Chapter: Bab 205. Pendarahan“Berengsek! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!” teriak Emma dengan penuh amarah.Pyar…Prang…Emma membanting apa saja yang berada di dekat dirinya hingga benda itu pecah dan berserakan di lantai.Namun, Emma sama sekali tidak peduli. Apartemen yang tadinya sangat rapi kini sudah terlihat berantakan karena ulahnya.Emma menoleh ke arah Darma dengan tatapan yang sangat tajam. Emosi dan amarah menguasai dirinya.“Darma, aku pikir kamu bisa dipercaya tapi ternyata kamu adalah seorang pengkhianat! Aku menyesal mengajak kamu bekerja sama!” ucap Emma dengan lantang.Darma tertawa sumbang, ia sama sekali tidak takut dengan kemarahan Emma kepadanya. Egonya mengatakan jika apa yang ia lakukan adalah benar.“Hei, Emma! Kamu pikir aku mau bertekuk lutut di bawah perintahmu, hah? Itu tidak akan terjadi, Emma. Aku menyetujuinya karena aku mendapatkan uang darimu dan juga jika aku bisa mendekati anakku dan Leo, aku bisa memeras mereka. Tapi sayang, Leo lebih pintar membaca situasi, dia meng
Last Updated: 2026-09-23
Chapter: Bab 204. Karma?Aurora dan Alvaro tertawa melihat Leo yang kaget dengan suara kentut disertai pup Alvaro.“Hahaha… Ya ampun, Sayang. Harum banget ya,” ucap Aurora mengangkat Alvaro untuk dibersihkan.“Kaget Mas, Sayang. Kentutnya bau banget ternyata keluar sama isinya,” ujar Leo dengan terkekeh.Alvaro yang tidak mengerti apa-apa tertawa bahagia, bahkan ia bertepuk tangan riang.“Sini biar Mas saja yang bersihkan Alvaro, Sayang.”Leo mengambil Alvaro dari gendongan Aurora. Wanita itu sama sekali tidak mencegahnya, ia membiarkan saja suaminya yang membersihkan Alvaro sedangkan dirinya mengikuti Leo dari belakang.“Makan apa sih kamu Nak sampai bau banget pup kamu?” tanya Leo kepada sang anak yang bahkan belum makan sama sekali, masih mengandalkan asi Aurora.“Gimana sih, Mas? Kan Alvaro belum mpasi sebulan lagi, Mas.”Leo menepuk jidatnya sendiri. “Hehehe… Mas baru ingat, Sayang.”“Mas, Mas….”Aurora menggelengkan kepalanya dengan heran melihat tingkah suaminya yang jauh dari kata dingin ketika bersam
Last Updated: 2026-09-22
Chapter: Bab 203. Tidur NyenyakLeo terkejut melihat sang istri belum tidur sama sekali, ia menghampiri Aurora dan memeluk istrinya itu dengan lembut. “Gimana aku mau tidur, Mas? Aku kepikiran sama kamu. Kenapa pulangnya lama sekali, Mas? Papa dan Tante Emma buat masalah ya?” tanya Aurora dengan nada cemas. Sungguh ia takut terjadi sesuatu dengan Leo walaupun pria itu banyak yang menemani, tetapi ia tahu seperti apa papanya yang kapan saja bisa berbuat nekat. “Mas tidak apa-apa, Sayang. Lihat kan sekarang Mas pulang dalam keadaan sehat?!” jawab Leo dengan tersenyum. Leo mencium dahi Aurora dengan lembut, menenangkan hatinya yang gelisah dan gundah karena dirinya tak kunjung pulang. Aurora mendongak, menatap mata suaminya dengan dalam. “Terus gimana dengan papa dan tante Emma?” tanya Aurora dengan penasaran. Leo tersenyum tipis dan kunjung menjawab, ia terdiam sejenak sambil mengelus pipi Aurora. “Mereka mengakui kesalahan mereka setelah Mas ancam, Sayang. Darma dan Emma sama-sama takut dan saling meny
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 202. Ancaman“Bohong!” teriak Emma dengan cepat.Ia menatap tajam ke arah Darma. Raut wajahnya menunjukkan ketidakterimaan dirinya sekarang.“Jangan percaya dengan Darma, Mas. Dia ngomong asal! Aku sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Darma! Hiks…hiks… Aku dijebak sama dia, Mas! Please… Percaya sama aku, Mas!”Emma frustasi dan terus membela diri agar Leo mempercayai dirinya dibandingkan Darma.Darma sama sekali tidak bisa dipercaya, mereka sudah memutuskan untuk berjanji apa pun yang terjadi Darma tidak akan membongkar hubungan mereka. Tapi mengapa sekarang pria itu mengkhianati dirinya?Leo sama sekali tidak peduli, ia menyeringai tangannya menekan ponselnya dan tak lama video itu berputar di hadapan Darma dan juga Emma.Suara desahan wanita itu terdengar keras, di dalam video itu mereka tampak menikmati percintaan mereka yang cukup banyak. Dan Leo merasa mual mendengarnya.“Kamu tidak bisa mengelak lagi, Emma! Kalian memang sangat menjijikkan! Jika kalian berani mengganggu ketenangan kelu
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 201. TerbongkarEmma benar-benar sangat syok, wajahnya pucat pasi melihat Leo menyeringai ke arahnya.Sekarang tamat sudah riwayatnya karena ia sama sekali tidak mengetahui jika Leo dan Raja akan terlebih dahulu mendatangi dirinya dan Darma di sini.“Kenapa Emma? Kamu kaget melihat kedatangan saya di sini?” tanya Leo dengan menyeringai sinis.Emma menelan ludahnya dengan kasar mendengar pertanyaan mantan suaminya yang begitu mengintimidasi dirinya.Dari mana Leo mengetahui dirinya ada di sini?Dan kenapa bisa juga ia ketahuan? Jika seperti ini ia harus mengelak bagaimana lagi?“M-mas ini tidak seperti yang kamu pikir. A-aku dan Darma tidak memiliki hu—”Leo tertawa geli mendengarnya. “Kenapa kamu terlihat sangat takut, Emma? Tidak perlu kamu jelaskan pun saya sudah tahu hubungan kamu dengan Darma seperti apa,” potong Leo dengan cepat yang semakin membuat Emma ketakutan begitu pun dengan Darma.Darma menatap Leo berusaha untuk tenang semampu yang ia bisa. “Tuan Leo, saya hanya menolong Emma di sini. K
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Bab 200. TerkejutAurora menutup mulutnya sendiri dan terlihat sangat syok mendengar penjelasan suaminya. Bahkan ia sampai tidak bisa berpikir jernih, ia masih berusaha menyangkal jika apa yang dikatakan Leo tidak benar.“Iya, Sayang. Mas sudah menyelidiki semuanya dan memang mereka memiliki hubungan spesial. Mas juga tidak tahu mereka bertemu di mana dan mengapa mereka bisa terlibat dalam hubungan terlarang. Yang jelas kamu harus tenang dan yakin setelah ini mereka tidak akan mengganggu rumah tangga kita lagi ya,” ucap Leo dengan tegas.Leo melihat Aurora dengan iba. Bahkan, ia menyeka air mata istrinya yang tiba-tiba saja jatuh.Aurora menatap Leo dengan pandangan kosong. Lalu ia tertawa sumbang dan menggelengkan kepalanya.“Mas pasti salah, mereka gak mungkin memiliki hubungan terlarang. Papa dan tante Emma gak saling kenal, Mas.” Aurora berusaha menyangkal dengan perkataannya sendiri. Jantungnya seperti diremas-remas dengan kuat hingga ia merasakan sakit pada dadanya, Aurora sendiri tidak bisa men
Last Updated: 2026-09-15
Chapter: Bab 206. Akhir Yang Bahagia5 tahun kemudian…Salju turun begitu tebal, suasana di hotel semakin terasa dingin, tetapi tidak membuat dua insan yang sedang menatap langit itu masuk ke dalam kamar. Keduanya asyik memandang langit dengan saling memeluk satu sama lain di balkon kamar. Sedangkan ketiga anak mereka sudah tidur di kamar masing-masing yang ada di sebelah kamar mereka bersama dengan pengasuh mereka.“Gak kerasa pernikahan kita sudah berjalan hampir 7 tahun ya, Mas,” celetuk Jessica dengan tersenyum.Tubuhnya hangat walaupun udara sangat dingin. Karena pakaian tebal dan pelukan Damian mampu menghangatkan dirinya.“Iya, Sayang. Sudah sejauh ini ya ternyata. Bahkan si kembar sudah berusia lima tahun, padahal baru kemarin rasanya Mas gendong, Mas timang-timang mereka sekarang sudah besar saja,” gumam Damian terkekeh membayangkan ketika anak kembar mereka masih bayi, ternyata waktu cepat sekali berlalu.Jessica juga menerawang, sekarang Oliver dan Olivia sudah berlarian, suara cerewet Olivia. Tingkah jahil O
Last Updated: 2026-01-25
Chapter: Bab 205. Rencana HoneymoonKebahagiaan David dan Crystal sudah sampai ke Jessica. Karena Jessica sudah sebagai kakak untuk Crystal, orang tuanya sama sekali tidak peduli.Dan menanggapi kehamilan Crystal, Jessica tampak sangat bahagia sekali. Mereka terus mengirimkan pesan hingga Jessica mengabaikan suaminya.“Kamu chattingan sama siapa, Sayang? Sampai Mas kamu cuekin,” tanya Damian dengan mengeluh karena Jessica sama sekali tidak melihat ke arahnya.Jessica melirik sekilas, ia meletakkan ponselnya di selimut yang ia pakai. “Sama Crystal, Mas. Tahu gak, Mas? Crystal hamil lagi. Aaa… Senangnya aku, semoga anaknya cewek deh,” ucap Jessica dengan hebohnya.Damian menghela napasnya dengan pelan. “Kamu masih mau menjodohkan Aland dengan anak Crystal, Sayang? Ya ampun, itu masih lama banget loh.”“Kita juga gitu kok sudah dijodohkan dari Mama hamil aku dan kamu langsung jatuh cinta juga, kan?”Damian terdiam. Kata-kata istrinya sangat telak untuk dirinya karena memang benar, ia langsung jatuh cinta dengan mata indah
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 204. Kabar BahagiaKetika Jessica membuka pintu kamar, ia sudah disambut dengan tangisan kedua anak kembarnya.Damian yang berada di belakang sang istri langsung panik melihat kedua wajah anaknya yang sudah berlinang air mata.“Uluh-uluh sedihnya anak-anak Mama,” ucap Jessica dengan kasihan tetapi juga gemas.Yang lucunya tangan Oliver terulur meminta digendong Mamanya sedangkan Olivia menatap sang Papa seperti memelas ingin segera digendong.Kedua pengasuh Oliver dan Olivia merasa tidak enak hati, apalagi melihat bekas kissmark begitu banyak di leher Jessica yang tidak disadari oleh wanita itu sendiri.Mereka menunduk dengan malu, sedangkan Aryana memaklumi karena bagaimana pun ini adalah hari bahagia anak dan menantunya, seperti pengantin baru tentu saja.Keduanya langsung menggendong si kembar. Dan benar saja Oliver dan Olivia seketika berhenti menangis.“Kangen Mama sama Papanya ternyata,” celetuk Aryana dengan terkekeh.“Bawa masuk saja. Mama dan Mbak-Mbak ke sana dulu. Pengantin baru tidak lapar?
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 203. Kamu belum puas Mas?“A-aku bersihkan make up dulu, Mas.”Damian menatap wajah istrinya, perlahan ia menjauh dari Jessica dan tidak lagi mengukung sang istri di tembok.“Mas bantu,” bisik Damian memeluk Jessica dari belakang.Jessica merasa merinding ketika Damian sudah seperti ini, suaranya berat dan ia dapat merasakan milik suaminya yang menegang.“M-mas bisa lepasin dulu gak? Aku gak akan kabur kok,” bujuk Jessica dengan tersenyum tipis—merasa lucu dengan tingkah suaminya.“Aku risih banget sama gaunnya, mau aku lepas dulu,” rengek Jessica dengan manja.Damian terkekeh, akhirnya ia melepaskan pelukannya. Menunggu dan menatap istrinya tanpa berkedip.“Lepasin aja di sini, Sayang. Kenapa diam?” tanya Damian dengan menaikkan satu alisnya.Jessica mendengus. “Mesum banget udah punya tiga anak juga,” gumam Jessica.Damian tidak menimpali ucapan istrinya, ia menikmati wajah kesal Jessica.Jessica melepaskan gaun pengantin yang ia pakai di hadapan Damian. Sebenarnya ia malu, tetapi toh mereka sudah sering mel
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 202. Pesta PernikahanDamian terpanah, bahkan ia tidak berkedip sama sekali ketika melihat istrinya memakai gaun pengantin pengantin berwarna putih.Di gedung besar ini, dekorasi bunga putih cream memenuhi ruangan. Cahaya lampu yang tamaran semakin membuat suasana romantis.Kursi-kursi tamu undangan sudah terisi penuh, suara tepuk tangan gembira ketika tangan Damian terulur ke hadapan Jessica karena ingin menjemput pujaan hatinya, begitu menyentuh para tamu undangan yang hadir.Jessica menyambut tangan suaminya, keduanya berjalan beriringan menuju pelaminan.Di kursi paling depan ada keluarga inti yang turut hadir. Senyuman bahagia terpancar di wajah mereka semua.Aland dan Oliver memakai baju yang senada dengan Papa mereka sedangkan Olivia memakai gaun yang senada dengan Jessica. Kedua bayi itu digendong masing-masing oleh Adithama dan juga Arthur.“Cantik sekali kamu hari ini, Sayang,” bisik Damian dan mencium punggung tangan Jessica di hadapan semua orang, tentu saja tindakan suaminya mampu membuat waja
Last Updated: 2026-01-22
Chapter: Bab 201. Hiduplah Lebih LamaAland tampak cemberut melihat ekspresi terkejut kedua orang tuanya.Apa yang salah?Itu hanya keinginan kecil dirinya karena memang Crystal seperti barbie baginya, apalagi wanita itu sangat baik dan menjadi dokter serta sahabat mamanya.“Kenapa Mama dan Papa bengong?” tanya Aland sedikit kesal.Jessica dan Damian saling berpandangan, tidak menyangka jika Aland akan meminta menikah dengan anak Crystal dan David ketika dewasa nanti.Apakah benar kisah cinta mereka berdua akan terulang kembali kepada Aland nantinya?“Sekolah yang benar dulu kamu, Aland. Lalu bekerja di perusahaan menggantikan Papa baru bahas nikah,” ucap Damian dengan datar.“Iya, Papa. Aland akan bekerja dengan giat nanti supaya istri Aland bahagia.”Damian menghela napasnya dengan berat. Kenapa pembahasan anaknya terasa begitu berat untuk dirinya sih? Padahal semua itu masih sangat lama tapi mampu membuat dirinya kepikiran.“Oke… Untuk hari ini stop membahas nikah ya, Aland. Papa tiba-tiba pusing,” keluh Damian memijat
Last Updated: 2026-01-22
Chapter: Chapter 140. EndSheina sedang memperhatikan kedua anak kembarnya yang berlarian bersama dengan Rayden. Keduanya tertawa bahagia saat papa mereka mengejar.Sheina tertawa melihat Nessa berteriak histeris, mungkin karena geli juga dikejar oleh Rayden. Suaranya begitu melengking padahal di taman ini tidak banyak orang, tetapi karena suara Nessa dan Nevan suasananya menjadi sangat ramai.“Hahaha…Papa geli,” teriak Nessa saat Rayden berhasil mendapatkan anaknya itu.Sedangkan Nevan berlari ke arah Sheina, ia masuk ke dalam pangkuan Sheina bermaksud untuk bersembunyi di sana.Nicholas berada di stroller, anak bayi itu hanya melihat saja tanpa tahu apa yang sedang saudaranya lakukan.“Mama angan acih tau Papa Evan di cini ya,” bisik Nevan dengan napas yang begitu memburu.Sheina mengangguk dengan terkikik geli. Padahal siapa saja bisa melihat Nevan yang ada di pangkuannya, hanya saja anaknya itu benar-benar menutupi wajahnya.“Sayang, kamu ada lihat Nevan gak?” tanya Rayden dengan mengedipkan matanya, berpu
Last Updated: 2025-07-19
Chapter: Chapter 139. Gara-gara Begadang“Nicho sudah mandi iya, Nak? Hmmm…wanginya,” ucap Rayden mencium pipi anaknya.“Ini Mamanya juga sudah cantik banget,” lanjut Rayden yang mencium bibir istrinya.Tentu saja perlakuan Rayden yang seperti itu membuat Sheina mendelik, bukan tidak suka, hanya saja sikap suaminya ini banyak sekali berubah.Dan Sheina suka perubahan itu, Rayden lebih banyak tersenyum bahkan bercanda dengan ketiga anaknya. Waktu lelaki itu juga lebih banyak di rumah daripada di kantor.“Mas, di depan anak loh ini,” protes Sheina dengan pelan.Rayden hanya terkekeh saja, membuat Sheina kesal namun wajahnya memerah seperti ini karena malu adalah hobi terbarunya saat ini.“Ooo…jadi, kalau di belakang anak boleh ya?!” ucap Rayden dengan menaik turunkan alisnya.Sheina mencibik bibirnya tetapi diam-diam ia juga tersenyum dengan tingkah suaminya. Lelaki yang begitu dingin dan kaku kini bisa ia taklukan.“B-bukan begitu,” sahut Sheina dengan gugup.Rayden tertawa pelan. Tetapi Sheina langsung memperingati suaminya
Last Updated: 2025-07-19
Chapter: Chapter 138. Pulang Ke RumahSheina dan Nicholas sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.Anak bayi itu tampak anteng di dekapan papanya. Nicholas sejak tadi belum tidur, ia asyik menggerakkan mulutnya.“Gemes banget kamu, Dek,” ucap Rayden dengan terkekeh.Rayden melihat Sheina yang bangun dari kasur. “Mau ke mana, Sayang?” tanya Rayden dengan cemas.Sheina tersenyum, ia melihat gurat kekhawatiran di wajah Rayden. Padahal ia hanya ingin ke kamar mandi saja, tapi Rayden terlihat begitu berlebihan.“Ke kamar mandi, Mas,” sahut Sheina dengan pelan.“Mas temani ya,” ucap Rayden berdiri dari duduknya dan meletakkan Nicholas di dalam box bayi miliknya.“Aku bisa sendiri, Mas,” protes Sheina yang menganggap Rayden terlalu berlebihan mengkhawatirkan dirinya.Rayden seperti ini karena ia terlalu takut terjadi sesuatu dengan Sheina. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sheina seperti dulu, itu begitu membuat dirinya merasa bersalah sampai sekarang.“Mas temani!” ucap Rayden dengan teg
Last Updated: 2025-07-18
