Compartir

Wasiat kakek

Autor: Nath_e
last update Fecha de publicación: 2026-02-06 06:16:28

Langit London sore itu kelabu, hujan tipis menempel di kaca jendela kantor firma hukum Whitmore & Ashcroft.

Rak kayu tua memenuhi ruangan. Tiap rak-nya berisi dokumen keluarga yang usianya bahkan lebih tua dari Celina sendiri.

Sebastian Whitmore duduk tegak di balik meja mahoni besar, kacamata setengah bingkai bertengger rapi di hidungnya. Celina duduk dengan kedua tangan menggenggam tasnya erat, sedikit cemas dengan apa yang akan disampaikan pengacara keluarganya itu.

“Nona Celina, saya akan m
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Aku akan menjagamu, Celina

    Daniel benar-benar menepati janjinya untuk tidak menyentuh Celina. Tiga hari ini, ia hanya tidur menemani Celina. Memanjakannya dengan perhatian ekstra yang sedikit berlebihan. Celina yang semula keberatan akhirnya luruh dan membiarkan Daniel mengambil alih tugas David.Cornell datang memeriksa kondisi Celina dua hari lalu. Lantai bawah rumah itu perlahan berubah menjadi klinik kecil sederhana. Tabung infus, monitor portable, obat-obatan, bahkan alat USG kecil kini tersimpan rapi di salah satu ruangan.Daniel tidak mau mengambil resiko sekecil apapun terhadap Celina dan bayi dalam kandungannya. Dan itu membuat Celina semakin gelisah.Daniel bisa begitu dingin dan kejam pada orang lain tapi berubah lembut dan perhatian saat menyangkut dirinya.Seperti saat ini, Daniel sibuk memeriksa suhu ruangan untuk ketiga kalinya. Ia memastikan Celina tidak kedinginan malam ini.“Kau mau rumah ini berubah jadi sauna?” gumam Celina dari sofa.Daniel melirik sekilas. “Udara dingin tidak bagus untukm

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Bantuan kecil dari Dominic

    “Apa yang kau pikirkan?”Daniel rupanya menangkap perubahan kecil di wajahnya.“Kau tidak perlu memikirkan apa pun malam ini,” katanya lebih pelan. “Istirahat saja.”Celina tertawa kecil. “Sulit tidak memikirkannya saat semua orang di rumah ini terus membahas kehamilanku.”Daniel bersandar sedikit di kursinya, sorot matanya tak pernah lepas dari Celina. “Aku tidak peduli soal pewaris.”“Kau minta aku percaya tentang itu? Kau peduli ini anakmu atau bukan.”“Aku peduli padamu.” jawaban cepat Daniel selalu membuat Celina terhenyak.Daniel melanjutkan lagi, “Kalau itu betul anakku tentu aku menginginkannya.”Tatapannya turun sesaat ke perut Celina. Nafas Celina sedikit tertahan.“Tapi bahkan tanpa itu,” lanjut Daniel lirih, “aku tetap akan membawamu pergi dari David.”Celina menggigit bibir bawahnya pelan. “Aku masih istrinya.”“Aku tahu.”“Kau tetap melakukannya?”“Tentu, kenapa tidak?” Tanya balik Daniel.Celina berdecak pelan. “Kau bahkan tidak terdengar menyesal.”“Karena aku memang t

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Kekhawatiran Celina

    Cahaya hangat dari chandelier besar memantul lembut di lantai marmer. Aroma kayu cedar dan lavender samar memenuhi udara, menenangkan kepala Celina yang sejak tadi terasa berat.Rumah itu cukup besar tapi terlalu besar untuk hanya disebut tempat persembunyian.Langit-langit tinggi dengan balok kayu gelap membentang di atas ruang utama, sementara perapian modern di sudut ruangan menyala tenang, mengusir dingin malam yang mulai menusuk kulit.Dari balik dinding kaca tinggi di sisi ruangan, hanya terlihat bayangan samar pepohonan dan kabut tipis di luar sana.Celina masih asik memperhatikan sekitar ketika Daniel mendekat dari belakangnya.“Aku tahu kau tidak suka tempat yang terasa seperti bunker atau penjara,” katanya pelan sambil melepaskan sarung tangan hitamnya. “Jadi aku memilih yang sedikit lebih layak ditinggali.”“Sedikit? Ini terlalu … mewah untuk tempat bersembunyi.” Celina hampir mendengus.Daniel terkekeh, ia sedikit menunduk hingga hidungnya nyaris menyentuh telinga Celina.

