Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 731 Tragedi yang Menimpa Tiga Keluarga Besar

Share

Bab 731 Tragedi yang Menimpa Tiga Keluarga Besar

Penulis: Sarjana
Setelah tiga keluarga besar hancur.

Kepala keluarga tiga keluarga besar yang dulunya sangat berkuasa atas Kota Banyuli, juga sudah pensiun.

Baru beberapa hari tidak bertemu, mereka seakan sudah menua sepuluh tahun.

Mereka tampak sedikit tidak bersemangat, tidak sebugar dulu lagi.

Saat ini, mereka yang sedang berhadapan dengan Ardika terlihat gemetaran.

Ardika menatap mereka dengan tatapan acuh tak acuh, "Kepala keluarga tiga keluarga besar, ternyata kalian sangat hebat, ya. Bukankah aku sudah me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3642 Tidak Berdaya

    Pintu mobil terbuka, Alendo turun dari mobil perlahan-lahan, lalu berjalan memasuki lokasi.Kejadian yang menimpa Alendo beberapa waktu ini juga telah menarik perhatian banyak orang.Saat dia muncul di lokasi lelang, semua orang merasa agak kaget.Setelah mengalami kerugian besar dalam bisnis, Alendo masih bisa menghadiri acara lelang dengan santai. Kelihatannya dia benar-benar tidak memedulikan kerugian itu.Ini membuat lebih banyak orang lagi menghormati mental kuatnya itu."Alendo, kenapa hari ini kamu ada waktu untuk datang ke sini?"Mendengar suara agak heboh, Jayden Jamando, Tuan Muda Keluarga Jamando menoleh untuk melihat. Dia tidak menyangka dia bisa melihat Alendo di sini.Saat ayahnya Alendo masih hidup, dua keluarga sering berinteraksi, boleh dibilang mereka berdua juga adalah teman.Kali ini, bertemu di lokasi acara lelang, tentu saja dia merasa agak penasaran."Yah, karena nggak bisa bertemu Tuan Besar keluarga kalian, aku hanya bisa mencari cara lain."Alendo berbicara ju

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3641 Menyukai Hak Istimewa

    Karena kekurangan dana, ada banyak barang yang terpaksa dijual. Walaupun merasa agak enggan, tetapi bisa mempertahankan bisnis, juga boleh dibilang bisa mengembalikan sedikit martabat.Hanya saja, dia juga mengerti kalau terus begini, orang-orang Keluarga Siantar akan mengintervensi bisnisnya, ini juga akan membuat reputasinya hancur."Apa hari ini acara lelangnya?"Alendo sangat sibuk, tetapi dia tetap memikirkan cara untuk menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando."Acara lelang diadakan pada malam ini. Hari ini ada sebuah vas bunga antik yang sangat diminati. Sepertinya Tuan Besar Keluarga Jamando nggak bisa hadir, tapi generasi muda keluarganya akan menghadiri acara tersebut."Lucas memberi tahu bosnya informasi yang diketahuinya.Demi bisa menyenangkan hati Tuan Besar Keluarga Jamando, meminta pria itu untuk mengatakan informasi di balik layar, maka Alendo hanya bisa mengeluarkan modal besar."Bagaimana hasil penyelidikan latar belakang Ardika?"Kebetulan lagi senggang Alendo

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3640 Sebaiknya Kamu Jangan Menyelidikinya Lagi

    Asalkan pernah melakukan registrasi di Hotel Biston, Wesanto bisa memikirkan segala macam cara untuk memperoleh data orang tersebut.Namun, setelah dia melakukan penyelidikan lagi dan lagi, dia tetap tidak mendapatkan informasi apa pun.Hal ini membuatnya sangat keheranan. Jelas-jelas orang tersebut pernah menginap di tempat itu, bahkan tinggal di sana cukup lama, seharusnya ada informasi tentangnya. Namun, selain beberapa lembar gambar yang kabur, dia tidak menemukan informasi apa pun."Ini benar-benar aneh. Sebenarnya apa latar belakang orang ini? Bisa-bisanya dia begitu misterius.""Terakhir kali Alendo telah menyinggung seseorang sampai-sampai dia kehilangan proyeknya lagi dan lagi. Sekarang dia ingin menyelidiki Ardika yang misterius ini. Apa mungkin ada hubungan antara dua hal ini?"Sebagai seorang detektif yang terkenal, dia bukan hanya bisa memperoleh informasi orang lain, dia juga mengerti cara menganalisis situasi.Makin dilihat, hal ini makin berbahaya.Ini membuatnya berpik

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3639 Menyelidiki Latar Belakang

    Kala itu, saat Ardika menarik Kesya keluar dari Hotel Biston, kebetulan mobil tersebut sedang menyalakan kamera mobilnya dan menangkap bayangan dua orang tersebut.Tidak mudah bagi Lucas untuk mendapatkan foto ini.Jadi, sekarang dia hanya bisa mencari ahlinya untuk melakukan hal-hal yang membutuhkan keahlian tersebut.Dengan adanya foto, seharusnya mereka bisa menyelidiki latar belakang Ardika, juga bisa menyelidiki beberapa informasi tentang pria itu.Lucas berjalan masuk dari pintu samping, lalu berjalan melewati halaman lantai satu dan naik ke lantai dua.Setibanya dia di lantai dua, dia mengetuk pintu dengan lembut. Tanpa waktu lama, terdengar suara langkah kaki dari dalam.Seorang pria yang mengenakan kaus dan rambut tampak berantakan menatap Lucas dengan tatapan mengantuk."Oh, Kak Lucas, itu kamu! Kalau ada apa-apa, telepon saja. Untuk apa sampai datang sendiri seperti ini?"Sambil berbicara, Wesanto Basuki menyingkir ke samping untuk mempersilakan Lucas masuk.Lucas menatap te

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3638 Acara Lelang

    "Baik, aku mengerti."Selesai berbicara, Lucas tidak langsung pergi."Ada apa lagi?"Lucas masih berdiri di sana, itu artinya masih ada hal penting yang belum dikatakannya. Namun, dilihat dari ekspresi ragunya, sudah tahu itu adalah hal yang sangat merepotkan."Kita sudah kehilangan beberapa proyek. Awalnya kita berencana menggunakan proyek-proyek itu untuk membalikkan keadaan, tapi ada yang mengakuisisinya dengan harga tinggi."Selesai berbicara, Lucas melangkah mundur satu langkah dan menundukkan kepalanya untuk menunggu ledakan amarah Alendo."Lupakan saja, hal ini juga bukan salahmu."Awalnya Alendo memang ingin melampiaskan amarahnya, tetapi pada akhirnya dia meletakkan gelas anggurnya dalam diam.Dia tahu ini bukan kesalahan Lucas.Dia sendiri yang tanpa sadar telah menyinggung seorang tokoh hebat, sampai-sampai ditargetkan seperti ini."Sebelumnya aku memintamu untuk membuat janji temu dengan Tuan Besar Keluarga Jamando, apa sudah berhasil?"Terakhir kali saat di pesta ulang tah

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3637 Menyelidiki Identitasnya

    Hanya saja, dia tidak akan membocorkan informasi ini pada ibunya.Saat memikirkan hal-hal itu, Kesya merasa kepalanya agak berdenyut sakit. Dia menarik napas dalam-dalam, lalu membenamkan dirinya ke dalam air.Saat dia merasa hampir tidak bisa bernapas, dia tetap tenang. Ini adalah momen dirinya menikmati waktu sendiri.Saat dia benar-benar sudah tidak tahan lagi, dia baru keluar dari dalam air, lalu menghirup udara segar, seakan-akan semua beban dalam hatinya sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak.Setelahnya, Kesya terus dikurung di dalam rumah, tidak bisa keluar.Andelin benar-benar tidak hanya sekadar omong saja soal ini.Ditambah lagi pesta ulang tahun Kesya sudah berakhir, tidak ada cara penting yang perlu dihadirinya lagi.Karena kejadian sebelumnya, Andelin masih ditertawakan oleh orang-orang di belakang, juga membuatnya merasa sangat malu.Namun, dengan identitasnya, terlepas dari seberapa arogan orang-orang itu, mereka juga tidak berani mengatakan apa pun di hadapannya, ja

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 570 Memblokade Jalan

    Kiro Lotoka adalah manajer umum Perusahaan Logistik Banyuli sekaligus menantu Keluarga Santosa.Pria itu adalah paman Handi.Namun, begitu menerima panggilan telepon dari Handi, keponakannya, dia tidak berani menganggap remeh instruksi dari keponakannya.Dia segera melakukan pengaturan sesuai instruksi

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 672 Aku adalah Ayahmu

    "Keluarga Basagita mengalami bencana dan semua ini karena Ardika, si bajingan itu!"Tuan Besar Basagita berkata dengan marah di ujung panggilan lain.Luna menjauhkan ponselnya dan terdapat amarah di wajahnya."Kakek, situasi Keluarga Basagita sepenuhnya karena keserakahan kalian untuk dapat lebih banya

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 706 Untuk Apa Berlagak Menjadi Dewi Dingin

    "Wanita paling cantik di Kota Lino apaan? Istriku bahkan jauh lebih cantik."Begitu kata-kata itu keluar dari mulut Ardika, suasana di depan pintu Hotel Blazar hening seketika.Hanya beberapa patah kata Ardika itu yang terngiang-ngiang dalam benak semua orang.Lea Misra.Nona Keluarga Misra sekaligus wa

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 730 Kami Datang Atas Perintah

    "Kak Ardika, jangan menyetujui permintaannya, bisa-bisa nyawamu melayang!"Begitu mendengar ucapan Handoko, ekspresi ketakutan setengah mati terpampang jelas di wajah Futari."Oh? Nggak setuju, ya? Kalau begitu, seharusnya jangan berdiri di sana lagi! Pulang sana dan tunggu ajal menjemputmu!"Hardi ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status