Beranda / Pendekar / Pendekar Kera Sakti / 134. Padang Angin Neraka

Share

134. Padang Angin Neraka

last update Tanggal publikasi: 2024-06-02 01:01:54

PADANG ANGIN NERAKA... kaki langit timur. Hangat sinarnya menyapa ramah, menandakan hari telah berganti. Namun, walau cerah suasana pagi baru menampakkan diri, Setan Selaksa Wajah telah duduk terpekur di tengah Padang Angin Neraka. Kakek yang mampu merubah raut wajahnya menjadi seorang pemuda tampan itu tak peduli pada hembusan angin kencang yang terasa membeset kulit. Rambut dan kain bajunya tampak berkibaran. Tapi, si kakek tetap diam tertunduk tanpa bergeming sedikit pun. Sorot matanya taj

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pendekar Kera Sakti   1622. Part 22

    "Karena dia menotokku, lalu dalam keadaan lemas tak berdaya dia ingin memperkosaku, Guru! Dia kejam dan jahat...!" Kismi akhirnya menangis karena tak tahan menderita sakit hati membayangkan peristiwa itu.Lalu, Ranggu Pura berseru kepada gurunya sendiri; Poci Dewa. "Guru, izinkan saya bertarung melawan Kunta Aji sekarang juga! Saya ingin beradu kejantanan dengannya demi kehormatan Cumbu Bayangan!"Kedua tokoh tua itu saling pandang dalam kebimbangan. Pendekar Kera Sakti segera memberi saran, "Rasa-rasanya tak perlu terjadi. Cukup para Guru yang saling menyadari bahwa permusuhan diantara dua perguruan yang berasal dari satu sumber ini tidak perlu terjadi lagi. Sebab jika kita saling bermusuhan, maka ada pihak lain yang akan memanfaatkan keadaan kita ini, untuk membuat kedua perguruan semakin hancur lebur. Dan kalau sudah begitu, yang berjaya adalah pihak perguruan lain, yang menderita dan menjadi korban adalah pihak kita sendiri.""Benar...!" ada orang berseru da

  • Pendekar Kera Sakti   1621. Part 21

    Blaarr... blegaar... blaang.... Duaar...!Dalam satu kesempatan, ketika mereka masih mengambang di udara tanpa pedulikan bumi dan alam yang bergetar, Buyut Gerang berhasil hantamkan pukulan telapak tangannya ke dada Poci Dewa. Sedangkan pihak Poci Dewa pun mendapat kesempatan menghantamkan tangannya yang menguncup ke ulu hati Buyut Gerang. Pukulan itu sama-sama timbulkan bunyi menggelegar secara bersamaan.Blegaarr...!Kedua tokoh tua tanpa pengikut itu sama-sama terpental dan jatuh bergulingguling. Napas mereka terengah-engah. Wajah mereka dicekam rasa sakit yang tetap dipertahankan kekuatannya. Buyut Gerang memuntahkan darah merah kental, rambutnya rontok sebagian karena pukulan Poci Dewa. Sedangkan lawannya pun mengalami hal yang serupa, rambut Poci Dewa rontok sebagian, bahkan yang semula berwarna putih sempat menjadi semburat hitam karena hangus terbakar oleh pukulan telapak tangan Buyut Gerang. Keduanya tak ada yang merasa kalah dan tak ada yang merasa lem

  • Pendekar Kera Sakti   1620. Part 20

    "Ranggu...!" Seruan itu berasal dari gadis cantik berjubah kuning yang tak lain adalah Cumbu Bayangan.Gadis itu diizinkan oleh Baraka untuk keluar dari persembunyian dan menemui kekasihnya."Kismi...!" seru Ranggu Pura dengan girang, ia pun segera berlari menyambut kekasihnya. Gadis itu berlari kecil dan akhirnya mereka berpelukan penuh curahan rindu.Pendekar Kera Sakti sengaja dibuat terbatuk-batuk untuk memberi tanda agar mereka jangan terlalu lama berpelukan. Pikir Baraka saat itu, "Terlalu lama melihat mereka berpelukan kepalaku jadi puyeng! Ingat kekasihku; Hyun Jelita."Ranggu Pura tampak ceria memandang kemunculan kekasihnya, tapi sedikit curiga ketika tahu kekasihnya datang bersama Pendekar Kera Sakti yang lebih ganteng dari dirinya sendiri. Kismi segera menjelaskan tentang perbuatan Kunta Aji dan penyelamatan yang dilakukan Pendekar Kera Sakti."Terima kasih kau telah selamatkan kekasihku, Baraka," ujar Ranggu Pura dengan ceria."

