Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 1720 Percaya Diri

Share

Bab 1720 Percaya Diri

Penulis: Sarjana
"Bu Luna, apa maksudmu?!"

Dengan memasang ekspresi masam, Piom melontarkan satu kalimat teguran itu dengan api amarah menyala-nyala di matanya.

Semua orang tercengang. Mereka tidak mengerti Piom yang detik sebelumnya masih menunjukkan sikap ramah itu, tiba-tiba berubah seratus enam puluh derajat seperti ini.

"Pak Piom, kamu ...."

Luna juga tidak menyangka pria itu akan bereaksi seperti ini.

Piom mengulurkan jarinya dan menunjuk daun-daun teh yang berserakan di lantai itu, lalu berkata dengan memasang ekspresi muram, "Apa, hah? Bu Luna, aku tanya padamu, mengapa kamu menggunakan barang seperti ini untuk menghinaku?"

"Apa kamu kira aku sama seperti orang-orang serakah itu, yang akan menerima suap dalam hal apa saja?"

"Kamu menganggapku orang seperti apa?"

"Aku benar-benar nggak menyangka. Bu Luna, kamu terlihat cantik dan baik hati, tapi diam-diam kamu malah melakukan hal seperti ini, mencoba menggunakan cara tercela seperti ini untuk memengaruhiku!"

"Oke, sekarang aku akan mewujudkan ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Mazt Phe Trux
kenapa saya susah buka bab selanjutnya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3380 Memangnya Kenapa Kalau Aku Memukulmu

    "Nenek Dhea, jangan marah, ya. Semua orang di ibu kota provinsi juga tahu, otak Ardika agak bermasalah. Dia berani mengucapkan kata-kata apa pun.""Kami juga nggak bisa mengaturnya lagi."Desi langsung mengkhianati Ardika tanpa ragu.Menghadapi perubahan sikap Desi yang begitu cepat dan tindakan ibu mertuanya itu untuk putus hubungan dengannya, Ardika sama sekali tidak terkejut.Kalau Desi tidak berperilaku seperti ini, itu malah bukan Desi.Melihat Desi sangat takut pada dirinya, ekspresi meremehkan makin terlihat jelas di wajah Dhea. Berani-beraninya orang seperti Ardika melawannya! Benar-benar cari mati!Dia menatap Ardika dengan tatapan arogan dan berkata dengn dingin, "Eh, bocah, patahkan satu lenganmu sendiri, lalu menyingkir sana. Untuk sementara waktu ini aku nggak akan mempermasalahkan sikapmu.""Kalau nggak, hanya dengan kata-kata yang kamu tujukan padaku tadi, aku akan mematahkan dua tanganmu ...."Sebelum Dhea bisa menyelesaikan kalimatnya, ekspresi Ardika langsung berubah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3379 Kalian Harus Mati

    Desi juga mengangguk dan berkata, "Luna benar. Jangan bertindak sembarangan, merusak reputasi Keluarga Bangsawan Basagita Suraba saja."Dia masih memercayai, sekarang ini Lesti yang membutuhkan bantuan mereka.Jadi, tidak mungkin benar-benar membiarkan anak buahnya bertindak ekstrem.Sekarang Dhea dan yang lainnya pasti hanya menggertak mereka saja."Plak ...."Tanpa banyak bicara lagi, Dhea langsung melangkah maju dan melayangkan satu tamparan ke wajah Desi dengan punggung tangannya. "Merusak reputasi Keluarga Bangsawan Basagita Suraba?""Kalian sekeluarga bukannya becermin, kalian merasa diri kalian sudah hebat, begitu?""Dengar baik-baik, kalaupun hari ini kalian berlima dibunuh, juga nggak akan memengaruhi reputasi Keluarga Bangsawan Basagita Suraba.""Jangan bicara omong kosong lagi, kesabaranku ada batasnya. Misi kedatanganku hari ini adalah untuk mematahkan satu kaki Luna."Dia langsung menunjuk Luna dan berkata, "Kamu sudah tahu cara main kami. Kalau kamu nggak ingin keluargamu

