MasukBayu Saputra hanyalah kuli kasar yang tak pernah dianggap ada. Wajah tidak menarik, auranya suram. Wanita pun enggan meliriknya. Hingga suatu malam ia menolong pria tua misterius yang memberinya sebuah batu akik. Batu itu mengubah segalanya. Wajahnya menjadi memikat, ia juga mendapatkan kekuatan melampaui nalar, auranya membuat wanita yang dulu menghina kini justru mendekat. Dari pria terbuang, ia bangkit menjadi sosok yang diperebutkan. Namun ia segera menyadari kekuatan batu itu tumbuh setiap kali hasratnya terpenuhi jika berhubungan dengan wanita. Hingga seorang wanita baru saja memberikan penawaran. “Jadi apa kamu setuju untuk jadi Simpananku?”
Lihat lebih banyakTanpa sadar mulut Selvi terbuka karena nikmat sentuhan itu mulai menguasainya. Pikirannya mulai melayang-layang dan membuatnya tidak fokus.Akan tetapi dengan cepat ia kembali fokus pada ko laptop di depannya dan mengetik cepat untuk menyelesaikan laporan presentasinya buat besok.Sayangnya tangan Bayu menyentuh area sensitifnya yang sudah basah kuyup.“Apa ini? Kamu ternyata sudah sebasah ini.”Kali ini Bayu pindah arah ia berjongkok di depan kursi di bawah meja tempat Selvi duduk sambil membuka kaki wanita itu ke arahnya.Ia melepaskan celana dalam Selvi dan menghisap area sensitif hingga semakin basah dan becek dibuatnya.“Henghh … hnghh hmm … Bayu!” Tangan Selvi menjambak pelan rambut Bayu yang ada di antara kedua kakinya.Bibir Bayu dan lidahnya bermain di bawah sana membuat Selvi sampai beberapa kali mengeluarkan cairan dan membuat metanya menyipit dengan nafas terengah-engah dan tubuh gemetar.“Akhh … hng
“Aku ingin kita melakukannya tapi hari ini aku harus mengerjakan tugas presentasi besok!” Selvi menghentikan bibir Bayu yang hendak kembali menciumnya lagi. “Tapi aku juga tidak mau pergi dari sini. Aku masih mau berduaan sama kamu.”“Kalau gitu aku ada satu ide.” Wajah Selvi mendongak menatap penasaran ke wajah Bayu dengan alisnya yang terangkat. “Apa dong?” tanyanya dengan manja.“Kamu kerjain di sini aja, jadi sekalian kita bisa tidur bareng.”Saran Bayu terdengar bagus, mata Selvi langsung berbinar menatap ke arahnya. “Bentar ya, aku ambil laptop sama bukuku ke sini.” Saking semangatnya Selvi sampai memberikan kecupan ringan di pipi lalu ia segera berlari keluar dari kamar.Bayu sempat membeku sambil menyentuh pipinya yang dicium Selvi barusan. Terasa masih hangat di permukaan kulitnya, ia pun tersenyum seperti seseorang yang tersipu malu.Tapi perasaan hangat itu anehnya hanya dirasakannya saat bersama Selvi. Namun, ia juga memiliki hasrat gairah yang ditahannya di saat yan
“Aku harap kedepannya kamu bisa lebih memperhatikan Hasan. Kamu tahu kan aku tidak bisa bersamanya mengingat hubungan kita saat ini.” Stevia ikut menunduk tapi kakinya kembali melangkah menuju mobil. “Tunggu,” panggil Harson.Seketika itu Stevia kembali menghentikan tangannya yang hendak meraih gagang pintu. “Aku dengar kamu akan segera menikah.” Stevia langsung mengangguk. “Itu benar, aku akan menikah dengan Farhat Pratama. Kamu tahu dia jadi aku tidak perlu menjelaskannya.”Harson kembali menunduk ia tidak berani menatap kembali ke arah stevia. Namun, tangannya mengepal di sisi tubuhnya dengan rahang yang mengeras. Tapi harson kembali berusaha untuk mengucapkan kata, “Selamat, selamat karena kamu akan segera menikah. Aku harap kamu bahagia.” Setelah mengucapkan itu Harson langsung berbalik. Ia segera masuk lebih dulu ke dalam mobilnya yang sudah lama menunggu. Stevia sejenak sempat membeku sete
“Momi, aku kangen!” “Apa aku boleh menitipkan Hasan sebentar?” Harson melihat ke jam tangannya. “Aku ada jadwal sidang sebentar lagi jadi apa aku bisa menitipnya sebentar? Nanti aku akan segera jemput jika sidangnya selesai.” Sejenak Stevia terdiam, jujur saja ia masih merasa sangat canggung jika ditinggal berdua dengan putranya. Karena selama ini Hasan jarang bertemu dengannya dan bahkan hampir tidak pernah, hanya saja beberapa kali akhir-akhir ini Harson baru mempertemukan mereka. Jadi Stevia masih agak kaku. “Nak, apa kamu mau ikut ke kantorku?” “Iya, mau!” Hasan langsung setuju, wajah polos anak itu terlihat bersemangat. “Momi, aku boleh duduk menunggu di sana? Aku janji nggak akan nakal.” Tatapan mata Hasan sangat jernih, ia menatap Stevia dengan penuh harap. Namun terlihat ada rasa takut dan masih sungkan terhadap ibunya. “Tentu, ayo kita pergi.” Stevia menggenggam tangan kecil itu di tangannya. Meski mereka jarang bertemu tapi perasaan hangat untuk anaknya tetap ada.
Dan lebih mengejutkan lagi sinyal penuh terpampang di sudut layar. Artinya, kartu jaringan sudah terpasang.Nama penelepon tertera jelas. Nonaku yang cantik.Jantung Bayu berdetak lebih keras.Siapa …? Ia menelan ludah. Ibu jarinya yang sedikit gemetar menggeser layar hijau
Bayu meletakkan baju-baju itu di atas kasur miliknya untuk sementara. Lalu dengan cepat setidaknya sebelum pergi kerja ia harus mandi terlebih dahulu.Dinginnya air terasa sangat menyegarkan, Bayu kembali memakai baju yang baru saja diangkatnya dari jemuran. Baju yang tampak kusut itu tetap dipakai
Mengandung 🔞🔞 bagi yang berpuasa harap skip atau baca nanti saat berbuka. Awalnya terasa menyakitkan, hingga entah mengapa rangsangannya menjadi lebih terasa nikmat.“Bayu, aku merasa aneh! Hmmh!” Mila mengigit bibir bawahnya. Rasa aneh yang disebutkannya berubah jadi sensasi
Tentu saja Bayu mengikuti keinginannya, bahkan ia menghentakkan lebih keras hingga mentok.Beberapa kali Bayu ejakulasi di dalam. Sedangkan Rara merasakan sensasi orgasme yang memuaskan hingga seluruh tubuhnya bergetar hebat. Kali ini gantian Rara sudah lemas, ia melihat Bayu y
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan