LOGINAnushka is a single mother and CEO of a profitable acquisitions firm. The last thing on her mind was getting involved with a man when her last relationship was filled with abuse and lies. However, when she and her daughter Dakota go on vacation they meet Jordan on the beach and her plans start wavering. Will Jordan be able to show Anushka and Dakota that love can mend even the most shattered of hearts or will others be able to tear them apart before they have a chance at love?
View More“Liu Heng, kau akan pergi ke desa untuk ikut dalam seleksi untuk menjadi cultivator. Kau harus ikut!” ucap Kakeknya dengan tegas. Dia ingin cucu satu-satunya menjadi seorang cultivator. Itu adalah sesuatu kebanggaan bagi semua orang, tetapi bukan itu alasan utamanya.
“Tetapi kakek, aku tidak bisa berkultivasi. Kekek tahu sendiri kalau dantian ku itu cacat. Aku tidak bisa mengelola energi qi yang berarti aku tidak akan bisa menjadi cultivator. Aku lebih di sini dan mengurus kakek saja,” ungkap Liu Heng.
Liu Heng dan Kakeknya—Lin Jie—tinggal di hutan yang tidak jauh dari desa Kàojìn. Mereka hanya tinggal berdua saja tanpa ada orang lain. Liu Heng bukan cucuk kandung Lin Jie. Pada saat itu dia menemukan seorang wanita yang berlumuran darah datang ke gubuk kecil miliknya sambil menggendong bayi dan memberikan bayi itu kepadanya dan wanita itu langsung pergi begitu saja.
Beberapa saat kemudian segerombolan prajurit kekaisaran datang ke gubuknya Lin Jie juga. Mereka menanyakan tentang wanita yang membawa bayi. Tentu saja Lin Jie berbohong dengan menunjuk arah yang lain. Setelah itu tidak ada kabar apa pun. Baik itu tentang wanita itu atau tentang prajurit Kekaisaran itu.
“Kau harus ikut seleksi itu. Kakek punya teman yang bisa membantu mu. Dia berjanji akan memasukkanmu ke dalam sekte agar kau bisa belajar kultivasi. Kau harus menjadi cultivator bagaimanapun caranya!”
“Apa yang mereka minta? Tidak mungkin mereka membantu kita tanpa imbalan apa pun. Tidak mungkin mereka dengan rendah hati membantu kita,” ucap Lie Heng. Dia menatap kakeknya dengan tajam. Mencoba untuk membuat kakeknya mengaku, tetapi tidak. Kakeknya tidak akan menjawab.
“Pokoknya kau pergi saja.”
“Apa yang membuat kakek sangat ingin aku menjadi cultivator? Padahal aku bisa menjadi sarjana. Aku yakin aku bisa bersaing dengan murid yang lain. Otak milikku cukup memadai dan menjadi sarjana tidak terlalu berbahaya. Kakek tahu sendiri kalau jalan seorang cultivator itu dipenuhi dengan kekejaman dan pertarungan. Mereka bisa saling membunuh satu sama lain,” keluh Liu Heng.
Dia memegang tangan kakeknya dan menatap dalam ke mata Kakeknya agar kakeknya tidak lagi berbohong. Liu Heng sudah menanyakan pertanyaan itu berulang kali, tetapi kakeknya selalu menghindar. Dia tidak menjawab.
Kakeknya menghela napas.
“Sepertinya aku tidak bisa berbohong lagi padamu,” ucap kakeknya dengan pasrah. Dia pun mengajak Liu Heng untuk duduk di kursi yang tidak jauh dari sana. Mereka sekarang duduk di bawah pohon besar yang rindang. “Kau bukanlah cucuku.” Liu Heng sama sekali tidak terkejut. “Kenapa kau tidak kaget?” Malah kakeknya yang kaget.
“Bukankah hal itu sudah bisa ditebak,” jawab Liu Heng. Kakeknya menyipitkan matanya. “Dari nama depan saja aku dan Kakek sudah berbeda. Aku bermarga Liu sedangkan Kakek bermarga Lin. Bukan hanya itu, Kakek juga tidak pernah membahas tentang kedua orang tuaku sama sekali. Hanya orang bodoh yang tidak bisa menebaknya.”
Kakek Liu Heng terdiam. Dia tidak menyangka kalau ternyata Liu Heng sudah tahu tentang fakta itu. Lin Jie merasa kalau apa yang dia sembunyikan selama ini sia-sia. Kalau dia tahu kalau sebenarnya Liu Heng sudah tahu, maka dia sudah membeberkan semuanya sejak lama. Lin Jie tidak memberitahukan itu karena dia takut Liu Heng tidak siap dan menjadi sedih, tetapi ternyata tidak.
“Kau tunggu di sini!” pinta Kakeknya.
Liu Heng pun menunggu di luar sementara itu kakeknya masuk ke dalam gubuk kecil milik mereka. Meski, Lin Jiu bukan kakek kandungnya, tetapi bagi Liu Heng dia adalah tetaplah kakeknya dan orang yang paling dia cintai.
Tidak lama kemudian kakeknya keluar dengan membawa sebuah kain yang sangat indah. Kain itu berwarna merah dengan bagian pinggirnya berwarna emas. Kain itu di tengah-tengahnya bergambar seekor naga yang seolah sedang menatap orang yang ada di dekatnya. Gambar itu terlihat sangat nyata dan terasa hidup.
“Ini adalah kain yang kau gunakan ketika ibumu memberikan kau padaku. Waktu itu dia terluka sangat parah. Dia langsung pergi setelah memberikan kau padaku. Dia sedang di kejar oleh lima orang prajurit kekaisaran. Aku tidak tahu kenapa dia bisa seperti itu, tetapi kau berhak tahu kebenarannya. Kau harus menjadi cultivator dan pergi ke istana kekaisaran untuk mencari kebenarannya. Kalau tidak ke sana pun tidak masalah, kau bisa mengumpulkan informasi di jalan atau di mana pun. Yang jelas kau harus pergi dari desa ini atau gubuk jelek ini,” ungkap kakeknya. Liu Heng mengerti apa yang dimaksud kakeknya, tetapi untuk meninggalkan kakeknya, itu adalah hal sulit untuk dilakukan. Mereka sudah bersama sangat lama.
“Aku tidak peduli dengan itu. Aku sudah punya Kakek, aku tidak bunuh orang lan.”
Lin Jie menggeleng pelan, “Tidak bisa seperti itu. Bagaimanapun kau harus bertemu dengan orang tuamu. Aku yakin dia sedang menanti mu kembali. Aku rasa mereka masih hidup.” Liu Heng terdiam. Di lubuk hatinya dia memang ingin tahu seperti apa kedua orang tuanya. Tidak ada anak yang tidak ingin mendapatkan kasih sayang orang tua kandungnya.
“Apa hubungannya dengan aku harus menjadi cultivator?”
“Entah kenapa aku yakin kalau jalan mencari keluargamu itu sangat berat dan berbahaya. Makanya kau harus menjadi cultivator. Kau harus menjadi sangat kuat hingga tidak ada yang bisa menghalangi jalanmu termasuk prajurit kekaisaran yang mengejar ibumu. Aku ingin kau bisa berkumpul bersama lagi dengan keluarga asli mu,” jawab Lin Jie. Dia tersenyum lembut ke arah Liu Heng. Kakeknya memang orang yang sangat baik dan lembut. Dia tidak pernah marah ataupun membenci siapa pun. Padahal banyak orang yang menghina dirinya, tetapi dia tetap bersabar dan menghadapi mereka dengan senyuman.
Liu Heng bahkan pernah marah dengan kakeknya. Dia hampir saja memukul orang yang membentak kakeknya, tetapi untung saja Lin Jie menghalangi Liu Heng. Itu kejadian yang sudah cukup lama.
Liu Heng memang tidak bisa berkultivasi, tetapi ilmu pedangnya sangat luar biasa. Dia tidak pernah di ajari oleh siapa pun. Dia hanya mendapat sedikit petunjuk dari kakeknya. Dia adalah anak yang paling ditakuti di desa. Anak seusia dirinya memang banyak yang belum bisa berkultivasi. Hanya ada beberapa yang sudah masuk ke tahap penempaan tulang, tetapi dengan ilmu berpedang milik Liu Heng. Itu bukan masalah.