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3378 Hukuman Keluarga

    Tiga orang ahli bela diri Keluarga Bangsawan Basagita Suraba lainnya juga menatap Luna dengan senyum dingin menghiasi wajah mereka. Memangnya kenapa kalau Luna lebih cantik dibandingkan mereka?Begitu mereka datang kemari, juga akan dipatahkan satu kaki.Si pincang yang cantik, begitu?Hmm, cukup menarik juga."Apa? Mematahkan satu kaki Luna?"Begitu mendengar ucapan Dhea, ekspresi Jacky dan Desi langsung berubah drastis.Handoko adalah orang pertama yang tidak terima. "Memangnya kakakku salah apa? Kenapa kalian mau menghukumnya?""Kalaupun kakakku benar-benar berbuat salah, kalian juga nggak bisa memperlakukannya dengan sekejam itu.""Memangnya Keluarga Bangsawan Basagita Suraba itu semacam bandit? Ada peraturan sekejam ini ....""Plak ...."Sebelum Handoko bisa menyelesaikan kalimatnya, Dhea tiba-tiba menerjang ke hadapannya, lalu melayangkan sebuah tamparan keras ke wajahnya. "Dasar bocah nggak tahu aturan!""Memangnya kamu siapa? Berani-beraninya kamu berbicara seperti itu padaku?!

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3377 Nenek Dhea

    Lima orang itu melenggang masuk ke ruang tamu.Melihat Dhea dengan aura menakutkan yang terpancar dari tubuhnya sama persis dengan putrinya, Nevah, Desi yang sebelumnya masih menginstruksikan Ardika untuk tawar menawar dengan Lesti, sekujur tubuhnya langsung gemetaran. Tubuhnya bahkan langsung membungkuk.Ekspresi marah yang menghiasi wajahnya, juga langsung berubah. Seulas senyum menjilat menghiasi wajahnya."Oh, Nenek Dhea, kenapa kalian datang kemari?""Ah, tamu kehormatan datang, ya! Selamat datang, selamat datang!"Memanggil Dhea dengan namanya langsung, hanya boleh dilakukan oleh Lesti.Orang-orang dengan nama belakang Basagita di Provinsi Denpapan hanya bisa memanggilnya Nenek Dhea sebagai bentuk hormat padanya.Setelah menyambut kedatangan tamu tak diundang itu sambil tersenyum, Desi menoleh dan menegur Jacky, "Jacky, apa lagi yang kamu tunggu? Cepat tuangkan teh untuk tamu.""Nenek Dhea tumbuh besar bersama Nenek Lesti sejak kecil, sudah seperti saudari. Kalau nggak disambut d

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3376 Aku Punya Ratusan Triliun Apa Kamu Mau

    "Oh, kali ini kamu pintar juga."Jacky tidak bisa menahan diri dan mendecakkan lidahnya.Kala itu, saat Luna menjadi pemimpin cabang, orang yang paling senang adalah Desi. Dia selalu mengira keluarganya telah mendapatkan keuntungan besar, akan benar-benar berjaya. Dia juga menjadi makin arogan dan semena-mena.Akhirnya kejadian kali ini sudah menyadarkannya."Selain menyindir, apa lagi yang kamu bisa?!" Desi memelototi suaminya dengan tajam.Jacky berkata dengan tidak berdaya, "Aku hanya ingin membuatmu sedikit sadar. Kalau permintaan yang diajukan terlalu banyak dan keterlaluan, setelah dipojokkan Nenek Lesti juga hanya akan putus hubungan dengan kita.""Bagaimanapun juga, Luna yang memulai Grup Hatari dari nol, bukan milik Nenek Lesti.""Kalaupun Grup Hatari benar-benar hancur, dia juga tidak mengalami kerugian apa pun."Setelah memikirkannya, Desi merasa ucapan suaminya memang masuk akal juga.Dia langsung merasa agak takut, dia pun berkata, "Kalau begitu Ardika, kita nggak perlu me

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3375 Ibu Mertua yang Ramah

    Walaupun karena masalah yang ditimbulkan oleh Ardika kali ini hingga menyebabkan Luna diusir dari Grup Hatari membuatnya sangat tidak puas, tetapi tidak tahu mengapa, secara naluriah Jacky tetap bersedia untuk memercayai Ardika sekali. Dia ingin lihat apakah bualan menantunya itu benar-benar bisa terwujud.Jadi sejak kemarin, dia diam-diam pergi menjawab panggilan telepon, sama sekali tidak membiarkan Desi mengetahuinya."Sepertinya apa yang Ardika katakan kemarin memang benar."Jacky menatap Ardika dengan sorot mata agak rumit, dia tidak bisa menahan diri dan bertanya dengan agak penasaran, "Entah bagaimana caranya dia bisa membuat Grup Susanto Raya dan Pak Jace menurutinya."Utang sebesar puluhan triliun, proyek sebesar puluhan triliun.Terlepas dari seberapa baik hubungan mereka dengan Ardika, mereka juga tidak perlu sampai bertindak gegabah hanya demi memberinya muka.Jacky sama sekali tidak bisa memahaminya.Desi membuka mulutnya, lalu melihat Ardika. Dia segera melangkah maju unt

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status