Share

Bab 6

Author: Carlos
"Nggak ada. Nggak usah panik begitu. Kamu terus menggagalkan rencanaku. Makanya, aku ingin memberimu hadiah spesial," ucap Alfred yang menatap kamera dengan ekspresi gila.

"Hentikan!" seruku.

Alfred menggeleng, lalu meletakkan ponsel di tempat yang bisa menyorot istriku. Mereka menjambak rambut istriku, mengangkatnya, dan melayangkan tamparan dengan kuat. Mataku sontak memerah.

"Serang saja aku! Apa hebatnya menyerang wanita?"

"Nggak ada gunanya memprovokasiku. Aku nggak bakal terpengaruh."

Alfred terus menampar istriku. Teriakan penuh kesakitan itu membuat hatiku sangat sakit. Sekelompok orang ini memang gila! Mereka bukan hanya membunuh putriku, tapi juga ingin menghancurkan istriku!

Setelah beberapa tamparan, istriku terbaring di lantai dengan tidak berdaya.

Aku bergegas ke lokasi. Begitu tiba, aku langsung memarkirkan mobil dan mencari istriku. Alfred tidak terkejut melihat kedatanganku.

Aku sontak maju dan menendang Pedro serta Gordon yang menahan istriku. Ketika melihatku, istrik
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Dendam Seorang Ayah   Bab 9

    Ketika Aaron dibawa keluar dari kamar mandi dengan tandu, dia melihat putrinya dikerumuni. Seketika, dia melompat turun dan menyerbu ke kerumunan untuk melindungi putrinya."Jangan serang putriku! Serang saja aku! Ini salahku! Lepaskan putriku!" serunya.Aku merasa lucu melihat Aaron yang berteriak dengan sekujur tubuh dipenuhi luka. Apa dia sudah tahu arti dari sakit? Namun, rasa sakitnya ini masih tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakitku!Putrinya masih hidup dengan baik, sedangkan putriku? Aku harus mengantar kepergian putriku dan menerima perundungan seluruh orang di rumah sakit jiwa. Ini sudah saatnya Aaron mendapatkan ganjaran yang setimpal.Kerumunan tidak ingin mendengar omong kosong Aaron. Mereka langsung maju dan menghajarnya habis-habisan. Kebetulan, ada reporter yang merekam adegan ini sehingga masalah ini kembali menjadi trending topic.Para netizen akhirnya menemukan petunjuk. Mereka menemukan rumah sakit yang mengeluarkan surat pernyataan bahwa Aaron dan lainnya mende

  • Pembalasan Dendam Seorang Ayah   Bab 8

    Kali ini, opini publik tidak bisa diredam lagi dengan uang. Berita ada di mana-mana. Bahkan, beberapa korban memberanikan diri untuk angkat bicara. Mereka menuntut Aaron dan lainnya.Namun, Grup Hompa tidak bisa dijatuhkan semudah itu. Sama seperti Alfred, Aaron juga memberi surat pernyataan bahwa dirinya menderita gangguan jiwa.Aaron mengatakan audio dan video yang ada adalah hasil editan. Dia dan Alfred bisa punya foto bersama juga karena pernah dirawat di rumah sakit jiwa yang sama.Para korban yang telah memberanikan diri untuk mengatasi trauma mereka malah dituduh memfitnahnya. Aaron berhasil membalikkan situasi dengan mudah. Kini, dia yang menjadi korban.Ketika melihat Aaron yang tampak berbangga diri di TV, aku menggertakkan gigiku dengan kesal. Bagaimana bisa bajingan ini mengucapkan hal yang begitu tidak tahu malu?Aku merasa enggan dan terus membuntuti Aaron. Kali ini, Aaron makin berwaspada dan mengutus pengawal mengikutinya.Ketika aku merasa tidak berdaya, temanku tiba-t

  • Pembalasan Dendam Seorang Ayah   Bab 7

    Aaron tidak seperti Alfred yang menampakkan diri setiap hari. Sulit bagi kami untuk mendekati Aaron. Aku dan teman-temanku hanya bisa datang ke tempat yang sering dikunjunginya secara bergiliran.Hari ini, salah satu temanku mengirim pesan. Dia mendengar rencana Aaron yang selanjutnya. Aku memutar audionya."Keributan hari itu sangat besar. Kamu sudah bosan hidup ya?" Terdengar pula suara gelas pecah. Aaron yang membantingnya karena marah."Jangan marah, Pak. Keluarga gadis itu benar-benar merepotkan. Tapi, aku sudah memberi mereka pelajaran beberapa hari lalu. Mereka sudah pulang ke kampung halaman."Nada bicara Aaron menjadi lebih baik. "Bagus kalau begitu. Kuharap kamu bisa menebus kesalahanmu besok."Temanku tidak tahu apa yang dimaksud Aaron, tetapi aku tahu semuanya. Amarahku berkecamuk. Kalau bisa, aku pasti membunuhnya sekarang juga.Ketika melihat mataku memerah, teman-temanku terkejut dan menasihatiku untuk tidak melakukan sesuatu yang ilegal.Setelah mengawasi Aaron selama s

