“Ooh, Jason … pelan-pelan.” Suara serak diantara desahan dan erangan terdengar lirih. “Celina, aku mencintaimu. Kau tahu kan … aku sangat menunggu momen ini.” Ucap Jason lirih dengan nafas kacau. Jason buru-buru mengunci pintu, ia tak ingin menunggu. telapak tangannya menahan pinggang Celina, mencengkeram kuat, tak memberi celah sedikitpun. Ia mencium sudut bibir Celina, merasakan aroma buah menggoda yang memacu hasrat lelakinya. “Celina, aku mencintaimu ..,” bisik Jason di sela nafas yang memburu. “Panggil namaku, sayang.” Celina menelan ludah. Kata-kata itu membuat dadanya mengencang. “Jason ..,” Jason menatapnya dalam, sorot matanya tertutup kabut gairah yang menggebu. Ia kembali menyesap lembutnya bibir ranum Celina. Kali ini lebih berani, lebih memaksa dan menuntut seakan ingin membuktikan bahwa ia sangat menginginkannya. Jason tak tahan lagi, ia menurunkan tali bahu gaun Celina perlahan, tangannya mengusap punggung polos wanita yang baru saja menjadi tunangannya itu. Me
Last Updated : 2025-11-14 Read more