Share

19. I Hate You

Author: CacaCici
last update Huling Na-update: 2025-06-09 10:51:12
"Dia tahu nggak sih kamu dijebak oleh Mohan?" tanya Clara, di mana saat ini mereka sudah dibebaskan, berada di depan kantor polisi dan sedang menunggu Zeeshan.

Pria itu masih di dalam, untuk mengurus sesuatu.

Nindi menganggukkan kepala, "tahu tetapi tak mau tahu," jawab Nindi pelan.

Clara seketika geleng-geleng kepala, "menikah itu menyeramkan yah," ujarnya pelan, "padahal Mohan menjebakmu, tetapi Tuan Zeeshan tidak melakukan apa-apa pada Mohan. Dia tak ada untukmu?!"

"Kamu berharap apa, Ra?" Nindi memutar bola mata secara jengah, "dia tidak suka padaku. Dia menikahiku cuma karena bayi di perutku. Semisal aku tidak mengandung anaknya, trus aku tiba-tiba ditabrak dan mati ditempat, dan kejadian itu bertepatan saat dia lewat di lokasi aku kecelakaan, percaya deh dia nggak akan peduli," lanjutnya.

Clara meletakkan tangan di dada, merasakan hatinya yang sakit akibat ucapan Nindi. Perkataan sahabatnya ini terlalu menusuk dan menyedihkan.

"Coba saja dia bukan Tuan muda dari Azam, p
CacaCici

Semoga suka dengan satu bab kita, MyRe. Tunggu bab dikunci yah batu kita up 2 bab perhari. Sehat selalu untuk kalian semua dan semangat! Dukung terus novel kita dengan cara vote gems, hadiah dan Ulasan menarik di kolom komentar. Papai ...

| 63
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (41)
goodnovel comment avatar
Wiwi Yuningsih
cengeng beud gw tiap baca novelmu Thor di bagian begini. dulu ziea,Lea skrng nindi... nyeseg
goodnovel comment avatar
CacaCici
Betul tuh, Kak. Titik lelah seseorang itu adalah dengan diam dan tak acuh lagi. Huhuhu ... semoga Nindi jangan sampai ke tahap itu yah, Kak. .⁠·⁠´⁠¯⁠`⁠(⁠>⁠▂⁠<⁠)⁠´⁠¯⁠`⁠·⁠.ಥ⁠‿⁠ಥ
goodnovel comment avatar
CacaCici
Mati lampu, Kak. ಥ⁠‿⁠ಥ.⁠·⁠´⁠¯⁠`⁠(⁠>⁠▂⁠<⁠)⁠´⁠¯⁠`⁠·⁠. Baterai CaCi darurat dan jaringan internet juga sangat payah. ಥ⁠‿⁠ಥ
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Membuatmu Menjadi Milikku   191. (H 52) Kencan Orang Kaku

    "Maaf menggangu Nyonya Nindi," ucap seorang maid yang datang bersama Aubria dan Veronika, "mereka berdua– ingin bertemu dengan Tuan Axel, Nyonya.""Ouh, Axel-nya ada di sana," jawab Nindi dengan ramah, senyum tipis pada kedua perempuan itu sambil menunjuk tempat Axel berada. "Langsung saja antar mereka ke sana," lanjutnya pada maid tersebut. Nindi yakin sekali kedua perempuan itu ada pekerjaan dengan keponakannya. Karena ini bukan kali pertama ada yang datang ke rumah untuk mencari Axel. Setiap Axel di sini, hal ini sering terjadi. Di sisi lain, Aubria diam-diam mengamati Nindi. 'Jadi dia Nyonya Nindi, kunci dari kekuasaan Tuan Zeeshan? Baiklah, kelihatannya dia orang yang mudah diprivokasi. Kurasa aku akan mudah mendapatkan Tuan Harvey.' batin Aubria, senyum manis saat bersitatap dengan Nindi. Setelah itu dia segera ikut dengan maid, mengantarnya bertemu dengan Axel. Setelah Aubria dan Veronika pergi, Sheena langsung menatap horor ke arah mommynya. "Mom, itu tadi-- dia itu Aubria!

  • Membuatmu Menjadi Milikku   190. (H 51) Tamu Lain

    "Kak Axel kok diam?" Sheena mendongak, menatap kakak sepupunya dengan ekspresi aneh. "A-aku saja yang jawab, Sheena," ucap Raela cepat, "kamu sama Tirta nggak cocok. Tirta kependekan sama kamu yang tinggi speak model," tambah Raela sambil cengar-cengir di akhir kalimat, tak enak pada Axel yang saat ini diam dengan ekspresi datar. "Hah, perasaan aku nggak tinggi, La. Kamu nyindir aku pendek yah?" Sheena seketika itu juga menatap Raela dengan mata memicing, wajah ditekuk karena mengira Raela sendang menyindir dirinya yang pendek. Sejujurnya tinggi badan Sheena normal di negara ini. Akan tetapi jika dia bersanding dengan para kakak dan sepupu laki-lakinya, dia seperti toge yang sok-soan tubuh di sebelah pohon cemara. "Nggak usah nyindir, kamu juga pendek tahu," gumam Sheena dengan nada cemberut, menggembungkan pipi sambil menatap berang pada Raela. "Bu-bukan seperti itu, Sheena." Raela menggelengkan kepala, "kamu tinggi loh, dan Tirta … kurasa dia masuk kategori pria pendek. Kamu 16

  • Membuatmu Menjadi Milikku   189. (H 50) Dia Tampan Nggak Kak?

    "Umm … dia bertanya apa anak yang kukandung anak Mas Harvey atau tidak." "Lalu kau jawab apa?" tanya Harvey, mendadak nadanya dingin dan tatapannya tajam ke arah istrinya. Entah kenapa, dia khawatir jika Raela menjawab hal yang aneh. Misal tidak mengakui Harvey sebagai ayah bayi di perutnya. "Kujawab tentu saja anak Mas Harvey. Tapi dia terlihat tidak senang," jawab Raela pelan. "Humm." Harvey berdehem sebagai balasan, "jika dia mengganggumu, katakan padaku. Jangan diam," peringat Harvey, mendapat anggukan dari Raela. 'Aku pikir Mas Harvey tidak peduli, ternyata dia peduli,' batin Raela, kembali tak percaya dan kaget karena Harvey benar-benar peduli pada masalah tersebut. **** Hari ini adalah hari penting bagi Raela dan Sheena, keduanya akhirnya wisuda. Setelah mengikuti sejumlah acara pada gedung aula, akhirnya mereka bertemu dengan para keluarga masing-masing. Raela lebih dulu menemui keluarganya, begitu juga dengan Sheena yang menemui orang tuanya. "Raela, selamat untuk

  • Membuatmu Menjadi Milikku   188. (H 49) Ketika Respon Pria Terlalu Santai

    "Aduin ke suami kamu, biar dia dikasih pelajaran sama Harvey." ucap Nindi menggebu-gebu. Raela lagi-lagi menganggukkan kepala. "Mas Harvey sudah tahu, Mom." Nindi manggut-manggut dan kembali fokus men-stalker seseorang. Kali ini seorang model bernama Aubria. Sheena yang memulai dan Nindi terjerumus oleh dua makhluk sesat ini. So-- Nindi jadi ikut-ikutan. Sheena bilang model ini sering curi pandang pada Harvey, padahal Aubria tahu kalau Harvey sudah menikah dan istrinya adalah Raela. Raela sendiri akhirnya jujur mengenai masalah di toilet restoran, ketika Aubria menanyakan ayah anak di perutnya. Dia sebenarnya ingin menyimpan sendiri, akan tetapi Nindi mendesak–terus bertanya apakah perempuan itu mengusiknya. Mau tak mau, akhirnya Raela jujur. "Nggak cantik. Mukanya pasaran," julid Nindi, menatap foto Aubria yang dipost di salah satu akun sosial media perempuan itu. "Cantikan Raela kan, Mom," komentar Sheena, mendapat anggukan kepala dari Nindi. Saat mereka sibuk mem

  • Membuatmu Menjadi Milikku   187. (H 48) Cela Menyingkirkan Raela

    "Ahahahaha … ternyata aku masih punya kesempatan." Aubria tertawa bahagia, merasa punya cela untuk menjatuhkan Raela dan merebut Harvey dari perempuan itu. "Yah, dan paling gong-nya, perempuan yang Kak Harvey nikahi itu perempuan miskin," ucap Liana, teman Aubria tersebut, "banyak yang tak setuju dengan pernikahan mereka sebab Kak Harvey seorang pewaris dan Raela jauh dari kalangan elit. Namun, sayang keluarga kami tidak bisa menentang Uncle Zeeshan. Jika Uncle sudah angkat bicara, maka kami semua hanya bisa tunduk dan patuh."Senyuman manis dan wajah penuh kepercayaan diri Aubria seketika hilang saat mendengar ucapan Liana tersebut. Zeeshan sendiri yang memerintah Harvey menikahi Raela? Ck, kenapa harus pemimpin Azam yang menjadi penghalangnya untuk mendapatkan Harvey?! Sialan! "Apa tidak ada sama sekali yang berani menentang keputusan Tuan Zeeshan? Banyak Azam yang lebih hebat darinya pastinya." Aubria berkomentar, mencari cela untuk bisa melawan Zeeshan. Liana menggelengkan kepa

  • Membuatmu Menjadi Milikku   186. (H 47) Alasan Menikah

    "Ck, gini-gini Mommy masih gaul, Mommy mengikuti perkembangan jaman." Nindi berdecak lalu memukul pelan paha putrinya, setelah itu lanjut men-scroll. "Gaul tapi sosial medianya nggak ada," sindir Sheena. "Elleh, itu gara-gara tidak diperbolehkan sama Daddy yah. Coba kalau Daddy mengizinkan Mommy punya akun sosial media, huh, kamu dan Raela, kalah populer sama Mommy," celetuk Nindi dengan nada cerewet. Sheena memutar bola mata jengah dan Raela tertawa kecil karena merasa lucu dengan sang mommy mertua. Tapi, sepertinya ucapan mommy mertuanya bisa dikatakan benar. Mommy mertuanya sangat cantik, punya daya tarik yang tinggi dan ada aura centil manjanya. Mommy mertuanya baddie! "Mantanmu kok jelek yah, La. Tampanan Harvey Mommy kemana-mana," ungkap Nindi ketika melihat sebuah postingan berupa foto Raela dan pria bernama Morgan tersebut. "Benar kata Sheena, anak ini sepertinya tak move on sama kamu, La." "Ck, rusak ini LCD-nya. Dia yang milih pilihan orang tuanya, tetapi dia ya

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status