Compartir

Keluarga Tercinta

Autor: Risca Amelia
last update Fecha de publicación: 2026-03-29 16:48:25
Siang itu, wajah Moza tampak jauh lebih segar. Kehadiran Kayden di sisinya seolah menjadi obat paling mujarab yang melampaui dosis cairan infus mana pun.

Meski begitu, dinding putih rumah sakit tetaplah terasa seperti penjara, yang mengingatkan Moza pada trauma penculikan.

"Dastan, aku ingin pulang," rayu Moza dengan tatapan memohon. "Aku tidak bisa tenang di sini. Aku ingin tidur di tempat tidurku sendiri, memeluk Kayden dan Abigail."

Dastan, yang sedang duduk di sofa sambil memangku laptop, me
Risca Amelia

Siapa yang kangen dengan Elzen dan Brielle? Dan bagaimana kelanjutan pernikahan Aya dan Kageo? Tunggu next chapter ya. Jangan lupa mampir juga ke novel baru author "Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria akan Merana." Happy weekend all.

| 14
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
kangennn sama kisah elzen
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   True Love

    Dalam dekapan Elzen, Brielle berhasil melewati para bodyguard tanpa terdeteksi. Namun, harga yang harus dibayar cukup mahal bagi kewarasannya.Ketika mereka berpapasan dengan salah satu pria berbadan tegap, Elzen spontan merapatkan tubuhnya dan berbisik dengan nada yang sengaja dikeraskan."Sayang, ayo kita melihat pemandangan kota Lyon. Aku sudah tidak sabar ingin berfoto berdua denganmu di puncak bukit.”Perut Brielle mendadak mulas. Kata "Sayang" yang meluncur dari bibir Elzen terasa seperti sengatan listrik yang salah sasaran. Ia pun hanya bisa menunduk dalam. Membiarkan Elzen membukakan pintu, dan membantunya duduk di kursi penumpang dengan gerakan seorang gentleman. Begitu pintu tertutup dan Elzen melompat ke kursi kemudi, suasana kabin terasa sunyi. Untuk mencairkan suasana, Brielle pun melayangkan protes. "Elzen! Kenapa kau harus memanggilku dengan sebutan... itu?" protes Brielle, wajahnya memerah meski ia berusaha tetap galak.Elzen memasang sabuk pengamannya dengan santai

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pemikat Wanita

    Lobi hotel mulai ramai oleh hiruk-pikuk tamu yang akan sarapan atau bersiap melakukan perjalanan bisnis.Sementara, Brielle masih duduk diam di sofa. Kakinya yang mengenakan sepatu boots terus mengetuk lantai marmer dengan irama yang tidak sabar.Ia melirik jam digital di ponselnya untuk kesepuluh kali dalam lima menit terakhir."Katanya lima belas menit untuk mandi dan ganti baju, tapi ini sudah hampir satu jam!" umpat Brielle rendah, berusaha menjaga suaranya tetap di nada bariton.Brielle mendengus kesal, membetulkan letak wignya yang mulai gatal. Dalam hati ia merutuki nasibnya. Mungkinkah pria seperti Elzen akan bersolek jauh lebih lama daripada wanita?Bayangan Elzen yang berdiri di depan cermin, menata setiap helai rambutnya dengan pomade mahal dan menyemprotkan parfum berkali-kali, membuat Brielle ingin sekali meninggalkan tempat itu.Ia nyaris saja bangkit dan nekat menerjang pintu keluar, sampai tiba-tiba suara denting lift di lobi terdengar. Pintu lift terbuka, dan seolah-

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Ditemani Pilot Tampan

    Brielle menelan ludah, berusaha mencari alasan logis untuk kabur.Sial sekali. Mengapa dari ribuan orang di Lyon, ia harus berpapasan dengan Elzen di saat yang paling tidak tepat?Sungguh, kejadian semalam sudah sangat memalukan dan ia tidak mau hal itu terulang lagi. "A-aku ada urusan mendadak! Jadwalku mengunjungi situs penggalian dimulai lebih awal," ujar Brielle, berusaha menjaga jarak.Mendengar suara si gadis kelinci yang terbata-bata, sudut bibir Elzen berkedut. Matanya menyipit penuh selidik, seolah ia bisa melihat menembus wig dan kacamata besar yang dipakai Brielle. "Begitu ya? Sayang sekali. Padahal aku baru saja ingin menawarkan tumpangan sebagai tanda persahabatan kita, Brion,” balas Elzen dengan nada sedih. “Kau tahu, aku merasa bersalah karena membuatmu mabuk semalam.”Mendengar Elzen menyinggung soal dirinya yang mabuk, pipi Brielle langsung memanas. Ia segera membuang muka agar tidak bersitatap dengan Elzen.“I-itu bukan salahmu. Justru, aku yang ingin minta maaf k

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pesona Pria Berbahaya

    Selepas menyuapi Aya, Kageo meraih botol obatnya sendiri.Ia menelan dua butir kapsul dengan sisa air putih, lalu menatap Aya. Tatapan pria itu tidak lagi tajam seperti tadi, tetapi ada keheningan yang jauh lebih mengancam.Aya meremas pinggiran selimut, jantungnya berdegup tidak karuan. Ia harus keluar dari kamar ini sebelum situasi semakin berbahaya."K-Kageo, aku bosan di sini. Udara di dalam terlalu pengap," pinta Aya, mencoba memaksakan senyum."Bisakah kau membawaku ke teras? Aku ingin melihat bintang. Kakiku butuh udara segar agar tidak terlalu kaku."Kageo menyandarkan punggungnya, menatap Aya dengan sorot mata malas. "Tidak. Udara di luar terlalu dingin untuk kulitmu yang tipis,” tolak Kageo."Kalau kau bosan, aku punya aktivitas yang sangat menarik. Sebentar, aku butuh alatnya," gumam Kageo. Ia bangkit dari ranjang dan berjalan menuju laci meja di sudut ruangan.Darah Aya seketika berdesir kencang. Pikirannya langsung melayang ke hal-hal liar yang ditakutinya sejak tadi sian

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Tidak Bisa Melawan

    Keheningan merayap masuk ke dalam kamar seiring dengan kepergian Bu Inem.Aya terpaku di atas ranjang, menatap selimut yang menutupi kakinya. Aroma minyak urut dan rempah-rempah masih tertinggal tajam di udara.Dalam hati, Aya memanjatkan doa yang mustahil; ia berharap pintu itu terkunci selamanya dari luar. Biarlah dirinya terisolasi asalkan Kageo tidak melangkah masuk.Akan tetapi, logika membuyarkan angan-angan itu.Ini adalah wilayah Kageo. Rumah ini, kamar ini, bahkan udara yang ia hirup di desa ini, semuanya berada di bawah kendali pria itu. Cepat atau lambat, sang pangeran iblis akan kembali ke sarangnya.Gundah yang memuncak membuat dada Aya sesak. Ia pun memutuskan untuk memejamkan mata dan menarik selimutnya setinggi mungkin. Sepertinya, pura-pura tidur adalah cara pertahanan terbaik. Jika ia tampak terlelap, mungkin Kageo akan cukup "beradab" untuk tidak mengganggunya.Baru saja kelopak matanya merapat, suara derit pintu kembali terdengar. Sontak, Aya menahan napas, otot-o

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Cara Melakukan Malam Pengantin

    Di atas ranjang, jantung Aya berdentum begitu keras. Cengkeraman tangan Kageo di rahangnya terasa dingin, memaksa wajah Aya untuk tetap terpaku pada tatapan pria itu."Bersikaplah sebagai istri yang baik," bisik Kageo sambil meraup bibir Aya. Ini adalah ciuman pertama mereka sebagai pasangan sah. Namun, tidak ada kelembutan di sana. Yang ada hanyalah tuntutan, rasa haus akan kepemilikan, dan sisa-sisa amarah yang belum tuntas. Aya memejamkan mata rapat-rapat, merasakan perih di bibirnya yang masih sensitif. Sementara pergelangan kakinya yang bengkak mengirimkan sinyal nyeri yang membuatnya tak berdaya.Tok! Tok! Tok!Suara ketukan di pintu kamar membuat Kageo terpaksa menghentikan aksinya. Spontan, ia menggeram rendah dan menjauhkan wajahnya dari Aya."Tuan Muda... maaf mengganggu," suara Bi Ani terdengar dari balik pintu. "Bu Inem, tukang urutnya, sudah datang.”Ekspresi Kageo tampak sangat kesal, karena momen intimnya terganggu. Ia menoleh ke arah pintu dengan tatapan tajam."Tung

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Terjebak Lebih Lama

    Rasa terkejut Moza belum mereda. Selama beberapa detik, ia masih menatap judul berkas yang disodorkan Dastan.Ia memang seorang konsultan pendidikan, tetapi ranah pekerjaannya lebih fokus pada pengembangan kurikulum pendidikan formal, seperti metodologi pengajaran. Subjek ini, kontrasepsi, sungguh d

    last updateÚltima actualización : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dua Simbol di Satu Tubuh

    Moza duduk bersila di lantai karpet kamar Abigail, dikelilingi krayon dan kertas gambar. Di pangkuannya, terbentang sketsa wajah Elbara dan Elzen yang sedang digambar Abigail."Bentuk mata Paman Elzen lebih sipit sedikit, Sayang. Paman Elbara punya garis rahang yang tegas. Jadi, harus lebih kotak d

    last updateÚltima actualización : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pesta Penuh Sandiwara

    "Hem,” jawab Dastan singkat.Melihat reaksi datar dari sang kakak, Rezon pun melanjutkan. "Aku akan berangkat sekarang ke resepsi temanku bersama Moza."Dalam hati, Moza merasa was-was. Dia memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Dastan, khawatir percikan konflik akan meletus di depan matan

    last updateÚltima actualización : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Apa Kau Siap Menjadi Milikku?

    Setelah mengetuk dua kali, Moza menunggu dengan jantung berdebar. Setiap sel sarafnya terasa tegang, menunggu detik-detik pintu akan terbuka.Namun, tidak ada yang terjadi. Entah Dastan sengaja membuatnya menunggu, atau masih berada di kamar mandi.Keberanian Moza mulai menguap, digantikan oleh ras

    last updateÚltima actualización : 2026-03-21
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status