Mr Mafia is my husband

Mr Mafia is my husband

last updateLast Updated : 2023-09-03
By:  LilyOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
20Chapters
1.9Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

All her life Gia had known she would be married off to the oldest heir of the Armani family but when he suddenly dies weeks before the wedding, she is handed over to his youngest brother, Vito Armani. Vito Armani is the next head of the Italian Mafia after his brother dies. He's cold, unfeeling and completely emotionless. When Gia comes into his life he can't resist her. She's delicate and innocent and he wants to ruin her and taint every inch of her. However there are obstacles in their ways; the truth about Gia threatens to break their relationship. Gia's arrangement to marry into the Armani family was calculated by Giovanni, Vito's father. He wants to use her to hurt her family and to destroy them for a crime her father committed against the Armanis, but Vito wants to protect her and shield her from everything. Vito is Gia's sexual awakening, pleasuring her in ways she didn't know existed. She is a virgin, and her innocence and purity is what draws Vito to her. Beyond her body and the intense pleasure she gives him, he falls in love with the shy little girl inside. Massimo Armani, Vito's older brother falls in love with Gia as well, finding her at her weakest moments and giving her the care she desperately needs. When Vito's mistress finds out she's pregnant with the first grandson of the Armani Clan, everything comes crumbling down. Gia finds comfort and consolidation in Massimo's arms again. Will she give up on Vito, or stand by him like he stood by her? . . . Vito's eyes rover all over my body. "Strip." His voice was a command, dominant, rough and it made my panties dampen a little more when I thought I couldn't possibly get wetter.

View More

Chapter 1

Welcome home, Miss Gia

Raymond si pria muda tampan berbodi bagus ini senyum ceria, malam ini adalah malam sakral baginya dan Rahma, istrinya. Ulang Tahun ke 4 mereka sebagai suami istri.

Raymond hanyalah sales sebuah dealer mobil yang dikatakan sulit laku, karena jual mobil-mobil asal negeri Tiongkok.

Sial…masih separuh jalan lagi sampai rumah, Raymond terpaksa berteduh, hujan yang tadi sudah gerimis, kini turun dengan derasnya.

Tiba-tiba ponsel jadulnya bunyi, ada chat masuk. Raymond pikir istrinya yang ngontak karena ini sudah pukul 21.00 lewat, tapi saat di buka, ternyata dari nomor tak di kenal.

“Hmm…siapa pengirimnya, kok ada lampiran fotonya,” batin Raymond, kaget saat membuka kiriman tiga buah foto tersebut.

Matanya melotot, jantungnya berdegup kencang. Foto itu perlihatkan seorang wanita cantik dengan rambut panjangnya dan gaun malamnya yang berwarna merah menyala sangat seksi, sampai perlihatkan pakaian dalamnya yang membayang.

Siapapun laki-laki normal pasti tergoda!

Walaupun gambar ini sedikit buram, karena di ambil secara sembunyi-sembunyi dan tempatnya seperti-nya sebuah pub atau klub malam, tapi wajahnya masih bisa di kenali.

Si wanita ini tak sendirian, ada seorang pria setengah tua yang terlihat merangkul si wanita seksi ini dan mengecup pipinya dengan mesra.

Wanita itu mirip sekali dengan…Rahma istrinya.

Raymond…serasa tak menjejak bumi, tubuhnya seketika mematung.

Benarkah itu Rahma…kenapa dia begitu dekat dan akrab dengan pria setengah tua necis dan terlihat sangat kaya raya itu?

Jadi…isu-isu miring yang selama ini dia dengar, sejak karir istrinya melejit dan kalahkan dirinya, di peroleh Rahma dengan cara selingkuh…apakah benar adanya?

Saking marahnya, Raymond letakan begitu saja kue berharga 145 ribu di sebuah halte tempatnya berteduh tadi. Dan tak peduli hujan deras, ia tancap gas pulang ke rumah mereka.

