Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 774 - Menampar Calvin Robert

Share

Bab 774 - Menampar Calvin Robert

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-02-07 06:16:52
Begitu mendengar penolakan itu, tatapan Ryan langsung berubah dingin.

Tanpa ragu dia melangkah maju dan menampar wajah Calvin Robert dengan keras.

PLAK!

Suara tamparan itu begitu nyaring hingga bergema di ruangan. Kekuatan Ryan yang dahsyat membuat Calvin Robert langsung memuntahkan darah segar.

"Aku adalah tetua Sekte Dawn Sword. Kau..." Calvin Robert mencoba protes dengan sisa-sisa keangkuhannya.

PLAK!

Ryan menamparnya lagi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya.

Kali ini beberapa gigi
Rianoir

Ini bab kedua pagi ini. selamat beraktivitas (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆ Bab Bonus: 0/3 Bab Reguler: 2/2 Bab (Komplit)

| 83
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Bubun Burhanudin
mantaaaap nunggu bab 775 ah
goodnovel comment avatar
Bani othman
Padu!!!!!!!!!!!!!!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3467: Kebetulan yang Sempurna

    "Rex Sallow menginginkan Selvia dan ingin menjadikannya selir. Selvia menolak dengan tegas.""Lalu keluarga Rex menekan sekte kita dari berbagai arah sekaligus sampai kami hampir tidak bisa bernapas.""Karena Selvia tidak mau sekte kita ikut terseret, dia memilih masuk ke alam rahasia untuk berlatih dan mendapatkan gelar Bidadari Suci.""Karena menurut tradisi sekte kita, Bidadari Suci tidak boleh menikah sebelum mencapai puncak Ranah Dao Integration!""Dan sekarang alam rahasia itu bermutasi mendadak, Selvia terjebak di dalam, dan satu-satunya yang bisa masuk menyelamatkannya ternyata adalah Rex Sallow?" Vera Stone menatap Silas dengan tatapan yang sudah melewati batas amarah biasa. Di matanya sekarang hanya ada kesimpulan. "Kebetulan yang sangat sempurna, bukan?"Suaranya tidak gemetar. Tangannya masih mengepal di sisinya.Silas Lux tidak mengernyit. Dia hanya tersenyum tipis ke arah Vera Stone dengan ekspresi seseora

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3466: Teh dan Amarah

    "Kau ingin pergi ke Sekte Cloud Nether?"Eren Carster menatap Ryan yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Alisnya terangkat sedikit.Ryan mengangguk. "Dulu, selain Xavier Dragvine dan aku, Senior Jessica juga membawa seorang temanku dan mengirimnya ke Sekte Cloud Nether untuk berkultivasi.""Belakangan ini aku merasakan sesuatu yang tidak beres dari liontin yang dia berikan padaku. Aku perlu menemuinya."Eren Carster mempertimbangkan sebentar, lalu mengangguk. "Baiklah. Tapi jangan terlalu lama. Segera kembali setelah urusanmu selesai."Ryan membungkuk hormat dan meninggalkan aula utama.Eren Carster mengikuti suara langkah kaki itu sampai hilang, lalu membuka kembali buku di tangannya dengan santai. Tanpa mengangkat kepala, dia berbicara ke arah sudut ruangan yang tidak seharusnya ada bayangan di sana."Jaga dia dengan baik. Tapi jangan bertindak kecuali benar-benar terpaksa.""Baik, Ketua Sekte." Sebua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3465: Perisai Raja

    Tepat satu jam berlalu. Pusaran energi spiritual di langit itu perlahan menyurut dan menghilang. Sosok yang melayang itu turun, mendarat dengan ringan, dan membungkuk ke arah dua orang yang sudah menjaganya. "Terima kasih atas perlindungannya, Ketua Sekte, Senior Jessica." Eren Carster dan Jessica Neuro saling pandang. Alis keduanya naik hampir bersamaan, tapi bukan karena terobosannya. Aura Ryan mengisi ruang sekitar mereka dengan berat yang tidak seharusnya datang dari seseorang yang masih berada di puncak Ranah Primordial Chaos. Ini aura yang setara dengan kultivator Ranah Creation biasa, bukan dari seseorang yang baru saja melewati satu batas kecil. Jessica Neuro diam selama tiga detik penuh sebelum akhirnya berbicara. "Terobosanmu sudah memicu fenomena sebesar ini," kata Jessica Neuro sambil melirik langit yang kini sudah kembali normal. "Aku ingin tahu fenomena seperti apa yang akan muncul saat kau benar-benar menembus Ranah Dao Integration atau Ranah Creation nanti."

