LOGINAndini Larasati, 22 tahun, anak magang di RA Company. Dia menyukai Ayah sahabatnya sejak kecil. Dulu godaannya hanya dianggap angin lalu. Namun, tidak disangka setelah dewasa godaannya ditanggapi positif. Hubungan mereka pun berubah menjadi sesuatu yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Bab 300 - Season 2 - Langkah Baru
View More"Oh iya, Sis," ucap Andini, pelan. Ia menatap Siska lagi, karena tiba-tiba teringat sesuatu."Iya. Kenapa, An?" tanya Siska, sambil melihat kembali ke arahnya."Lo tau nggak? Bastian akhirnya nikah sama Lidya."Siska terlihat tidak terlalu terkejut. Ia justru tersenyum kecil lalu meraih ponselnya yang terletak di atas meja."Udah tau kok."Andini mengangkat alisnya."Serius?"Siska mengangguk pelan."Iya. Soalnya Bastian sempet kirim undangan ke gue tiga hari lalu."Ia membuka salah satu pesan dan menunjukkan layar ponselnya kepada Andini.Di sana, terlihat undangan digital dengan nama Bastian dan Lidya yang tertera dengan jelas."Lah? Dia masih ngundang lo?" tanya Andini, dengan kening berkerut. Siska terkekeh pelan. "Iya. Mungkin karena sekarang semuanya udah baik-baik aja buat dia."Ia lalu menggeser layar ponselnya. "Kemarin dia juga upload ini, An."Andini memperhatikan foto yang muncul. Bastian berdiri di samping Lidya dengan senyum yang terlihat tulus. Di depan mereka, Soni y
"Jonathan...," gumam Siska, pelan. "Mungkin bukan laki-laki yang aku cintai sejak awal. Tapi seperti yang lo tau, dia rela berkorban cukup banyak buat gue dan Johan waktu itu."Suara Siska terdengar tenang, namun jelas menyimpan banyak hal disana."Saat gue hancur karena kehilangan Johan dan banyak kemungkinan yang bakal menerjang, dia ada. Dan berdiri dibarisan terdepan," ucap Siska, pelan. "Saat gue marah, sulit menerima kenyataan, dia terus dan tetap sabar bertahan untuk berada disisi gue. Terlebih, selama ini dia nggak pernah maksa gue untuk jadi apa yang dia mau, An. Dan setelah Johan kembali pun, dia tetap kasih gue kebebasan buat milih."Andini mengangguk pelan. "Lo bener. Pengorbanannya memang besar banget sih. Padahal, kalian belum pernah saling kenal sebelumnya."Siska menatap langit yang mulai berubah menjadi jingga. "Iya. Makanya sekarang, mungkin gue belum bisa mencintai Jonathan dan menjadi seorang istri yang mencintai suaminya. Tapi, gue mau belajar, An."Andini terse
"Akhirnya..," gumam Siska, pelan. Sesuai keputusan Siska sebelumnya, seluruh rangkaian acara akhirnya tetap berjalan seperti yang telah direncanakan. Selama tiga hari tiga malam berikutnya, hotel milik keluarga Jonathan dipenuhi para tamu yang datang dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Mulai dari jamuan makan keluarga, temu bisnis, hingga resepsi yang menjadi puncak perayaan. Di mata orang lain, semuanya terlihat sempurna. Karena Siska menjalankan perannya dengan sangat baik. Ia tersenyum saat menyambut para tamu, mengobrol dengan para kerabat, berfoto bersama keluarga besar dan tertawa ketika semua orang membahas hal-hal ringan. Namun orang-orang yang mengenalnya cukup lama, bisa melihat jelas perbedaannya. Salah satunya adalah Andini, sahabat terbaiknya. Sejak hari kedua mereka sampai di Joguar, dan itu adalah pertama acara, Andini beberapa kali memperhatikan sahabatnya itu dari kejauhan. Senyuman Siska memang tidak berubah,
"Ayo. Kita duduk dulu," ucap Jonathan, sambil menghembuskan nafas pelan.Suaranya tenang, tetapi cukup tegas untuk menghentikan suasana yang sempat memanas.Johan menatap Jonathan beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk pelan. Sedangkan Siska masih berdiri di tempatnya dengan wajah yang sulit untuk ditebak."Kalian pasti capek berdiri kan," lanjut Jonathan.Kalimat sederhana itu membuat ketegangan diantara mereka sedikit berkurang. Mereka akhirnya duduk kembali.Beberapa saat, tidak ada yang berbicara.Jonathan akhirnya menyandarkan tubuhnya ke bangku lalu menatap Johan secara langsung."Kita sama-sama tahu kenapa pernikahan itu akhirnya berlangsung," ucap Jonathan, tegas. "Keluarga kita, keluarga Hasan, para investor, mitra bisnis, semuanya udah terlibat terlalu jauh. Kamu pasti tau, kalo waktu itu nggak ada banyak pilihan."Johan menundukkan pandangannya perlahan, sedangkan Jonathan melanjutkan pembicaraan."Aku nggak pernah punya niat ngambil apa yang seharusnya jadi milik lo, J












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore