author-banner
Diva
Diva
Author

Novel-novel oleh Diva

SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

SUAMIKU KETUA GENG MOTOR

Viana Rajendra— 17 tahun merupakan siswi yang suka menindas di SMA Galaksi. Viana tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Arthur Rajendra— Ayah kandungnya. Sampai Arthur menjodohkan dirinya dengan ketua Geng motor Verdon di kota Swinden yaitu Sagara Giantara. Viana dan Sagara tidak bisa menolak perjodohan bisnis tersebut. Karena, ancaman Ayah mereka masing yang akan menarik fasilitas yang dimilikinya selama ini. Di usianya yang masih remaja, Viana dan Sagara harus terikat pernikahan sebagai jaminan kerja sama dua keluarga. IG: @_divaaa603
Baca
Chapter: 189 || Ending
Langit mulai berubah warna ketika mobil Sagara berhenti di tepi pantai yang sepi. Ombak bergulung tenang, menyapu pasir seperti napas panjang yang dilepaskan bumi. Matahari belum benar-benar tenggelam, menyisakan semburat oranye di ufuk barat. Viana turun perlahan dari mobil, mengangkat sedikit kebaya putihnya agar tak terkena pasir. High heels-nya ia lepas, diganti dengan langkah ragu-ragu yang menciptakan jejak di pasir basah. “Aku enggak nyangka kamu beneran bawa aku ke sini,” katanya lirih, menoleh ke belakang saat Sagara ikut menyusul dengan tangan dimasukkan ke saku celananya. Cowok itu hanya mengangkat bahu, senyum kecil di ujung bibirnya. Jas abu-abu yang ia kenakan masih rapi, meski dasinya sudah longgar. “Katanya kamu pengen sesuatu yang nggak rame. Cuma berdua,” jawab Sagara, lalu menoleh ke laut. “Ya ini, pantai paling ujung di Swinden. Sepi, tenang, enggak ada orang.” "Dulu kita pernah ke sini, sepulang sekolah. Ya, cuma buat hibur kamu yang lagi sedih setelah tau per
Terakhir Diperbarui: 2025-07-28
Chapter: 188 || Foto Bersama
Viana mengangkat wajahnya pada cahaya matahari siang yang begitu terik. Angin membawa sisa harum bunga dari bangku kosong tadi, mengaduk-aduk dadanya—tapi kini tak lagi perih. Lebih ke hangat. Seperti pelukan seseorang yang lama ditunggu, lalu akhirnya datang, bukan untuk menenangkan, tapi untuk menyertai.“Viana, Sayang!” panggil sebuah suara dari kejauhan.Arthur.Pria itu melambai ke arahnya, berdiri tak jauh dari Alesha yang sedang mengelus perutnya yang membuncit. Senyum Alesha terlihat lembut, wajahnya bersinar karena cahaya matahari.Dengan langkah perlahan, Viana mendekat ke arah ayah dan ibu tirinya. Satu tahun lalu, bahkan satu bulan lalu, rasanya tak mungkin ia akan berdiri di sini, dengan hati yang ringan. Tapi waktu dan luka membentuk ruang baru di dalam dirinya—ruang yang tak diisi oleh dendam, tapi oleh pengertian.“Ayo, kita foto, Sayang!” ajak Arthur pelan.Viana mengangguk. “Ayo, Pa.”Alesha berjalan lebih dekat, tampak canggung. Ia menatap Viana sejenak, lalu berkat
Terakhir Diperbarui: 2025-07-28
Chapter: 187 || Mengenang Satya
Usai upacara, langit berubah keemasan. Mentari menggantung lebih rendah, menyelimuti halaman SMA Galaksi dalam cahaya hangat yang temaram.Orang-orang mulai menyebar. Ada yang sibuk berfoto, ada yang tertawa—bahkan menangis bahagia. Balon-balon putih dan emas dilepas ke langit, perlahan menjauh dari jangkauan. Tapi di satu sudut, waktu seakan berhenti.Viana berdiri di bawah pohon trembesi, mendongak menatap balon-balon yang menjauh. Di tangannya tergenggam erat selembar surat kelulusan, tapi hatinya terasa berat. Ada sesuatu yang belum selesai.Sagara berjalan menghampiri, diam-diam berdiri di sisinya. Tak ada kata. Hanya tatapan panjang ke langit, ke arah balon yang makin tinggi—satu di antaranya tersangkut di dahan pohon. Menggantung. Tak ikut terbang.“Kayak Satya ya,” gumam Viana, lirih.Sagara mengangguk pelan. “Dia nggak pernah benar-benar pergi.”Viana menunduk. “Aku masih ingat suara teriakannya waktu hari itu pas dia nyuruh aku pergi. Masih terngiang. Kadang muncul waktu aku
Terakhir Diperbarui: 2025-07-28
Chapter: 186 || Hari Kelulusan
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, begitupun bulan berganti bulan. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari kelulusan telah tiba.Langit pagi membentang biru lembut di atas gedung megah SMA Galaksi, sekolah swasta elite yang hari ini penuh dengan wajah-wajah berseri dan mata-mata yang sembab karena haru. Deretan mobil mewah terparkir rapi di pelataran, menandai kedatangan para orang tua yang bangga dan siap menyaksikan momen penting anak-anak mereka.Di antara kerumunan yang berdiri di bawah naungan pohon trembesi tua, Viana berdiri dengan anggun mengenakan kebaya putih gading yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan siluet sederhana tapi elegan. Rambutnya disanggul rapi, dihiasi jepit mutiara kecil yang berkilau saat cahaya matahari menyapunya. Wajahnya yang biasanya kuat kini tampak tenang, dengan senyum kecil yang menggantung di sudut bibir.Sagara berdiri tak jauh darinya, mengenakan jas hitam yang dipadukan dengan dasi warna burgundy. Tatapannya sesekali mel
Terakhir Diperbarui: 2025-07-28
Chapter: 185 || Memulai Kembali
Mobil melaju perlahan meninggalkan rumah itu. Di kaca belakang, cahaya lampu rumah masih terlihat, begitu pula dua bayangan orang dewasa yang berdiri terpaku di depan garasi, diterpa angin malam yang dingin dan bisu."Papa nolak buat ceraikan Tante Alesha." Viana tertawa pelan, penuh luka. "Nggak ada cara lain selain nerima keberadaan Tante Alesha dalam hidup aku."Viana menoleh pada Sagara yang mulai menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumah. Saat ini tujuan mereka apartemen. Apartemen yang kata Sagara, menjadi tempat tinggal mereka setelah menikah. "Aku senang kamu dengerin nasihat aku buat maafin mereka. Mereka orang tua kamu sekarang, meskipun kamu masih nggak bisa nganggep Tante Alesha sebagai Mama kamu. Tapi ingat kasih sayang yang selalu Tante Alesha curahkan ke kamu, Viana!" Sagara menggenggam tangan Viana dengan lembut, dan hangat. Tangan yang sudah lama tidak dia genggam, bahkan terasa sangat jauh dari jangkauannya. Viana tersenyum lebar. "Makasih ya, Sagara. Kam
Terakhir Diperbarui: 2025-07-27
Chapter: 184 || Damai
"Viana!"Suara itu memecah keheningan malam yang bergantung di antara lampu-lampu taman rumah besar bergaya Eropa. Viana baru saja membuka pintu mobil ketika suara Arthur menggema, membuat langkahnya terhenti. Tangannya masih menggenggam handle pintu, tapi tubuhnya membeku di tempat. Matanya memejam sesaat, mencoba menahan semua rasa yang mengendap sejak tadi.Arthur mendekat. Kemeja putihnya tampak kusut, dasi tergantung longgar di leher. Wajahnya lelah, tapi matanya penuh ketegangan. Di belakangnya, Alesha berdiri beberapa langkah, memeluk tas kerja ke dadanya, sementara Sagara berdiri di sisi mobil, menyandarkan punggung ke pintu dengan lengan terlipat."Viana, dengar dulu Papa minta maaf."Suara Arthur serak. Bukan karena dingin, tapi karena sesuatu yang sudah lama menyesak. Matanya memohon. Bukan seperti tatapan seorang ayah yang memarahi anaknya. Tapi seperti seseorang yang akhirnya menyadari betapa besar kesalahan yang telah ia lakukan, dan seberapa besar luka yang telah dibiar
Terakhir Diperbarui: 2025-07-27
Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa

Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa

Yuwen Shuang, 21 tahun, adalah putri buangan Kekaisaran Yuwen, yang sejak bayi telah disingkirkan jauh dari istana. Saat ia dipanggil kembali, harapan yang ia rasakan segera sirna. Kepulangannya hanyalah alat Kaisar untuk memanipulasi kekuasaan. Ia dipaksa menikah dengan Zhao Fenglin, jenderal muda berwajah buruk rupa. Bukan karena cinta, tapi untuk menahan ambisi Fenglin dan memastikan ketaatannya pada Kekaisaran. Di balik pernikahan paksa itu, intrik istana terus mengintai saudaranya yang iri, selir yang licik, dan rahasia masa lalu yang menakutkan. Sementara itu, Fenglin sendiri membawa identitas tersembunyi dan dendam yang membara, membuat Yuwen Shuang harus berhati-hati setiap langkahnya. Bisakah Yuwen Shuang bertahan di tengah permainan kekuasaan, rahasia yang mematikan, dan pernikahan yang tidak ia pilih? Ataukah ia akan menjadi pion Kaisar dalam pertarungan yang jauh lebih besar daripada dirinya sendiri?
Baca
Chapter: 050 || Target
Sekitar setengah hari kemudian, jalur hutan itu perlahan mulai berubah.Pepohonan yang tadinya rapat mulai jarang. Tanah yang sebelumnya hanya berupa jalan kecil di antara akar-akar pohon kini semakin lebar, menandakan bahwa mereka semakin dekat dengan jalur utama.Tidak lama kemudian, atap-atap rumah mulai terlihat di kejauhan. Sebuah kota kecil. Tidak terlalu besar, tapi cukup ramai karena berada di jalur perjalanan menuju ibu kota.Beberapa pedagang terlihat membuka lapak di tepi jalan. Orang-orang lalu lalang membawa barang, sementara suara percakapan bercampur dengan derap kuda yang sesekali melintas.Rombongan Zhao Fenglin memasuki kota itu tanpa banyak menarik perhatian. Meskipun pakaian mereka tampak sedikit kusut karena perjalanan panjang, keberadaan prajurit berkuda di jalan seperti ini bukanlah sesuatu yang terlalu aneh.Gu Liang mengamati sekitar dengan waspada.“Setidaknya kita bisa beristirahat dengan layak malam ini,” gumamnya pelan.Wei Chen mengangguk.“Aku bahkan tid
Terakhir Diperbarui: 2026-03-07
Chapter: 049 || Bahaya
Pria itu kembali menangkupkan tangan. “Kami sedang melakukan patroli di jalur perbatasan menuju ibu kota,” jawabnya jujur. “Kami tidak menyangka akan bertemu Jenderal Zhao di tempat seperti ini.” Gu Liang dan Wei Chen saling bertukar pandang. Patroli, berarti mereka memang kebetulan melewati jalur ini. Ekspresi Zhao Fenglin tidak berubah. Namun tatapannya kini sedikit melunak. “Di depan jalur ini,” lanjut pria itu, “sekitar setengah hari perjalanan, ada kota kecil di tepi jalan utama menuju ibu kota.” Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan, “Jika Jenderal membutuhkan tempat untuk beristirahat, ada beberapa penginapan di sana.” Angin pagi kembali berhembus di antara pepohonan. Beberapa prajurit Zhao Fenglin tampak sedikit lega mendengar itu. Namun Zhao Fenglin tidak langsung menjawab. Tatapannya sekilas jatuh pada Yuwen Shuang yang masih duduk di depannya. Wajah gadis itu tampak pucat setelah perjalanan panjang dan kurang istirahat. Setelah beberapa saat, Zhao Fenglin akhir
Terakhir Diperbarui: 2026-03-07
Chapter: 048 || Pasukan Pengawal Kekaisaran
Gu Liang tidak langsung menjawab. Ia menunjuk ke arah tanah yang sedikit lembap oleh embun pagi.“Jejak kuda itu.”Wei Chen yang mendengar itu ikut memelankan laju kudanya. Ia menunduk untuk melihatnya. Jejak itu masih baru. Dan jumlahnya tidak sedikit.Gu Liang langsung mengangkat kepalanya ke arah Zhao Fenglin yang berada di depan.“Jenderal.”Nada suaranya kali ini jauh lebih serius.Zhao Fenglin memperlambat kudanya.“Ada apa?”Gu Liang menunjuk ke arah jejak di tanah.“Sepertinya kita tidak sendirian di hutan ini.”Angin pagi bertiup pelan di antara pepohonan.Namun entah mengapa, suasana hutan itu tiba-tiba terasa jauh lebih sunyi dari sebelumnya.Yuwen Shuang ikut menoleh. Laku kuda Zhao Fenglin terhenti perlahan, diikuti oleh yang lainnya. Mo Jian dan Shen Yu saling pandang. Ada yang baru saja melewati hutan ini sebelum mereka.Gu Liang turun dari kudanya.Ia berjongkok di dekat tanah yang masih lembap oleh embun pagi. Tangannya menyentuh bekas tapak kuda itu dengan hati-hat
Terakhir Diperbarui: 2026-03-06
Chapter: 047 || Canggung
Zhao Fenglin terdiam sesaat.Tatapannya jatuh pada wajah Yuwen Shuang yang menatapnya dengan ekspresi polos, seolah pertanyaannya tadi adalah sesuatu yang sangat wajar.Beberapa detik berlalu dalam keheningan.Gu Liang yang berdiri tidak jauh dari mereka hampir tersedak udara.Namun ia buru-buru memalingkan wajah, pura-pura memperhatikan para prajurit yang sedang merapikan perlengkapan.Zhao Fenglin akhirnya menarik napas pelan.“Untuk membantumu bangkit.”Nada suaranya tetap datar seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.Yuwen Shuang berkedip beberapa kali.“Oh.”Baru setelah itu ia tampak menyadari maksud uluran tangan tersebut. Pipinya kembali terasa sedikit panas. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia perlahan mengulurkan tangannya dan meletakkannya di telapak tangan Zhao Fenglin.Tangan kekar pria itu terasa hangat dan kuat.Dengan satu tarikan ringan, Zhao Fenglin membantu Yuwen Shuang berdiri dari tempatnya bersandar pada pohon.Tubuh gadis itu masih sedikit goyah sesaat setelah
Terakhir Diperbarui: 2026-03-06
Chapter: 046 || Melanjutkan Perjalanan
Cahaya pagi perlahan menembus celah-celah dedaunan.Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, membuat hutan itu tampak sunyi dan lembap. Sisa embun menempel di rerumputan, sementara api unggun kecil di tengah rombongan hanya menyisakan bara merah yang hampir padam.Malam tadi mereka tidak melanjutkan perjalanan.Zhao Fenglin memutuskan untuk berhenti sementara. Meski sudah keluar dari pusat wilayah Kerajaan Ling, mereka masih terlalu dekat untuk merasa aman. Para prajurit beristirahat secara bergantian.Sebagian duduk bersandar pada batang pohon dengan pedang tetap berada di sisi mereka. Sebagian lagi berjaga di sekitar area perkemahan sederhana itu, mata mereka sesekali menyapu ke arah pepohonan yang masih diselimuti kabut.Gu Liang berdiri tidak jauh dari api unggun yang hampir mati. Ia menatap sekeliling hutan sebelum akhirnya berjalan mendekat ke arah Zhao Fenglin.“Jenderal,” panggilnya pelan.Zhao Fenglin berdiri di dekat salah satu pohon besar sejak tadi. Ia hampir ti
Terakhir Diperbarui: 2026-03-06
Chapter: 045 || Selir Wei Ruyin
“Tentu saja, Niangniang! Anda ingin meminta aku melakukan apa?” tanya Bibi Sun dengan lembut.Selir Li Mei tampak ragu. Tapi ia tetap mengatakannya. “Besok pagi, aku minta tolong kau datang ke kediaman Jenderal Zhou. Tanyakan pada Nyonya Zhao, apakah ada kabar tentang putriku!”Bibi Sun mengangguk. “Baik, Niangniang. Aku akan melakukannya.”Selir Li Mei menghela napas pelan. “Aku mohon, jangan sampai ada orang Istana yang melihat kepergianmu, Bibi Sun.”“Baik, dimengerti.”Selir Li Mei sadar, kalau kabar penculikan putrinya hanya dianggap angin lalu oleh pihak Istana. Kaisar tidak pernah mengakui keberadaan Yuwen Shuang sejak gadis itu lahir. Jadi ia tak bisa mengharapkan Kaisar untuk menyelamatkannya. Jangankan menyelamatkannya, mengharapkan simpati saja ia rasa tidak mungkin.Bibi Sun terdiam beberapa saat setelah mendengar kata-kata itu. Tatapan wanita tua itu melembut. Ia telah mengikuti Selir Li Mei sejak sebelum Yuwen Shuang lahir. Ia tahu betul betapa beratnya kehidupan majika
Terakhir Diperbarui: 2026-03-05
Pesona Istri Presdir Posesif

Pesona Istri Presdir Posesif

Anindya Prameswari, 25 tahun seorang penulis novel. Dia meninggalkan keluarga aslinya yaitu keluarga Danendra karena perjodohan bisnis. Dia memilih menikah dengan Lingga Aditama, seorang sutradara yang terkenal di kota Pandora. Namun, selama 3 tahun mereka menikah, Lingga tidak pernah memperlakukan Anindya seperti seorang istri. Lingga berselingkuh di belakang Anindya, sampai dia bertemu dengan Ivander Alessandro yang menyelamatkannya dari Lingga yang hampir melecehkannya. "Maaf, aku berjanji akan bertanggung jawab nanti!" Ivander mengucapkan itu dengan sungguh-sungguh sambil menatap wajah Anindya dengan rasa bersalah.
