Se connecter"Ramli, hamili istriku, aku akan membayarmu dua puluh kali lipat dari gajimu!" Ramli, duda anak tiga dari desa, terpaksa bekerja untuk CEO kaya. Namun, kedua majikannya terus bertengkar karena lima tahun ini, mereka tidak dikaruniai anak. Ramli yang butuh uang, tepaksa harus melakukan kerjasama. Perlahan, Vina mulai merasa nyaman dan ketagihan dengan sang pelayan. Hingga akhirnya mereka terjebak dalam hubungan yang sangat rumit. Apalagi saat Vina tahu sang suami telah mengkhianati dirinya dengan memiliki selingkuhan. Yang lebih mengejutkan adalah, Ramli sebenarnya bukan pelayan biasa hingga semua orang terkejut!
Voir plusSepertinya pertemuan Aland dan Erick itu membawa kebahagiaan tersendiri. Sesampainya di rumah, Aland langsung bercerita kepada sang istri bahwa dirinya bertemu dengan Erick dan anaknya. Apalagi Erick sudah menikah dengan Ani. "Ohhh ya? Jadi Ani dan Erick udah nikah?" sahut Vina yang begitu antusias. "He em, dan sekarang katanya si Ani sedang hamil tua!" jawab Aland lagi. "Ya ampun, udah lama nggak denger kabar mereka. Sekarang mereka sudah menikah. Syukurlah, Ani bisa mendapatkan kebahagiaannya, semoga saja rumah tangga mereka langgeng sampai kakek nenek ya, Mas!" balas Vina. "Ya, aku pun bahagia mendapatkan istri sepertimu. Jika saja kita tidak pernah bertemu. Mungkin aku tidak akan pernah menjadi orang baik. Aku pasti akan tetap menjadi pria brengsek!" balas Aland. Tiba-tiba suasana menjadi melow. Vina menatap wajah suaminya yang sudah enam tahun ini menjadi suaminya. "Jangan bilang seperti itu. Justru, aku yang beruntung memiliki suami pengertian sepertimu. Dulu aku sa
Lucunya, Ezra menjawab pertanyaan Aland langsung. "Makan nasi lah, Om. Masa makan ati!" jawabnya apa adanya'. Aland langsung melongo mendengarnya. Bisa-bisanya bocah itu bicara demikian. "Wah! Iy, iya, bener juga kamu. Makan ati emang nggak enak. Om sering ngerasain itu dulu!" jawabnya ikutan absurd seperti Ezra. Ezra menatap wajah Aland dengan serius. Pipinya yang terlalu gembul membuatnya seperti sedang mengunyah bakso. "Oh iya, Om lupa. Kita belum kenalan, boy!" ucap Aland sambil mengulurkan tangannya pada bocah laki-laki itu. Ezra tersenyum. Sepertinya bocah itu mulai nyaman. Ia membalas uluran tangan Aland dan menyebut namanya. "Saya Ezra, Om. Anaknya ibu Ani sama ayah Erick yang paling ganteng dan paling rajin satu kampung," ucap bocah itu dengan kalimat yang lancar. Sepertinya ia memang sengaja menghafal kata-kata itu. Aland menaikkan kedua alisnya sambil menoleh ke arah Erick. Erick sendiri mengulum senyumnya sambil garuk-garuk pelipisnya. "Ohhh, jadi namamu
Raisya tak mau kalah. Bocah perempuan itu mencubit tangan gembul Ezra. Bocah laki-laki itu langsung menangis sambil berjalan ke arah ayahnya. "Huaaa ayah, aku dicubit sama si keriting!" omel Ezra dengan raut wajahnya yang memerah sambil menunjukkan tangannya yang habis dicubit oleh Raisya. Erick memeluk Ezra sambil tertawa kecil. Betapa menggemaskannya anak-anak itu. Sedangkan Aland tampak menasehati putrinya. "Raisya, nggak boleh gitu, Nak! Ayo minta maaf!" ucap Aland. Raisya mengerucutkan bibirnya karena ia merasa tidak bersalah. Ezra lah yang memulainya terlebih dahulu. "Nggak mau! Dia duluan talik-talik lambutku, Yah. Masa Laica yang minta maaf!" sahut bocah itu sambil menyilangkan kedua tangannya seperti orang dewasa. Aland cuma garuk-garuk pelipisnya karena rasanya seperti ia sedang menghadapi Vina, istrinya. "Hah! Rasanya sedang menghadapi kemarahan Emaknya. Ini sih Vina ukuran sachet!" gumam Aland. Namun sebisa mungkin ia merayu putrinya agar mau berdamai dengan E
"Ya nggak lah, Bro. Aku bukan pria seperti itu. Itu anak sambungku dari istri pertamaku!" ungkap Erick. Lagi-lagi Aland menyipitkan matanya. "Istri pertama? Itu artinya masih ada istri-istri yang lain? Eh, kamu ini kawin berjamaah atau gimana?" tanya Aland dengan ekspresi wajah yang serius. Erick tertawa lagi. Sepertinya sepupunya itu belum tahu jika dirinya telah menikahi Ani. Pasalnya saat mereka menikah, Aland dan Vina memang tidak diberitahu dengan alasan tidak ingin merepotkan Aland yang tentunya sibuk dengan pekerjaannya. "Kawin berjamaah, ada-ada saja kamu!" ucap Erick. "Ya itu pokonya, menikahi lebih dari satu wanita, apa sih itu namanya?" Aland terlihat garuk-garuk pelipisnya, mencoba mengingat-ingat. "Poligami!" jawab Erick dengan cepat. "Nah, iya itu. Kamu poligami, bro?" Pertanyaan Aland sungguh serius. Erick menggelengkan kepalanya lagi. "Enggak lah. Istriku masih satu untuk saat ini!" Jawaban Erick lagi-lagi membuat Aland kali ini garuk-garuk tengkuknya. "Masih sa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Notes
commentairesPlus