Share

089 || Percaya?

Author: Diva
last update publish date: 2026-03-25 21:41:44

Yuwen Shuang tidak langsung mengangkat kepalanya. Kalimat itu masih terngiang jelas di benaknya. Terlalu jelas, hingga sulit diabaikan begitu saja.

‘Jalan untuk menyerang Jenderal.’

Jemarinya perlahan mengendur di bawah piring yang ia pegang. Namun perasaannya tidak ikut mereda. Seketika rasa laparnya hilang begitu saja.

Zhao Fenglin tetap diam.

Tatapannya kini tertuju pada pria di hadapan mereka. Dalam, dan lebih tajam dari sebelumnya.

“Siapa yang memberimu akses keluar masuk seperti ini?” ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Gozhila Gozhila
saking kurang kreatif cerita Thor? ngomong 2 kalimat aja bisa setengah bab
goodnovel comment avatar
Gozhila Gozhila
bacanya capek, terlalu di dramatisir yg gak perlu, heboh utk Hal sepele, maunya relax malah bosan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   147 || Arah Berlawanan?

    Pasukan Yuwen meninggalkan dataran perang. Tanah yang dipenuhi jejak kuda, darah, dan senjata patah kini tersapu oleh derasnya hujan. Sorot mata mereka lelah, wajahnya yang semula dipenuhi bercak darah kini bersih, tubuh mereka penuh luka.semua itu terbayar setelah kemenangan yang akan mereka bawa menuju Istana.Hujan sudah sepenuhnya reda. Kabar kemenangan itu menyebar dari barisan depan ke belakang seperti api yang menyambar rumput kering. Sorak-sorai pecah berkali-kali di sepanjang perjalanan. Beberapa prajurit saling menepuk bahu, beberapa lainnya tertawa keras meski perban masih melilit kepala dan lengan.“Kita hidup!” teriak seseorang.“Kerajaan Ling mundur!”“Jenderal muda Zhao menebas dua pangeran Ling dalam satu perang!”Tawa dan sorak kembali pecah.Kereta-kereta medis bergerak di tengah rombongan, membawa yang terluka parah. Tabib keliling mondar-mandir di antara barisan, mengganti perban sambil mengumpat pada prajurit yang terlalu banyak bergerak.Gu Liang menunggang di s

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   146 || Kosong

    Rombongan Ling memasuki jalur pegunungan menuju ibu kota. Tidak ada nyanyian kemanangan, karena selama ini kerajaan Ling tidak pernah bisa menang melawan kekaisaran Yuwen. Tidak ada juga teriakan prajurit, hanya derap kaki kuda yang berat dan suara roda kereta medis yang berdecit pelan.Pasukan yang berangkat dengan kebanggaan kini pulang membawa kekalahan.Ling Xuanye tetap berada paling depan. Jubah hitamnya robek di beberapa bagian, darah dari pahanya masih merembes membasahi pelana. Namun ia seolah tidak merasakan sakit sedikit pun. Kedua tangannya masih memegang kepala Ling Ziye yang dibungkus kain hitam.Tidak seorang pun berani meminta benda itu diserahkan.Malam semakin dingin. Kabut turun di sela pepohonan. Obor-obor di barisan belakang bergoyang seperti arwah yang tersesat.Seorang jenderal tua akhirnya memberanikan diri mendekat. Wajahnya penuh debu dan luka.“Yang Mulia,” katanya hati-hati. “Luka Anda harus segera dirawat.”Ling Xuanye tidak menoleh. Tatapannya lurus ke ja

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   145 || Kehancuran Ling Xuanye

    Ling Xuanye melihat sesuatu di mata Zhao Fenglin. Bukan kebencian, bukan kemarahan, melainkan niat dingin untuk mengakhirinya di tempat itu juga.Benturan memisahkan mereka kembali. Kedua kuda berputar berlawanan arah, lalu menyerang lagi secara bersamaan. Debu beterbangan mengikuti jejak tapak yang kacau.Ling Xuanye kali ini lebih cepat. Pedangnya menusuk rendah ke perut, lalu berubah arah ke dada di tengah jalan. Serangan licin itu nyaris tak terbaca.Zhao Fenglin menepis bagian pertama, namun ujung bilah hitam tetap menyayat bahunya. Darah memercik tipis ke udara. Beberapa prajurit Ling bersorak melihatnya.Namun sorak itu mati seketika.Zhao Fenglin justru melangkah masuk ke jarak dekat, mengabaikan lukanya. Pedangnya menghantam gagang pedang Ling Xuanye dari samping hingga tangan lawan bergetar. Dalam gerakan lanjutan, ia menyapu ke bawah dan merobek paha kanan Ling Xuanye.Kuda hitam itu meringkik keras. Ling Xuanye hampir kehilangan keseimbangan, tetapi masih bertahan di pelan

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   144 || Mati!

    Benturan pertama pecah seperti petir di tengah dataran. Pedang hitam Ling Xuanye menghantam dari atas, sementara bilah Zhao Fenglin menyapu naik dari bawah. Percikan api berhamburan saat dua tenaga besar bertemu tanpa sisa.Kuda mereka sama-sama terdorong mundur dua langkah. Tanah terbelah di bawah pijakan, meninggalkan jejak kasar di antara debu dan darah. Namun tidak satu pun dari keduanya goyah di pelana.Ling Xuanye memutar pedangnya sekali. Tatapannya dingin, tetapi jauh di dasar mata itu ada badai yang belum padam. Kepala Ling Ziye yang tergantung di pelana bergoyang pelan mengikuti gerakan kuda.“Aku akan membuatmu melihat semuanya hilang,” ucapnya datar.Zhao Fenglin tidak menjawab. Kudanya melesat maju lagi sebelum gema suara itu menghilang. Pedangnya menusuk lurus ke dada Ling Xuanye dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat.Ling Xuanye menepis ke samping. Dalam gerakan yang sama, ia membalas tebasan horizontal ke arah leher. Zhao Fenglin menunduk tipis, lalu memutar pergel

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   143 || Amarah Ling Xuanye

    Tangan Ling Xuanye turun perlahan setelah kalimat itu berakhir. Tidak ada teriakan balasan, tidak ada emosi yang meledak di wajahnya. Justru ketenangan itu membuat seluruh medan perang terasa lebih mencekam.Lalu pedang hitamnya menunjuk lurus ke depan. Ujung bilah itu berhenti tepat ke arah Zhao Fenglin. Dalam detik berikutnya, suara tanduk perang meraung serempak dari tiga sisi.“Bunuh mereka,” ucap Ling Xuanye datar. “Jangan sisakan satu pun.”Gelombang pasukan Ling bergerak seperti banjir bandang. Dari kanan, kiri, dan belakang, ribuan langkah menghantam tanah bersamaan. Debu naik menutup langit, sementara teriakan perang mengguncang udara.Wei Chen langsung menarik kudanya ke sisi Zhao Fenglin. Tatapannya menyapu celah yang makin sempit di antara kepungan. Wajahnya tetap tenang, namun nada suaranya tajam.“Mereka ingin menelan kita sekaligus,” katanya cepat. “Kita harus pecahkan satu sisi sekarang.”Gu Liang mengangkat tombaknya tinggi. Pasukan Yuwen segera merapat membentuk dind

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   142 || Kematian Ling Ziye

    Teriakan itu mengguncang seluruh dataran. Burung-burung liar beterbangan dari lereng bukit, seolah ikut ketakutan oleh amarah yang menguat dari Ling Xuanye. Bahkan sorak kemenangan pasukan Yuwen terhenti dalam satu tarikan napas.Di puncak bukit, Ling Xuanye berdiri membeku. Tatapannya tertancap pada tubuh tanpa kepala yang tergeletak di antara debu dan darah. Untuk sesaat, wajahnya tidak menunjukkan apa-apa selain kehampaan.Adiknya telah mati.Ia tidak bergerak. Angin menarik ujung jubah hitamnya ke belakang, namun tubuhnya tetap kaku seperti batu. Ingatan masa kecil, latihan pedang pertama, dan janji pada ayah mereka melintas cepat dalam benaknya.Lalu semuanya hancur menjadi satu rasa sakit yang tidak tertahankan.Tangannya mengepal sampai buku jarinya memutih. Rahangnya menegang keras, dan napasnya keluar berat. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, kendali yang selalu ia banggakan retak.“Aku ... terlambat,” gumamnya rendah. “Aku gagal!”Ada penyesalan di nada itu. Jika ia

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   026 || Perjalanan Menuju Perbatasan Barat

    ‘Rasanya mustahil dia mencariku. Aku tak sepenting itu dalam hidupnya.’Yuwen Shuang masih mengingat jelas ucapan Zhao Fenglin di ruang belajar hari itu. Dia tidak akan peduli padanya, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau diragukan lagi. Yuwen Shuang pergi menjalankan perintah Kaisar dengan

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   021 || Kabar dari Barak

    Han Ruoxi tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan kepada kepala pelayan itu, lalu menoleh pada Yuwen Shuang.“Putri, lanjutkan makanmu. Aku akan kembali sebentar lagi.”Setelah memastikan Yunxi dan Mei’er tetap berada di dalam, ia melangkah keluar dan menutup pintu kamar itu dengan hati-

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   018 || Mimpi Buruk?

    “Ibu ….”Suara itu kembali lolos dari bibir Yuwen Shuang. Selir Li Mei kembali berbalik. Ia mendekat kembali, jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas. Kedua mata itu masih terpejam, bulu matanya bergetar pelan seolah sedang terjebak dalam mimpi yang tak ingin dilepaskan.“Ibu, jangan pergi .…”

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   020 || Kabar Penting?

    Jantung Han Ruoxi berdegup lebih keras.Ia tidak tahu permintaan apa yang akan disampaikan.Ia menunggu dengan sabar ucapan lanjutan dari Selir Li Mei.“Kalau besok, lusa, atau kapanpun. Ada orang Istana yang datang berkunjung kemari, tolong beritahu aku,” lanjut Selir Li Mei dengan pelan. Derajat

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status