Home / Romansa / Membuatmu Menjadi Milikku / 172. (H 33) Sebuah Tamparan

Share

172. (H 33) Sebuah Tamparan

Author: CacaCici
last update Last Updated: 2025-08-20 22:47:48
"Raela, akhirnya aku bertemu denganmu," ucap Jihan, langsung mendekat ke arah Raela dan menarik pergelangan tangan Raela.

"Apaan sih?" Raela melepas kasar cekalan tangannya dari Jihan. Di sisi lain, bodyguard dan maid bertindak cepat dengan mendorong Jihan supaya menjauh dari sang nyonya.

"Ck, kalian siapa? Jangan ikut campur yah!" kesal Jihan pada dua orang yang mendorongnya.

"Mereka temanku," jawab Raela ketus, menatap berang ke arah Jihan karena kesal perempuan ini tiba-tiba menariknya.

"Kamu temenan sama orang tua begini? Sungguh, Raela?" Jihan menatap tak percaya pada Raela, bersedekap angkuh sambil menatap remeh pada bodyguard dan maid yang menjaga Raela.

"Ya, kenapa tidak? Daripada temenan sama kamu yang speak dakjal," jawab Raela enteng, membuat Sheena menahan tawa. Begitu juga dengan maid dan bodyguard.

Di sisi lain, Jihan menahan marah, geram dan benci pada Raela. Namun, mengingat tujuannya ke tempat ini, dia mencoba menenangkan diri.

"Raela, kamu harus i
CacaCici

Selamat membaca, MyRe.

| 29
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
beauty night
yampun maap ye jihan ku spontan blg mamp*s saat bunyi plak di pipi lu. hehe itu bayaran tuk hinaan yg udh terlontar dr mulut jelek lu jihan ckckck
goodnovel comment avatar
Mirza Hunawa
laaagiiiii .........
goodnovel comment avatar
Dyah
Rasain jihan… kena karma
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Membuatmu Menjadi Milikku   193. (H 54) Seseorang Mengintip

    "Cepat pindah ke sini," titah Harvey sambil menepuk pahanya, sama sekali tak menjawab perkataan Raela. "Aku tidak mau, Mas. Aku takut," jawab Raela gugup, panik, dan takut. Percayalah, Raela merasa seperti anak kecil yang akan dimesumi oleh om-om kurang belaian. Rasanya sangat mendebarkan, penuh ketakutan, dan intimidasi. "Takut apa? Aku suamimu, Ela," dingin Harvey. "Cepat ke sini!" Karena digertak dan ditatap tajam oleh Harvey, pada akhirnya Raela pindah ke pangkuan Harvey. Sejujurnya, dia senang saat Harvey membawanya ke lantai dua. Sebab Harvey memang suka tiba-tiba memeluk dan menciumnya. Daripada pria itu melakukannya di depan banyak orang sehingga Raela malu, lebih baik dia ikut ke lantai dua dengan pria ini. Jika Harvey ingin memeluknya, Raela tak harus menanggung malu akibat digoda oleh keluarga pria ini. Namun, tidak pangku-pangkuan begini juga! Bagaimana jika ada yang datang dan melihat mereka?! "Mas Harvey ingin melakukan apa?" tanya Raela pelan, menatap panik b

  • Membuatmu Menjadi Milikku   192. (H 53) Berdua Lebih Baik?

    Harvey tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah pisau kecil, runcing, dan terlihat tajam. Raela yang melihatnya kaget, sedangkan Xenon seketika buru-buru kabur dari sana. Namun, pemuda tampan dan super jahil itu berlari sambil tertawa, seakan yang tadi dia lakukan adalah sebuah kesenangan. Raela menatap pisau di tangan suaminya, wajahnya gugup dan panik. "I-itu … pisau apa, Mas," tanya Raela. Harvey melipat pisau tersebut kemudian kembali mengantonginya. Pisau tersebut sangat istimewa karena merupakan alat rancangan daddy-nya dan diwariskan padanya. "Hanya pisau mainan," jawab Harvey, meraih tangan Raela kemudian menarik Raela masuk ke dalam rumah. Raela sebenarnya risih digandeng oleh Harvey sebab malu dan gugup. Namun, dia tidak berani melepas genggaman tangan Harvey. Meski Harvey jarang marah, tetapi dia sangat takut membuat Harvey marah. Ketika di ruang keluarga, terlihat Xenon sedang duduk sambil memeluk lengan daddy-nya–tengah menunjukkan sesuatu pada daddynya terseb

  • Membuatmu Menjadi Milikku   191. (H 52) Kencan Orang Kaku

    "Maaf menggangu Nyonya Nindi," ucap seorang maid yang datang bersama Aubria dan Veronika, "mereka berdua– ingin bertemu dengan Tuan Axel, Nyonya.""Ouh, Axel-nya ada di sana," jawab Nindi dengan ramah, senyum tipis pada kedua perempuan itu sambil menunjuk tempat Axel berada. "Langsung saja antar mereka ke sana," lanjutnya pada maid tersebut. Nindi yakin sekali kedua perempuan itu ada pekerjaan dengan keponakannya. Karena ini bukan kali pertama ada yang datang ke rumah untuk mencari Axel. Setiap Axel di sini, hal ini sering terjadi. Di sisi lain, Aubria diam-diam mengamati Nindi. 'Jadi dia Nyonya Nindi, kunci dari kekuasaan Tuan Zeeshan? Baiklah, kelihatannya dia orang yang mudah diprivokasi. Kurasa aku akan mudah mendapatkan Tuan Harvey.' batin Aubria, senyum manis saat bersitatap dengan Nindi. Setelah itu dia segera ikut dengan maid, mengantarnya bertemu dengan Axel. Setelah Aubria dan Veronika pergi, Sheena langsung menatap horor ke arah mommynya. "Mom, itu tadi-- dia itu Aubria!

  • Membuatmu Menjadi Milikku   190. (H 51) Tamu Lain

    "Kak Axel kok diam?" Sheena mendongak, menatap kakak sepupunya dengan ekspresi aneh. "A-aku saja yang jawab, Sheena," ucap Raela cepat, "kamu sama Tirta nggak cocok. Tirta kependekan sama kamu yang tinggi speak model," tambah Raela sambil cengar-cengir di akhir kalimat, tak enak pada Axel yang saat ini diam dengan ekspresi datar. "Hah, perasaan aku nggak tinggi, La. Kamu nyindir aku pendek yah?" Sheena seketika itu juga menatap Raela dengan mata memicing, wajah ditekuk karena mengira Raela sendang menyindir dirinya yang pendek. Sejujurnya tinggi badan Sheena normal di negara ini. Akan tetapi jika dia bersanding dengan para kakak dan sepupu laki-lakinya, dia seperti toge yang sok-soan tubuh di sebelah pohon cemara. "Nggak usah nyindir, kamu juga pendek tahu," gumam Sheena dengan nada cemberut, menggembungkan pipi sambil menatap berang pada Raela. "Bu-bukan seperti itu, Sheena." Raela menggelengkan kepala, "kamu tinggi loh, dan Tirta … kurasa dia masuk kategori pria pendek. Kamu 16

  • Membuatmu Menjadi Milikku   189. (H 50) Dia Tampan Nggak Kak?

    "Umm … dia bertanya apa anak yang kukandung anak Mas Harvey atau tidak." "Lalu kau jawab apa?" tanya Harvey, mendadak nadanya dingin dan tatapannya tajam ke arah istrinya. Entah kenapa, dia khawatir jika Raela menjawab hal yang aneh. Misal tidak mengakui Harvey sebagai ayah bayi di perutnya. "Kujawab tentu saja anak Mas Harvey. Tapi dia terlihat tidak senang," jawab Raela pelan. "Humm." Harvey berdehem sebagai balasan, "jika dia mengganggumu, katakan padaku. Jangan diam," peringat Harvey, mendapat anggukan dari Raela. 'Aku pikir Mas Harvey tidak peduli, ternyata dia peduli,' batin Raela, kembali tak percaya dan kaget karena Harvey benar-benar peduli pada masalah tersebut. **** Hari ini adalah hari penting bagi Raela dan Sheena, keduanya akhirnya wisuda. Setelah mengikuti sejumlah acara pada gedung aula, akhirnya mereka bertemu dengan para keluarga masing-masing. Raela lebih dulu menemui keluarganya, begitu juga dengan Sheena yang menemui orang tuanya. "Raela, selamat untuk

  • Membuatmu Menjadi Milikku   188. (H 49) Ketika Respon Pria Terlalu Santai

    "Aduin ke suami kamu, biar dia dikasih pelajaran sama Harvey." ucap Nindi menggebu-gebu. Raela lagi-lagi menganggukkan kepala. "Mas Harvey sudah tahu, Mom." Nindi manggut-manggut dan kembali fokus men-stalker seseorang. Kali ini seorang model bernama Aubria. Sheena yang memulai dan Nindi terjerumus oleh dua makhluk sesat ini. So-- Nindi jadi ikut-ikutan. Sheena bilang model ini sering curi pandang pada Harvey, padahal Aubria tahu kalau Harvey sudah menikah dan istrinya adalah Raela. Raela sendiri akhirnya jujur mengenai masalah di toilet restoran, ketika Aubria menanyakan ayah anak di perutnya. Dia sebenarnya ingin menyimpan sendiri, akan tetapi Nindi mendesak–terus bertanya apakah perempuan itu mengusiknya. Mau tak mau, akhirnya Raela jujur. "Nggak cantik. Mukanya pasaran," julid Nindi, menatap foto Aubria yang dipost di salah satu akun sosial media perempuan itu. "Cantikan Raela kan, Mom," komentar Sheena, mendapat anggukan kepala dari Nindi. Saat mereka sibuk mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status