  • Pembalasan Dendam Seorang Ayah   Bab 6

    "Nggak ada. Nggak usah panik begitu. Kamu terus menggagalkan rencanaku. Makanya, aku ingin memberimu hadiah spesial," ucap Alfred yang menatap kamera dengan ekspresi gila."Hentikan!" seruku.Alfred menggeleng, lalu meletakkan ponsel di tempat yang bisa menyorot istriku. Mereka menjambak rambut istriku, mengangkatnya, dan melayangkan tamparan dengan kuat. Mataku sontak memerah."Serang saja aku! Apa hebatnya menyerang wanita?""Nggak ada gunanya memprovokasiku. Aku nggak bakal terpengaruh."Alfred terus menampar istriku. Teriakan penuh kesakitan itu membuat hatiku sangat sakit. Sekelompok orang ini memang gila! Mereka bukan hanya membunuh putriku, tapi juga ingin menghancurkan istriku!Setelah beberapa tamparan, istriku terbaring di lantai dengan tidak berdaya.Aku bergegas ke lokasi. Begitu tiba, aku langsung memarkirkan mobil dan mencari istriku. Alfred tidak terkejut melihat kedatanganku.Aku sontak maju dan menendang Pedro serta Gordon yang menahan istriku. Ketika melihatku, istrik

  • Pembalasan Dendam Seorang Ayah   Bab 5

    Kata-kataku membuat orang-orang di sekitar kaget. Mereka pun mulai mengeluarkan ponsel mereka untuk merekam kejadian ini. Kedua orang itu merasa sakit dan terpaksa melepaskan gadis itu, tetapi saat mereka menyadari siapa aku, ekspresi mereka berubah menjadi gugup."Siapa kamu? Berani-beraninya ikut campur dalam urusan keluarga kami? Kusarankan sebaiknya kamu jangan ikut campur, biar kami selesaikan masalah keluarga kami sendiri." Memang pantas Alfred menjadi pemimpin di desa itu. Dia malah duluan mempertanyakanku.Aku menatapnya dengan dingin. "Yakin gadis ini keluarga kalian? Coba sebutkan namanya dan tanggal lahirnya!""Tina," balas kedua orang itu dengan suara lemah. Begitu mendengarnya, gadis itu langsung mengeluarkan KTP yang dibawanya untuk ditunjukkan padaku.Aku bertukar pandang dengannya, lalu menyuruhnya menunjukkannya kepada semua orang di sekitar kami. Gadis itu yang kini benar-benar ketakutan, mengikuti arahanku dan menunjukkan KTP-nya kepada orang-orang di sekitar."Ini j

  • Pembalasan Dendam Seorang Ayah   Bab 4

    Saat aku benar-benar ingin membalas dendam, polisi akhirnya datang terlambat. Melihat kami berempat dengan wajah bengkak dan memar, polisi membawa kami semua ke kantor polisi. Dalam beberapa hari ini, kami sudah dua kali masuk kantor polisi, bahkan petugas yang sama datang lagi dengan tatapan prihatin."Johnson, aku tahu apa yang terjadi pada putrimu adalah pukulan berat bagimu, tapi kamu yang memulai perkelahian ini, jadi ...."Sebelum dia selesai bicara, aku mengeluarkan catatan medis yang sudah kupersiapkan dan meletakkannya di atas meja. Petugas itu, yang awalnya bingung, akhirnya tersenyum kecil setelah membaca isinya dan berkata, "Lepaskan mereka!"Ketiga orang itu yang sebelumnya berhasil keluar dari kantor polisi dengan alasan "gangguan mental", bingung melihat aku juga keluar tanpa masalah. Walaupun tak bisa berbuat apa-apa di kantor polisi, Alfred tetap mengancamku sebelum pergi.Saat pulang, istriku terkejut melihatku penuh luka. Aku berusaha menahan rasa sakit dan tidak mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status