Se connecterSuami yang baru aku nikahi ingin menghabisi nyawaku. Saat ini, dia sedang memegang pisau dan memojokkan aku di balkon. Senjata tajam itu menusuk jantungku, lalu dia mengulurkan tangannya dan mendorongku dari lantai dua puluh. Di saat yang bersamaaan, aku melihat air mata jatuh dari sudut matanya. Dia berkata, "Sehat selalu, kekasihku yang sempurna."
Voir plusSebestian felt his stomach kicking in the minute he walked into the living room of the pack house, his heartbeat was no doubt filling the silence in the room. He looked around at all the faces staring back at him and couldn’t help but feel fortunate that he had such a loyal and committed pack.
He never could have imagined that he would be the leader of one of the largest and most influential packs in the area.
“You all know why I have gathered you all here. The threat of the Red pack living in west area forest is getting worse, and they don’t appear to be moving on anytime soon,” Sebestian explains with frustration.
“They have killed four humans and seem to be encroaching closer and closer to well-populated areas, I even heard they mistreat their own pack members. The Moon pack has always had a good relationship with the authorities in Monther land pack and I fear that if we don’t step in to do something that things will start to shift.”
Luckily many faces in the room nodded in agreement with his concerns. Although he was the Alpha and he knew everyone would follow his command, he always liked to discuss things as a group so that everyone’s opinion could be taken into account.
“Are we aiming to kill or to run them out of our territory?” Seth asked
Seth was one of the most practical people Sebestian had ever met. They had met as kids and were close as can be. When Sebestian presented as an Alpha, he was the first of his betas to pledge loyalty to him.
“To be honest to you all, I am not entirely sure, as this pack is very different than ours. They live in their wolf forms more than they do human. They are extremely violent toward others. And even themselves in fact, they have a very specific hierarchy of power that is constantly followed,” Sebestian informs the group.
Seth huffs from his seat in the corner, “What a bunch of savages, a fight to the death might not be able to be avoided.”
Sam stands from his seat, chest puffed out and ready to fight. “It wouldn’t be fair of us to push this problem out of our backyard and into someone else’s. We should do the right thing in order to protect the humans no matter where they are from.”
Sebestian smiled in agreement with his beta. Sam, his sister Rose and their younger brother Jace were a welcomed surprise to the pack when they joined after leaving their home about a year ago.
The James pack was unable to produce an alpha heir, therefore Jones James had made a deal with Sebestian to take on his beta children so that they could be a part of a strong pack.
Sebestian got a bad feeling whenever he was around the other alpha, but he fell in love with his children and they ended up fitting in perfectly with his existing family.
“I agree with Sam. It’s not safe to allow these wolves to run around free somewhere else. They’ve killed four innocent people in the last few months, I can only imagine how many more there have been before coming here,” Kelly added.
Sebestian was so relieved that his pack seemed to understand the severity of the situation. He knew Sam would be on board, he was currently dating a human and would no doubt be willing to fight to ensure her safety.
But he was surprised that everyone seemed to understand it too. Killing his own kind was not something Sebestian was looking forward too but he knew it had to be done.
“Well… if that is all?" Sebestian asked while scanning the room for further inquiry.
“Then we will leave tonight and intercept them before midnight and get it done.”
