로그인Setelah menghabiskan malam panjang penuh gairah bersama seorang lelaki, Celina baru menyadari jika lelaki itu adalah ayah dari tunangannya sendiri. Kesalahan satu malam yang akan membawa Celina pada perjalanan cinta sejatinya. Demi melindungi dirinya sendiri, Celina mengajukan kontrak pernikahan pada David. Keduanya sepakat menikah dan memainkan drama pernikahan. Dengan bantuan David, Celina berhasil merebut kembali perusahaan miliknya dan David tak lagi pusing dengan posisi Ny Knight yang selalu dipertanyakan. Masalah selesai tapi konflik lain bermunculan untuk menguji kontrak pernikahan mereka. Keduanya perlahan menyadari jika telah jatuh dalam perangkap cinta yang diciptakan sendiri. Apakah keduanya akan melanjutkan kontrak pernikahan atau justru mengakhirinya begitu saja.
더 보기“Ooh, Jason … pelan-pelan.” Suara serak diantara desahan dan erangan terdengar lirih.
“Celina, aku mencintaimu. Kau tahu kan … aku sangat menunggu momen ini.” Ucap Jason lirih dengan nafas kacau. Jason buru-buru mengunci pintu, ia tak ingin menunggu. telapak tangannya menahan pinggang Celina, mencengkeram kuat, tak memberi celah sedikitpun. Ia mencium sudut bibir Celina, merasakan aroma buah menggoda yang memacu hasrat lelakinya. “Celina, aku mencintaimu ..,” bisik Jason di sela nafas yang memburu. “Panggil namaku, sayang.” Celina menelan ludah. Kata-kata itu membuat dadanya mengencang. “Jason ..,” Jason menatapnya dalam, sorot matanya tertutup kabut gairah yang menggebu. Ia kembali menyesap lembutnya bibir ranum Celina. Kali ini lebih berani, lebih memaksa dan menuntut seakan ingin membuktikan bahwa ia sangat menginginkannya. Jason tak tahan lagi, ia menurunkan tali bahu gaun Celina perlahan, tangannya mengusap punggung polos wanita yang baru saja menjadi tunangannya itu. Menurunkan resleting gaun hingga jatuh lembut di lantai. Tangannya begitu aktif memijat lembut area sensitif di dada Celina, meloloskan erangan rendah yang membakar. “Kau cantik,” ucap Jason rendah. “Sangat cantik ..,” Celina terdiam sejenak untuk mengambil nafas. Jantungnya berdebar tak karuan. “Malam ini … aku milikmu, Jason.” Bibir keduanya kembali bertaut, saling menggigit dan melumat, memainkan tulang lunak yang saling membelit dengan sensasi panas yang perlahan membakar keduanya dalam hasrat primitif. Jason melepas jasnya terburu, melemparkannya ke sembarang arah. Sementara tangan Celina membuka satu persatu kancing kemeja Jason. “Celina …,” Jason menyusuri wajah cantik Celina dengan telunjuk. Bergerak turun dari pipi, mengusap bibir lembut merah mudanya. “Kau yakin akan melakukannya?” Tanyanya sekali lagi memastikan kebulatan tekad Celina. “Aku tidak pernah seyakin ini,” jawab Celina dengan suara gemetar lalu kembali menyambar bibir Jason. “Kalau begitu, jangan berpaling dariku malam ini.” Celina mengangguk. Ia melepaskan sisa kancing kemeja Jason dengan jari yang tak lagi stabil, merasakan panas tubuhnya, dan detak jantung yang terlalu cepat. Jason menuntunnya ke arah ranjang, tangannya tetap di pinggang Celina, seolah memastikan ia tak akan berubah pikiran. Jason berbisik di dekat telinganya, “Pejamkan mata jika malu dan berteriaklah jika sakit. Aku menyukai suara indah mu itu.” Celina duduk di tepi ranjang, nafasnya pendek, pandangannya sedikit kabur karena alkohol yang sempat menjelajah tenggorokannya. Tapi itu tak menyurutkan niat Celina untuk menyerahkan mahkota yang dijaganya dengan baik hanya untuk Jason. BRAAK!! Baik Jason dan Celina berhenti lalu saling menatap. “Apa itu?” Celina ketakutan dan Jason meraihnya dalam pelukan, menutupi tubuh setengah polosnya. Jason menghentikan cumbuan, ia menoleh ke arah kamar mandi dan berjalan perlahan dengan hati-hati. “Tidak ada apa-apa disini, mungkin suara itu dari kamar lain.” Ucapnya begitu selesai memeriksa dan membiarkan pintu kamar mandi terbuka sedikit. Diraihnya sebotol wine dalam ember kaleng berisi es batu, ia menoleh sejenak ke arah Celina. Wajahnya yang merona kemerahan dan tubuh polosnya sungguh menggoda. “Mari kita rayakan malam pertunangan kita ini sayang ..,” Jason memberi Celina segelas, keduanya bersulang sebelum rasa panas yang aneh mulai menjalar di tubuh Celina. Kepalanya terasa berat dan nafasnya kepayahan. “Jason … kepalaku … p-pusing se-kali,” “Celina … apa maksudmu? Kau sakit atau … sengaja menghindar?” Jason tak mengindahkan keluhan Celina, ia terus mencumbu, menggigit, dan menghisap indahnya leher jenjang dan bagian cembung sekal milik Celina. “A-aku, Jason … a-aku,” Celina terkulai lemas, matanya terasa berat. Ia tak bisa mengontrol kesadarannya lagi lalu jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan Jason. Seringai aneh muncul di wajah Jason, “dasar bodoh, kau pikir aku begitu mencintaimu?” Jason menatap jijik pada Celina, menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. “Kau hanya salah satu dari mainanku. Setelah ini, aku akan menguasai hartamu.” Jason mengambil sebatang rokok, berdiri dengan angkuh sambil mengetik pesan singkat pada seseorang. “Kau … jahat sekali, Jason.” Suara wanita terdengar dari arah belakang. Tangannya yang lentik mengusap dada bidang berotot Jason. Wanita itu meletakkan dagunya di bahu kanan Jason, membantu menyalakan rokok untuknya. “Dan kau cukup nekat dengan masuk ke kamar ini.” Balas Jason. Ia melirik sejenak pada wanita cantik berpakaian cukup seksi di sebelahnya. “Cukup menikmati tontonan nya, sayang?” “Hm … tidak. Aku jauh lebih baik dari jalang itu.” Bisik sang wanita, nadanya cukup nakal untuk membuat Jason kembali terbakar. “Kau memang selalu tahu apa yang aku inginkan, Natasya.” Bak kesetanan, Jason merengkuh Natasya. Mencumbunya dengan rakus meloloskan gaun tanpa tali wanita itu dengan mudah. Erangan rendah penuh kenikmatan menggema, tak peduli pada Celine yang terbaring di hadapannya. “Uugh, Jason … aku tak tahan lagi,” Natasya menggelinjang, tak kuasa menahan gelombang kenikmatan yang diberikan Jason tanpa ampun. Keduanya tak menyadari jika Celina, perlahan kembali meraup kesadaran. Suara-suara laknat itu menerobos gendang telinga Celina, memaksanya membuka mata untuk melihat yang terjadi. “A-apa yang …,” samar, tapi siluet tubuh dalam remang cahaya lilin cukup untuk membuat Celina terhenyak. “J-Jason?”“Jason … Jason! Ada apa denganmu?! Hentikan … kau menyakitiku.”Suara Natasya diikuti rontaan kuat menghentikan imajinasi Jason. Ia terkejut dan menarik tangannya dari leher jenjang Natasya.“Kau membuatku takut. Kau gila!! Apa sebenarnya yang kau pikirkan?”Untuk sesaat Jason hanya menatap wajah Natasya, memastikan jika wanita yang ada dihadapannya bukanlah Celina.Menyadari yang baru saja ia lakukan, Jason berdiri. Ia merapikan pakaiannya yang berantakan. “Pergilah, dan jangan menggangguku dulu untuk beberapa waktu ke depan.”Natasya memakai gaunnya dengan cepat, “baiklah, terserah apa katamu.” ujarnya dengan bersungut-sungut.Saat ia hendak melangkah pergi, Jason berkata dingin tanpa menoleh sedikitpun padanya. “Kau berjanji padaku untuk membereskan semuanya.”“Tentu, aku tidak akan melupakan perjanjian kita.”Dengan kesal, Natasya melangkah pergi meninggalkan Jason. “Jalang sialan itu rupanya masih ada dihati Jason.” Ucapnya geram, ia menoleh ke belakang, melihat punggung lelak
