Share

Bab 42

Penulis: Keisha
Elara mengangkat telepon dan berkata, "Nenek."

Nami bertanya, "Elara, gimana kondisi tubuhmu akhir-akhir ini?"

Elara menjawab, "Cukup baik."

"Syukurlah. Besok kebetulan aku nggak ada kegiatan. Aku akan menjengukmu dan sekalian membawamu ke rumah sakit untuk pemeriksaan."

Elara tertegun sejenak.

Sejak dia hamil dan tinggal di Shallow Bay, Nami belum pernah menjenguknya sekali pun. Sekarang tiba-tiba ingin menemuinya dan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Jelas terlihat bahwa Nami benar-benar sangat memperhatikan anak yang ada di dalam kandungannya.

Elara tidak punya alasan untuk menolak.

"Baik, Nek. Hanya saja aku sedang tinggal di rumah orang tua. Nenek mau jam berapa? Aku bisa menunggu di rumah sakit," ujar Elara.

Nami bertanya, "Kenapa kamu tinggal di rumah orang tua?"

Sepertinya Deon memang tidak pernah menyebutkan soal perceraian. Memang, hal itu bukan sesuatu yang seharusnya dia sampaikan kepada Nami.

Elara menjelaskan, "Sudah lama nggak pulang, jadi ingin pulang sebenta
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat   Bab 50

    "Aku kedatangan sebuah berkas dari Jerman. Mau minta kamu bantu lihatin," kata Reynard.Elara mengangguk, "Ya, nanti kirim saja."Reynard mengambil seekor udang dan mengupasnya, lalu meletakkannya ke dalam piring Elara sambil tersenyum. "Kalau begitu terima kasih, Kakak Ipar."Aisyah mendengar ucapan putranya dan menoleh, lalu bertanya, "Kamu berterima kasih ke kakak iparmu soal apa?""Minta bantuannya," jawab Reynard."Kamu ini ... nggak lihat perut kakak iparmu sudah besar? Masih saja merepotkannya."Elara tersenyum lembut. "Nggak apa-apa, cuma urusan sepele."Selama ini, sikap Aisyah terhadap Elara memang cukup hangat. Bagaimanapun, Elara tidak berkaitan langsung dengan kepentingan ataupun reputasi dirinya. Kadang Aisyah juga mengikuti ucapan Nami dan menyetujui beberapa hal."Kelihatannya hubungan Reynard dan Elara cukup dekat," ujar Elsheva. Elsheva adalah istri Yeshua, sekaligus kakak ipar kandung Reynard.Aisyah menimpali, "Dulu mereka satu sekolah. Waktu ujian masuk perguruan t

  • Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat   Bab 49

    Elara tidak tahu sampai kapan Deon akan sibuk sebelum berangkat. Akhirnya dia keluar lebih dulu dan meminta Jereva mengantarnya ke rumah lama.Deon turun dari lantai atas setelah membereskan pekerjaannya. Dia hanya melihat Laksmi, tetapi tidak melihat Elara, hingga akhirnya dia memerintahkan, "Panggil dia ke luar.""Dia sudah pergi duluan. Entah sok gaya apaan dia itu, padahal nggak ada yang memperlakukannya sampai gimana-gimana juga," keluhnya tanpa sadar.Deon sedikit mengerutkan kening. Dia tidak menanggapi ucapan Laksmi dan langsung melangkah ke luar.Elara tiba di rumah lama lebih dulu. Hari ini seluruh anggota Keluarga Atmadja berkumpul. Area parkir dipenuhi mobil-mobil mewah. Begitu turun, Elara kebetulan bertemu Reynard.Reynard menyapanya. Mereka sudah cukup lama tidak bertemu.Reynard menatap perutnya dari atas ke bawah lalu berkata, "Perutmu kelihatan makin besar. Tapi pipimu sepertinya lebih tirus. Jadi kelihatan lebih cantik."Mendengar ucapannya, Elara pun tersenyum. Hany

  • Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat   Bab 48

    Wajah Fendi tampak muram. "Ayo jalan," katanya.Setelah berkata demikian, dia melangkah menuju arah parkir. Mobilnya berhenti tidak jauh di depan. Kristof maju membukakan pintu dan Fendi naik ke dalam mobil.Deon mengantar Doreen masuk ke mobilnya sendiri. Dia sempat melihat mobil Fendi melintas di depannya, lalu menarik kembali pandangannya dan ikut naik ke mobil.Dalam sekejap, daun ginkgo yang semula berwarna keemasan mulai berguguran tertiup angin. Cuaca semakin hari semakin dingin.Perut Elara makin membesar dari hari ke hari. Dia tidak bisa berjalan terlalu lama dan harus sering duduk untuk beristirahat. Berpakaian pun jadi semakin merepotkan. Terutama saat mengenakan celana, dia butuh waktu lama untuk memakainya.Elara semakin sering terbangun di malam hari untuk ke kamar mandi. Pinggangnya terasa pegal dan nyeri, kakinya kerap terasa kram hingga terbangun dari tidur, bahkan sesekali napasnya terasa berat.Sementara itu, hubungannya dengan Deon tetap terpisah jelas. Meski tingga

  • Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat   Bab 47

    Dua hari berikutnya, Deon selalu pulang ke rumah pada malam hari. Hanya saja, Elara hampir tidak pernah bertemu dengannya.Akan tetapi, malah lebih baik begini.Bagaimanapun, sekarang yang dia tunggu hanyalah melahirkan anaknya dengan aman dan tenang.Setelah dimarahi Nami, sikap Laksmi dan Hanina jauh lebih tertib. Mereka menyiapkan sarapan untuknya setiap pagi. Sepulang kerja dari kampus, Elara langsung pergi ke studio yoga. Larissa selalu datang lebih dulu untuk menunggunya dan membawakan makan malam.Di dalam kampus Universitas Josaka ada sebuah jalan yang sangat terkenal. Jalan itu dipenuhi pohon ginkgo. Saat ini, dedaunannya sudah berubah menjadi kuning keemasan, seperti bintang-bintang cemerlang di bawah hangatnya matahari musim dingin.Para mahasiswa ramai-ramai datang untuk berfoto dan mengabadikan momen.Dari kantor gedung administrasi tempat Elara bekerja, jalan berwarna emas itu terlihat jelas di bawah sana. Dia tidak menyangka hari ini Fendi datang ke gedung administrasi.

  • Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat   Bab 46

    Saat tiba di kamar rawat Yurike, emosi Elara sudah sepenuhnya tenang."Elara, kamu datang juga. Kenapa repot-repot beli buah segala?"Elara meletakkan buah yang dibawanya di atas meja kecil. Melihat cairan infus yang tinggal setengah kantong, dia bertanya, "Setelah ini masih ada lagi?""Ini yang terakhir.""Ke depannya jangan minum alkohol lagi sampai seperti malam itu."Yurike tersenyum dan berkata, "Kalau suasana hati lagi buruk memang susah dihindari. Tetap harus ada pelampiasan. Ke depannya aku akan lebih hati-hati."Tak lama setelah Yurike selesai diinfus, Arizo juga datang ke kamar rawat.Siang harinya, mereka bertiga makan siang bersama di sebuah restoran dekat rumah sakit. Menu yang dipesan semuanya makanan ringan dan tidak berminyak.Elara lalu bercerita tentang kejadian hari itu saat dia bertemu Fendi di kampus. Arizo berkata, "Pak Fendi memang sering kembali ke kampus. Katanya, melihat anak-anak muda membuatnya ikut merasa muda."Yurike terkejut, "Elara kenal Pak Fendi?"Set

  • Pembalasan Istri yang Direndahkan: Penyesalan Suami Pengkhianat   Bab 45

    Deon memang benar-benar tidak sanggup tinggal bersamanya di bawah satu atap. Namun, Elara sudah tidak ingin memedulikannya lagi.Hari itu juga, dia menghubungi Yurike untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Sebenarnya kemarin dia berniat ke rumah sakit menjenguknya, tetapi akhirnya tidak sempat."Nggak apa-apa. Setelah infus terakhir selesai, aku sudah bisa keluar dari rumah sakit."Malam itu, sakit lambung Yurike memang kambuh cukup parah, sampai harus diinfus selama dua hari. Elara pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk menjenguknya.Kebetulan Sander menelepon dan memberi tahu bahwa sopir sudah ditemukan. Orang itu baru pensiun dari militer tahun lalu, jadi mengemudi mobil pribadi sama sekali bukan masalah. Sander memberikan nomor kontaknya.Elara langsung menghubungi orang tersebut. Saat ini orang itu masih berada di perusahaan Sander dan harus ke Martha Residence untuk mengambil mobil, perkiraan waktunya sekitar satu jam."Hubungi aku setengah jam sebelumnya." Elara bisa be

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status