Namun, aku tetap menyukai Lionel, aku yakin dia bisa memberikan masa depan yang cerah.Aku benar-benar ribut dengan Helena adalah saat seminggu setelah ulang tahunnya. Hari itu, aku pergi mengantarkan makanan untuk Lionel. Kami berdua telah lulus kuliah. Sebelumnya, sambil menunggu sidang skripsi, Lionel mencari kelas pelatihan di dekat rumah untuk mengajar anak-anak di sana.Aku melihat langsung Helena mencium Lionel di depan anak-anak dan para orang tua dan dengan besar hati memperkenalkan bahwa Lionel adalah pacarnya.Aku tidak bisa menerima semua ini. Yang satunya adalah sahabatku dan yang satunya lagi adalah orang yang paling aku cintai. Bagaimana mereka bisa bersatu untuk mengkhianatiku?Oleh karena itu, aku bertengkar hebat dengan Lionel setelah dia pulang dan putus dengannya.Helena datang ke rumahku untuk meminta maaf kepadaku. Dia mengatakan bahwa dia hanya ingin mencari inspirasi untuk melukis. Saking marahnya, aku tidak membiarkannya masuk, kemudian aku bertanya kepadanya d
Teddy menatapku yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah terbungkus kain kasa dan dengan tenang mendengarkan ceritaku.Teddy tidak mati saat menjalankan tugas. Dia bahkan telah menyelamatkanku dari api.Teddy mengatakan bahwa dia telah menemukan beberapa bukti pada saat itu. Lalu, dia kebetulan terluka saat menjalankan misi, makanya dia berpura-pura telah "mati saat menjalankan tugas" untuk membuat Lionel melonggarkan kewaspadaannya.Lionel memang tertipu dan tidak sabar untuk memindahkan jenazah Sylvia kembali ke rumah dan menaruhnya di antara tumpukan "seni" miliknya.Teddy merasa sedikit bersalah karena tidak melindungiku dengan baik dan membuat wajah dan tenggorokanku hancur dalam api.Aku tersenyum sambil menggelengkan kepalaku, lalu berkata bahwa aku sangat berterima kasih padanya karena telah menyelamatkanku.Teddy juga tersenyum dan melihat ke buku sketsa yang aku letakkan di atas meja kecil, "Ini kamu yang gambar?"Aku mengangguk, "Bosan banget, makanya aku iseng-ise
Lionel tertegun sejenak, lalu senyuman di wajahnya mulai mengembang.Aku mengambil prostesis dan tiket itu, lalu bertanya kepada Lionel, "Apa yang sebenarnya terjadi?"Namun, Lionel malah melemparkan setumpuk foto ke wajahku. Di dalam foto tersebut, tampak seorang pria dan seorang wanita berpelukan mesra, bermain di pantai, berciuman di hutan, mengenakan pakaian couple di mall dan bahkan beberapa foto ranjang yang tidak sedap dipandang, serta anggota tubuh yang hancur.Sekilas aku langsung mengenali wanita di foto itu. Itu tidak lain adalah Sylvia, sahabat yang paling akrab dan hubungannya paling baik.Adegan berdarah tanpa ditutupi itu membuatku pucat. Aku menutup mulutku untuk mencegah diriku muntah di tempat."Kamu … membunuh Sylvia?""Membunuh?"Senyuman Lionel masih terlihat jelas di wajahnya. Dia berkata, "Aku lebih suka menyebutnya dengan mengumpulkan materi."Melihat mata Lionel yang tidak memiliki kehangatan sama sekali, bulu kudukku berdiri semua saking ketakutannya."Kenapa?
Dari mulut Lionel, aku mendengar cerita yang sangat berbeda.Dalam cerita itu, aku dan Lionel masih menjadi pasangan kekasih yang sempurna. Sejak kecil, dia telah bertekad untuk menjadi sosok seperti Vicasso dan Vincent. Dengan kuasnya, dia akan menggambar dunia milik kami berdua.Yang berbeda dengan ingatanku adalah di dunianya, aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri sebuah kecelakaan mobil besar saat tiga bulan sebelum pernikahan kami. Sejak saat itu, Lionel menemukan ada yang tidak beres dengan diriku.Aku sering membayangkan orang yang mengalami kecelakaan mobil itu adalah Lionel ataupun diriku sendiri. Aku sering berdiri di balkon dengan membawa boneka kain, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi dan melemparkannya ke lantai bawah. Kemudian, aku mengatakan itu adalah penggantiku yang paling sempurna.Lionel sangat khawatir dan segera membawaku ke rumah sakit. Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter memutuskan bahwa aku menderita skizofrenia.Aku dipaksa tinggal di rumah sakit untuk
Lionel diopname di rumah sakit selama dua bulan. Pada hari dia keluar rumah sakit, aku datang menjemputnya dan bertemu dengan keluarga pelaku. Aku sudah tidak seemosional saat berada di depan ruang ICU. Aku malah menyapa mereka dengan tenang.Dalam dua bulan, berat badan Lionel turun drastis. Sorot m
Ketika tersadar kembali, aku terbaring di sofa rumah. Hatiku masih tegang. Begitu melihat Lionel keluar dari dapur dengan membawa sepotong kue, tubuhku sampai gemetar saking ketakutannya.Aku terkejut saat menyadari bahwa semua luka tusukan di tubuhku menghilang secara ajaib. Bahkan rasa sakitnya pu
Aku dan Lionel Saputra adalah kekasih masa kecil.Sejak kecil, kami sudah tahu bahwa kami adalah milik satu sama lain. Tidak ada alasan lain, kami menganggap satu sama lain sebagai kekasih yang sempurna.Aku akan memasak dan mencuci pakaian untuk Lionel, membuatkan sarung tangan dan syal musim hujan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires