Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang

Dikira Pecundang, Ternyata Jenderal Perang

last updateLast Updated : 2026-02-09
By:  Zila AichaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
13views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nathaniel Lee, pria berprofesi sebagai tukang bersih-bersih itu tidak pernah mengeluh atas hinaan dan perlakuan keluarga istrinya yang buruk. Hal itu bukan tanpa alasan. Dia bukan tidak berani dan tidak bisa membalas perlakuan mereka. Dia hanya harus menunggu waktu yang tepat. Mengapa dia harus bersusah payah menahan semua perlakuan tidak menyenangkan itu? Ada apa dengan masa lalunya yang selalu dia rahasiakan bahkan dari istrinya?

View More

Chapter 1

Bab 1

“Jadi … kau mau memberikan nomor kontak siapa, heh?”

Nathan meremas tangannya, terlihat ragu-ragu.

Sang petugas yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Nathan pun mengetukkan penanya pada besi sel penjara. “Cepatlah!”

“Kau pikir hanya kau saja yang harus aku urus?”

Sebetulnya Nathan tidak ingin merepotkan siapapun, tapi dia terpaksa menjawab, “Istriku. Aku akan memberikan nomor telepon istriku.”

Begitu Nathan memberikan nomor kontak istrinya, polisi yang bertugas menghubunginya dengan cepat.

Hanya dalam kurang dari dua jam, Nathan pun dinyatakan bebas berkat jaminan dari sang istri.

Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu berjalan keluar dari kantor polisi dengan langkah cepat.

Dia tersenyum lebar saat melihat Angela, istrinya yang sedang bersandar pada mobil sembari menatapnya dengan menampilkan ekspresi kesal di wajah cantiknya.

“Angela.”

Angela mendengus jengkel, “Masuk!”

Wanita itu membuka pintu kemudi dan masuk ke dalam mobil merah. Nathan tidak berniat membantah dan langsung masuk ke dalam mobil lalu duduk di samping Angela.

“Angela, Sayang. Maafkan aku.”

Angela mengabaikannya dan hanya berfokus mengemudi.

Nathan tidak menyerah, “Sayang, ini bukan salahku. Aku difitnah.”

“Oh ya? Lalu mengapa kau bisa ditahan, hah?”

Wanita itu tidak memberikan kesempatan Nathan untuk menjawab.

“Nathan, apa kau tidak tahu kalau hari ini aku sedang ada rapat penting? Mengapa kau tidak berhenti membuat masalah untukku?”

“Aku sungguh-sungguh tidak bersalah. Wanita itu memfitnahku.”

“Jelaskan kalau begitu!” Angela memerintah tanpa menoleh ke arah suami yang dinikahinya dua tahun yang lalu itu.

Nathan pun mulai bercerita, “Aku sedang membersihkan taman seperti biasa. Lalu, aku melihat ada seorang wanita yang terpeleset. Jadi aku-”

“Kau tergoda, begitu? Apa wanita itu cantik? Lebih cantik dariku?” Angela memotong dengan tidak sabar.

Nathan tersenyum, “Kamu cemburu ya?”

“Sialan, Nathan. Kau ….”

Nathan mengangkat tangan. “Baiklah, baiklah. Aku tidak akan bercanda lagi. Aku hanya membantunya untuk duduk di bangku taman dan memakaikan sepatu untuknya, tapi tiba-tiba ada seorang pria yang datang.”

Nathan mengerutkan kening dan menceritakan semua yang terjadi tanpa ada sedikitpun kata yang dikurangi atau ditambah.

“Singkirkan tangan kotormu itu dari kaki tunanganku!”

Nathan sontak memutar kepala ke arah suara yang terdengar dingin dan penuh amarah itu.

Pria yang baru saja datang itu berpenampilan sangat rapi dan elegan. Nathan langsung tahu bahwa lelaki itu pastilah berasal dari kalangan atas.

Dia bergegas mendekati wanita yang tengah duduk di bangku taman. Dia melirik sekilas dengan ekspresi jijik ke arah Nathan yang telah berdiri sambil memegang sapu di tangan kanan.

Dia dengan mudah bisa mengetahui profesi laki-laki berpakaian lusuh itu.

“Hugo.” Sang wanita cantik memanggil dengan tatapan terkejut.

“Maaf, Tuan. Saya tidak bermaksud-”

“Apa yang terjadi denganmu, Amanda?” Pria bernama Hugo itu mengabaikan Nathan sepenuhnya dan menyentuh pundak wanita cantik itu.

“Aku terpeleset dan pria ini ….”

Amanda tidak melanjutkan perkataannya dan malah menundukkan kepala.

Hugo mengerutkan kening, mulai curiga.

Sementara Nathan yang merasa aneh buru-buru menjelaskan, “Tuan, saya hanya membantu nona ini untuk duduk dan membantunya memakai sepatu.”

“Bo-bohong! Dia bohong, Sayang!” Amanda berkata dengan terbata-bata.

Tanpa menatap Nathan, Amanda memegang tangan Hugo, “Dia mencoba melecehkan aku, Sayang. Dia menyentuh kakiku dan ….”

“Tidak, Tuan. Itu tidak benar. Saya tidak melakukan hal itu. Saya hanya-”

“BRENGSEK!” Hugo menggeram marah.

Hugo pun menarik kerah baju Nathan dan hendak memukulnya. Tapi, seorang pria yang baru saja datang mencegahnya dengan cepat, “Tuan Muda, jangan!”

“Bernard, kau tidak tahu apa yang baru saja dilakukan oleh si tukang bersih-bersih ini?”

“Sa-saya … maafkan saya, Tuan Muda. Apapun itu, lebih baik kita laporkan saja dia pada polisi. Bagaimana, Tuan Muda?” saran Bernard.

Hugo mengernyitkan dahi, tampak ragu.

Bernard pun berbisik pelan, “Ingatlah bahwa Tuan Besar sedang mengawasi Anda, Tuan Muda. Polisi … pasti akan bisa menangani masalah ini dengan baik.”

Ekspresi Hugo pun mendadak berubah. “Baiklah, kalau begitu … kau urus dia. Pastikan dia dihukum dengan berat.”

“Baik, Tuan Muda.” Bernard mendesah lega.

“Amanda, ayo pergi!” Hugo memegang tangan kekasihnya.

Setelah sepasang kekasih itu pergi, Bernard lalu memerintah beberapa pengawal untuk menyeret Nathan ke kantor polisi. Dia ditahan atas tuduhan pelecehan terhadap pengunjung taman.

Usai mendengar cerita itu, Angela memukul kemudi mobil untuk melampiaskan kekesalannya.

“Itulah kenapa aku ingin memiliki suami yang memiliki status tinggi.”

“Angela, aku-”

“Gara-gara kau berasal dari kaum kelas bawah, kau jadi mudah ditindas. Mengapa dulu kakek menyuruhku menikah denganmu?” gerutu Angela.

Nathan mendesah pelan.

Dia tidak bisa menyalahkan wanita cantik itu. Bagaimanapun juga, pernikahannya dengan Angela memang tidak didasari oleh rasa cinta sedikitpun.

Dia menikahi Angela sebagai kesepakatan dengan Ian Jackson, kakek Angela setelah Ian menyelamatkan nyawanya hampir tiga tahun yang lalu.

Ian mengetahui identitas asli Nathan, tapi dia berjanji untuk tidak membicarakan hal itu pada orang-orang. Namun, sebagai balasan, Ian meminta Nathan untuk menikahi cucu perempuannya.

Nathan memejamkan mata, mencoba untuk tidak memikirkan masa lalunya yang sangat rumit.

Tapi tiba-tiba saja dahi Nathan mengerut ketika dia baru tersadar bahwa Angela mengambil jalur kiri.

“Angela, kau salah jalur.”

“Kita harus ke rumah Paman John.”

Mendengar nama dari pemimpin keluarga istrinya itu disebut, Nathan membatu di tempat duduknya.

“Ada jamuan makan malam.”

Nathan semakin tidak suka mendengarnya. Jelas ada beribu-ribu alasan mengapa dia tidak ingin bertemu dengan seluruh anggota keluarga istrinya, terlebih lagi setelah Ian Jackson meninggal sejak dua tahun yang lalu.

Nathan melihat Angela berbelok ke pom bensin. “Mandi dan ganti bajulah!”

Angela menunjuk ke kursi belakang. Ada sebuah tas besar di sana. Nathan langsung mengambil tas itu tanpa banyak bertanya dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi umum di pom bensin itu.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mereka telah tiba di rumah keluarga besar Jackson.

Nathan melihat ada banyak mobil yang terparkir di halaman rumah mewah itu.

“Jamuan makan malam apa sebenarnya? Mengapa banyak tamu yang diundang?”

“Kalaupun aku memberitahumu, kau juga tidak akan mengerti.” Angela berkata dengan ketus dan berjalan terlebih dulu, meninggalkan Nathan yang hanya bisa mendesah pasrah.

Lelaki itu telah terbiasa dengan sikap ketus dan dingin Angela sejak mereka bertemu. Akan tetapi, Nathan tidak pernah sedikitpun memprotesnya.

Meskipun Angela terpaksa menikahinya dan selalu bersikap kasar, wanita itu tidak pernah sekalipun mengkhianatinya.

Begitu Nathan memasuki area bagian dalam rumah itu, dia mendapati setidaknya ada lebih dari sepuluh orang yang tidak dia kenal ada di dalam ruang tamu.

Ketika dia hendak menyusul istrinya yang tengah berbicara dengan seorang kepala pelayan, dia mendengar seorang pria berbicara, “Wah! Kukira kau tidak ikut datang, Nathan.”

“Aku kira kau masih harus lembur membersihkan sampah-sampah di taman,” sahut seorang wanita yang berdiri di dekat pria itu.

Mereka adalah Lucy dan Harry yang merupakan anak-anak John Jackson, paman istrinya.

“Waktu kerjaku telah selesai.” Nathan membalas singkat.

Pria itu memutar kepala dan ingin mendekati istrinya, tapi lagi-lagi dia mendengar Lucy berkata, “Eh, tunggu dulu! Mengapa aku mencium bau tidak sedap ya?”

“Kamu benar, Lucy.” Harry mengusap-usap hidungnya, “Nathan, kamu … belum mandi ya?”

Suaranya sengaja dikeraskan agar orang-orang di ruangan itu mendengarkan mereka.

Dari arah kiri Nathan seorang wanita berujar pelan pada temannya, “Eh, apakah itu … menantu laki-laki keluarga Jackson yang berprofesi sebagai tukang bersih-bersih di taman itu?”

“Sepertinya iya. Astaga, di sini jadi sangat bau,” sahut temannya.

Nathan mengepalkan tangan, menatap tajam ke arah dua sepupu istrinya yang sedang tersenyum mengejek ke arahnya

Ketika mereka mulai sibuk membicarakan soal bau yang menyengat itu, John Jackson yang baru memasuki area ruang tamu utama itu menatap Nathan dengan alis terangkat, “Siapa yang mengizinkan kau berdiri di sana, Nathan?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status