Chapter: Chapter 137. Kembar Sayang Adik BayiRanti menggendong cicitnya dengan tersenyum bahagia, lalu ia meletakkan Nicholas di dalam pangkuan Nessa yang ingin sekali memangku adiknya itu. “Adik bayinya tidul telus,” keluh Nessa saat melihat sang adik tidur dengan begitu nyenyak karena habis minum asi dengan Sheina. “Ngantuk adiknya, Kak,” sahut Ranti dengan terkekeh melihat ekspresi Nicholas saat pipinya dipegang oleh Nessa. “Nenek Uyut,” panggil Nevan mendekat. “Iya Kak Nevan,” sahut Ranti dengan sabar. Ranti tahu Nevan juga ingin menggendong sang adik. Ia harus sabar menghadapi cicitnya yang begitu aktif itu. “Antian dong,” ucap Nevan dengan cemberut. “Cabal Neca dulu.” Nevan mendelik ke arah kembarannya, ia merasa tidak suka ketika Nessa tidak mau gantian kepadanya. “Kamu teyus yang angku. Evan uga au,” protesnya. “Cabal-cabal,” ucap Nessa dengan santainya tak mau melepaskan adiknya begitu saja untuk dipangku oleh kakak kembarannya itu. Nevan yang kesal mendekati papa dan mamanya. Ia meminta gendong pa
Last Updated: 2025-07-18
Chapter: Chapter 136. Kebahagiaan Keluarga KecilHari demi hari berlalu begitu sangat cepat. Kini, usia kandungan Sheina sudah 9 bulan. Selama kehamilannya, Sheina benar-benar sangat manja dengan Rayden.Perutnya yang sudah membesar begitu sangat menggemaskan di mata Rayden. Bahkan kedua anak kembar mereka sangat suka mencium perut Sheina dan berakhir mereka tertawa bahagia ketika adik mereka merespon dengan sebuah tendangan.“Sudah siap semua, kan?” tanya Rayden yang tampak sibuk mempersiapkan semua keperluan persalinan Sheina.Bahkan Sheina hanya duduk diam bersama dengan kedua anak kembarnya, mereka memakan camilan. Sedangkan Rayden sibuk sendiri karena lelaki itu yang melarang Sheina.“Sudah, Mas,” sahut Sheina yang melihat semua barang yang sudah dipersiapkan oleh Rayden.Dokter menyarankan Sheina caesar kembali, karena tidak memungkinkan untuk lahiran secara normal.Rayden sudah membooking kamar untuk Sheina di rumah sakit. Bahkan yang menangani Sheina adalah dokter yang terbaik.“Kalau gitu ayo kita berangkat ke rumah sakit s
Last Updated: 2025-07-17
Chapter: Chapter 135. Rosa Telah PergiSheina menatap nisan Rosa dengan pandangan yang begitu sulit diartikan, wanita itu sama sekali tidak menangis atau pun terlihat bahagia.Hanya menatap nama Rosa dengan helaan napas yang begitu berat. Pada akhirnya ia juga kehilangan Rosa, saat itu setelah memaafkan kakaknya, Sheina berharap hubungan mereka bisa seperti kakak dan adik pada umumnya.Tetapi takdir berkata lain. Setelah kemarin ia pulang dari rumah sakit, malam harinya ia dikabarkan oleh pihak rumah sakit jika Rosa sudah menghembuskan napas terakhirnya malam itu ditemani oleh Reno.“Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi,” ucap Baskoro menatap sendu ke arah nisan itu.Ada rasa penyesalan di hatinya karena semenjak Rosa lahir ke dunia dan sampai Rosa dewasa ia tidak pernah menganggap Rosa sebagai cucunya, bahkan ia tidak pernah menggendong Rosa kecil.Tetapi setelah kepergian wanita itu, ia merasa berdosa bahkan meminta maaf di jasad Rosa yang sudah tidak bernyawa.“Ya, Rosa sudah tidak merasakan sakit lagi. Semoga dia baha
Last Updated: 2025-07-17