“Aku tidak ingin pergi meninggalkan Kakek, tetapi kalau itu adalah keinginan Kakek, maka aku akan mengikutinya. Aku akan ikut seleksi itu dan menjadi cultivator dan menemukan orang tua ku. Setelah semuanya selesai, maka aku akan menjemput kakek dan membawa kakek ke tempat yang lebih layak.” Liu Heng memegang tangan kakeknya dan menciumnya dengan lembut. Kakeknya tersenyum
“Kau adalah anak yang sangat baik dan sangat berbakti. Aku harap kau akan tetap seperti ini,” ungkap kakeknya.
One Year LaterAnushka's P.O.V. I look at myself in the full-length mirror and smile. I met Jordan eighteen months ago, and he adopted Dakota a year ago. Now we are finally getting married. The past year has been a whirlwind. Both of our businesses are thriving, and our families are growing. Yurkov and Corrine are expecting a daughter in a couple of months. They got married right after they reconciled. My other four brothers have calmed down and are all dating women I approve of. Yes, they asked for mine and Dakota's approval. I turn to look at the other two women. Courtney and Dina are also getting married today. We decided to do it together, just like we did with the adoptions. Another thing we all did unplanned was get pregnant. The three of us have small, matching baby bumps. We're due in six months, within weeks of each other. As I said, this past year has been a whirlwind. "You two look so beautiful," I say as we stand together. Our dresses are all white, but they're slig
Friday Before Father's DayAnushka's P.O.V. I'm so excited. Not only am I basically back to normal now, but today is going to be life-changing for three families. Jordan, Bobby, and Gavin are going to officially become fathers today. We are going to the courthouse to finalize the adoptions. I don't know who's more excited: the kids, the dads, or us moms. We thought doing it right before Father's Day would be perfect. "Mommy, are you ready for me to adopt Daddy?" Dakota asks, running into the bedroom with her blonde curls bouncing. She's wearing her favorite blue dress that her grandpa bought her. She insisted that we all wear blue to match. So I'm in a blue dress, and Jordan is in black pants with a blue button-up shirt. I lean down to kiss her cheek. It still hurts when I lift her. "I can't wait. Is everyone else ready?" I ask, taking her hand. "Yep." Dakota leads me out to the living room, where everyone is gathered. Courtney is with Bobby and her two kids, Sarah and Tyler. Di
Anushka's P.O.V. As we pull up to the enormous mansion, Dakota and the other kids squeal with excitement. Noah even laughs when they see the giant fire-breathing dragon. It's a large blow-up. I don't even know where they found something that size. As we get out of the SUV, my dad and brothers are waiting for us. They all hold open their jackets to show they don't have guns. Dakota runs over to them and jumps into my dad's arms. "You got me a real dragon," she says excitedly. He kisses her cheek and laughs. "Of course we did." We all turn when another car pulls up. Yurkov takes a deep breath and walks toward it. I see a beautiful woman with dark brown hair get out before helping a little boy who looks like my brother out of the back. Dakota has my dad put her down, and she walks over to them. "I'm Dakota. Are you Corrine and Luka?" she asks them. Luka looks at her shyly while Corrine smiles. "Yes, we are. Thank you for letting us come to your birthday party." Corrine says. Dako
Anushka's P.O.V. I wake up and stretch. I can finally sleep with Jordan in our regular bed instead of the hospital bed. My chest still hurts, and it will for a while, but I can move on my own now. I roll over and look at Jordan. He's so handsome and looks so peaceful in his sleep. I can't imagine life without him now. I met with my mom's attorney, who contacted me regarding her inheritance. It had grown so much that it was in the billions. I have no need for the money so I told him to let it sit there. Eventually, I'll have it put into a trust for Dakota and any future children we have. Today is Dakota's birthday. I can't believe she's five, although sometimes it feels like she's a lot older than five. Dad and my brothers said they had everything ready for her special day. All we have to do is show up. I'm a little nervous. This will be our first time going to the compound, but Dad guarantees we'll be safe. I guess I've seen too many movies because all I can picture is there being






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews