LOGINWhat is destined to be the life of unrelated twins in the family of well known billionaires. One filled with love and the other used and hated. Kira gets her hands on some dirty secrets and to get her to be quiet, mr and mrs donaldson allows their own daughter to be used. Which ever man that kira says yes to for marriage she forces kendra to marry him. This act of kira causes kendra to be married to many men but one day changed everything after meeting her final husband who turns out to be an one of her ex husbands who had never stopped loving her.
View More"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG"It's just too difficult. The one you love being taken away right before your eyes." Sting said."I know how you feel. When this is all over I just want a quiet life with Sarah. Nothing else matters to me." Red said."I also want that for I and Sofia but of course this just had to happen. Sometimes I blame myself." Sting said."It's not your fault you fell in love and neither is it my fault I did too." Red said."You are right." Sting said."I wonder what they must be going through right now." Red said.At Big boss's mansion..."Ha ha ha. I wish I could see the looks on their faces. They had no idea we did it." Sarah said."Poor guy. He is being treated unjustly." Sofia said and then laughs.Big boss had searched all the occupied rooms himself for any sign of someone having a late night snack from his fridge.After searching five rooms Big b
"Oh no the hunger has started it's effect! Sofia are you okay?" Sarah said.Sofia smacks Sarah on the head."Of course I'm okay dummy. Just suddenly remembered something. We can still eat." Sofia said."But how?" Sarah asked."How could you forget your own talent Sarah?" Sofia said."What talent?" Sarah asked."You don't remember you can pick locks?" Sofia questioned."Ooh, it's been a long time since I last did that." Sarah replied."You can pick the lock once we are sure nobody is anywhere close to the door." Sofia said."You are right. I always knew I had a smart sister." Sarah said."Yeah. That's quite obvious." Sofia replied.Sofia and Sarah keep taking turns peeping through the hole in the door.They look at the clock and it is twelve pm already."Those men just won't budge." Sarah said.
The men holding them put both arms of Sarah and Sofia squeezed behind Sarah's and Sofia's backs."The police? Really? You actually think the police will save you two?" Big boss said."What's so funny?" Sofia asked."How do you think I've been getting away with every operation?" Big boss said."I don't understand." Sarah said."Let me enlighten you girls. The Police are human and can be bribed. I always pay the police a huge amount of money not to come after me before I send any of my killers on a mission. So you see? Even the law is by my side." Big boss said."You're such a bastard! You won't get away with this!" Sarah and Sofia keeps shouting a lot of things."I already did." Big boss said.The men push Sarah and Sofia into the same room and locks the door."Sarah." Sofia said."What?" Sarah asked."I'm really scared." Sofia said.
"You don't see what I'm seeing?" Sarah asked."Obviously not" Red answered."Okay. I'll tell you on my own. Sting has Stylishly left a space for himself right beside Sofia." Sarah said."Hmm that's true. Hey Sting, who or what is that space for? Red asked." I don't know what you are talking about. Sofia can't possibly cover up the whole sofa so there has to be space." Sting tries to look for an excuse."Okay if you say so." Sarah said sarcastically."I'm really serious." Sting said."Oh yeah right. We believe you." Red said, also sarcastically.Sofia could do nothing but laugh at the situation."What's for breakfast?" Sofia asked."Yeah. I almost forgot about food." Red said."No wonder you're so thin." Sarah said."I'm not." Red replied."I'll be back." Sting said and enters the the kitchen.
"You won't be like us. You two will be different. And that's because different is special." Sarah said."Wow. She has forgiven me this soon?" Red said."Better shut up unless you want me to unforgive you." Sarah said.Mr Benson laughs and so
Sting instead, turns to Red who came down from the cab yelling."Sting! It's a trap! Don't do it! Stop!" Red said all to no avail because when Sting turned to look at Red his finger pulled the trigger.Sofia already reaches Mr Benson and pulls him out of the w
"I don't think so sir. I believe it's something deep. I'll send you the video now sir." Greg said."Okay." Big boss replied.Greg sends the video.After five minutes Big boss calls back."I need you to find out everything about that gir
"I need your help." Sting said."The almighty Sting needs help from me? For what exactly." Red asked."I don't know why, but I feel I can trust you with this truth." Sting said."Well? Spill it out." Red said."I... I... I think..
Married To More Men Than Usual by Preshy writes is a contemporary novel about love and hate. Kira and Kendra are twins. Whenever Kira receives a marriage proposal, Kendra ends up marrying that guy. Their parents are aware of the situation and allow it to happen. It is because Kira knows some dirt about them. In the process, Kendra is continuously the sacrifice. Can Kendra escape this vicious cycle of void relationships? Will there be a man who will love her unconditionally? Or will she be forever a prisoner of blackmailing schemes? Hopefully, among the many men she married, maybe someone truly loved her.
Ratings
reviewsMore