LOGINMy girlfriend, Celia Winters, had her first love save her life before, so she promised to do three things for him. The first time, he called her away to ride the Ferris wheel with him when I was supposed to propose to my girlfriend. The second time, he asked her to accompany him to see the northern lights while I was ill and hospitalized. I had a crush on my girlfriend for eight years, so I endured all of this. It was not until our wedding that my girlfriend publicly admitted that she had not married the one she loved the most. She comforted me, "Zane, I'll have nothing to do with Shane anymore after this. Could you please forgive me again?" However, I did not want to endure it any longer. Since she had not married the right person, I would let her marry him!
View MoreSeorang pemuda dengan tinggi rata-rata orang Indonesia, ah tidak. Sebenarnya, dia tergolong tinggi bagi orang Indonesia. Tingginya seratus tujuh puluh delapan senti meter. Dengan lingkar pinggang proporsional sekitar tujuh puluhan. Kulitnya sawo matang dengan wajah oval dan rambut cepak khas lelaki Idonesia. Dia sangat manis dan memukau. Senyum menawan dengan lesung pipi di sebelah kiri membuat dirinya menjadi idola dari kalangan penumpang, terutama wanita. Namun, tidak demikian hari ini.
“Pak, maaf. Saya mau menemui ibu Eliana Calandra Callista,” ijin pemuda itu. Ah, lupa memperkenalkan diri. Pemuda itu bernama Bayu Siswanto. Mungkin namanya kedengaran sangat “ndeso” kalau anak sekarang bilang. Tapi, di balik nama itu mengandung hoki. Dengan nama itu pula, dia mencapai apa yang orang lain sulit capai.
“Siapa kamu mau ketemu dengan bu Eliana? Kau seorang ojol? Mau meminta bantuan?” tanya satpam. Satpam itu mencibir dengan menunjuk-nunjuk lengan kanan Bayu, sehingga lelaki itu terdorong ke belakang. Duh, pak satpam. Baru menjadi satpam saja belagu.
“Maaf, Pak. Tapi saya di suruh beliau untuk menunggu di sini.” Satpam intu menilik lelaki itu ke atas ke bawah. Lelaki itu mengenakan sepatu merek terkenal yang limites edition. Akan tetapi, sekarang ‘kan banyak merek KW. Maka satpam itu menghinanya kembali. Rupanya, dia sesombong itu. Baru saja menjadi satpam sudah belagu setinggi langit.
“Sepatumu adidas? Cuih, model seperti kamu mengenakan sepatu adidas? KW berapa?” Ojol itu hanya diam saja, sambil tersenyum. Dia sebenarnya tidak ingin meladeni orang iseng seperti itu, namun dia harus bertemu istrinya di sana. Istrinya minta di jemput, dia pingin naik ojol katanya. Dia memang berbeda. Istrinya tersebut bahkan sangat suka naik motor. Katanya, sangat romantis dari pada naik mobil.
“Ada apa ini?” Seorang lelaki tinggi gagah mengenakan kemeja putih dengan dasi biru menyambangi mereka. Sepatunya yang mengkilap, diduga lelaki itu memiliki jabatan yang penting di hotel tersebut. Rambutnya, klimis kalau bahasa jawanya kimit-kimit. Menambah macho dan berkelas lelaki itu.
“Ini, Pak. Ada ojol mangkal di sini. Entah tahu dari mana, kenal di mana, atau ngaku-ngaku saja, mau ketemu sama bu Eliana.” Lelaki itu kemudian menunjuk ke arah Bayu. Sedangkan pria rapi tersebut kini juga memandang rendah ke arah ojol itu. Dia memandang ke atas ke bawah. Kemudian memutari tubuh lelaki itu.
“Kau? Kau mencari bu Eliana? Ada urusan apa?” tanya sang lelaki rapi itu. Dia menatap penuh curiga pada lelaki berjaket warna hujau bergaris hitam itu. Oh, mungkin lelaki rapi itu adalah seseorang yang memiliki jabatan penting di hotel itu. Buktinya dia berseragam rapi dengan dandanan yang klimis.
Bang Ojol Bayu Siswanto sekarang berada di hotel Green Palapa yang ada di pusat kota Jakarta. Katanya, hotel itu kelas internasional. Tarif semalam hotel itu seharga UMR Jakarta. Sangat mahal untuk kantong orang biasa.
“Saya disuruh menunggu beliau.” Ojol itu memegang pergelangannya sendiri dan di letakkan di depan perutnya. Kepalanya terus menunduk, seolah-olah merasa rendah diri.