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Antara dua cinta yang setara

    Mobil hitam itu melaju membelah jalan malam tanpa suara berarti selain dengung mesin dan hujan tipis yang sesekali menyapu kaca.Celina duduk diam di kursi belakang.Tangannya perlahan menyentuh perutnya sendiri. Pikirannya terlalu riuh dengan hal mengejutkan pagi ini.Kehamilan itu sangat tidak diharapkan Celina di tengah kekacauan hidupnya. Hasil tes itu masih terasa tidak nyata.Celina menarik nafas dalam-dalam, kata hamil membuatnya shock seketika. Apalagi memikirkan siapa ayah anak dalam kandungannya.“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Daniel seraya meraih tangan dan menciumnya lembut.“Entahlah, aku bingung.” Jawab datar Celina.Tatapannya menembus jendela gelap. Lampu kota memantul samar di matanya yang lelah. Sejak keluar dari rumah tua itu. Daniel hampir tidak memberinya kesempatan bicara. Daniel langsung menyusun rencana. Menyuruh Gavin mencari jalur aman dari pemeriksaan dan bahkan mengganti kendaraan mereka dua kali.Tindakan berlebihan yang justru membuat Celina semakin geli

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Selamat datang di neraka, Cornell

    “Aku tidak apa-apa …” Celina berkata sambil memejamkan mata dan memegang perutnya. “Kau muntah karena bau kopi.” “Aku cuma— ngh…” Kalimatnya terputus saat rasa mual kembali datang. Daniel langsung menopang tubuhnya lebih dekat, satu tangannya mengusap pelan punggung Celina. Di luar, Gavin dan Cornell saling pandang. “Apa dia sakit?” gumam Gavin pelan. Cornell tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap tertuju ke arah kamar mandi dengan ekspresi yang perlahan berubah serius. “Entahlah, mungkin terlalu stres.” Beberapa menit kemudian, Daniel akhirnya keluar bersama Celina. Satu tangan Daniel masih melingkari pinggang wanita itu seolah takut Celina akan jatuh kalau ia melepasnya sedikit saja. Wajah Celina pucat dan lelah. “Duduklah,” ucap Daniel cepat sambil menarik kursi. Celina menurut tanpa membantah. Cornell mendekat dan kembali memeriksa. “Mualnya baru hari ini?” Celina menggeleng pelan. “Sejak dua hari lalu.” “Pusing?” “Ya, sedikit.” “Nafsu makan ber

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Mual di pagi hari

    Pagi datang perlahan bersama kabut tipis yang menyelimuti sekitar rumah tua itu. Udara dingin merembes masuk lewat celah-celah kayu lapuk. Daniel terbangun lebih dulu. Matanya langsung bergerak ke samping. Celina masih tertidur dengan nafas teratur. Tangannya terangkat, merapikan helai rambut yang menutupi wajah cantiknya.Ia menatap takjub pada Celina. Semalam keduanya melewatkan malam panjang penuh peluh yang berkesan untuk Daniel. Celina menyerahkan dirinya tanpa paksaan seperti yang terjadi sebelumnya.Ia mengecup kening Celina lembut. Membenamkan wajahnya di ceruk leher jenjang Celina. Menikmati aroma khas tubuh Celina yang menenangkan.Celina menggeliat ringan, matanya masih tertutup seolah tak ingin tidurnya terganggu. Daniel tersenyum, mencium pipinya sekali lagi sebelum matanya terhenti pada memar lebar yang mulai memudar di bahunya. Ia mengusapnya pelan, hatinya sakit melihat wanita yang dicintainya terluka.Daniel terdiam beberapa saat menatapnya. Ia mengusap wajah kasar l

  • Menikahi Ayah Tunanganku    Kamu ketahuan!

    “Dokter, akhirnya kau datang juga. Tuan menunggu di kamar.” Steve panik dan cemas saat Dokter Andreas keluar dari lift dengan tenangnya. “Tunggu jelaskan padaku situasinya, Steve.” Dokter Andreas membetulkan letak kacamatanya, lalu memeriksa jam di tangannya. Steve menarik nafas panjang sebelum

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Menikahi Ayah Tunanganku    Malam panjang bersamamu

    Pintu President Suite tertutup di belakang mereka, meredam suara dunia luar. Hening menyapa, yang terdengar hanya suara nafas Celina yang tidak teratur dan detak lambat jam dinding.David menurunkan Celina perlahan diranjang. Erangan lemah terdengar saat luka di dada Celina sedikit tertekan. David

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Menikahi Ayah Tunanganku    Gelas yang salah

    Ditengah keramaian ballroom, seorang wanita muda melangkah mendekati David.Wanita cantik dengan rambut pirang keemasan—ditata rapi dengan hiasan simpel tapi terlihat mewah—berjalan dengan penuh percaya diri. Gaun sutra biru pucat membingkai siluetnya dengan indah dan berkelas. Senyumnya mengemban

    last updateÚltima actualización : 2026-03-19
  • Menikahi Ayah Tunanganku    Penggosip dimana-mana

    Alunan musik dansa mereda, Tuan Eldric melangkah ke podium. Ia mengangkat gelas kristalnya sedikit, menunggu perhatian para tamu.“Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya yang terhormat, saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Anda semua. Setiap kontribusi malam ini akan menjadi harapan bagi mereka yang m

    last updateÚltima actualización : 2026-03-19
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status