Baca
Chapter: 125 || Permintaan Maaf Lingga
Hujan baru saja reda ketika Ivander memarkirkan mobilnya di pelataran rumah. Aroma tanah basah memenuhi udara, seperti kenangan lama yang dipaksa mengapung kembali. Di ruang tamu, keheningan menggantung seperti lampu yang belum menyala. Anindya duduk di sofa, mengenakan kemeja tipis berwarna biru laut. Wajahnya tenang, tapi tatapannya jauh.Sudah dua bulan lebih pernikahan mereka. Kini dirinya dan Anindya tinggal di rumah besar dan mewah yang Ivander hadiahkan untuk Anindya. Disela kesibukannya, dia selalu rutin mengantar Anindya ke lokasi syuting. Namun, ketika pulang dia meminta tangan kanannya untuk menjemput sang istri. Nama Anindya kini terkenal, karena wanita itu memerankan film Dalam Jejak Cinta yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Anindya sendiri. Meskipun tidak semua orang di kota Pandora menyukai Anindya, ada banyak juga yang menghujat Anindya. Katanya, Anindya merupakan aktris dadakan. Dia memiliki orang dalam sehingga bisa langsung menggantikan peran Melani. Pad
Terakhir Diperbarui: 2025-07-28
Chapter: 124 || Keputusan Lingga
"Tapi kondisi kalian cukup mengkhawatirkan," petugas polisi menimpali. "Dan lokasi kecelakaan itu perlu kami tinjau, memastikan tidak ada hal yang mencurigakan." Rizhar merasakan detak jantungnya semakin cepat. Jika polisi menelusuri lebih jauh, mereka bisa menemukan jejak penculikan Ivander. Dan jika itu terjadi, Rizhar tahu masalah ini tidak akan berhenti di sini. "Kami sudah melewatinya, Pak." Lingga akhirnya berbicara, suaranya terdengar sedikit serak. "Kami hanya ingin pulang, bertemu keluarga, dan melupakan kejadian itu. Kami tidak ingin memperpanjang masalah." Petugas polisi saling bertukar pandang, tampaknya tidak puas dengan jawaban mereka. "Begini, Tuan Lingga—" "Tolong, Pak," Lingga memotong dengan suara yang lebih tegas. "Kami hanya ingin pulang." Keheningan mengisi ruangan. Marisa tampak semakin cemas. Sedangkan, Melani yang sejak tadi memperhatikan Lingga dari kejauhan melangkah mendekat. Dia terlalu syok melihat kehadiran Lingga dengan jarak satu meter di de
Terakhir Diperbarui: 2025-04-28
Chapter: 123 || Bertemu Marisa
"Lingga, akhirnya kamu kembali, Nak!" Marisa yang melihat presensi Lingga yang melangkah memasuki kantor polisi segera berteriak dengan lantang. Dia berlari menerjang putranya dengan pelukan erat. "Astaga, Lingga!" Suaranya bergetar penuh emosi. Pelukannya begitu erat, seolah berusaha memastikan bahwa putranya benar-benar nyata berada di depannya. Seminggu tanpa kabar, seminggu penuh kecemasan yang menggerogoti hatinya setiap detiknya. Lingga meringis pelan saat pelukan sang Ibu menyentuh luka pada punggungnya. Pukulan besi yang dilayangkan oleh anak buah Ivander pada punggungnya menyisakan luka dengan rasa sakit yang luar biasa. Marisa yang mendengar Lingga meringis kesakitan. Buru-buru melepaskan pelukannya. Dia memeriksa tubuh Lingga dengan rasa khawatir dan panik yang begitu kentara. "Maaf, Mama nggak tau, Nak. Bilang sama Mama mana yang luka!" Marisa segera memeriksa seluruh tubuh Lingga. Untuk mengecek semua luka yang memenuhi tubuh putranya. Namun, dengan cepat Li
Terakhir Diperbarui: 2025-04-28
Chapter: 122 || Siaran Televisi
"Pandora — Dunia hiburan kota Pandora kembali dihebohkan dengan kabar menghilangnya Lingga Aditama, mantan sutradara ternama yang terseret dalam skandal perselingkuhan dengan aktris papan atas, Melani Adisti." ‎ Ivander mengambil duduk di samping sang istri yang tengah fokus menatap layar televisi. ‎"Setelah skandal mereka terungkap ke publik sebulan lalu, keduanya secara resmi dipecat dari agensi masing-masing akibat pelanggaran kontrak dan pencemaran nama baik institusi. Pemecatan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan media hiburan." Ivander yang semula terkejut. Kini terlihat sangat santai, dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Matanya menatap istrinya dari samping, mengabaikan siaran berita pagi ini di televisi. ‎ "‎Namun kini, perhatian publik kembali tertuju pada kasus ini. Lingga Aditama dilaporkan menghilang sejak tujuh hari yang lalu. Keluarga menyatakan bahwa sejak pekan lalu, Lingga tidak dapat dihubungi sama sekali." Anindya menoleh pada Iva
Terakhir Diperbarui: 2025-04-17
Chapter: 121 || Kopi Buatan Anindya
"Sayang, urusan semalam bener-bener mendadak. Jadi, mereka terpaksa hubungin aku buat bahas masalah perusahaan." Ivander mengambil duduk di samping sang istri, dia menarik pelan dagu Anindya agar menatapnya. "Udah, ya jangan marah lagi. Aku bener-bener minta maaf." Ivander membujuk Anindya dengan nada lembut, berharap istrinya akan luluh dengan bujukannya. Tidak semudah itu, Anindya masih saja kesal dengan Ivander yang meninggalkan dirinya semalaman. Entahlah, dirinya masih tidak mengerti kenapa harus sekesal ini. Padahal, tidak ada yang dirugikan sama sekali. Hanya karena dirinya menahan rasa penasaran sambil menunggu kembalinya Ivander dan berakhir ketiduran. Itu yang membuat Anindya misah-misuh sejak bangun tidur. Beruntung suaminya itu saat dirinya terbangun pagi tadi sudah berada di sisinya tengah memeluk tubuhnya dengan hangat. Jika, tidak ada Ivander di sisinya. Mungkin Anindya semakin marah besar pada Ivander. "Sayang, kita baru menikah tiga hari. Masa udah r
Terakhir Diperbarui: 2025-04-16
Chapter: 120 || Rasa Kesal Anindya
"Kamu semalam pulang jam berapa, Ivan?" Di dalam dapur villa yang luas dan minimalis, suasana hangat dan nyaman memenuhi ruangan. Dinding kaca besar menghadap langsung ke laut, memberikan pemandangan yang sempurna untuk memulai hari. Lantai kayu berwarna terang terasa hangat saat Ivander melangkah, sementara Anindya tengah mempersiapkan sarapan di meja marmer yang mengkilap. Dapur yang dipenuhi dengan peralatan modern dan rak terbuka berisi berbagai macam rempah dan bahan makanan segar, memberikan kesan mewah namun tetap terasa santai. Di atas meja, terdapat satu cangkir kopi hitam pekat yang mengepul, aroma kopi yang khas menyebar memenuhi udara. Di sebelahnya, roti panggang yang masih hangat diletakkan di atas piring, dengan selai buah segar dan mentega yang meleleh perlahan. "Sekitar jam sepuluh. Maaf, ya kamu sampai ketiduran nungguin aku." Ivander mendekat pada sang istri. Dia mengusap surai panjang Anindya yang kini duduk di meja makan bersiap memulai sarapan paginya. Di
Terakhir Diperbarui: 2025-04-10
Anda juga akan menyukai
WANITA SIMPANAN
WANITA SIMPANAN
Romansa · Zee Zee
43.5K Dibaca
One Night Stand
One Night Stand
Romansa · Miss.EA
43.5K Dibaca
KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN
KEJUTAN UNTUK HARI PERNIKAHAN
Romansa · Empat Siti Patonah
43.5K Dibaca
Sang Pengacara
Sang Pengacara
Romansa · Kanietha
43.5K Dibaca
SISTEM HAREM : Penakluk Wanita
SISTEM HAREM : Penakluk Wanita
Romansa · Akabane Karma
43.5K Dibaca
JODOH PILIHAN MAMA
JODOH PILIHAN MAMA
Romansa · ET. Widyastuti
43.2K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status