مشاركة

Wasiat kakek

مؤلف: Nath_e
last update تاريخ النشر: 2026-02-06 06:16:28

Langit London sore itu kelabu, hujan tipis menempel di kaca jendela kantor firma hukum Whitmore & Ashcroft.

Rak kayu tua memenuhi ruangan. Tiap rak-nya berisi dokumen keluarga yang usianya bahkan lebih tua dari Celina sendiri.

Sebastian Whitmore duduk tegak di balik meja mahoni besar, kacamata setengah bingkai bertengger rapi di hidungnya. Celina duduk dengan kedua tangan menggenggam tasnya erat, sedikit cemas dengan apa yang akan disampaikan pengacara keluarganya itu.

“Nona Celina, saya akan m
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Celina panik, kehamilannya terancam

    Daniel beberapa kali menatap ke jendela. Celina masih dalam pelukan hangatnya di dalam selimut lembut. Setelah ciuman dalam dan menuntut itu Daniel membawa Celina ke kamar untuk beristirahat.Meski Daniel benci harus melewatkan kesempatan bercinta dengan Celina tapi ia berusaha menahan diri— menepati janjinya.Celina sudah memejamkan mata beberapa menit lalu tapi Daniel tetap terjaga. Intuisinya mengatakan sesuatu bakal terjadi dalam waktu dekat. Itu membuatnya gelisah.Suasana diluar terlalu sunyi … terlalu tenang. Membuat Daniel semakin waspada.“Ada apa?” Celina rupanya merasakan kegelisahan Daniel.Daniel tersenyum tipis. “Tidak, tidurlah.” Jawabnya singkat.Tapi Celina tak mau percaya begitu saja, ia menatap Daniel yang kembali menatap keluar jendela.“Kau berbohong padaku.”Daniel menurunkan pandangannya, menatap mata indah Celina yang begitu jernih. Ia tak menjawab, memilih mencium lembut kening Celina.“Semua baik-baik saja,”Tapi senyuman dan ketenangan itu hanya sementara. S

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Aku akan menjagamu, Celina

    Daniel benar-benar menepati janjinya untuk tidak menyentuh Celina. Tiga hari ini, ia hanya tidur menemani Celina. Memanjakannya dengan perhatian ekstra yang sedikit berlebihan. Celina yang semula keberatan akhirnya luruh dan membiarkan Daniel mengambil alih tugas David.Cornell datang memeriksa kondisi Celina dua hari lalu. Lantai bawah rumah itu perlahan berubah menjadi klinik kecil sederhana. Tabung infus, monitor portable, obat-obatan, bahkan alat USG kecil kini tersimpan rapi di salah satu ruangan.Daniel tidak mau mengambil resiko sekecil apapun terhadap Celina dan bayi dalam kandungannya. Dan itu membuat Celina semakin gelisah.Daniel bisa begitu dingin dan kejam pada orang lain tapi berubah lembut dan perhatian saat menyangkut dirinya.Seperti saat ini, Daniel sibuk memeriksa suhu ruangan untuk ketiga kalinya. Ia memastikan Celina tidak kedinginan malam ini.“Kau mau rumah ini berubah jadi sauna?” gumam Celina dari sofa.Daniel melirik sekilas. “Udara dingin tidak bagus untukm

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Bantuan kecil dari Dominic

    “Apa yang kau pikirkan?”Daniel rupanya menangkap perubahan kecil di wajahnya.“Kau tidak perlu memikirkan apa pun malam ini,” katanya lebih pelan. “Istirahat saja.”Celina tertawa kecil. “Sulit tidak memikirkannya saat semua orang di rumah ini terus membahas kehamilanku.”Daniel bersandar sedikit di kursinya, sorot matanya tak pernah lepas dari Celina. “Aku tidak peduli soal pewaris.”“Kau minta aku percaya tentang itu? Kau peduli ini anakmu atau bukan.”“Aku peduli padamu.” jawaban cepat Daniel selalu membuat Celina terhenyak.Daniel melanjutkan lagi, “Kalau itu betul anakku tentu aku menginginkannya.”Tatapannya turun sesaat ke perut Celina. Nafas Celina sedikit tertahan.“Tapi bahkan tanpa itu,” lanjut Daniel lirih, “aku tetap akan membawamu pergi dari David.”Celina menggigit bibir bawahnya pelan. “Aku masih istrinya.”“Aku tahu.”“Kau tetap melakukannya?”“Tentu, kenapa tidak?” Tanya balik Daniel.Celina berdecak pelan. “Kau bahkan tidak terdengar menyesal.”“Karena aku memang t

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Kekhawatiran Celina

    Cahaya hangat dari chandelier besar memantul lembut di lantai marmer. Aroma kayu cedar dan lavender samar memenuhi udara, menenangkan kepala Celina yang sejak tadi terasa berat.Rumah itu cukup besar tapi terlalu besar untuk hanya disebut tempat persembunyian.Langit-langit tinggi dengan balok kayu gelap membentang di atas ruang utama, sementara perapian modern di sudut ruangan menyala tenang, mengusir dingin malam yang mulai menusuk kulit.Dari balik dinding kaca tinggi di sisi ruangan, hanya terlihat bayangan samar pepohonan dan kabut tipis di luar sana.Celina masih asik memperhatikan sekitar ketika Daniel mendekat dari belakangnya.“Aku tahu kau tidak suka tempat yang terasa seperti bunker atau penjara,” katanya pelan sambil melepaskan sarung tangan hitamnya. “Jadi aku memilih yang sedikit lebih layak ditinggali.”“Sedikit? Ini terlalu … mewah untuk tempat bersembunyi.” Celina hampir mendengus.Daniel terkekeh, ia sedikit menunduk hingga hidungnya nyaris menyentuh telinga Celina.

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Antara dua cinta yang setara

    Mobil hitam itu melaju membelah jalan malam tanpa suara berarti selain dengung mesin dan hujan tipis yang sesekali menyapu kaca.Celina duduk diam di kursi belakang.Tangannya perlahan menyentuh perutnya sendiri. Pikirannya terlalu riuh dengan hal mengejutkan pagi ini.Kehamilan itu sangat tidak diharapkan Celina di tengah kekacauan hidupnya. Hasil tes itu masih terasa tidak nyata.Celina menarik nafas dalam-dalam, kata hamil membuatnya shock seketika. Apalagi memikirkan siapa ayah anak dalam kandungannya.“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Daniel seraya meraih tangan dan menciumnya lembut.“Entahlah, aku bingung.” Jawab datar Celina.Tatapannya menembus jendela gelap. Lampu kota memantul samar di matanya yang lelah. Sejak keluar dari rumah tua itu. Daniel hampir tidak memberinya kesempatan bicara. Daniel langsung menyusun rencana. Menyuruh Gavin mencari jalur aman dari pemeriksaan dan bahkan mengganti kendaraan mereka dua kali.Tindakan berlebihan yang justru membuat Celina semakin geli

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Selamat datang di neraka, Cornell

    “Aku tidak apa-apa …” Celina berkata sambil memejamkan mata dan memegang perutnya. “Kau muntah karena bau kopi.” “Aku cuma— ngh…” Kalimatnya terputus saat rasa mual kembali datang. Daniel langsung menopang tubuhnya lebih dekat, satu tangannya mengusap pelan punggung Celina. Di luar, Gavin dan Cornell saling pandang. “Apa dia sakit?” gumam Gavin pelan. Cornell tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju ke arah kamar mandi dengan ekspresi yang perlahan berubah serius. “Entahlah, mungkin terlalu stres.” Beberapa menit kemudian, Daniel akhirnya keluar bersama Celina. Satu tangan Daniel masih melingkari pinggang wanita itu seolah takut Celina akan jatuh kalau ia melepasnya sedikit saja. Wajah Celina pucat dan lelah. “Duduklah,” ucap Daniel cepat sambil menarik kursi. Celina menurut tanpa membantah. Cornell mendekat dan kembali memeriksa. “Mualnya baru hari ini?” Celina menggeleng pelan. “Sejak dua hari lalu.” “Pusing?” “Ya, sedikit.” “Nafsu makan ber

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Si gila, Natasya Ivanov

    Natasya menunduk dengan wajah kusut dan kelelahan. Tangannya terikat di kursi dan matanya terpejam. Selama tiga hari berturut-turut, ia diinterogasi secara maraton oleh anak buah David tapi tak satupun kata yang keluar dari bibirnya.Lampu putih dingin menggantung rendah di langit-langit ruangan be

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Menikahi Ayah Tunanganku    Interupsi di pagi hari

    Cahaya pagi merayap masuk melalui celah tirai, dan jatuh lembut di seprai yang sedikit kusut. Celina membuka mata perlahan. Butuh beberapa detik baginya untuk mengingat di mana ia berada dan apa yang terjadi.Ia menarik nafas pelan. Semalam, Celina dan David hanya mengobrol ringan sampai akhirnya D

    last updateآخر تحديث : 2026-03-25
  • Menikahi Ayah Tunanganku    Sisi sentimentil Jason

    Jason berdiri di ruang keluarga dengan tangan mengepal kuat. Ia yakin sekali ayah dan istri barunya ada ditempat itu. Pikiran Jason terus tertuju pada Celina. Jason menatap foto keluarga yang tertempel di dinding batu di atas perapian. David, dan Jason kecil mengapit seorang lelaki tua penuh wibaw

    last updateآخر تحديث : 2026-03-24
  • Menikahi Ayah Tunanganku    Kemarahan Jason

    Jason masih menandatangani dokumen terakhir ketika Jack mengetuk pintu ruang kerjanya.“Masuk.”Ekspresi Jack lebih serius dari biasanya.“Tuan,”“Apa yang kau dapat.”Jason tidak langsung menatap, sibuk memeriksa kelengkapan dokumen yang baru saja ditandatangani.“Informan kita mengatakan jika Tua

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status