author-banner
Diva
Diva
Author

Novels by Diva

Pesona Istri Presdir Posesif

Pesona Istri Presdir Posesif

Anindya Prameswari, 25 tahun seorang penulis novel. Dia meninggalkan keluarga aslinya yaitu keluarga Danendra karena perjodohan bisnis. Dia memilih menikah dengan Lingga Aditama, seorang sutradara yang terkenal di kota Pandora. Namun, selama 3 tahun mereka menikah, Lingga tidak pernah memperlakukan Anindya seperti seorang istri. Lingga berselingkuh di belakang Anindya, sampai dia bertemu dengan Ivander Alessandro yang menyelamatkannya dari Lingga yang hampir melecehkannya. "Maaf, aku berjanji akan bertanggung jawab nanti!" Ivander mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh sambil menatap wajah Anindya dengan rasa bersalah.
Read
Chapter: 125 || Permintaan Maaf Lingga
Hujan baru saja reda ketika Ivander memarkirkan mobilnya di pelataran rumah. Aroma tanah basah memenuhi udara, seperti kenangan lama yang dipaksa mengapung kembali. Di ruang tamu, keheningan menggantung seperti lampu yang belum menyala. Anindya duduk di sofa, mengenakan kemeja tipis berwarna biru laut. Wajahnya tenang, tapi tatapannya jauh.Sudah dua bulan lebih pernikahan mereka. Kini dirinya dan Anindya tinggal di rumah besar dan mewah yang Ivander hadiahkan untuk Anindya. Disela kesibukannya, dia selalu rutin mengantar Anindya ke lokasi syuting. Namun, ketika pulang dia meminta tangan kanannya untuk menjemput sang istri. Nama Anindya kini terkenal, karena wanita itu memerankan film Dalam Jejak Cinta yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Anindya sendiri. Meskipun tidak semua orang di kota Pandora menyukai Anindya, ada banyak juga yang menghujat Anindya. Katanya, Anindya merupakan aktris dadakan. Dia memiliki orang dalam sehingga bisa langsung menggantikan peran Melani. Pad
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 124 || Keputusan Lingga
"Tapi kondisi kalian cukup mengkhawatirkan," petugas polisi menimpali. "Dan lokasi kecelakaan itu perlu kami tinjau, memastikan tidak ada hal yang mencurigakan." Rizhar merasakan detak jantungnya semakin cepat. Jika polisi menelusuri lebih jauh, mereka bisa menemukan jejak penculikan Ivander. Dan jika itu terjadi, Rizhar tahu masalah ini tidak akan berhenti di sini. "Kami sudah melewatinya, Pak." Lingga akhirnya berbicara, suaranya terdengar sedikit serak. "Kami hanya ingin pulang, bertemu keluarga, dan melupakan kejadian itu. Kami tidak ingin memperpanjang masalah." Petugas polisi saling bertukar pandang, tampaknya tidak puas dengan jawaban mereka. "Begini, Tuan Lingga—" "Tolong, Pak," Lingga memotong dengan suara yang lebih tegas. "Kami hanya ingin pulang." Keheningan mengisi ruangan. Marisa tampak semakin cemas. Sedangkan, Melani yang sejak tadi memperhatikan Lingga dari kejauhan melangkah mendekat. Dia terlalu syok melihat kehadiran Lingga dengan jarak satu meter di de
Last Updated: 2025-04-28
Chapter: 123 || Bertemu Marisa
"Lingga, akhirnya kamu kembali, Nak!" Marisa yang melihat presensi Lingga yang melangkah memasuki kantor polisi segera berteriak dengan lantang. Dia berlari menerjang putranya dengan pelukan erat. "Astaga, Lingga!" Suaranya bergetar penuh emosi. Pelukannya begitu erat, seolah berusaha memastikan bahwa putranya benar-benar nyata berada di depannya. Seminggu tanpa kabar, seminggu penuh kecemasan yang menggerogoti hatinya setiap detiknya. Lingga meringis pelan saat pelukan sang Ibu menyentuh luka pada punggungnya. Pukulan besi yang dilayangkan oleh anak buah Ivander pada punggungnya menyisakan luka dengan rasa sakit yang luar biasa. Marisa yang mendengar Lingga meringis kesakitan. Buru-buru melepaskan pelukannya. Dia memeriksa tubuh Lingga dengan rasa khawatir dan panik yang begitu kentara. "Maaf, Mama nggak tau, Nak. Bilang sama Mama mana yang luka!" Marisa segera memeriksa seluruh tubuh Lingga. Untuk mengecek semua luka yang memenuhi tubuh putranya. Namun, dengan cepat Li
