Mag-log inLuna sebenarnya tidak mau bertemu Jordan lagi. Komunikasi antara Aura Tech dan Reed Group pun kini hanya melalui karyawan yang ditugaskan. Akan tetapi, dia tidak bisa menolak permintaan Clara yang ingin didampingi bertemu dengan Jordan di kantor Reed Group.
Datang bersama Clara, setidaknya membuat Luna cukup tenang. Kehadiran orang-orang terdekatnya mampu membuat Luna menjadi lebih kuat.Dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dengan bersikap lemah di depan Jordan. DanLangkah mereka telah memasuki ruangan tempat keluarga Reed dan Blackwood berada. Di tengah pembicaraan, tangisan palsu Carl menarik perhatian mereka.“Nenek! Paman Liam akan berbuat jahat padaku!”Carl memeluk kaki Rose sambil membenamkan wajahnya. Dia terisak walaupun tidak menangis.Jordan berdiri menghalangi Liam dengan tatapan mematikan. “Apa yang terjadi?!”Semua orang memandang Liam. Membuat pria itu keringat dingin.“Tidak … aku hanya–”“Paman Liam mengagetkanku di depan, lalu mengancamku!”Liam ternganga tak percaya. Dia yakin, Carl yang dikenalnya tidak akan bicara omong kosong seperti itu. Apa mungkin Carl meniru taktik Olivia? Dia tidak sempat memikirkan itu. Bukan hanya Jordan, Harvey pun ikut menyerangnya. Harvey mendekat, menarik kerah baju Liam. Orang kepercayaan Jordan itu terhuyung pasrah ketika Jordan mengabaikan tatapannya yang seolah meminta bantuan.“Tuan Sanders, aku yakin pernah memperingatkanmu supaya tidak mengganggu keponakanku. Apa kamu ingin melihat apa y
Harvey tiba-tiba tertawa tanggung, terlihat meremehkan Jordan. “Apa hanya itu saja yang kamu tawarkan pada nenekku untuk mendekati Luna? Kalau benar, maka kamu sudah gagal.”“Aku sudah mengirim Tuan Mason untuk memproses bukti lainnya. Sebaiknya kamu tenang dan jangan meninggikan suaramu. Carl bisa mendengar keributan ini.”Luna mengusap kasar wajahnya. Dia merasa gagal karena sulit menemukan bukti puluhan tahun yang telah menjadi abu. Para saksi waktu itu pun sudah menua, pikun, atau sempat mengalami trauma. Mereka tidak bisa dijadikan saksi dengan alasan khusus.Hanya tinggal bukti yang Jordan miliki yang bisa mereka harapkan. Biarpun Nancy tidak menuntut mereka kembali, tetapi Luna yakin jika wanita itu sedang merencanakan sesuatu.Melihat keresahan Luna, Jordan pindah duduk ke sebelahnya. Tangannya melingkar di punggung Luna, mengusap lembut lengannya.“Jangan khawatir. Aku berjanji akan membuat Nancy membayar kejahatannya,” bisik Jordan.Dibanding mengkhawatirkan Nancy, Luna sebe
“Olie …” Luna bicara dengan nada lembut seakan masih memedulikan Olivia. “Jangan takut. Hakim tidak akan menjatuhkan hukuman kalau kamu tidak bersalah.”Ucapan Luna mirip dengan kata-kata Olivia yang dulu selalu menenangkannya. ‘Jangan sedih, Kak. Papa akan berhenti memarahimu saat dia tahu kalau kamu tidak bersalah.’Olivia menatap nanar pada Luna. Kebenciannya memuncak sampai ke ubun-ubun. ‘Semua ini salah Luna yang seharusnya mati bersama ibunya,’ batin Olivia, dipenuhi dendam.Dia tak bisa berbuat apa pun meski ingin membunuh Luna dengan kedua tangannya sendiri. Para pengawal mengelilingi mereka dengan ketat.“Aku benar-benar tidak tahu perbuatan Olivia.” Nancy akhirnya membuka mulutnya. Dia memukul-mukul dadanya sendiri sambil berurai air mata. “Olie, kenapa kamu melakukan perbuatan sekeji itu pada Jordan? Dan kenapa kamu tidak bilang punya hubungan istimewa dengan Mark?”“Luna … putriku ….” Nancy berusaha memegang tangan Luna, namun pengawal kembali me
Mark berlutut dan menunduk di depan Jordan. “Ini semua salahku. Olivia hanya menuruti perintahku.” Suaranya bergetar dan sedikit terisak.Dia benar-benar mencintai Olivia dan mengkhawatirkan buah hatinya. Olivia masih terlihat pucat dan tertekan. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada keduanya.Satu tahun sebelum Olivia menikah dengan Jordan, dia telah mencintai wanita itu pada pandangan pertama. Dengan segenap usaha, dia akhirnya mendapatkan Olivia.Hubungan mereka tidak pernah diumumkan secara resmi. Olivia tidak mau mengakui hubungan mereka sebelum Mark bisa menyaingi sepupunya–Jordan Reed.Ketika Luna dijodohkan dengan Jordan, Olivia marah bukan main. Kekasihnya belum berhasil membuktikan diri, sementara Luna justru mendapatkan Jordan, pria yang lebih pantas menyanding dirinya.Olivia tidak pernah mencintai Jordan, namun dia menginginkan posisi yang dimiliki Luna. Dia iri, Luna tidak seharusnya bersama dengan pria yang lebih hebat dari Mark.Demi ambisi Oli
Luna tidak mengatakan pada putranya jika dia pernah mengalami trauma karena perbuatan Jordan. Meskipun demikian, Jordan menutup telinga Carl agar tidak mendengar masalah orang dewasa ini.“Saat hari pernikahan mereka, Mark dan putri kebanggaanmu itu sengaja menjebak kami, sampai aku harus angkat kaki dari kediaman Carter karena tidak mau mengusik rumah tangga adikku.” Satu sudut mulut Luna terangkat singkat. “Jangan bilang kalau kamu tidak tahu, Bibi. Olivia tidak akan berani melakukan tindakan kriminal kalau tidak ada yang membantunya.”Sorot matanya beralih pada Mark. “Dan kekasih sejatinya itu …” Dia tersenyum menghina. “Mustahil punya kekuasaan yang cukup besar untuk membantunya.”Luna sesungguhnya tidak tahu apakah Nancy ikut membantu Olivia saat menjebaknya dulu, ataupun ketika Olivia meracuni Jordan. Dia hanya ingin menyudutkan Nancy agar semua orang tidak termakan kebohongannya lagi. Ibu dan anak punya watak yang sama.“Kamu … beraninya menuduhku!”Tangan Nancy melayang ke ara
“Jangan sembarangan menuduh orang! Kalian hanya ingin menutupi perselingkuhan Jordan dengan mengkambinghitamkan Olivia!” Dari reaksi Robert, pihak Luna dan Jordan pun menyadari jika pria itu benar-benar tidak tahu apa yang dilakukan Olivia. Dada Luna bergemuruh dan terasa panas. Selama puluhan tahun, ayahnya benar-benar buta karena cintanya pada Nancy, sampai-sampai mengorbankan istri dan anaknya sendiri. Ketika kejahatan dua wanita yang disayangi Robert itu terbongkar di depan umum, dia masih tak mau memercayainya. “Baiklah. Kamu sendiri yang minta buktinya.” Harper memberi isyarat kepada Liam. Tiba-tiba, layar di belakang mereka menyala, menunjukkan balkon kamar Jordan dan Olivia. Terdengar percakapan mesra antara Olivia dan Mark, serta rencana jahat mereka.Semua orang yang berpihak pada Olivia berbalik haluan, mencibirnya habis-habisan. Namun, masih ada yang mempertanyakan keaslian video itu. Mereka sontak menatap Mark yang tampak pucat pasi.“Itu tidak benar …” Mark ingin mel
[Aku akan memberi informasi yang lebih banyak kalau kamu mau melakukan syarat dariku.]Luna sontak bangun terduduk setelah melihat foto sekali lihat yang dikirim Jordan. Foto yang berisi penggalan informasi penting yang selama ini dia cari-cari dan belum temukan, namun segera menghilang setel
Di ruangan lain, William baru selesai bicara dengan Harvey Blackwood di telepon. Harvey tentunya telah mendengar tentang kedatangan Jordan di mansion keluarga Kennedy.Harvey bergegas menghubungi Luna. Dan ketika melihat foto Harvey muncul di layar ponsel Luna, Carl segera mengambil ponsel itu.“Pa
Luna sangat terkejut oleh pertanyaan Carl sampai berhenti berjalan. Jordan berhenti tepat di belakangnya, memegang lengan Carl yang sedikit goyah dalam gendongan ibunya.George pun sampai ternganga singkat, menatap Luna dan Jordan bergantian. Atmosfer di sekitar Luna dan Jordan kini tampak berbeda.
Syaratnya …” Jordan berbisik di dekat Luna. “Aku menginginkan—”“Mama!!!” seru Carl.Carl ternyata sudah ada di depan pintu. Dia mengguncang badan, memaksa turun dari gendongan George. Pria itu masih memeluk Carl dan tidak membiarkan Carl turun. George tahu jika Luna dan Jordan sedang membicarakan