“Eh, ada apa, Beb?” Seorang wanita menyambangi mereka. Wanita itu baru saja keluar dari mobil warna merah miliknya. Sepatu hak tinggi yang dia pakai menimbulkan suara tutukan yang terdengar berirama.
“Mas Bayu? Kau? Kau Bayu ‘kan? Hahaha, dari dulu sampai sekarang tidak berubah ya? Tetap saja, motor butut dan tukang ojek. Oh, aku lupa. Sekarang pakai seragam, berarti ojol, ya?” tukas wanita itu. Wanita itu adalah Miranda Greysila manatan pacarnya dulu. Orang tua Miranda menolak mentah-mentah kehadirannya, waktu tahu dia hanya tukang ojek. Padahal, Bayu sudah menabung untuk melamar Miranda. Akan tetapi, saat dia ke rumah untuk menyampaikan maksudnya, tiba-tiba dirinya menolak untuk menerima lamarannya, berikut orang tuanya.
Sakit hati Bayu. Akan tetapi, mau diapakan lagi? Semua sudah takdir. Mungkin Miranda bukan jodohnya. Bayu menyadari kekurangannya. Dia memilih mengikhlaskannya saja.
“Pergi kau dari sini! Jadi ini lelaki yang kau maksud? Lelaki lemah, lelaki miskin? Kau memang tidak pantas bersanding dengannya. Ayahmu memilih calon yang tepat yaitu aku. Lihat perbedaan aku dan dia.” Lelaki itu mengacungkan jempolnya ke bawah. Dia tidak henti-hentinya menghina sang ojol tersebut. Namun bang ojol tetap diam saja, tanpa membalasnya.
“Ya, Beb. Mana pernah dia mengajak aku jalan-jalan ke tempat bagus.”
“Iya, Dik. Aku memang tidak pernah mengajakmu ke tempat bagus. Tapi, kau tahu? Aku berusaha mati-matian untuk mengumpulkan uang demi pernikahan kita. Aku tidak menyangka, bahwa kau mata duitan. Kau selalu menilai dengan uang,” Ucap Bayu. Rasa sakitnya masih bertahan hingga hari ini, walau dia sudah merelakannya.
Plak ... sebuah tamparan mendarat di wajah Bayu, sampai kelima jari wanita itu tergambar jelas di pipinya.
“Ada apa ini?” tanya seorang wanita berjilbab dengan gaun berwarna hijau tosca. Dia adalah Eliana. Dia direktur keuangan yang mengelola hotel itu, namun jarang masuk kantor karena dia memantau dari rumah.semua staf keuangan langsung terhubung dengan CCTV dan laporang kebanyakan dilakukan digital. Akan tetapi sesekali akan pergi ke hotel. Dia langsung meraih tangan sang ojol, kemudian menciumnya.
“Ini, tukang ojol ini merusak pandangan dengan mangkal di sini. Katanya mau bertemu dengan bu Eliana. Tapi, mana mungkin? Saya yang meneger di sini saja belum pernah bertemu dengannya, dia mau sok-sok an menemuinya. Ini pasti mau minta sumbangan, kalau tidak menipu,” tukas lelaki klimis itu. Oh, iya dia bernama Stefan Hadinata. Dia memang meneger pemasaran di hotel tersebut.
“Anda siapa berani
menjastifikasi seseorang. Dia memang ojol, tapi dia manusia. Anda tidak bisa seenaknya memutuskan. Memangnya pemilik hotel melarang ojol masuk hotel?” gertak Eliana. Rupanya, Stefan belum menyadari, bahwa yang dia ajak bicara adalah Eliana seorang direktur keuangan, putra dari pemilik hotel Gran Palapa.“Saya manager di sini. Saya yang bertanggung jawab atas kelancaran semua pelanggan dan keamanan seluruh wilayah. Kalau ada ojol seperti ini, ‘kan merusak pemandangan.” Rupanya, Stefan Hadinata belum menyadari interaksi wanita itu dengan ojol itu, padahal jelas-jelas dia bersalaman dan mencium tangannya. Wanita itu berarti seseorang yang berarti bagi ojol itu. Lagi pula, Stefan tidak tahu, jika wanita cantik di depannya adalah Eliana.
“Oh, pak menager yang terhormat, siap-siap kamu dipecat kalau begitu. Hotel ini tidak butuh pegawai sombong macam kamu.” Wanita itu sudah merasa marah di atas angin. Dia ingin rasanya menyumpal mulut lelaki itu dengan appaun.
“Kau siapa berani mengancam-ancam?” tukas Stefan.
"Dik, sudahlah. Jangan di ladeni. Kita pergi. Katanya mau minta nasi liwet Mbok Jum? Ayo kita makan saja. Sudah lapar,” ajak Bayu.
“Tidak, Mas. Dia harus tahu siapa kamu dan siapa dirinya,” kesal Eliana.
“Sayang, tolong!” Bayu menarik tangan Eliana yang akan menampar Stefan. Sedangkan Stefan juga sudah siap melayangkan tamparan pada Eliana. Mererka saling melempar pandangan sengit. Eliana sangat tidak suka pada perangai Stefan yang suka merendahkan orang lain. Dia mengancam lelaki busuk itu, untuk di pecat. Dia akan menggunakan kuasanya kali ini.
“Kali ini, aku memaafkanmu, karena perintah suamiku. Jika lain kali kamu berulah. Habis kamu!” Eliana menggandeng tangan suaminya, kemudian menuju ke motor yang di parkir di depan.
“Beb, sebenarnya bu Eliana itu siapa? Terus, kalau yang dia cari ibu Eliana, jadi? Itu ibu Eliana, Beb.” Miranda menganalisa.
However, I still went to the hospital on the day Celia gave birth. Since the pair had made an appointment with the private hospital before, she still gave birth here.I arrived at the attending physician's office early with the information and a paternity test from Shane's illegitimate child. The Winters family was immediately thrown into an uproar.I also took the opportunity to hand that voice recorder to Celia.Desmond immediately barged into the ward and pulled Shane outside. The latter had been standing by the bedside, preparing to see the baby.Shane was pushed to the ground. He looked at Desmond with a pitiful expression. "Dad, what are you doing? Why won't you let me see the baby?"Desmond grew even angrier and slapped Shane hard. "You b*stard! You cheated, deceived my daughter, and caused our family to go bankrupt. I'll beat you to death, you b*stard. How did I let my daughter marry you in the first place? Zane was such a wonderful son-in-law. It's your fault! It's all yo
"Celia, wake up? Are you an idiot? Melissa has been at odds with you for so many years. Why would she pay just because Shane said so? Is she a sucker like you? Celia, if I had known you were like this, I would have just watched you die when we were in Iceland."I thought Celia would have some reaction, but she unexpectedly just froze on the spot. "What did you say? You saved me in Iceland back then?"I looked at her in confusion, "Didn't we still watch the northern lights together? How could it be someone else if it wasn’t me?"She took a few steps back in disbelief. "How could it be you? Wasn't it Shane who saved me? Why weren't you by my side when I woke up?"I understood when I saw her reaction. She was seriously injured at that time and was unconscious. She had no idea at all that I was the one who saved her."We were both seriously injured. I was in a coma in the hospital for several months. How could I possibly be by your side?"Only then did she sit down on the couch in fr
However, I did not expect the Winters family to actually spend a fortune to hire the best lawyer in the city for Shane. They even spent a considerable amount of money on pulling strings for him.Moreover, there was no definite evidence to prove that Shane had a direct connection with this matter. Several million dollars were spent, and the police were at a loss.Celia even came up to me. This time, she knelt in front of me, her eyes red. "Zane, I beg you to spare Shane this time. The prison environment is bad and I'm pregnant. The baby can't live without a father."Looking at her stricken appearance, I was a little curious. "Celia, why did you agree to marry me back then if you loved him?"She explained somewhat awkwardly, "My family threatened me with death, so I had no choice but to go on a blind date with you. But Zane, these things are all my fault. Please don't attribute them to Shane, okay? Just consider it as me begging you."The pent-up emotions in my heart dissipated. I n
In the following month, Shane became completely famous in the circle. Everyone knew that the Winters family had a new son-in-law.Even Celia spent a fortune at auctions for Shane. They were suddenly at the height of their popularity.Having learned the news, I sat opposite Melissa Gordon. "You and the Winters family have been at odds with each other for so many years. What? Have you developed feelings for each other?"From the moment I knew the Gordon family helped the Winters family, I felt that it was not right. Melissa had always despised Celia. It would be great if she did not add insult to injury at a time like this, so how could she possibly help her?"Mr. Lindell, are you here to seek justice for your ex... fiancée? Are you that willing to be a simp?"I raised my eyebrows slightly, unperturbed by her remark. After all, that was indeed the case before."How could that be? I refuse to be a homewrecker. I'm just curious... who gave birth to Shane's illegitimate child?"Melis












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.