author-banner
Diva
Diva
Author

Novels by Diva

Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa

Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa

Yuwen Shuang, 21 tahun, adalah putri buangan Kekaisaran Yuwen, yang sejak bayi telah disingkirkan jauh dari istana. Saat ia dipanggil kembali, harapan yang ia rasakan segera sirna. Kepulangannya hanyalah alat Kaisar untuk memanipulasi kekuasaan. Ia dipaksa menikah dengan Zhao Fenglin, jenderal muda berwajah buruk rupa. Bukan karena cinta, tapi untuk menahan ambisi Fenglin dan memastikan ketaatannya pada Kekaisaran. Di balik pernikahan paksa itu, intrik istana terus mengintai saudaranya yang iri, selir yang licik, dan rahasia masa lalu yang menakutkan. Sementara itu, Fenglin sendiri membawa identitas tersembunyi dan dendam yang membara, membuat Yuwen Shuang harus berhati-hati setiap langkahnya. Bisakah Yuwen Shuang bertahan di tengah permainan kekuasaan, rahasia yang mematikan, dan pernikahan yang tidak ia pilih? Ataukah ia akan menjadi pion Kaisar dalam pertarungan yang jauh lebih besar daripada dirinya sendiri?
Read
Chapter: 130 || Pasukan Kerajaan Ling
Keheningan itu tidak langsung pecah. Udara terasa semakin berat, seolah menekan dada setiap orang yang berdiri di dalam kamar. Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan itu dengan tergesa.Han Ruoxi tetap menatap ke arah pintu. Tatapannya dingin, namun pikirannya bergerak cepat. Ia mengulang setiap detik yang baru saja terjadi tanpa melewatkan satu pun.Selir Li Mei tidak berbicara. Jemarinya tetap menggenggam tangan Yuwen Shuang, namun kini jauh lebih kuat. Sorot matanya berubah, tidak lagi hanya cemas, tetapi juga penuh kecurigaan.Tabib utama menunduk sedikit. Tangannya masih berada di pergelangan Yuwen Shuang. Ia merasakan perubahan itu dengan jelas, dan itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan.“Reaksinya tidak muncul tanpa sebab,” ucapnya pelan.Han Ruoxi langsung menoleh. Alisnya sedikit mengernyit, namun sorot matanya tetap tajam. Ia tidak menyukai jawaban yang setengah terbuka.“Kalau begitu, pasti ada sesuatu yang memicunya,” ucapnya dingin.Tidak ada yang membantah.Di sudut r
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: 129 || Aneh?
Cahaya pagi masih masuk perlahan ke dalam kamar. Udara terasa lebih hangat dibanding hari-hari sebelumnya, namun suasana tetap sunyi. Semua perhatian tertuju pada satu sosok di atas ranjang.Yuwen Shuang sudah benar-benar sadar. Tatapannya masih kosong, seolah belum sepenuhnya kembali ke kenyataan. Nafasnya tetap pelan, namun lebih stabil dari sebelumnya.Ia tidak langsung bergerak. Tubuhnya terasa berat, seolah setiap bagian tidak lagi sepenuhnya miliknya. Bahkan hanya untuk berkedip pun terasa lambat.Selir Li Mei tetap di sisinya. Jemarinya masih menggenggam tangan putrinya, tidak pernah lepas sejak beberapa hari terakhir. Tatapannya penuh perhatian, namun juga menyimpan ketegangan yang belum hilang.“Shuang’er,” panggilnya pelan.Tidak ada jawaban.Yuwen Shuang hanya menatap ke depan. Pandangannya tidak fokus, bergerak sangat pelan seolah mencoba mengenali ruangan di sekitarnya. Namun tidak ada reaksi yang jelas.Han Ruoxi memperhatikan itu dari dekat. Alisnya sedikit mengernyit,
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 128 || Memperhatikan Hal Kecil?
Lorong itu kembali sunyi setelah langkah Lin Yue menjauh. Mei’er tetap berdiri di tempatnya, tidak langsung bergerak, seolah masih merasakan sisa ketegangan yang menggantung di udara. Tatapannya perlahan berubah, tidak lagi sekadar waspada, tetapi mulai penuh perhitungan.Ia menarik napas pelan. Pikirannya bergerak cepat, mengulang setiap detail kecil yang baru saja ia lihat. Reaksi sekecil apa pun dari Lin Yue tidak lagi terasa kebetulan.Mei’er akhirnya melangkah kembali. Namun arah yang ia tuju bukan dapur seperti yang ia katakan sebelumnya. Langkahnya ringan, hampir tanpa suara, seolah tidak ingin menarik perhatian siapa pun.Di sisi lain kediaman, beberapa pelayan masih berlalu lalang seperti biasa. Mereka tidak menyadari perubahan kecil yang sedang terjadi di balik ketenangan itu. Tidak ada yang tahu bahwa sesuatu sedang mulai terungkap.Mei’er berhenti di dekat sudut lorong yang mengarah ke dapur. Ia tidak langsung masuk, hanya berdiri dalam diam. Tatapannya mengarah ke dalam,
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: 127 || Mengambil Alih Tugas
Udara terasa lebih berat, seolah menekan setiap orang yang berdiri di sana. Tidak ada yang berani berbicara sembarangan.Selir Li Mei menatap tabib utama tanpa berkedip. Sorot matanya berubah dingin, jauh lebih tajam dari sebelumnya. Jemarinya kembali mengencang di atas tangan Yuwen Shuang.“Apa maksudnya ‘ditahan’?” tanyanya pelan.Tabib itu menunduk lebih dalam. Napasnya ditarik perlahan sebelum menjawab. Ia jelas berhati-hati memilih kata.“Seolah-olah ada sesuatu yang membuat racun itu tetap aktif,” ucapnya. “Bukan hanya efek sisa biasa.”Han Ruoxi menyipitkan matanya. Ia melangkah satu langkah lebih dekat. Tatapannya menusuk, tidak memberi ruang untuk jawaban samar.“Katakan dengan jelas,” ucapnya dingin.Tabib itu terdiam sepersekian detik. Keringat tipis mulai muncul di pelipisnya. Namun ia tetap melanjutkan.“Kemungkinan … ada pemicu lain,” katanya pelan.Ruangan seketika menjadi lebih sunyi.Mei’er menahan napasnya. Yunxi menoleh dengan wajah pucat. Bahkan para tabib lain ter
Last Updated: 2026-04-18
Chapter: 126 || Sadar?
Tiga hari telah berlalu sejak malam panjang yang hampir merenggut nyawa itu. Cahaya pagi kembali masuk melalui celah jendela, membawa udara yang lebih hangat dari hari-hari sebelumnya. Namun suasana di dalam kamar masih dipenuhi ketegangan yang belum sepenuhnya hilang.Selir Li Mei tetap berada di kediaman Zhou. Selama empat hari penuh, ia tidak kembali ke istana, memilih tinggal di sisi putrinya tanpa meninggalkan ruangan lebih dari beberapa langkah. Keputusan itu tidak dibantah siapa pun.Han Ruoxi juga masih berada di sana. Wajahnya terlihat lebih tenang, namun sorot matanya tidak pernah benar-benar lepas dari Yuwen Shuang. Ia mengawasi setiap perubahan sekecil apa pun dengan penuh perhatian.Mei’er dan Yunxi tampak kelelahan. Mata mereka sedikit sembab, namun keduanya tetap bertahan tanpa mengeluh. Tidak ada yang berani lengah, bahkan untuk sesaat.Di atas ranjang, Yuwen Shuang masih terbaring. Wajahnya tetap pucat, namun tidak lagi seputih hari pertama. Napasnya kini lebih teratu
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: 125 || Sisa Racun?
Cahaya pagi masuk perlahan melalui celah jendela. Hujan semalam telah berhenti, menyisakan udara dingin yang belum sepenuhnya hilang. Di dalam kamar, suasana masih sama tegangnya seperti malam sebelumnya.Yuwen Shuang masih terbaring di atas ranjang. Wajahnya pucat, napasnya tipis, namun tidak lagi seberat sebelumnya. Selir Li Mei tetap duduk di sisinya, tidak beranjak sedikit pun sejak malam berlalu.Han Ruoxi berdiri tidak jauh dari sana. Tatapannya tenang, namun jelas kekhawatiran masih ada. Mei’er dan Yunxi masih berada di sudut ruangan, kelelahan namun tidak berani pergi.Suara langkah tergesa terdengar dari luar. Tirai kamar terbuka cepat, diikuti oleh tabib utama yang masuk dengan napas sedikit memburu. Tangannya membawa gulungan kecil dan beberapa bahan obat yang belum pernah terlihat sebelumnya.“Yang Mulia,” ucapnya pelan namun jelas.Semua perhatian langsung tertuju padanya. Selir Li Mei mengangkat wajahnya sedikit, sorot matanya tajam. Han Ruoxi juga menoleh, menunggu tanp
Last Updated: 2026-04-16
Pesona Istri Presdir Posesif

Pesona Istri Presdir Posesif

Anindya Prameswari, 25 tahun seorang penulis novel. Dia meninggalkan keluarga aslinya yaitu keluarga Danendra karena perjodohan bisnis. Dia memilih menikah dengan Lingga Aditama, seorang sutradara yang terkenal di kota Pandora. Namun, selama 3 tahun mereka menikah, Lingga tidak pernah memperlakukan Anindya seperti seorang istri. Lingga berselingkuh di belakang Anindya, sampai dia bertemu dengan Ivander Alessandro yang menyelamatkannya dari Lingga yang hampir melecehkannya. "Maaf, aku berjanji akan bertanggung jawab nanti!" Ivander mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh sambil menatap wajah Anindya dengan rasa bersalah.
Read
Chapter: 125 || Permintaan Maaf Lingga
Hujan baru saja reda ketika Ivander memarkirkan mobilnya di pelataran rumah. Aroma tanah basah memenuhi udara, seperti kenangan lama yang dipaksa mengapung kembali. Di ruang tamu, keheningan menggantung seperti lampu yang belum menyala. Anindya duduk di sofa, mengenakan kemeja tipis berwarna biru laut. Wajahnya tenang, tapi tatapannya jauh.Sudah dua bulan lebih pernikahan mereka. Kini dirinya dan Anindya tinggal di rumah besar dan mewah yang Ivander hadiahkan untuk Anindya. Disela kesibukannya, dia selalu rutin mengantar Anindya ke lokasi syuting. Namun, ketika pulang dia meminta tangan kanannya untuk menjemput sang istri. Nama Anindya kini terkenal, karena wanita itu memerankan film Dalam Jejak Cinta yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Anindya sendiri. Meskipun tidak semua orang di kota Pandora menyukai Anindya, ada banyak juga yang menghujat Anindya. Katanya, Anindya merupakan aktris dadakan. Dia memiliki orang dalam sehingga bisa langsung menggantikan peran Melani. Pad
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 124 || Keputusan Lingga
"Tapi kondisi kalian cukup mengkhawatirkan," petugas polisi menimpali. "Dan lokasi kecelakaan itu perlu kami tinjau, memastikan tidak ada hal yang mencurigakan." Rizhar merasakan detak jantungnya semakin cepat. Jika polisi menelusuri lebih jauh, mereka bisa menemukan jejak penculikan Ivander. Dan jika itu terjadi, Rizhar tahu masalah ini tidak akan berhenti di sini. "Kami sudah melewatinya, Pak." Lingga akhirnya berbicara, suaranya terdengar sedikit serak. "Kami hanya ingin pulang, bertemu keluarga, dan melupakan kejadian itu. Kami tidak ingin memperpanjang masalah." Petugas polisi saling bertukar pandang, tampaknya tidak puas dengan jawaban mereka. "Begini, Tuan Lingga—" "Tolong, Pak," Lingga memotong dengan suara yang lebih tegas. "Kami hanya ingin pulang." Keheningan mengisi ruangan. Marisa tampak semakin cemas. Sedangkan, Melani yang sejak tadi memperhatikan Lingga dari kejauhan melangkah mendekat. Dia terlalu syok melihat kehadiran Lingga dengan jarak satu meter di de
Last Updated: 2025-04-28
Chapter: 123 || Bertemu Marisa
"Lingga, akhirnya kamu kembali, Nak!" Marisa yang melihat presensi Lingga yang melangkah memasuki kantor polisi segera berteriak dengan lantang. Dia berlari menerjang putranya dengan pelukan erat. "Astaga, Lingga!" Suaranya bergetar penuh emosi. Pelukannya begitu erat, seolah berusaha memastikan bahwa putranya benar-benar nyata berada di depannya. Seminggu tanpa kabar, seminggu penuh kecemasan yang menggerogoti hatinya setiap detiknya. Lingga meringis pelan saat pelukan sang Ibu menyentuh luka pada punggungnya. Pukulan besi yang dilayangkan oleh anak buah Ivander pada punggungnya menyisakan luka dengan rasa sakit yang luar biasa. Marisa yang mendengar Lingga meringis kesakitan. Buru-buru melepaskan pelukannya. Dia memeriksa tubuh Lingga dengan rasa khawatir dan panik yang begitu kentara. "Maaf, Mama nggak tau, Nak. Bilang sama Mama mana yang luka!" Marisa segera memeriksa seluruh tubuh Lingga. Untuk mengecek semua luka yang memenuhi tubuh putranya. Namun, dengan cepat Li
Last Updated: 2025-04-28
Chapter: 122 || Siaran Televisi
"Pandora — Dunia hiburan kota Pandora kembali dihebohkan dengan kabar menghilangnya Lingga Aditama, mantan sutradara ternama yang terseret dalam skandal perselingkuhan dengan aktris papan atas, Melani Adisti." ‎ Ivander mengambil duduk di samping sang istri yang tengah fokus menatap layar televisi. ‎"Setelah skandal mereka terungkap ke publik sebulan lalu, keduanya secara resmi dipecat dari agensi masing-masing akibat pelanggaran kontrak dan pencemaran nama baik institusi. Pemecatan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan media hiburan." Ivander yang semula terkejut. Kini terlihat sangat santai, dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Matanya menatap istrinya dari samping, mengabaikan siaran berita pagi ini di televisi. ‎ "‎Namun kini, perhatian publik kembali tertuju pada kasus ini. Lingga Aditama dilaporkan menghilang sejak tujuh hari yang lalu. Keluarga menyatakan bahwa sejak pekan lalu, Lingga tidak dapat dihubungi sama sekali." Anindya menoleh pada Iva
Last Updated: 2025-04-17
Chapter: 121 || Kopi Buatan Anindya
"Sayang, urusan semalam bener-bener mendadak. Jadi, mereka terpaksa hubungin aku buat bahas masalah perusahaan." Ivander mengambil duduk di samping sang istri, dia menarik pelan dagu Anindya agar menatapnya. "Udah, ya jangan marah lagi. Aku bener-bener minta maaf." Ivander membujuk Anindya dengan nada lembut, berharap istrinya akan luluh dengan bujukannya. Tidak semudah itu, Anindya masih saja kesal dengan Ivander yang meninggalkan dirinya semalaman. Entahlah, dirinya masih tidak mengerti kenapa harus sekesal ini. Padahal, tidak ada yang dirugikan sama sekali. Hanya karena dirinya menahan rasa penasaran sambil menunggu kembalinya Ivander dan berakhir ketiduran. Itu yang membuat Anindya misah-misuh sejak bangun tidur. Beruntung suaminya itu saat dirinya terbangun pagi tadi sudah berada di sisinya tengah memeluk tubuhnya dengan hangat. Jika, tidak ada Ivander di sisinya. Mungkin Anindya semakin marah besar pada Ivander. "Sayang, kita baru menikah tiga hari. Masa udah r
Last Updated: 2025-04-16
Chapter: 120 || Rasa Kesal Anindya
"Kamu semalam pulang jam berapa, Ivan?" Di dalam dapur villa yang luas dan minimalis, suasana hangat dan nyaman memenuhi ruangan. Dinding kaca besar menghadap langsung ke laut, memberikan pemandangan yang sempurna untuk memulai hari. Lantai kayu berwarna terang terasa hangat saat Ivander melangkah, sementara Anindya tengah mempersiapkan sarapan di meja marmer yang mengkilap. Dapur yang dipenuhi dengan peralatan modern dan rak terbuka berisi berbagai macam rempah dan bahan makanan segar, memberikan kesan mewah namun tetap terasa santai. Di atas meja, terdapat satu cangkir kopi hitam pekat yang mengepul, aroma kopi yang khas menyebar memenuhi udara. Di sebelahnya, roti panggang yang masih hangat diletakkan di atas piring, dengan selai buah segar dan mentega yang meleleh perlahan. "Sekitar jam sepuluh. Maaf, ya kamu sampai ketiduran nungguin aku." Ivander mendekat pada sang istri. Dia mengusap surai panjang Anindya yang kini duduk di meja makan bersiap memulai sarapan paginya. Di
Last Updated: 2025-04-10
SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

Viana Rajendra— 17 tahun merupakan siswi yang suka menindas di SMA Galaksi. Viana tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Arthur Rajendra— Ayah kandungnya. Sampai Arthur menjodohkan dirinya dengan ketua Geng motor Verdon di kota Swinden yaitu Sagara Giantara. Viana dan Sagara tidak bisa menolak perjodohan bisnis tersebut. Karena, ancaman Ayah mereka masing yang akan menarik fasilitas yang dimilikinya selama ini. Di usianya yang masih remaja, Viana dan Sagara harus terikat pernikahan sebagai jaminan kerja sama dua keluarga. IG: @_divaaa603
Read
Chapter: 189 || Ending
Langit mulai berubah warna ketika mobil Sagara berhenti di tepi pantai yang sepi. Ombak bergulung tenang, menyapu pasir seperti napas panjang yang dilepaskan bumi. Matahari belum benar-benar tenggelam, menyisakan semburat oranye di ufuk barat. Viana turun perlahan dari mobil, mengangkat sedikit kebaya putihnya agar tak terkena pasir. High heels-nya ia lepas, diganti dengan langkah ragu-ragu yang menciptakan jejak di pasir basah. “Aku enggak nyangka kamu beneran bawa aku ke sini,” katanya lirih, menoleh ke belakang saat Sagara ikut menyusul dengan tangan dimasukkan ke saku celananya. Cowok itu hanya mengangkat bahu, senyum kecil di ujung bibirnya. Jas abu-abu yang ia kenakan masih rapi, meski dasinya sudah longgar. “Katanya kamu pengen sesuatu yang nggak rame. Cuma berdua,” jawab Sagara, lalu menoleh ke laut. “Ya ini, pantai paling ujung di Swinden. Sepi, tenang, enggak ada orang.” "Dulu kita pernah ke sini, sepulang sekolah. Ya, cuma buat hibur kamu yang lagi sedih setelah tau per
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 188 || Foto Bersama
Viana mengangkat wajahnya pada cahaya matahari siang yang begitu terik. Angin membawa sisa harum bunga dari bangku kosong tadi, mengaduk-aduk dadanya—tapi kini tak lagi perih. Lebih ke hangat. Seperti pelukan seseorang yang lama ditunggu, lalu akhirnya datang, bukan untuk menenangkan, tapi untuk menyertai.“Viana, Sayang!” panggil sebuah suara dari kejauhan.Arthur.Pria itu melambai ke arahnya, berdiri tak jauh dari Alesha yang sedang mengelus perutnya yang membuncit. Senyum Alesha terlihat lembut, wajahnya bersinar karena cahaya matahari.Dengan langkah perlahan, Viana mendekat ke arah ayah dan ibu tirinya. Satu tahun lalu, bahkan satu bulan lalu, rasanya tak mungkin ia akan berdiri di sini, dengan hati yang ringan. Tapi waktu dan luka membentuk ruang baru di dalam dirinya—ruang yang tak diisi oleh dendam, tapi oleh pengertian.“Ayo, kita foto, Sayang!” ajak Arthur pelan.Viana mengangguk. “Ayo, Pa.”Alesha berjalan lebih dekat, tampak canggung. Ia menatap Viana sejenak, lalu berkat
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 187 || Mengenang Satya
Usai upacara, langit berubah keemasan. Mentari menggantung lebih rendah, menyelimuti halaman SMA Galaksi dalam cahaya hangat yang temaram.Orang-orang mulai menyebar. Ada yang sibuk berfoto, ada yang tertawa—bahkan menangis bahagia. Balon-balon putih dan emas dilepas ke langit, perlahan menjauh dari jangkauan. Tapi di satu sudut, waktu seakan berhenti.Viana berdiri di bawah pohon trembesi, mendongak menatap balon-balon yang menjauh. Di tangannya tergenggam erat selembar surat kelulusan, tapi hatinya terasa berat. Ada sesuatu yang belum selesai.Sagara berjalan menghampiri, diam-diam berdiri di sisinya. Tak ada kata. Hanya tatapan panjang ke langit, ke arah balon yang makin tinggi—satu di antaranya tersangkut di dahan pohon. Menggantung. Tak ikut terbang.“Kayak Satya ya,” gumam Viana, lirih.Sagara mengangguk pelan. “Dia nggak pernah benar-benar pergi.”Viana menunduk. “Aku masih ingat suara teriakannya waktu hari itu pas dia nyuruh aku pergi. Masih terngiang. Kadang muncul waktu aku
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 186 || Hari Kelulusan
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, begitupun bulan berganti bulan. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari kelulusan telah tiba.Langit pagi membentang biru lembut di atas gedung megah SMA Galaksi, sekolah swasta elite yang hari ini penuh dengan wajah-wajah berseri dan mata-mata yang sembab karena haru. Deretan mobil mewah terparkir rapi di pelataran, menandai kedatangan para orang tua yang bangga dan siap menyaksikan momen penting anak-anak mereka.Di antara kerumunan yang berdiri di bawah naungan pohon trembesi tua, Viana berdiri dengan anggun mengenakan kebaya putih gading yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan siluet sederhana tapi elegan. Rambutnya disanggul rapi, dihiasi jepit mutiara kecil yang berkilau saat cahaya matahari menyapunya. Wajahnya yang biasanya kuat kini tampak tenang, dengan senyum kecil yang menggantung di sudut bibir.Sagara berdiri tak jauh darinya, mengenakan jas hitam yang dipadukan dengan dasi warna burgundy. Tatapannya sesekali mel
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 185 || Memulai Kembali
Mobil melaju perlahan meninggalkan rumah itu. Di kaca belakang, cahaya lampu rumah masih terlihat, begitu pula dua bayangan orang dewasa yang berdiri terpaku di depan garasi, diterpa angin malam yang dingin dan bisu."Papa nolak buat ceraikan Tante Alesha." Viana tertawa pelan, penuh luka. "Nggak ada cara lain selain nerima keberadaan Tante Alesha dalam hidup aku."Viana menoleh pada Sagara yang mulai menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah. Saat ini tujuan mereka apartemen. Apartemen yang kata Sagara, menjadi tempat tinggal mereka setelah menikah. "Aku senang kamu dengerin nasihat aku buat maafin mereka. Mereka orang tua kamu sekarang, meskipun kamu masih nggak bisa nganggep Tante Alesha sebagai Mama kamu. Tapi ingat kasih sayang yang selalu Tante Alesha curahkan ke kamu, Viana!" Sagara menggenggam tangan Viana dengan lembut, dan hangat. Tangan yang sudah lama tidak dia genggam, bahkan terasa sangat jauh dari jangkauannya. Viana tersenyum lebar. "Makasih ya, Sagara. Kam
Last Updated: 2025-07-27
Chapter: 184 || Damai
"Viana!"Suara itu memecah keheningan malam yang bergantung di antara lampu-lampu taman rumah besar bergaya Eropa. Viana baru saja membuka pintu mobil ketika suara Arthur menggema, membuat langkahnya terhenti. Tangannya masih menggenggam handle pintu, tapi tubuhnya membeku di tempat. Matanya memejam sesaat, mencoba menahan semua rasa yang mengendap sejak tadi.Arthur mendekat. Kemeja putihnya tampak kusut, dasi tergantung longgar di leher. Wajahnya lelah, tapi matanya penuh ketegangan. Di belakangnya, Alesha berdiri beberapa langkah, memeluk tas kerja ke dadanya, sementara Sagara berdiri di sisi mobil, menyandarkan punggung ke pintu dengan lengan terlipat."Viana, dengar dulu Papa minta maaf."Suara Arthur serak. Bukan karena dingin, tapi karena sesuatu yang sudah lama menyesak. Matanya memohon. Bukan seperti tatapan seorang ayah yang memarahi anaknya. Tapi seperti seseorang yang akhirnya menyadari betapa besar kesalahan yang telah ia lakukan, dan seberapa besar luka yang telah dibiar
Last Updated: 2025-07-27
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status