Raymond tak melihat mobil istrinya di garasi, artinya Rahma belum pulang!

Hatinya yang emosi kini dia redam, dengan berpikir positif, paling wanita di foto itu hanya mirip.

Tapi…kenapa 3 foto itu dikirim ke dia…apa maksudnya? Pikirnya dengan galau.

Pukul 23.45 menitan terdengar mobil datang, Rahma istrinya membuka pintu dan langsung menuju kamar.

Mereka berdua memang bawa kunci rumah masing-masing.

Melihat Raymond sudah ‘tidur’ dengan memunggunginya, Rahma hanya hela nafas, dia lalu ke toilet dan hapus make up cetar-nya.

Padahal Raymond aslinya belum tidur, hatinya masih galau dan panas dengan foto itu.

Tak sampai 15 menitan usai merebahkan diri di sisinya, dengkur halus Rahma terdengar. Raymond berbalik dan melalui siluet lampu tidur dia melihat wajah istrinya seperti orang yang sangat kelelahan…!

“Hmm…dia lupa dengan ulang tahun ke 4 pernikahan? Tapi…kenapa dia begitu terlihat lelah..?” kembali batin Raymond berkata, rasa curiga makin menjadi-jadi.

Paginya di meja makan…

Raymond masih terngiang-ngiang dengan kiriman 3 foto yang belum ia hapus, saat melihat istrinya kini terlihat makin cantik dengan blouse warna krimnya.

Di tambah rambut panjang yang sengaja dikritingin dan diberi warna coklat melewati bahunya, plus parfum mahal, cantik sekali Rahma ini di tambah kulit tubuhnya yang putih dan mulus serta semampai.

Rahma memang terlahir blasteran, ayahnya asli Australia, ibunya Sunda.

Mulut Raymond sudah gatal ingin bertanya, kemana saja istrinya hampir pukul 00.00 baru pulang tadi malam.

Tapi mulutnya kalah start, bibir Rahma yang di lapisi lipstick merah menyala duluan bicara.

“Bang, siang nanti mama tiriku dan kakak perempuanku datang dari Australia, mereka akan nginap di tempat kita selama di Jakarta. Katanya rumah mereka sedang di renovasi, jadi sementara pulang ke tanah air dulu, sekalian travelling,” cetus Rahma, sambil memotong roti dan memakannya perlahan.

Raymond diam saja, dia menunggu, apakah istrinya ingat hari ini genap 4 tahun mereka jadi suami istri?

Tapi…sampai Rahma pamit duluan ngantor, tidak ada sama sekali ucapan istrinya tentang ultah itu. Raymond hanya hela nafas panjang.

Padahal ini hari Minggu, tapi Rahma tetap kerja!

“Oh ya…aku mungkin pulang malam lagi, soalnya aku menemani bos di kantor metting dengan klien kakap, yang akan bangun pusat perbelanjaan di Kalimantan,” cetus Rahma lagi sebelum berlalu dari hadapan Raymond.

Si lelaki tak berdaya karena kalah karir dan penghasilan.

Dan kali ini Rahma tidak bawa mobil, tapi di jemput sebuah mobil….mewah!

Raymond hanya bisa mengangguk dan tidak ada ‘kuasa’ melarang. Ia tahu diri, saat ini, 90 persen kebutuhan rumah tangga mereka uangnya dari kantong Rahma.

Sejak karir Rahma melejit, mereka naik pangkat dari keluarga sederhana ke keluarga kelas menengah elit.

Kebutuhan hidup mereka pun otomatis menyesuaikan…mau tak mau, Rahma lah yang dominan keluar biaya!

Raymond bersihkan bekas makanan mereka, hal kecil yang dulunya dilakukan Rahma, kini dialah yang melakukannya, mereka memang tak memiliki pembantu.

Sesaat ia merasa harga dirinya jatuh ke titik rendah…!

**

BERSAMBUNG

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
20 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status