Last Updated: 2025-04-28
Chapter: 122 || Siaran Televisi
"Pandora — Dunia hiburan kota Pandora kembali dihebohkan dengan kabar menghilangnya Lingga Aditama, mantan sutradara ternama yang terseret dalam skandal perselingkuhan dengan aktris papan atas, Melani Adisti." ‎ Ivander mengambil duduk di samping sang istri yang tengah fokus menatap layar televisi. ‎"Setelah skandal mereka terungkap ke publik sebulan lalu, keduanya secara resmi dipecat dari agensi masing-masing akibat pelanggaran kontrak dan pencemaran nama baik institusi. Pemecatan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan media hiburan." Ivander yang semula terkejut. Kini terlihat sangat santai, dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Matanya menatap istrinya dari samping, mengabaikan siaran berita pagi ini di televisi. ‎ "‎Namun kini, perhatian publik kembali tertuju pada kasus ini. Lingga Aditama dilaporkan menghilang sejak tujuh hari yang lalu. Keluarga menyatakan bahwa sejak pekan lalu, Lingga tidak dapat dihubungi sama sekali." Anindya menoleh pada Iva
Last Updated: 2025-04-17
Chapter: 121 || Kopi Buatan Anindya
"Sayang, urusan semalam bener-bener mendadak. Jadi, mereka terpaksa hubungin aku buat bahas masalah perusahaan." Ivander mengambil duduk di samping sang istri, dia menarik pelan dagu Anindya agar menatapnya. "Udah, ya jangan marah lagi. Aku bener-bener minta maaf." Ivander membujuk Anindya dengan nada lembut, berharap istrinya akan luluh dengan bujukannya. Tidak semudah itu, Anindya masih saja kesal dengan Ivander yang meninggalkan dirinya semalaman. Entahlah, dirinya masih tidak mengerti kenapa harus sekesal ini. Padahal, tidak ada yang dirugikan sama sekali. Hanya karena dirinya menahan rasa penasaran sambil menunggu kembalinya Ivander dan berakhir ketiduran. Itu yang membuat Anindya misah-misuh sejak bangun tidur. Beruntung suaminya itu saat dirinya terbangun pagi tadi sudah berada di sisinya tengah memeluk tubuhnya dengan hangat. Jika, tidak ada Ivander di sisinya. Mungkin Anindya semakin marah besar pada Ivander. "Sayang, kita baru menikah tiga hari. Masa udah r
Last Updated: 2025-04-16
Chapter: 120 || Rasa Kesal Anindya
"Kamu semalam pulang jam berapa, Ivan?" Di dalam dapur villa yang luas dan minimalis, suasana hangat dan nyaman memenuhi ruangan. Dinding kaca besar menghadap langsung ke laut, memberikan pemandangan yang sempurna untuk memulai hari. Lantai kayu berwarna terang terasa hangat saat Ivander melangkah, sementara Anindya tengah mempersiapkan sarapan di meja marmer yang mengkilap. Dapur yang dipenuhi dengan peralatan modern dan rak terbuka berisi berbagai macam rempah dan bahan makanan segar, memberikan kesan mewah namun tetap terasa santai. Di atas meja, terdapat satu cangkir kopi hitam pekat yang mengepul, aroma kopi yang khas menyebar memenuhi udara. Di sebelahnya, roti panggang yang masih hangat diletakkan di atas piring, dengan selai buah segar dan mentega yang meleleh perlahan. "Sekitar jam sepuluh. Maaf, ya kamu sampai ketiduran nungguin aku." Ivander mendekat pada sang istri. Dia mengusap surai panjang Anindya yang kini duduk di meja makan bersiap memulai sarapan paginya. Di
Last Updated: 2025-04-10
SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

Viana Rajendra— 17 tahun merupakan siswi yang suka menindas di SMA Galaksi. Viana tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Arthur Rajendra— Ayah kandungnya. Sampai Arthur menjodohkan dirinya dengan ketua Geng motor Verdon di kota Swinden yaitu Sagara Giantara. Viana dan Sagara tidak bisa menolak perjodohan bisnis tersebut. Karena, ancaman Ayah mereka masing yang akan menarik fasilitas yang dimilikinya selama ini. Di usianya yang masih remaja, Viana dan Sagara harus terikat pernikahan sebagai jaminan kerja sama dua keluarga. IG: @_divaaa603
Read
Chapter: 189 || Ending
Langit mulai berubah warna ketika mobil Sagara berhenti di tepi pantai yang sepi. Ombak bergulung tenang, menyapu pasir seperti napas panjang yang dilepaskan bumi. Matahari belum benar-benar tenggelam, menyisakan semburat oranye di ufuk barat. Viana turun perlahan dari mobil, mengangkat sedikit kebaya putihnya agar tak terkena pasir. High heels-nya ia lepas, diganti dengan langkah ragu-ragu yang menciptakan jejak di pasir basah. “Aku enggak nyangka kamu beneran bawa aku ke sini,” katanya lirih, menoleh ke belakang saat Sagara ikut menyusul dengan tangan dimasukkan ke saku celananya. Cowok itu hanya mengangkat bahu, senyum kecil di ujung bibirnya. Jas abu-abu yang ia kenakan masih rapi, meski dasinya sudah longgar. “Katanya kamu pengen sesuatu yang nggak rame. Cuma berdua,” jawab Sagara, lalu menoleh ke laut. “Ya ini, pantai paling ujung di Swinden. Sepi, tenang, enggak ada orang.” "Dulu kita pernah ke sini, sepulang sekolah. Ya, cuma buat hibur kamu yang lagi sedih setelah tau per
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 188 || Foto Bersama
Viana mengangkat wajahnya pada cahaya matahari siang yang begitu terik. Angin membawa sisa harum bunga dari bangku kosong tadi, mengaduk-aduk dadanya—tapi kini tak lagi perih. Lebih ke hangat. Seperti pelukan seseorang yang lama ditunggu, lalu akhirnya datang, bukan untuk menenangkan, tapi untuk menyertai.“Viana, Sayang!” panggil sebuah suara dari kejauhan.Arthur.Pria itu melambai ke arahnya, berdiri tak jauh dari Alesha yang sedang mengelus perutnya yang membuncit. Senyum Alesha terlihat lembut, wajahnya bersinar karena cahaya matahari.Dengan langkah perlahan, Viana mendekat ke arah ayah dan ibu tirinya. Satu tahun lalu, bahkan satu bulan lalu, rasanya tak mungkin ia akan berdiri di sini, dengan hati yang ringan. Tapi waktu dan luka membentuk ruang baru di dalam dirinya—ruang yang tak diisi oleh dendam, tapi oleh pengertian.“Ayo, kita foto, Sayang!” ajak Arthur pelan.Viana mengangguk. “Ayo, Pa.”Alesha berjalan lebih dekat, tampak canggung. Ia menatap Viana sejenak, lalu berkat
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 187 || Mengenang Satya
Usai upacara, langit berubah keemasan. Mentari menggantung lebih rendah, menyelimuti halaman SMA Galaksi dalam cahaya hangat yang temaram.Orang-orang mulai menyebar. Ada yang sibuk berfoto, ada yang tertawa—bahkan menangis bahagia. Balon-balon putih dan emas dilepas ke langit, perlahan menjauh dari jangkauan. Tapi di satu sudut, waktu seakan berhenti.Viana berdiri di bawah pohon trembesi, mendongak menatap balon-balon yang menjauh. Di tangannya tergenggam erat selembar surat kelulusan, tapi hatinya terasa berat. Ada sesuatu yang belum selesai.Sagara berjalan menghampiri, diam-diam berdiri di sisinya. Tak ada kata. Hanya tatapan panjang ke langit, ke arah balon yang makin tinggi—satu di antaranya tersangkut di dahan pohon. Menggantung. Tak ikut terbang.“Kayak Satya ya,” gumam Viana, lirih.Sagara mengangguk pelan. “Dia nggak pernah benar-benar pergi.”Viana menunduk. “Aku masih ingat suara teriakannya waktu hari itu pas dia nyuruh aku pergi. Masih terngiang. Kadang muncul waktu aku
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 186 || Hari Kelulusan