“Brengsek!”Jason mengumpat lagi, ia melempar ponsel ke sembarang arah. Wajahnya kusut, matanya memerah menahan letupan emosi tak terkendali.“Bodoh, idiot! Dari sekian banyak orang yang ada disini, tidak bisakah menemukan satu orang wanita?!”Anak buahnya tertunduk, tak ada yang berani menyela. Hanya bisa pasrah dimaki dan menjadi samsak hidup Jason.“Jack, beri aku berita bagus!” Teriaknya lantang.Jack menguatkan mental sebelum menjawab. “Tuan … kami, sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami sudah menyisir rumah sakit, klinik, hingga jalur keluar kota. Tapi Nona Valemont seolah menghilang.”“IDIOT!!”Gelas kristal melayang nyaris mengenai kepala salah satu anak buahnya. Serpihan kaca berserak di lantai, tak ada yang berani mengangkat wajahnya.“Aku membayarmu bukan untuk gagal,” ia menarik kerah kemeja Jack dan mendorongnya keras hingga terhuyung.Jason menyugar kasar rambut ikalnya. Mengusap wajah putus asanya dengan frustasi.“Sekarang harapanku hanya ayah. Semoga pria tua itu bi
“Aku rasa kau dalam masalah, kawan. Kali ini kau akan kesulitan menghadapi bajingan kecil itu.”Andreas meletakkan tablet itu di meja, menanti reaksi David berikutnya.“Aku tahu,” gumamnya dingin. Ia mematikan rokoknya, kembali membuka layar tablet dan memperhatikan wajah Celina disana. Kini semuanya masuk akal.Mengapa anak buah Jason berada di sekitar lokasi dan mengapa nalurinya sejak awal menolak untuk melepaskan gadis itu.“Jason tidak akan berhenti mencarinya, tapi … kenapa dia bertindak bodoh dan melukai putri tunggal pewaris Heatrix?” “Bukan melukai tapi berniat membunuhnya.” David membalas dengan tenang.“Ciih, dasar pecundang. Sama seperti ..,” Andreas menghentikan kalimatnya setelah lirikan tajam David seolah menusuk tanpa kata.Matanya berganti tertuju pada layar yang tengah memutar ulang video pertunangan Jason. Ia berdecak untuk kesekian kalinya. “Sial, dia benar-benar cantik disini. Celina … nama yang bagus. Tapi … bagaimana dia berakhir dalam pelukanmu dan tanpa men
“Istri?!” Dokter tampan itu terbelalak, “Tunggu, apa maksudmu? Sejak kapan kau dekat dengan wanita?”Dokter Andreas mengikuti langkah terburu David, ia butuh jawaban jelas dan tak ingin melewatkan detail sekecil apa pun.“Tutup mulutmu dan selamatkan wanitaku, Andreas!”Gertakan David membuat seluruh anak buahnya menunduk ketakutan tapi tidak dengan dokter tampan berdarah Latin itu.“Aku tidak akan mengobatinya tanpa penjelasan Tuan Knight.” David memutar tubuhnya dengan wajah merah. “Ini bukan waktunya merajuk dan tugasmu sebagai dokter adalah menyelamatkan nyawa seseorang. Apa perlu ku ingatkan lagi tentang sumpah doktermu?”Andreas terdiam sesaat, “baiklah aku akan menyelamatkan wanita itu tapi kau berhutang penjelasan padaku.”David tak menjawab, ia kembali berjalan menuju kamar yang sudah disiapkan. Dokter Andreas memeriksa kondisi Celina, saat membuka mantel ia menoleh pada David. Sorot matanya mengisyaratkan pertanyaan yang sulit dijawab David.“Jangan banyak bertanya, lakukan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.