Chapter: Irene Walsh mengamukPintu kamar terbuka keras.Cornell masuk dengan nafas sedikit memburu sambil membawa tas medis hitam di tangannya. Gavin muncul tepat di belakangnya dengan wajah tegang.“Apa yang terjadi?” tanya Cornell cepat.Daniel langsung menepi memberi jalan. “Dia tiba-tiba kesakitan.”Cornell segera berjongkok di depan Celina yang masih duduk di tepi ranjang sambil memegangi perutnya. Wajah Celina pucat, nafasnya pendek-pendek.“Celina, dengar aku.” Suara Cornell jauh lebih lembut. “Rasa sakitnya seperti ditarik atau menusuk?”Celina menggeleng lemah. “Kram ... dan sesak.”Cornell mengangguk pelan lalu mulai memeriksa denyut nadinya. Daniel berdiri tak jauh dari sana, tapi sorot matanya tak pernah lepas dari Celina sedetik pun.Ruangan itu terasa begitu sunyi sampai suara nafas mereka terdengar jelas.Cornell akhirnya menghembuskan napas pelan. “Untuk sementara tidak ada pendarahan. Itu kabar baik.”Daniel langsung bertanya cepat. “Sementara?”“Dia stres dan terlalu tegang.” Cornell berdiri per
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: Celina panik, kehamilannya terancamDaniel beberapa kali menatap ke jendela. Celina masih dalam pelukan hangatnya di dalam selimut lembut. Setelah ciuman dalam dan menuntut itu Daniel membawa Celina ke kamar untuk beristirahat.Meski Daniel benci harus melewatkan kesempatan bercinta dengan Celina tapi ia berusaha menahan diri— menepati janjinya.Celina sudah memejamkan mata beberapa menit lalu tapi Daniel tetap terjaga. Intuisinya mengatakan sesuatu bakal terjadi dalam waktu dekat. Itu membuatnya gelisah.Suasana diluar terlalu sunyi … terlalu tenang. Membuat Daniel semakin waspada.“Ada apa?” Celina rupanya merasakan kegelisahan Daniel.Daniel tersenyum tipis. “Tidak, tidurlah.” Jawabnya singkat.Tapi Celina tak mau percaya begitu saja, ia menatap Daniel yang kembali menatap keluar jendela.“Kau berbohong padaku.”Daniel menurunkan pandangannya, menatap mata indah Celina yang begitu jernih. Ia tak menjawab, memilih mencium lembut kening Celina.“Semua baik-baik saja,”Tapi senyuman dan ketenangan itu hanya sementara. S
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: Aku akan menjagamu, CelinaDaniel benar-benar menepati janjinya untuk tidak menyentuh Celina. Tiga hari ini, ia hanya tidur menemani Celina. Memanjakannya dengan perhatian ekstra yang sedikit berlebihan. Celina yang semula keberatan akhirnya luruh dan membiarkan Daniel mengambil alih tugas David.Cornell datang memeriksa kondisi Celina dua hari lalu. Lantai bawah rumah itu perlahan berubah menjadi klinik kecil sederhana. Tabung infus, monitor portable, obat-obatan, bahkan alat USG kecil kini tersimpan rapi di salah satu ruangan.Daniel tidak mau mengambil resiko sekecil apapun terhadap Celina dan bayi dalam kandungannya. Dan itu membuat Celina semakin gelisah.Daniel bisa begitu dingin dan kejam pada orang lain tapi berubah lembut dan perhatian saat menyangkut dirinya.Seperti saat ini, Daniel sibuk memeriksa suhu ruangan untuk ketiga kalinya. Ia memastikan Celina tidak kedinginan malam ini.“Kau mau rumah ini berubah jadi sauna?” gumam Celina dari sofa.Daniel melirik sekilas. “Udara dingin tidak bagus untukm
Last Updated: 2026-05-23
Chapter: Bantuan kecil dari Dominic“Apa yang kau pikirkan?”Daniel rupanya menangkap perubahan kecil di wajahnya.“Kau tidak perlu memikirkan apa pun malam ini,” katanya lebih pelan. “Istirahat saja.”Celina tertawa kecil. “Sulit tidak memikirkannya saat semua orang di rumah ini terus membahas kehamilanku.”Daniel bersandar sedikit di kursinya, sorot matanya tak pernah lepas dari Celina. “Aku tidak peduli soal pewaris.”“Kau minta aku percaya tentang itu? Kau peduli ini anakmu atau bukan.”“Aku peduli padamu.” jawaban cepat Daniel selalu membuat Celina terhenyak.Daniel melanjutkan lagi, “Kalau itu betul anakku tentu aku menginginkannya.”Tatapannya turun sesaat ke perut Celina. Nafas Celina sedikit tertahan.“Tapi bahkan tanpa itu,” lanjut Daniel lirih, “aku tetap akan membawamu pergi dari David.”Celina menggigit bibir bawahnya pelan. “Aku masih istrinya.”“Aku tahu.”“Kau tetap melakukannya?”“Tentu, kenapa tidak?” Tanya balik Daniel.Celina berdecak pelan. “Kau bahkan tidak terdengar menyesal.”“Karena aku memang t
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Kekhawatiran CelinaCahaya hangat dari chandelier besar memantul lembut di lantai marmer. Aroma kayu cedar dan lavender samar memenuhi udara, menenangkan kepala Celina yang sejak tadi terasa berat.Rumah itu cukup besar tapi terlalu besar untuk hanya disebut tempat persembunyian.Langit-langit tinggi dengan balok kayu gelap membentang di atas ruang utama, sementara perapian modern di sudut ruangan menyala tenang, mengusir dingin malam yang mulai menusuk kulit.Dari balik dinding kaca tinggi di sisi ruangan, hanya terlihat bayangan samar pepohonan dan kabut tipis di luar sana.Celina masih asik memperhatikan sekitar ketika Daniel mendekat dari belakangnya.“Aku tahu kau tidak suka tempat yang terasa seperti bunker atau penjara,” katanya pelan sambil melepaskan sarung tangan hitamnya. “Jadi aku memilih yang sedikit lebih layak ditinggali.”“Sedikit? Ini terlalu … mewah untuk tempat bersembunyi.” Celina hampir mendengus.Daniel terkekeh, ia sedikit menunduk hingga hidungnya nyaris menyentuh telinga Celina.
Last Updated: 2026-05-22
Chapter: Antara dua cinta yang setaraMobil hitam itu melaju membelah jalan malam tanpa suara berarti selain dengung mesin dan hujan tipis yang sesekali menyapu kaca.Celina duduk diam di kursi belakang.Tangannya perlahan menyentuh perutnya sendiri. Pikirannya terlalu riuh dengan hal mengejutkan pagi ini.Kehamilan itu sangat tidak diharapkan Celina di tengah kekacauan hidupnya. Hasil tes itu masih terasa tidak nyata.Celina menarik nafas dalam-dalam, kata hamil membuatnya shock seketika. Apalagi memikirkan siapa ayah anak dalam kandungannya.“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Daniel seraya meraih tangan dan menciumnya lembut.“Entahlah, aku bingung.” Jawab datar Celina.Tatapannya menembus jendela gelap. Lampu kota memantul samar di matanya yang lelah. Sejak keluar dari rumah tua itu. Daniel hampir tidak memberinya kesempatan bicara. Daniel langsung menyusun rencana. Menyuruh Gavin mencari jalur aman dari pemeriksaan dan bahkan mengganti kendaraan mereka dua kali.Tindakan berlebihan yang justru membuat Celina semakin geli
Last Updated: 2026-05-20
Chapter: Cinta sejati yang lahir dari kegelapan(END)Keesokan harinya, mereka beralih ke prosesi pembaptisan Elias. Ethan ditunjuk khusus Laura untuk menjadi ayah baptis bagi Elias. Brian tentu saja setuju. Dengan begitu ia tak perlu khawatir Ethan akan bertingkah macam-macam pada Laura.Prosesi pembaptisan dimulai. Ethan berdiri di samping pendeta, menyiapkan air suci. Laura menggendong Elias, sementara Brian berdiri di belakang mereka, menatap dalam diam—tatapan seorang ayah yang siap menantang dunia demi anaknya.Ethan meneteskan air di kepala kecil Elias. “Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus …” katanya lembut.Air menetes perlahan di kulit bayi itu, memantulkan sinar senja.Laura tersenyum, sementara Brian menunduk, menatap buah hatinya penuh haru.Dalam hatinya, Brian berjanji. Tidak akan ada seorangpun yang dapat menyentuh dan menyakitimu, Nak. Tidak selama ayahmu masih bernafas.Laura menoleh, menatap Brian dengan senyum yang hanya dimengerti oleh hati mereka berdua.Ketika lonceng gereja kecil berdentang di kejauhan, mereka be
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: Lamaran kedua BrianCahaya senja menembus lembut melalui tirai tipis berwarna krem, membentuk garis keemasan di lantai kamar. Aroma susu bayi, mawar putih, dan sedikit wangi musk dari parfum Brian bercampur menjadi satu — hangat, menenangkan. Laura duduk disisi tempat tidur, mengenakan gaun rumah sederhana dari linen. Rambutnya dibiarkan terurai, sebagian menempel di pipi karena lembab. Di lengannya, Elias baru saja tertidur setelah disusui. Bayi mungil itu mendengkur pelan, wajahnya begitu damai seolah seluruh dunia berhenti hanya untuknya. Brian berdiri di ambang pintu, masih mengenakan kemeja hitam dengan lengan digulung sampai siku. Ia diam beberapa saat, hanya menatap Laura dan putra mereka. Kebahagiaan Brian berada pada titik puncak saat ini. Elias dinyatakan sehat setelah melalui serangkaian tes di fasilitas medis Dominic. Tubuh kecilnya sama sekali tidak berpengaruh dari sejumlah obat yang pernah disuntikkan Rafael Ortega pada Laura. Bahkan Elias terlihat lebih sehat dan mengalami per
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: Lahirnya Elias Alexander HartwellBrian berdiri panik, nyaris menjatuhkan kursi di belakangnya. “A-Air ketuban?! Tunggu, sekarang? Ya Tuhan … sekarang?!”“Kalau kamu masih bertanya, ya Brian, sekarang!” teriak Laura dengan amarah bercampur rasa sakit.Pria yang biasanya mengatur anak buah bersenjata tanpa gentar kini berlari ke pintu, suaranya menggema di seluruh rumah.“Siapkan mobil! Panggil dokter! SEKARANG!”“Tuan, ada apa ini?” Alfred yang baru tiba di villa ikut panik.“Laura, dia … dia … ah sudahlah, cepat siapkan mobil dan hubungi rumah sakit segera!”Brian berlari mondar mandir kebingungan, sementara Laura terus merintih kesakitan. Sesekali wanita yang dicintainya itu berteriak memanggil Brian yang terus bergerak mengatur anak buahnya.“Brian, berhenti dan cepat kemari!” seru Laura seraya menarik tangan suaminya.“Tuan, tenangkan dirimu atau Anda akan membuat proses ini semakin sulit.” Madeline menenangkan Brian agar bisa berada di sisi Laura.Beberapa jam kemudian, di rumah sakit keluarga Marchetti.Laura be
Last Updated: 2025-10-25
Chapter: Lahirnya generasi baruBrian menekan tombol di tablet kecil yang ia bawa, dan dalam sekejap layar di depan ruangan menampilkan hasil voting digital dewan direksi. Pada barisan teratas nama pemilik saham terbesar membuat Richard terbelalak. Brian Castellano Marchetti berada pada posisi 48,9 persen. Sorot lampu dari layar memantul di mata Richard, membuat wajahnya tampak lebih pucat. Ia terdiam, bibirnya bergetar seperti ingin protes tapi tak ada kata yang bisa keluar. “Permainanmu sudah selesai,” ucap Brian tenang. “Kau melanggar kontrak, menyalurkan dana ke proyek yang bukan milikmu, dan berusaha menutupi jejak itu dengan manipulasi laporan. Aku hanya mengembalikan Hartwell ke tangan yang lebih mampu menjaganya.” Richard terdiam. Tubuhnya perlahan merosot kembali ke kursi, seperti tikus yang terjebak dalam perangkap. Semua mata kini beralih padanya—bukan dengan hormat, melainkan dengan rasa iba. Brian menatapnya satu kali lagi sebelum berdiri tegak. “Kau pernah mengatakan padaku, kekuasaan hanya milik
Last Updated: 2025-10-24
Chapter: Menaklukkan Hartwell CorpRuang rapat utama di gedung Hartwell Tower siang itu terlihat tenang. Cahaya matahari menerobos lembut, menyinari meja panjang yang terbuat dari kaca obsidian, tempat para direktur yang kini duduk berjajar dalam diam.Wajah-wajah serius mendominasi ruangan. Sebagian ada yang memilih fokus pada layar ponsel, sebagian lagi mengerutkan kening, melihat laporan terakhir yang disajikan para divisi.Suasananya terlalu hening untuk disebut pertemuan biasa.Di ujung meja, Richard Hartwell duduk menatap satu persatu anggota Dewan Direksi. Dasi hitamnya sedikit longgar, sementara jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja tanpa sadar.“Bagaimana ini bisa terjadi Asher?” Ia berbisik pada asisten pribadinya.“Kita benar-benar hancur, apa kau menemukan Kenny dan Miller?” lanjutnya lagi degan cemas, ia mengusap peluh yang menetes di keningnya.Asher menggeleng pelan, “jejaknya saja tidak terlihat, Tuan.”Richard menarik nafas dalam dan panjang, bersiap pada kemungkinan terburuk.Di hadapannya, layar d
Last Updated: 2025-10-24
Chapter: Brian dan rahasianya“Sudah cukup tenang sekarang?” Laura tersenyum manis, menatap wajah Brian yang terlihat lebih rileks.Brian mengangguk kecil. “Cukup tenang untuk menghadapi masalah lain hari ini.”Brian mengambil ponselnya yang lain, lalu menekan satu tombol. “Bersiaplah kedatangan tamu spesial, Dom.” Ujarnya singkat sebelum menutup panggilan.Laura menaikkan alisnya. “hm, masalah lain?”Brian menoleh pada Laura. “Ethan,” ia terdiam sejenak, menatap mata bening Laura. “Kau tahu alasan aku mengusirnya? Dia memakai penyadap dan mungkin saja ada alat pengintai lain yang sengaja dibawanya untuk memata-matai mansion ini dan juga dirimu.”Laura terkejut. “Menyadap? Kamu yakin?”Brian melepaskan pelukannya perlahan, mendekati lemari kayu di sebelah ranjang. Ia membuka laci paling atas dan mengeluarkan kotak unik dengan kode digital.“Microbee mendeteksi sinyal aneh begitu dia masuk. Ada transmitter di tubuhnya. Aku harus mengusir Ethan sebelum dia mendapatkan banyak informasi.”Di telapak tangan Brian micro
Last Updated: 2025-10-22