  • Pendekar Kera Sakti   1619. Part 19

    Wajah Ranggu Pura menegang lagi dengan gusar. "Sebaiknya lupakan tentang Cumbu Bayangan. Toh ada perempuan lain yang bersedia kau cumbu lebih lama lagi. Sayang kau menyepelekan diriku, sehingga kau tidak melihat ada perempuan lebih hebat dari Kismi yang mampu memberikan kebahagiaan padamu sepanjang masa.""Persetan dengan kata-katamu, Ayunda! Kau perempuan bermulut busuk! Mengapa kau racuni pikiran guruku dengan bualanmu! Kaulah biang keladi dari masalah yang menyangkut tentang hubunganku dengan Cumbu Bayangan!""Kalau kau keras kepala tak mau melayani gairahku, aku pun keras kepala untuk tetap ingin mencabut nyawamu, Ranggu Pura!""Biadab dia!" geram Cumbu Bayangan dalam persembunyiannya. Wajahnya menjadi merah jambu karena dibakar kemarahan. Tapi Pendekar Kera Sakti menahannya agar tidak terburu-buru keluar dari persembunyian."Banyak yang perlu kita ketahui dari mereka! Kita lihat dulu, jangan terburu nafsu, Kismi!" bisik Baraka."Tapi perempuan

  • Pendekar Kera Sakti   1618. Part 18

    "Hmmm... ya, aku kenal dia. Dia yang bernama Ayunda. Dia sering berkunjung ke perguruanku dan menjalin hubungan baik dengan guruku!""Benarkah begitu! Tapi ketika kau menderita racun 'Hawa Bangkai' tadi, gurunya Ayunda menyerangku dan mengancamku agar tidak mencampuri urusannya.""Urusan apa?""Mana kutahu? Dia tidak jelaskan urusan itu."Cumbu Bayangan masih berkerut dahi dan mencoba memikirkan hal itu. Tapi Baraka lebih dulu berkata dalam bisikan lagi. "Aku curiga dengan gerakan Ayunda yang mengendap-endap menuruni tanggul sungai itu. Kita lihat apa yang dilakukannya!"Pendekar Kera Sakti melenting di udara, tubuhnya melesat naik dan hinggap di atas pohon. Cumbu Bayangan mengikuti gerakan itu dan ternyata cukup mampu, walau ia hampir saja jatuh saat mendaratkan kakinya di sebuah dahan. Untung segera disambar oleh tangan Pendekar Kera Sakti, sehingga ia terhindar dari kecelakaan kecil itu.Dari pohon ke pohon, akhirnya mereka tiba di

  • Pendekar Kera Sakti   1617. Part 17

    "Akan kucoba membantu kalian. Hanya saja, ada satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu."Gadis itu semula memandang ke arah jauh. Tapi sekarang menatap Baraka dengan gerakan berpaling cukup cepat. Ini menandakan bahwa ia tertarik sekali dengan pertanyaan yang ingin diajukan Baraka."Benarkah kekasihmu yang bernama Ranggu Pura itu anak dari Gandapura, penguasa Pantai Ajal itu!"Mata sang gadis terkesiap. Sedikit menyipit dalam tatapannya. Ada rasa kaget yang disembunyikan dalam hati, yang akhirnya berubah menjadi sebentuk renungan pendek. "Sebab, kudengar Gandapura sedang mengamuk di Pulau Jelaga karena mencari anaknya yang bernama Ranggu Pura. Anak itu yang akan mendapat warisan seluruh ilmu si Gandapura, yang berarti akan menjadi manusia pemakan daging manusia."Setelah berdiam beberapa saat, Cumbu Bayangan berkata dengan suara tidak seketus tadi, "Aku tidak tahu dengan pasti. Tapi Ranggu Pura pernah bilang, bahwa ia ditemukan oleh gurunya dalam usia

  • Pendekar Kera Sakti   571. Part 11

    Peri Malam cepat menjawab. "Kehangatan itu akan tiba jika kemenanganmu tergenggam di tangan. Kurasa Perawan Sesat juga akan memberikan kehangatan yang lebih indah lagi setelah kau berhasil membunuh Baraka!"Selendang Maut menambahkan kata. "Kau akan memperoleh kemenangan ganda, Dirgo! Selai

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Pendekar Kera Sakti   590. Part 10

    "Maafkan temanku itu. Dia salah duga. Kau disangka Dadung Amuk.""Dadung Amuk, Dadung Amuk, mukanya kusut itu yang seperti dadung sedang mengamuk!" gerutu Singo Bodong.Dewa Racun tertegun diam memandangi Pendekar Kera Sakti melangkah bersama Singo Bodong ke arah bawah pohon. Dewa Rac

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Pendekar Kera Sakti   572. Part 12

    Tambah Peramal Pikun dengan suara lemahnya "Jadi aku mohon bantuanmu untuk menghilangkan ilmu 'Rentang Kutuk' ini sebelum purnama tiba.""Sebelumnya aku ingin tahu mengapa ilmu 'Rentang Kutuk' itu menimpa dirimu?""Apakah Dewa Racun belum bicarakan hal itu padamu?""Belum! Dewa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Pendekar Kera Sakti   608. Part 9

    Mata cekung itu cepat layangkan pandang ke arah depan. Keadaan di depan sana sepi-sepi saja. Tiap jengkal tanah, tiap bentuk tanaman, disusuri oleh mata cekung Tengkorak Terbang. Tapi tak terlihat tanda-tanda gerakan yang mencurigakan. Akhirnya si Tengkorak Terbang serukan suaranya, "Siapa yang a

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status