Short
Only Ever Almost

Only Ever Almost

Par:  Local UniverseComplété
Langue: English
goodnovel4goodnovel
11Chapitres
3.2KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

On the fourth day after my son's death, I decided to secretly dissolve my military marriage with my husband. Before that, I had three days to settle everything for my son. On the first day, I tricked my husband into signing the cremation papers. On the second day, I went to the school and collected the textbooks my son would never get to use. On the third day, I cooked a table full of dishes and begged my husband to celebrate our son's last birthday. He agreed, but soon after claimed he had a mission. Instead, he spent the entire night setting off fireworks with his childhood sweetheart. That night, I cooked. Then, I sat alone before my son's photo and ate all my son's favorite foods. The next day, my husband returned, guilt flickering in his eyes as he handed me a brand-new backpack. He said it was a gift for our child's first day of school. But he didn't know—our child would never have a first day of school.

Voir plus

Chapitre 1

Chapter 1

“Ini benar benar memalukan dan menjijikan…”

Pernikahan yang seharusnya romantis, malah berujung malapetaka.

Sambil mendengar bisikan-bisikan di sekitarnya, Sharon mengangkat kepalanya untuk melihat ke layar raksasa. Beberapa gambar yang telah diperbesar sedang ditampilkan.

Karakter wanita utama dalam gambar adalah dirinya dan pria di ranjang bersamanya bukanlah mempelai pria, Howard Zachary!

Saat itu, Sharon tercengang. “Ada apa ya ini? Kok ada gambar begitu?”

Cara pengambilan foto dirinya dan pria di ranjang itu dibuat sedemikian rupa sehingga setiap sudut wajahnya terungkap sementara hanya bagian belakang dan samping pria yang terlihat.

Sharon yakin bahwa ia tidak tahu siapa pria itu!

Tanpa sadar, Sharon menatap Howard. Howard menatapnya. Lalu, wajah Howard perlahan lahan gelap dan matanya mulai berkilat marah.

"Wanita! Berani ya kamu mengkhianati aku!"

Tanpa menunggu Sharon menjawab, Howard menamparnya dengan keras!

Sharon ditampar dan akhirnya jatuh ke tanah. Pipinya langsung memerah dan bengkak. Dia memegangi wajahnya, mengangkat kepalanya, dan membela diri, "Howard, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Pasti ada kesalahpahaman!"

"Salah paham? Kamu berani bilang kamu bukan wanita di foto itu?" Howard kehilangan ketenangannya dan berteriak putus asa.

Tubuh Sharon mulai gemetar. "Aku... aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi." Nyawa Sharon seperti hilang. Ia belum pernah bersama pria lain sebelumnya kecuali malam itu…

Howard memegang dagunya dengan kuat. "Kamu berani sumpah kalau kamu enggak main-main dengan pria lain?"

"Aku..." sebelum Sharon selesai bicara, sahabatnya, Sally Luke, angkat bicara, "Shar, kamu tidak kembali sepanjang malam waktu ulang tahun Howard tadi malam. Malam itu, kamu dengan siapa?"

Sharon tercengang. Ia mabuk malam itu dan samar-samar ingat berada di sebuah hotel bersama Howard.

Sharon menjawab, "semalam saya di hotel dengan Howard!"

Namun, Howard tertawa kecil. "Malam itu, aku pulang lebih awal karena mabuk. Gimana mungkin aku habiskan malam sama kamu di hotel?"

Sharon mendadak tercengang, warna di wajahnya berangsur-angsur pudar.

“Jika bukan dengan Howard, siapa lagi yang bisa melakukannya?”

Ia jatuh ke tanah, ini bagaikan badai setelah cuaca cerah.

Howard melihat reaksi Sharon dan berkata seolah ia yakin akan sesuatu, "Bagus, sangat bagus! Lumayan, Sharon! Dengan ini saya umumkan bahwa pernikahannya batal!"

"Tidak!" bentak Sharon.

"Aku tidak mengkhianatimu, Howard. Seseorang menjebakku. Kamu harus percaya padaku. Seseorang pasti telah rencanakan skema di belakangku..." katanya gugup. 'Siapa yang menjebakku?'

Howard benar-benar tidak puas dan kehilangan ketenangannya, "Sharon, berhenti berakting. Kamu buat aku ingin muntah!”

Howard menendang Sharon dengan kejam. Tiba-tiba, dia membungkuk dan meraih gaun pengantinnya dengan paksa, tidak lagi lembut seperti biasanya.

"Kamu mau ngapain, Howard?" Sharon gemetar.

“Lepasin gak! Apa hak kamu untuk pakai ini?!"

Perjuangan Sharon tidak membuahkan hasil. Gaun pengantin yang telah dibuat khusus untuknya hanya digunakan untuk dilucuti di depan umum.

Howard meliriknya dengan tatapan dingin, berbalik, dan menyerahkan gaun pengantin itu kepada Sally. "Sally, mau menikah denganku?"

Sally tidak bisa menahan kegembiraan dalam dirinya dan menjawab, "Mau!"

Sharon menatap sahabatnya mengenakan gaun pengantin tersebut, lalu tercengang.

Howard bahkan meletakkan cincin kawinnya di jari manis Sally!

"Tidak! Sally, bagaimana bisa kau... dia suamiku!" Mata Sharon merah saat dia menatap sahabatnya.

Sally, yang berdiri, menatap rendah pada Sharon, "Sharon, mari kita perjelas ya. Sekarang, Howard itu suamiku." Sambil berujar demikian, Sally dengan sengaja memamerkan cincin berlian besar di tangannya.

Sambil tersenyum, Sally bersandar di samping telinga Sharon dan berkata dengan suara lembut yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, "Sharon, puas tidak dengan hadiah pernikahan dariku?"

Sharon tersambar petir dan tiba-tiba paham. 'Gambar-gambar itu dia lakukan!'

Kemarahan melintas di benaknya dan saat ini yang sangat ia lakukan adalah merobek senyum palsu Sally. "Itu kamu, Sally ..."

Sebelum Sharon menyelesaikan kalimatnya, Sally mengangkat tangan dan memerintahkan penjaga keamanan, "Usir wanita licik ini!", ia bertingkah seolah-olah ia adalah Ny. Zachary.

"Lepaskan!" Tidak peduli seberapa keras Sharon berjuang, itu tidak berguna. Ia ditahan oleh penjaga keamanan dan dibawa pergi.

Sharon merasakan api kemarahan naik di dadanya. Ia tidak pernah menyangka akan dijebak oleh sahabatnya!

Belum lagi, pria yang telah berjanji untuk menikahinya hanya menatap semua itu dengan dingin.

Sharon dibuang di pintu masuk hotel. Kemudian, bahkan tanpa mampu membiarkan rasa sakitnya mereda, dia menerima telepon dari rumah sakit, "Nona Jeans, ayahmu baru saja meninggal setelah penyakitnya sempat muncul lagi."

"ha?!" tangan Sharon mulai bergetar tak terkendali, dan dia menjatuhkan ponselnya ke lantai, merasa seolah-olah hatinya telah ditusuk dengan kejam.

Sharon berjuang untuk bangun untuk pergi ke rumah sakit ketika ia tiba-tiba merasakan sakit di perutnya. Selanjutnya, dia melihat darah mengalir di seluruh pahanya…

Ia terkejut. Ia memegangi perutnya kesakitan saat dia menangis tak berdaya, "Sayang..."

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

commentaires

Özlem Uysal
Özlem Uysal
it's a very sad story. no happy endings, no happiness for anyone :(
2025-11-04 00:07:03
0
0
11
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status