengan mengeluh karena Jessica sama sekali tidak melihat ke arahnya.Jessica melirik sekilas, ia meletakkan ponselnya di selimut yang ia pakai. “Sama Crystal, Mas. Tahu gak, Mas? Crystal hamil lagi. Aaa… Senangnya aku, semoga anaknya cewek deh,” ucap Jessica dengan hebohnya.Damian menghela napasnya dengan pelan. “Kamu masih mau menjodohkan Aland dengan anak Crystal, Sayang? Ya ampun, itu masih lama banget loh.”“Kita juga gitu kok sudah dijodohkan dari Mama hamil aku dan kamu langsung jatuh cinta juga, kan?”Damian terdiam. Kata-kata istrinya sangat telak untuk dirinya karena memang benar, ia langsung jatuh cinta dengan mata indah
Terakhir Diperbarui: 2026-01-24
Chapter: Bab 204. Kabar BahagiaKetika Jessica membuka pintu kamar, ia sudah disambut dengan tangisan kedua anak kembarnya.Damian yang berada di belakang sang istri langsung panik melihat kedua wajah anaknya yang sudah berlinang air mata.“Uluh-uluh sedihnya anak-anak Mama,” ucap Jessica dengan kasihan tetapi juga gemas.Yang lucunya tangan Oliver terulur meminta digendong Mamanya sedangkan Olivia menatap sang Papa seperti memelas ingin segera digendong.Kedua pengasuh Oliver dan Olivia merasa tidak enak hati, apalagi melihat bekas kissmark begitu banyak di leher Jessica yang tidak disadari oleh wanita itu sendiri.Mereka menunduk dengan malu, sedangkan Aryana memaklumi karena bagaimana pun ini adalah hari bahagia anak dan menantunya, seperti pengantin baru tentu saja.Keduanya langsung menggendong si kembar. Dan benar saja Oliver dan Olivia seketika berhenti menangis.“Kangen Mama sama Papanya ternyata,” celetuk Aryana dengan terkekeh.“Bawa masuk saja. Mama dan Mbak-Mbak ke sana dulu. Pengantin baru tidak lapar?
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Chapter: Bab 203. Kamu belum puas Mas?“A-aku bersihkan make up dulu, Mas.”Damian menatap wajah istrinya, perlahan ia menjauh dari Jessica dan tidak lagi mengukung sang istri di tembok.“Mas bantu,” bisik Damian memeluk Jessica dari belakang.Jessica merasa merinding ketika Damian sudah seperti ini, suaranya berat dan ia dapat merasakan milik suaminya yang menegang.“M-mas bisa lepasin dulu gak? Aku gak akan kabur kok,” bujuk Jessica dengan tersenyum tipis—merasa lucu dengan tingkah suaminya.“Aku risih banget sama gaunnya, mau aku lepas dulu,” rengek Jessica dengan manja.Damian terkekeh, akhirnya ia melepaskan pelukannya. Menunggu dan menatap istrinya tanpa berkedip.“Lepasin aja di sini, Sayang. Kenapa diam?” tanya Damian dengan menaikkan satu alisnya.Jessica mendengus. “Mesum banget udah punya tiga anak juga,” gumam Jessica.Damian tidak menimpali ucapan istrinya, ia menikmati wajah kesal Jessica.Jessica melepaskan gaun pengantin yang ia pakai di hadapan Damian. Sebenarnya ia malu, tetapi toh mereka sudah sering mel
Terakhir Diperbarui: 2026-01-23
Chapter: Bab 202. Pesta PernikahanDamian terpanah, bahkan ia tidak berkedip sama sekali ketika melihat istrinya memakai gaun pengantin pengantin berwarna putih.Di gedung besar ini, dekorasi bunga putih cream memenuhi ruangan. Cahaya lampu yang tamaran semakin membuat suasana romantis.Kursi-kursi tamu undangan sudah terisi penuh, suara tepuk tangan gembira ketika tangan Damian terulur ke hadapan Jessica karena ingin menjemput pujaan hatinya, begitu menyentuh para tamu undangan yang hadir.Jessica menyambut tangan suaminya, keduanya berjalan beriringan menuju pelaminan.Di kursi paling depan ada keluarga inti yang turut hadir. Senyuman bahagia terpancar di wajah mereka semua.Aland dan Oliver memakai baju yang senada dengan Papa mereka sedangkan Olivia memakai gaun yang senada dengan Jessica. Kedua bayi itu digendong masing-masing oleh Adithama dan juga Arthur.“Cantik sekali kamu hari ini, Sayang,” bisik Damian dan mencium punggung tangan Jessica di hadapan semua orang, tentu saja tindakan suaminya mampu membuat waja
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Bab 201. Hiduplah Lebih LamaAland tampak cemberut melihat ekspresi terkejut kedua orang tuanya.Apa yang salah?Itu hanya keinginan kecil dirinya karena memang Crystal seperti barbie baginya, apalagi wanita itu sangat baik dan menjadi dokter serta sahabat mamanya.“Kenapa Mama dan Papa bengong?” tanya Aland sedikit kesal.Jessica dan Damian saling berpandangan, tidak menyangka jika Aland akan meminta menikah dengan anak Crystal dan David ketika dewasa nanti.Apakah benar kisah cinta mereka berdua akan terulang kembali kepada Aland nantinya?“Sekolah yang benar dulu kamu, Aland. Lalu bekerja di perusahaan menggantikan Papa baru bahas nikah,” ucap Damian dengan datar.“Iya, Papa. Aland akan bekerja dengan giat nanti supaya istri Aland bahagia.”Damian menghela napasnya dengan berat. Kenapa pembahasan anaknya terasa begitu berat untuk dirinya sih? Padahal semua itu masih sangat lama tapi mampu membuat dirinya kepikiran.“Oke… Untuk hari ini stop membahas nikah ya, Aland. Papa tiba-tiba pusing,” keluh Damian memijat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-22
Chapter: Chapter 140. EndSheina sedang memperhatikan kedua anak kembarnya yang berlarian bersama dengan Rayden. Keduanya tertawa bahagia saat papa mereka mengejar.Sheina tertawa melihat Nessa berteriak histeris, mungkin karena geli juga dikejar oleh Rayden. Suaranya begitu melengking padahal di taman ini tidak banyak orang, tetapi karena suara Nessa dan Nevan suasananya menjadi sangat ramai.“Hahaha…Papa geli,” teriak Nessa saat Rayden berhasil mendapatkan anaknya itu.Sedangkan Nevan berlari ke arah Sheina, ia masuk ke dalam pangkuan Sheina bermaksud untuk bersembunyi di sana.Nicholas berada di stroller, anak bayi itu hanya melihat saja tanpa tahu apa yang sedang saudaranya lakukan.“Mama angan acih tau Papa Evan di cini ya,” bisik Nevan dengan napas yang begitu memburu.Sheina mengangguk dengan terkikik geli. Padahal siapa saja bisa melihat Nevan yang ada di pangkuannya, hanya saja anaknya itu benar-benar menutupi wajahnya.“Sayang, kamu ada lihat Nevan gak?” tanya Rayden dengan mengedipkan matanya, berpu
Terakhir Diperbarui: 2025-07-19
Chapter: Chapter 139. Gara-gara Begadang“Nicho sudah mandi iya, Nak? Hmmm…wanginya,” ucap Rayden mencium pipi anaknya.“Ini Mamanya juga sudah cantik banget,” lanjut Rayden yang mencium bibir istrinya.Tentu saja perlakuan Rayden yang seperti itu membuat Sheina mendelik, bukan tidak suka, hanya saja sikap suaminya ini banyak sekali berubah.Dan Sheina suka perubahan itu, Rayden lebih banyak tersenyum bahkan bercanda dengan ketiga anaknya. Waktu lelaki itu juga lebih banyak di rumah daripada di kantor.“Mas, di depan anak loh ini,” protes Sheina dengan pelan.Rayden hanya terkekeh saja, membuat Sheina kesal namun wajahnya memerah seperti ini karena malu adalah hobi terbarunya saat ini.“Ooo…jadi, kalau di belakang anak boleh ya?!” ucap Rayden dengan menaik turunkan alisnya.Sheina mencibik bibirnya tetapi diam-diam ia juga tersenyum dengan tingkah suaminya. Lelaki yang begitu dingin dan kaku kini bisa ia taklukan.“B-bukan begitu,” sahut Sheina dengan gugup.Rayden tertawa pelan. Tetapi Sheina langsung memperingati suaminya
Terakhir Diperbarui: 2025-07-19
Chapter: Chapter 138. Pulang Ke RumahSheina dan Nicholas sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.Anak bayi itu tampak anteng di dekapan papanya. Nicholas sejak tadi belum tidur, ia asyik menggerakkan mulutnya.“Gemes banget kamu, Dek,” ucap Rayden dengan terkekeh.Rayden melihat Sheina yang bangun dari kasur. “Mau ke mana, Sayang?” tanya Rayden dengan cemas.Sheina tersenyum, ia melihat gurat kekhawatiran di wajah Rayden. Padahal ia hanya ingin ke kamar mandi saja, tapi Rayden terlihat begitu berlebihan.“Ke kamar mandi, Mas,” sahut Sheina dengan pelan.“Mas temani ya,” ucap Rayden berdiri dari duduknya dan meletakkan Nicholas di dalam box bayi miliknya.“Aku bisa sendiri, Mas,” protes Sheina yang menganggap Rayden terlalu berlebihan mengkhawatirkan dirinya.Rayden seperti ini karena ia terlalu takut terjadi sesuatu dengan Sheina. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sheina seperti dulu, itu begitu membuat dirinya merasa bersalah sampai sekarang.“Mas temani!” ucap Rayden dengan teg
Terakhir Diperbarui: 2025-07-18
Chapter: Chapter 137. Kembar Sayang Adik BayiRanti menggendong cicitnya dengan tersenyum bahagia, lalu ia meletakkan Nicholas di dalam pangkuan Nessa yang ingin sekali memangku adiknya itu. “Adik bayinya tidul telus,” keluh Nessa saat melihat sang adik tidur dengan begitu nyenyak karena habis minum asi dengan Sheina. “Ngantuk adiknya, Kak,” sahut Ranti dengan terkekeh melihat ekspresi Nicholas saat pipinya dipegang oleh Nessa. “Nenek Uyut,” panggil Nevan mendekat. “Iya Kak Nevan,” sahut Ranti dengan sabar. Ranti tahu Nevan juga ingin menggendong sang adik. Ia harus sabar menghadapi cicitnya yang begitu aktif itu. “Antian dong,” ucap Nevan dengan cemberut. “Cabal Neca dulu.” Nevan mendelik ke arah kembarannya, ia merasa tidak suka ketika Nessa tidak mau gantian kepadanya. “Kamu teyus yang angku. Evan uga au,” protesnya. “Cabal-cabal,” ucap Nessa dengan santainya tak mau melepaskan adiknya begitu saja untuk dipangku oleh kakak kembarannya itu. Nevan yang kesal mendekati papa dan mamanya. Ia meminta gendong pa
Terakhir Diperbarui: 2025-07-18
Chapter: Chapter 136. Kebahagiaan Keluarga KecilHari demi hari berlalu begitu sangat cepat. Kini, usia kandungan Sheina sudah 9 bulan. Selama kehamilannya, Sheina benar-benar sangat manja dengan Rayden.Perutnya yang sudah membesar begitu sangat menggemaskan di mata Rayden. Bahkan kedua anak kembar mereka sangat suka mencium perut Sheina dan berakhir mereka tertawa bahagia ketika adik mereka merespon dengan sebuah tendangan.“Sudah siap semua, kan?” tanya Rayden yang tampak sibuk mempersiapkan semua keperluan persalinan Sheina.Bahkan Sheina hanya duduk diam bersama dengan kedua anak kembarnya, mereka memakan camilan. Sedangkan Rayden sibuk sendiri karena lelaki itu yang melarang Sheina.“Sudah, Mas,” sahut Sheina yang melihat semua barang yang sudah dipersiapkan oleh Rayden.Dokter menyarankan Sheina caesar kembali, karena tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal.Rayden sudah membooking kamar untuk Sheina di rumah sakit. Bahkan yang menangani Sheina adalah dokter yang terbaik.“Kalau gitu ayo kita berangkat ke rumah sakit s
Terakhir Diperbarui: 2025-07-17
Chapter: Chapter 135. Rosa Telah PergiSheina menatap nisan Rosa dengan pandangan yang begitu sulit diartikan, wanita itu sama sekali tidak menangis atau pun terlihat bahagia.Hanya menatap nama Rosa dengan helaan napas yang begitu berat. Pada akhirnya ia juga kehilangan Rosa, saat itu setelah memaafkan kakaknya, Sheina berharap hubungan mereka bisa seperti kakak dan adik pada umumnya.Tetapi takdir berkata lain. Setelah kemarin ia pulang dari rumah sakit, malam harinya ia dikabarkan oleh pihak rumah sakit jika Rosa sudah menghembuskan napas terakhirnya malam itu ditemani oleh Reno.“Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi,” ucap Baskoro menatap sendu ke arah nisan itu.Ada rasa penyesalan di hatinya karena semenjak Rosa lahir ke dunia dan sampai Rosa dewasa ia tidak pernah menganggap Rosa sebagai cucunya, bahkan ia tidak pernah menggendong Rosa kecil.Tetapi setelah kepergian wanita itu, ia merasa berdosa bahkan meminta maaf di jasad Rosa yang sudah tidak bernyawa.“Ya, Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga dia baha
Terakhir Diperbarui: 2025-07-17