LOGINIni bab kedua pagi ini. selamat beraktivitas (◠‿・)—☆ Bab Bonus: 0/3 Bab Reguler: 2/2 Bab (Komplit)
Ryan berdiri di atas formasi teleportasi.Detik berikutnya, rasa pusing hebat menyerang kepalanya. Pandangannya berputar singkat, dan ruang di sekelilingnya seperti tertarik oleh kekuatan tak terlihat.Ketika ia kembali membuka mata, ia sudah berada di tempat lain.Banyak kultivator berdiri di sekitarnya.Ryan segera mengedarkan pandangan, mencari sosok yang dikenalnya. Namun setelah beberapa saat, ia tidak menemukan Bram Herstone di antara kerumunan itu.Ia tidak langsung panik.Bram mungkin dikirim ke tempat berbeda, atau belum berhasil keluar dari ruang ujiannya.Ryan melangkah maju dan mengamati keadaan di depan.Di kejauhan, berdiri sebuah istana kecil.Istana itu tidak terlalu besar, tetapi memancarkan kesan kuno dan misterius. Di sekelilingnya mengalir sebuah sungai panjang yang memutari seluruh bangunan, seperti parit alami yang sengaja memisahkan istana itu dari dunia luar.Sekitar tiga ribu meter dari istana kecil tersebut, terbentang sebuah formasi berbentuk persegi.Di
Sang jenderal kuno kembali menyerang.Golok di tangannya terayun bertubi-tubi, setiap tebasan membawa tekanan berat yang memaksa Ryan terus menahan dengan serius. Meski mata jenderal itu kosong, gerakannya tetap cepat dan mematikan.Bang!Pedang Iblis Darah bertabrakan dengan goloknya.Bunyi logam beradu menggema tajam di ruangan sempit itu. Percikan api menyebar ke udara, menerangi dinding beku yang dipenuhi retakan.Ryan tidak berhenti di sana.Tombak Gungnir di tangannya langsung menghunjam ke depan.Namun sebelum mata tombak itu mengenai sasaran, sang jenderal mengulurkan tangan kirinya dan mencengkeram batang tombak dengan kuat.Ryan mengernyit.Ia segera mengangkat kaki dan menendang tubuh lawan.Boom!Tendangan itu mendarat telak, tetapi jenderal kuno itu sama sekali tidak bergeming.Tubuhnya tetap berdiri kokoh di tempat, seolah yang baru saja ditendang Ryan
Namun sebelum Ryan sempat menyelesaikan pertanyaannya, ruangan tempatnya berada mendadak bergetar.Getaran itu tidak besar, tetapi cukup untuk membuat udara di sekitarnya berubah berat.Lalu, sebuah suara dingin bergema. Nadanya kaku, hampir seperti suara mesin tanpa emosi."Seorang Terpilih melawan seorang jenderal kuno. Jika menang, kau memperoleh Anugerah Dunia. Jika kalah, kau mati."Ryan menyipitkan mata.Seketika, seberkas cahaya muncul di sampingnya.Cahaya itu memudar perlahan, memperlihatkan seorang pria bermata kosong. Pria itu mengenakan baju zirah tua dan menggenggam sebilah golok. Dari aura yang memancar dari tubuhnya, jelas ia berada di Ranah Star Seed tingkat delapan.Ryan tersenyum getir.World Palace benar-benar memandang tinggi dirinya.Di atas kertas, ia hanyalah kultivator Ranah Dao Integration tingkat sembilan. Namun lawan yang diberikan kepadanya justr
"Aku khawatir Ryan juga tidak bisa hidup tenang di tempat ini," ujar Adel pelan. "Lucas Ravenclaw sudah lama berada di Benua Valorisia. Kalau kita tidak segera menemukan Ryan, bisa jadi Lucas lebih dulu menyerangnya."Mendengar itu, tatapan Lancelot menjadi muram."Nona Adel, aku memang tidak berguna," katanya dengan suara berat. "Seandainya aku cukup kuat, kita tidak perlu bergerak sehati-hati ini."Adel menggeleng."Ini bukan salahmu. Akulah yang bersikeras datang ke Benua Valorisia. Sekarang kita hanya bisa melangkah perlahan dan berhati-hati."Lancelot tidak membantah.Ia menggenggam bulu beruang salju yang mereka tunggangi, lalu kembali menuntunnya ke depan. Salju membentang luas di sekitar mereka, putih dan dingin, membuat perjalanan terasa semakin panjang.Tak lama kemudian, sekelompok orang muncul di kejauhan.Bendera yang mereka bawa berkibar di tengah angin salju. Di atasnya tertulis jelas, Keluarga Northpalace Wilayah Barat.Lancelot segera menyipitkan mata.Di Benua Valor
Begitu suara Quillon Wynn bergema di benaknya, wajah Ryan langsung berubah.Tanpa menunda sedikit pun, ia segera mengaktifkan teknik penyembunyi aura. Jika sosok sekuat Quillon sampai terdengar segelisah itu, maka orang yang turun ke Death Domain Universe pasti bukan lawan biasa.Pada saat berikutnya, sebuah indra spiritual yang sangat kuat menyapu seluruh Death Domain Universe.Tekanan itu menembus gunung, lautan, kabut, bahkan masuk sampai ke dalam World Palace. Rasanya seperti langit runtuh dan menekan bahu semua orang sekaligus. Para kultivator yang berada di berbagai penjuru langsung merasa napas mereka tertahan.Di luar ruangan tempat Ryan berada, anggota Aliansi Kultivator Bebas berlutut satu demi satu. Wajah mereka pucat, tubuh mereka gemetar, dan keringat dingin membasahi dahi. Tak seorang pun berani mengangkat kepala.Ryan sendiri tidak merasakan tekanan apa pun.Namun justru karena itu, ia semakin waspada.'Kekuatan macam apa ini?'Hanya satu sapuan indra spiritual sudah
Suasana di depan gerbang World Palace mendadak buntu.Tidak ada lagi yang berani mencoba.Dua Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak saja sudah dipermalukan karena darah mereka ditolak. Setelah melihat itu, siapa yang masih punya keberanian untuk maju? Jika darah mereka juga terpental, harga diri mereka akan hancur di depan semua orang.Tiga Kultivator Ranah Star Seed tingkat puncak pun tidak bisa memaksa orang lain.Semua orang hanya saling memandang dalam diam."Biar aku yang coba."Tiba-tiba, sebuah suara serak terdengar dari belakang kerumunan.Semua mata langsung beralih.Seorang pria berjubah hitam melangkah keluar. Seluruh tubuhnya tertutup kain gelap, dan wajahnya tidak terlihat sama sekali. Yang lebih aneh, tak seorang pun bisa merasakan tingkat kultivasinya. Seolah aura pria itu benar-benar kosong, atau sengaja disembunyikan oleh sesuatu yang jauh lebih kuat.Pria berjubah hitam itu berjalan sampai ke depan pintu.Ia tidak banyak bicara.Jarinya tergores, lalu setetes