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3464: Pusaran di Langit

    Alaric Whitmore baru melangkah beberapa langkah sebelum berhenti. Tanpa menoleh, dia melanjutkan bicaranya dengan nada yang sama tenangnya. "Kalau kau mau bergabung dengan klan-klan asing, kau tidak hanya akan mendapat dukungan dari Sekte Moon Flower saja." "Kami pun akan berkontribusi dalam pengembanganmu. Termasuk menyediakan banyak esensi darah." Sebuah jeda kecil. "Dan satu lagi, aku punya hadiah untukmu. Jangan lupa datang menemuiku." Ryan menatap punggung jubah putih itu dengan pikiran yang sudah bergerak sebelum kalimat itu selesai. Esensi darah. Dalam jumlah besar. Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis yang sudah ia kultivasi memerlukan itu lebih dari bahan apa pun yang bisa ia dapatkan sendiri. Dan di seluruh Benua Valorisia, tidak ada sumber yang lebih melimpah dari klan-klan asing. Keputusan itu tidak perlu waktu lama untuk terbentuk. "Mengerti," katanya. "Aku akan datang menemui Senior Alaric dalam tiga tahun." Alaric Whitmore mengangguk tanpa menoleh dan melanjutkan lan

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3463: Hari Kehancuran

    Beberapa saat kemudian, formasi Gunung Roh Abadi bergetar dan mengaktifkan dirinya. Ryan, Serena, dan semua yang tersisa meninggalkan lembah dalam kesenyapan yang berbeda dari sebelum ujian dimulai.Tidak ada yang berbicara. Lembah yang beberapa jam lalu penuh dengan teriakan dan ledakan kini hanya menyisakan langkah-langkah yang tergesa meninggalkannya.Rindy berjalan di samping Yuriel yang sudah tidak berkata apa-apa sejak tadi. Jari-jarinya yang sempat mengepal sudah mengendur, tapi tatapannya kosong, tertuju ke suatu titik di depan yang bukan lagi bagian dari lembah ini."Guru." Suaranya pelan. "Kau berjanji.""Lupakan janji itu." Yuriel tidak memperlambat langkahnya. "Hari ini aku memang kalah. Tapi itu karena liontin itu. Kalau tidak ada benda itu, hasilnya sudah berbeda."Suaranya kembali ke nada dingin yang biasa. "Dan soal kau bertemu dengannya, itu tidak akan terjadi. Fokus pada Kompetisi Rising Dragon. Kau d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3462: Aku Tunggu

    "Semuanya bisa dibicarakan," kata Kian Theron dengan nada yang berusaha terdengar ramah tapi gagal menjangkau telinganya sendiri."Klan Unicorn Naga pasti punya banyak simpanan esensi darah Unicorn Naga." Ryan menatapnya datar. "Cade Aurin berhutang sebagian dari itu kepadaku."Kening Kian Theron berkerut.Memang benar. Klannya menyimpan banyak esensi darah, tapi semuanya dikelola ketat dan tidak bisa diambil tanpa persetujuan dewan tetua. Dan untuk menyelamatkan Cade Aurin yang sudah kehilangan seluruh garis darahnya dan tidak lagi berguna bagi klan, tidak akan ada satu tetua pun yang mau menyetujuinya. Dewan tetua tidak pernah menyetujui hal seperti ini. Terutama untuk seseorang yang sudah tidak punya nilai bagi klan."Tidak bisa?"Kian Theron mengatupkan bibirnya.Hening selama beberapa detik. Matanya bergerak sebentar ke arah Ryan, lalu ke Ketua Aliansi di sampingnya, dan sesuatu yang sempat berk

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 95 - Cemburu

    Tidak lama kemudian, Ryan hendak berbicara ketika dia mendengar napas berat di telinganya. Adel ternyata sudah tertidur pulas, tubuhnya rileks dalam pelukan Ryan. Ryan tersenyum lembut, menyadari bahwa kehadirannya memberi Adel rasa aman yang mungkin belum pernah ia rasakan sebelumnya. Meski Adel

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 52 - Menolak Ajakan Polisi Cantik

    Lindsay berbalik. Sambil menggoyangkan tubuhnya yang menggairahkan, dia berjalan santai ke depan Ryan. "Sepertinya aku benar, kau benar-benar Ryan yang seharusnya meninggal lima tahun lalu. Siapa mengira yang orang terkenal tidak berguna dari Keluarga Pendragon itu tidak hanya kembali, tetapi juga m

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 130 - Tawaran Zeref Vouch

    Ryan melangkah masuk ke ruangan dengan santai, seolah-olah ia baru saja memasuki kafe favoritnya, bukan sarang penjahat. 'Apakah orang ini iblis?!' pikir para murid Zeref yang ada di sana, ketakutan merayapi tulang punggung mereka. Firasat kematian menyebar ke seluruh ruangan dan, untuk sesaat, t

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 46 - Membujuk Ryan

    Ryan terdiam sejenak, matanya menatap Jeremy Blackwood dingin dan berkata, "Aku memberimu, keluarga Blackwood, kesempatan. Tapi kalian tidak menghargainya!" Nada suara Ryan yang dingin membuat semua orang di ruangan itu terdiam. Jeremy Blackwood, yang tadinya penuh percaya diri, kini terlihat gug

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status