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, begitupun bulan berganti bulan. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari kelulusan telah tiba.Langit pagi membentang biru lembut di atas gedung megah SMA Galaksi, sekolah swasta elite yang hari ini penuh dengan wajah-wajah berseri dan mata-mata yang sembab karena haru. Deretan mobil mewah terparkir rapi di pelataran, menandai kedatangan para orang tua yang bangga dan siap menyaksikan momen penting anak-anak mereka.Di antara kerumunan yang berdiri di bawah naungan pohon trembesi tua, Viana berdiri dengan anggun mengenakan kebaya putih gading yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan siluet sederhana tapi elegan. Rambutnya disanggul rapi, dihiasi jepit mutiara kecil yang berkilau saat cahaya matahari menyapunya. Wajahnya yang biasanya kuat kini tampak tenang, dengan senyum kecil yang menggantung di sudut bibir.Sagara berdiri tak jauh darinya, mengenakan jas hitam yang dipadukan dengan dasi warna burgundy. Tatapannya sesekali mel
Last Updated: 2025-07-28
Chapter: 185 || Memulai Kembali
Mobil melaju perlahan meninggalkan rumah itu. Di kaca belakang, cahaya lampu rumah masih terlihat, begitu pula dua bayangan orang dewasa yang berdiri terpaku di depan garasi, diterpa angin malam yang dingin dan bisu."Papa nolak buat ceraikan Tante Alesha." Viana tertawa pelan, penuh luka. "Nggak ada cara lain selain nerima keberadaan Tante Alesha dalam hidup aku."Viana menoleh pada Sagara yang mulai menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah. Saat ini tujuan mereka apartemen. Apartemen yang kata Sagara, menjadi tempat tinggal mereka setelah menikah. "Aku senang kamu dengerin nasihat aku buat maafin mereka. Mereka orang tua kamu sekarang, meskipun kamu masih nggak bisa nganggep Tante Alesha sebagai Mama kamu. Tapi ingat kasih sayang yang selalu Tante Alesha curahkan ke kamu, Viana!" Sagara menggenggam tangan Viana dengan lembut, dan hangat. Tangan yang sudah lama tidak dia genggam, bahkan terasa sangat jauh dari jangkauannya. Viana tersenyum lebar. "Makasih ya, Sagara. Kam
Last Updated: 2025-07-27
Chapter: 184 || Damai
"Viana!"Suara itu memecah keheningan malam yang bergantung di antara lampu-lampu taman rumah besar bergaya Eropa. Viana baru saja membuka pintu mobil ketika suara Arthur menggema, membuat langkahnya terhenti. Tangannya masih menggenggam handle pintu, tapi tubuhnya membeku di tempat. Matanya memejam sesaat, mencoba menahan semua rasa yang mengendap sejak tadi.Arthur mendekat. Kemeja putihnya tampak kusut, dasi tergantung longgar di leher. Wajahnya lelah, tapi matanya penuh ketegangan. Di belakangnya, Alesha berdiri beberapa langkah, memeluk tas kerja ke dadanya, sementara Sagara berdiri di sisi mobil, menyandarkan punggung ke pintu dengan lengan terlipat."Viana, dengar dulu Papa minta maaf."Suara Arthur serak. Bukan karena dingin, tapi karena sesuatu yang sudah lama menyesak. Matanya memohon. Bukan seperti tatapan seorang ayah yang memarahi anaknya. Tapi seperti seseorang yang akhirnya menyadari betapa besar kesalahan yang telah ia lakukan, dan seberapa besar luka yang telah dibiar
Last Updated: 2025-07-27
Kebangkitan Sang Bintang Yang Dituduh Berkhianat

Kebangkitan Sang Bintang Yang Dituduh Berkhianat

Enam tahun lalu, Daisy Wilson kehilangan karier, kehormatan, dan pernikahannya dalam satu malam. Dituduh berselingkuh dengan mantan kekasihnya, Daisy menjadi wanita paling dibenci di Cresden. Bahkan suaminya sendiri menolak mempercayainya dan menganggap putri mereka adalah anak pria lain. Selama enam tahun Daisy memilih bertahan. Sampai ia memergoki suaminya tidur dengan sahabat yang selama ini menjadi tempatnya bersandar. Perceraian seharusnya menjadi akhir dari semua penderitaannya. Namun kemunculan kembali Lucian Griffin justru membuka rahasia yang selama ini terkubur. Bagaimana jika skandal yang menghancurkan hidup Daisy ternyata bukan kecelakaan? Dan bagaimana jika orang yang paling ia percaya selama ini adalah dalang di balik semuanya?
Read
Chapter: 094
Daisy menatap layar ponselnya sambil menunggu balasan. Entah mengapa, jantungnya kembali berdegup lebih cepat. Ia bukan sedang menghadapi sidang perceraian, bukan pula menunggu hasil dari sebuah keputusan besar yang akan menghancurkan hidupnya. Namun, bertemu dengan keluarga Lucian tetap membuatnya gugup. Ia ingin diterima, bukan hanya sebagai perempuan yang dicintai Lucian, tetapi juga sebagai ibu dari Evelyn.Beberapa detik kemudian, layar ponselnya kembali menyala."Ayah bilang, 'Kalau perempuan itu benar-benar Daisy yang selama ini kamu ceritakan, jangan biarkan dia menunggu terlalu lama. Bawa dia pulang.'"Daisy membaca pesan itu berulang kali. Senyum perlahan merekah di wajahnya, sementara matanya kembali dipenuhi air mata. Selama ini ia selalu takut masa lalunya akan menjadi alasan seseorang menolaknya. Namun, tanpa pernah ia duga, keluarga Lucian justru membuka pintu sebelum ia sempat mengetuknya.Ia membalas dengan satu kalimat singkat."Terima kasih sudah memilihku sejak dul
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 093
Daisy menatap pria di hadapannya cukup lama. Jemarinya masih menggenggam tangan Lucian dengan erat, seolah ingin memastikan bahwa semua yang terjadi saat itu bukan sekadar mimpi. Bertahun-tahun lalu, ia pernah berdiri di hadapan seorang pria sambil mengucapkan janji yang ternyata berakhir dengan luka. Karena itulah, keputusan untuk membuka kembali pintu hatinya bukan sesuatu yang bisa diucapkan dengan mudah. Namun kali ini berbeda. Di hadapannya bukan seseorang yang hanya mencintainya ketika semuanya baik-baik saja, melainkan seseorang yang tetap memilih bertahan bahkan saat hidupnya berada di titik paling hancur."Aku sudah memikirkan semuanya," ucap Daisy perlahan. "Tentang aku, tentang Eve, dan tentang kita."Lucian mendengarkan tanpa memotong sedikit pun. Tatapannya tetap tenang, meski jantungnya berdegup jauh lebih cepat daripada biasanya. Selama bertahun-tahun ia belajar bahwa mencintai seseorang juga berarti menghormati setiap keputusan yang diambil orang tersebut. Karena itu,
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 092
"Tentu," jawab Lucian sambil tersenyum hangat. "Kalau aku ingin menjadi bagian dari keluarga kalian, maka aku juga harus menghargai perasaan Eve."Keesokan harinya, tepat setelah jam sekolah usai, Evelyn berlari keluar gerbang sambil membawa tas ransel berwarna merah muda. Begitu melihat Daisy menunggunya, gadis kecil itu langsung memeluk ibunya dengan wajah penuh semangat."Mama, hari ini aku dapat nilai bintang lima!" serunya bangga sambil menunjukkan buku tugasnya."Wah, hebat sekali." Daisy mengusap rambut putrinya dengan lembut. "Berarti nanti malam kita rayakan pakai es krim.""Yeay!"Sepanjang perjalanan pulang, Evelyn tidak berhenti bercerita tentang kegiatan di sekolah. Daisy mendengarkannya sambil sesekali tertawa. Namun di balik senyumnya, ia terus memikirkan percakapan semalam. Ia belum tahu bagaimana harus memulai pembicaraan itu, tetapi ia yakin Lucian akan datang sore nanti.Menjelang pukul lima, bel rumah berbunyi. Evelyn yang sedang menggambar di ruang keluarga langsu
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 091
Malam itu, setelah seluruh rapat selesai dan pekerjaan di cake shop juga berakhir, Lucian menjemput Daisy tepat ketika langit mulai dipenuhi cahaya lampu kota. Pria itu mengenakan setelan jas yang masih rapi meski hari panjang jelas terlihat dari sorot matanya. Saat Daisy masuk ke dalam mobil, ia sedikit heran karena Lucian memilih jalan yang berbeda dari biasanya."Kita mau ke mana?" tanya Daisy sambil memasang sabuk pengaman.Lucian tersenyum tipis. "Makan malam. Anggap saja hadiah karena kita sama-sama berhasil melewati hari yang sibuk."Daisy mengangguk tanpa bertanya lagi. Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di sebuah restoran kecil di tepi danau. Tempat itu tidak terlalu ramai. Lampu-lampu hangat memantul di permukaan air, sementara alunan musik piano mengisi udara malam dengan lembut. Suasananya sederhana, tetapi terasa begitu nyaman.Setelah pelayan menghidangkan makanan, keduanya menikmati makan malam sambil mengobrol tentang hal-hal ringan. Daisy bercerita tentang pelang
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 090
Daisy membuka perekat amplop itu dengan hati-hati agar kertasnya tidak robek. Di dalamnya hanya ada sebuah kartu ucapan berwarna putih dengan gambar bunga liar di sudutnya. Tidak ada dokumen penting, tidak ada surat panjang, apalagi rahasia baru. Hanya beberapa baris tulisan tangan yang sederhana."Selamat ulang tahun untuk Evelyn. Semoga kalian selalu menemukan alasan untuk tersenyum setiap hari. Masa lalu sudah melakukan tugasnya. Kini saatnya menikmati masa depan. Bahagialah."Daisy membaca kalimat itu dua kali. Tidak ada tanda tangan di bagian bawah, hanya sebuah gambar bulan sabit kecil yang digambar menggunakan tinta hitam. Ia tersenyum tipis. Entah siapa yang mengirimkannya, tetapi isi kartu itu terasa seperti doa yang datang di waktu yang tepat."Apa isinya, Ma?" tanya Evelyn penasaran sambil memanjat sofa.Daisy menyerahkan kartu itu kepada putrinya. Evelyn mengeja setiap kata dengan suara pelan, lalu tersenyum lebar ketika selesai membacanya."Orangnya baik ya.""Iya," jawab
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 089
Beberapa bulan berlalu tanpa terasa. Musim berganti, dan kehidupan Daisy perlahan menemukan iramanya sendiri. Cake shop miliknya kini jauh lebih ramai dibandingkan sebelumnya. Meja-meja hampir selalu terisi sejak pagi, sementara pesanan kue ulang tahun dan acara keluarga terus berdatangan. Nama tokonya yang dulu hanya dikenal oleh warga sekitar kini mulai disebut-sebut di berbagai media sosial berkat pelanggan yang puas dengan hasil buatannya.Daisy berdiri di balik meja kerja sambil menyelesaikan hiasan bunga dari krim pada sebuah kue. Gerakan tangannya kini jauh lebih tenang. Tidak ada lagi keraguan yang dulu sering muncul setiap kali ia bekerja. Para pegawai saling berbagi tugas dengan teratur, membuat suasana toko terasa hidup sekaligus hangat."Evelyn pasti senang lihat kue ini," ujar salah seorang pegawai sambil tersenyum.Daisy ikut tersenyum. "Dia memang sudah pesan dari seminggu lalu. Katanya teman-temannya mau main ke rumah nanti sore."Hari itu bertepatan dengan ulang tahun
Last Updated: 2026-08-01
Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa

Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa

Yuwen Shuang, 21 tahun, adalah putri buangan Kekaisaran Yuwen, yang sejak bayi telah disingkirkan jauh dari istana. Saat ia dipanggil kembali, harapan yang ia rasakan segera sirna. Kepulangannya hanyalah alat Kaisar untuk memanipulasi kekuasaan. Ia dipaksa menikah dengan Zhao Fenglin, jenderal muda berwajah buruk rupa. Bukan karena cinta, tapi untuk menahan ambisi Fenglin dan memastikan ketaatannya pada Kekaisaran. Di balik pernikahan paksa itu, intrik istana terus mengintai saudaranya yang iri, selir yang licik, dan rahasia masa lalu yang menakutkan. Sementara itu, Fenglin sendiri membawa identitas tersembunyi dan dendam yang membara, membuat Yuwen Shuang harus berhati-hati setiap langkahnya. Bisakah Yuwen Shuang bertahan di tengah permainan kekuasaan, rahasia yang mematikan, dan pernikahan yang tidak ia pilih? Ataukah ia akan menjadi pion Kaisar dalam pertarungan yang jauh lebih besar daripada dirinya sendiri?
Read
Chapter: 197 || Harapan Yuwen Shuang
Suasana di dalam kamar seketika menegang. Yuwen Shuang tanpa sadar menggenggam tangan Selir Li Mei lebih erat, sementara Bibi Sun berdiri terpaku di depan pintu dengan wajah penuh kewaspadaan.Selama bertahun-tahun, Permaisuri Xie Zhaoyun hampir tidak pernah mengirim orang ke Istana Dingin, apalagi di tengah malam seperti ini. Bahkan ketika Yuwen Shuang pertama kali datang ke Istana, wanita itu tidak pernah menunjukkan perhatian khusus kepadanya ataupun kepada selir Li Mei.Karena itulah, kedatangan utusan Permaisuri saat ini terasa sangat aneh.Selir Li Mei menoleh ke arah Bibi Sun dan menganggukkan kepalanya pelan. "Buka pintunya."Bibi Sun tampak ragu-ragu. Tatapannya sempat beralih kepada Yuwen Shuang sebelum akhirnya berjalan menuju pintu kayu itu. Begitu pintu dibuka, seorang kasim muda segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat."Hamba memberi salam kepada Selir Li dan Putri Kedua."Yuwen Shuang memperhatikan pria itu dengan saksama. Wajahnya tampak asing. Ia yakin belum perna
Last Updated: 2026-08-07
Chapter: 196 || Pesan Selir Li Mei
Yuwen Shuang menatap Kaisar dengan wajah pucat. Lidahnya mendadak kelu untuk mengeluarkan sepatah katapun. Kini kepalanya dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Dari apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, tentang Heishan yang disebut oleh Kaisar, dan Zhao Fenglin yang ternyata masih hidup. Suaminya akan kembali ke ibu kota. Namun, mengapa ayahnya sendiri justru berbicara seolah-olah Zhao Fenglin adalah musuh yang harus diawasi?"Baginda ...," suara Yuwen Shuang bergetar, "apa yang sebenarnya terjadi di Heishan?" Kaisar Yuwen Longzhi membalikkan tubuhnya dan memandang halaman istana yang gelap. "Ada seseorang yang mencoba membunuh Zhao Fenglin."Mata Yuwen Shuang langsung membelalak. "Membunuh?" bisiknya."Namun, dia selamat." Kaisar berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Dan sejak saat itu, aku tidak lagi mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya."Yuwen Shuang tanpa sadar menggenggam erat lengan bajunya sendiri. Selama ini, Zhao Fenglin adalah jenderal paling setia di
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: 195 || Ancaman
Teriakan Yuwen Shuang memecah keheningan malam. Tanpa memedulikan tatapan para penjaga di sekitarnya, ia segera berlari menaiki tangga batu menuju sang Ibu. Jubah panjangnya terseret di lantai, sementara wajahnya dipenuhi keterkejutan dan kepanikan."Ibu, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya dengan napas memburu.Selir Li Mei perlahan mengangkat kepalanya. Wajah wanita itu tampak jauh lebih pucat daripada biasanya, matanya sedikit memerah seolah telah menangis dalam waktu yang lama. Saat melihat Yuwen Shuang, raut wajahnya justru berubah panik."Shuang'er, kenapa kau datang ke sini?" bisiknya pelan.Yuwen Shuang berlutut di samping ibunya. Tatapannya segera beralih ke tali yang melilit pergelangan tangan Li Mei."Siapa yang melakukan ini?" Suaranya mulai bergetar. "Kenapa mereka mengikat Ibu?"Li Mei membuka mulut, tetapi sebelum sempat menjawab, suara berat tiba-tiba terdengar dari dalam aula."Karena itu perintahku."Tubuh Yuwen Shuang langsung menegang. Perlahan, ia mengangkat ke
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: 194 || Panggilan Kaisar
Angin malam berembus pelan, membuat ujung jubah hitam Han Zhiren berkibar di bawah cahaya lentera. Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya menggeleng tipis."Hamba tidak berani menebak kehendak Baginda."Yuwen Shuang menatapnya lekat, seolah ingin mencari sesuatu dari wajah tenang pengawal itu. Namun ia tidak menemukan apapun. Pria itu begitu pandai menyembunyikan ekspresinya.Untuk beberapa saat, suasana di halaman paviliun menjadi sunyi. Para pelayan menundukkan kepala, tidak berani ikut campur dalam percakapan mereka.Yuwen Shuang perlahan mengalihkan pandangannya ke arah aula utama istana yang tampak jauh di balik kegelapan malam. Hatinya semakin gelisah. Selama bertahun-tahun, Kaisar Yuwen Longzhi hampir tidak pernah memanggil Selir Li Mei, apalagi di tengah malam seperti ini.Semakin dipikirkannya, semakin aneh semuanya terasa.Tiga hari yang lalu, ia tiba-tiba diperintahkan kembali ke istana. Lalu, suasana istana berubah menjadi jauh lebih tegang. Sekarang, Li Mei dipanggil se
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 193 || Panggilan Kaisar?
Yuwen Shuang perlahan membalikkan tubuhnya. Ia tampak terkejut saat melihat seorang pria yang menyambut kedatangannya beberapa bulan yang lalu, saat ia berkunjung untuk menemui sang Ibu. Keterkejutan itu hanya sesaat."Han Zhiren?" gumam Yuwen Shuang. Pria itu tersenyum sopan, lalu membungkukkan tubuhnya. "Putri kedua, apakah Anda membutuhkan sesuatu?""Tidak. Aku keluar untuk menemui Ibu, karena aku terbangun karena mimpi buruk." Yuwen Shuang mengatakan itu dengan tenang, sorot matanya datar. Jelas ia berbohong. Sepertinya Han Zhiren tidak mudah dibohongi. Karena mata tajam Pria itu menatap lekat wajah Yuwen Shuang, wanita itu tidak seperti orang yang baru saja terbangun karena mimpi buruk. Wanita itu jelas belum tidur. Namun pria itu tetap mengangguk, masih dengan senyumannya. "Mari saya antar, Putri. Ini sudah sangat larut, istana dingin letaknya sangat jauh." Dengan cepat Yuwen Shuang menggeleng. "Tidak perlu. Saya bisa pergi sendiri." Han Zhiren mengangguk, ia tidak bisa
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: 192 || Kembali Ke Ibu Kota
Berbaliklah Zhao Fenglin dari jembatan batu itu. Langkahnya tetap tenang, tetapi Wei Chen dapat merasakan perubahan pada pria di sampingnya. Selama bertahun-tahun mereka bertempur bersama, ia tahu satu hal. Semakin tenang Zhao Fenglin terlihat, semakin besar badai yang sedang berkecamuk di dalam pikirannya.Kabut malam perlahan menelan cahaya obor pasukan kekaisaran. Di belakang mereka, suara derap kaki kuda Lu Dehai semakin menjauh hingga akhirnya menghilang bersama embusan angin.Beberapa saat kemudian, Wei Chen akhirnya memecah keheningan."Jenderal, apakah kau mempercayai ucapannya?"Zhao Fenglin tidak langsung menjawab. Tatapannya lurus menembus jalan setapak yang dipenuhi dedaunan kering."Tidak sepenuhnya.""Lalu kita tetap kembali?" tanyanya lagi. "Kita memang harus kembali."Wei Chen menghela napas pelan. "Padahal bisa saja itu jebakan.""Memang jebakan."Jawaban Zhao Fenglin begitu tenang hingga membuat Wei Chen terdiam."Tapi jebakan itu memang ditujukan agar aku masuk ke
Last Updated: 2026-07-03
You May Also Like
Hot Uncle My Husband
Hot Uncle My Husband
Young Adult · Rindu Hujan
4.8K views
IF CLASS
IF CLASS
Young Adult · sunmoonstar_21
4.6K views
Fall In Love
Fall In Love
Young Adult · Arasya Aquanthe
4.5K views
Gadis Luka Tanpa Cinta
Gadis Luka Tanpa Cinta
Young Adult · Cicilia Fajar J
4.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status