MasukAkibat dijebak oleh kekasihnya sendiri, Nindi Xaviera berakhir menghabiskan satu malam yang panas bersama Zeeshan Lavroy Azam–CEO yang terkenal dingin, kejam, dan misterius. Karena takut menghadapi pria itu, Nindi memilih melarikan diri dan bersembunyi. Namun, akibat dari malam panas itu, Nindi dinyatakan hamil. Dia sangat panik dan bertambah panik karena Zeeshan menemukannya. "Jangan kabur dan bertanggung jawablah, Nona Nindi Xaviera!" Zeeshan Lavroy Azam. "He-hei! Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu. Akulah yang harusnya meminta pertanggung jawaban mu." Nindi Xavier Adam. "Baik. Aku akan menikahimu."
Lihat lebih banyak"Jadi begitu," gumam Kendrick pelan, merangkul pinggang Cyra dengan mesra, tiba-tiba mencondongkan wajah ke arah Cyra lalu dengan cepat mendaratkan ciuman singkat di bibir istrinya. Cyra menganggukkan kepala secara singkat, mendongak pada suaminya dengan pipi merah karena salah tingkah dicium oleh Kendrick. "Aku mencintaimu," bisik Kendrick tiba-tiba, membuat pipi Cyra merah dan terasa sangat panas. "Katakan jika kau mencintaiku, Cyra Satiya Azam!" "Pe-pemaksaan!" gumam Cyra gugup. "Katakan saja! Jika tidak, kugigit lehermu," ancam Kendrick. "Ya-yah, aku mencintai Mas Kendrick," jawab Cyra malu-malu dan pelan. "Baik, lehermu tetap kugigit." "Iss! Mana bisa begitu?!" Pada akhirnya Kendrick dan Cyra bercanda ria di sana, di mana kebanyakan Kendrick melancarkan aksi-aksi jahilnya terhadap Cyra. Namun, Kendrick benar-benar bahagia karena akhirnya dia mendapatkan ungkapan cinta dari Cyra–perempuan yang membuatnya percaya akan adanya cinta. Tanpa Kendrick dan Cyra sadari, sep
"Sekarang, katakan apa yang kau ketahui tentang keluarga Kiana." Kiana menganggukkan kepala lalu mulai menceritakan hal yang dia ketahui tentang keluarga sahabatnya. Sejujurnya dia tak ingin menceritakan ini pada orang lain, mengingat ini luka bagi sahabatnya dan Kiana. Namun, Zello orang yang dapat dipercayai dan Zello juga orang yang membantu Kiana maupun Devan–beberapa hari ini. "Aku singkat saja yah, Kak. Jadi ayah Kiana dan Devan, memang jahat. Beberapa bulan setelah ibu Kiana dan Devan meninggal, dia menikah lagi dengan seorang perempuan yang bekerja di rumah bordir. Suatu saat ayahnya terlilit utang karena ayahnya gemar berjudi. Istrinya memberi solusi supaya menjual Kiana ke … rumah bordir dan ayah Kiana setuju." Raut muka Zello mendadak kaku, tak menyangka jika ayah Kiana setuju untuk menjual putrinya sendiri. Hell! Ayah macam apa itu?! "Agar rencana mereka berhasil, mereka memanfaatkan waktu ketika Devan masih di kampus. Karena jika Devan di rumah, pastinya Devan ti
"Humm." Zello berdehem sambil menganggukkan kepala secara kecil. Setelah dokter memeriksa kondisi Devan, di mana depan baik-baik saja, dokter dan perawat langsung pergi. Namun, perawat datang lagi dengan membawa kompres air dingin. Setelah kompres datang, Zello membawa Kiana ke sofa. Tanpa mengatakan apa-apa, dia mengompres pipi Kiana yang tampak merah. Kemudian beralih mengobati luka di sudut bibir Kiana. "Siapa pria tadi?" tanya Zello. Entah kenapa mendadak dia penasaran. "Ayahku, Tuan," jawab Kiana gugup, menundukkan kepala karena takut bersitatap dengan Zello. Tiba-tiba saja, Zello menghapit dagunya–memaksanya supaya mendongak dan menatapnya. "Jangan menunduk! Aku sedang mengobati lukamu," peringat Zello, di mana Kiana hanya berani menganggukkan kepala. Sejujurnya dia tak enak diobati oleh Zello, akan tetapi dia takut menolak pria ini. "Ayah tirimu?" tanya Zello kembali. Kiana menggelengkan kepala, "Ayah kandungku, Tuan." Zello mengerutkan kening, menarik
"Wah, putriku tersayang ternyata bersembunyi di sini. Kiana sayang, kau semakin cantik!" Deg-deg-deg' Jantung Kiana berdebar kencang, menatap sosok pria yang pernah menjadi mimpi buruknya tersebut. Pria paruh baya itu menyeringai padanya, menggosokkan tangan sambil menatap buas pada Kiana. "Kamu telah berani menjebloskan ayahmu sendiri ke dalam penjara, dan … selama Ayah di penjara, kemana kamu, Nak?" tanya Indra, merupakan ayah dari Kiana dan Devan. Indra menoleh ke arah ranjang rumah sakit, seketika tersenyum mengejek melihat siapa yang berbaring di sana. "Ouh, hahaha … ternyata anak durhaka dan bajingan itu sedang sekarat, Heh?!" "Ke-kenapa Ayan datang ke sini?" tanya Kiana dengan nada gugup, berdiri kaku dan penuh ketakutan di sebelah kakaknya. "Hahaha … tentu saja untuk menjemput putri Ayah yang cantik. Ada pengusaha kaya yang sedang mencari istri ke lima, dan Ayah yakin dia pasti suka padamu," ujar Indra tanpa merasa bersalah sedikitpun, terus mendekat ke arah Kiana d






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak